I'M Your Wife

I'M Your Wife
Kesalahan Pahaman



Sam melangkahkan kakinya memasuki rumah,ia menyerngit heran mendengar suara berisik dari ruang tengah. "what? apa yang kali—" Sam terkejut bukan main,mendapati kakak ipar dan adiknya tengah menangis menonton drakor mereka. Entah apa yang membuat sedih dalam drama itu,Sam pun tidak peduli.


Pria itu hanya menghela napas sambil memijit kepalanya pelan. Lebih baik ia ke dapur dan meneguk air setelah itu kembali ke kamarnya dan menghapal anatomi dan fisiologi manusia seperti yang dibilang dosen dikampusnya.


"gilaa,tugas gue makin numpuk aja,aaaakhhh kenapa mereka berisik sekali?!" geramnya kesal,ia sudah ingin berkonsentrasi menghapal malah terdengar isakan kedua manusia yang sedang nonton itu.


"ya Allah,bantu hambamu ini untuk menghapalkan semuanya dengan cepat." gerutunya mengetuk-ngetuk buku tebal itu. Dirinya frustrasi lalu membantingkan tubuhnya ke kasur.


Sambil mengayunkan kaki dan tangan bersamaan, seolah-olah sedang bermain disalju menikmati empuk kasurnya.


"besok-besok ajalah gue hapal, gampang tuh nyoo." ucapnya pelan,ia pun masih mencari tempat untuk bisa menghapal dengan tenang padahal belum tahu jika yang dihapalnya itu nama-namanya susah disebut.


***


"Al!" teriak Mezza,Alze berdecak kesal entah kesian berapa wanita itu terus menyoraki namanya yang membuat dirinya begitu frustrasi.


"apa lagi?!" sentaknya menatap tajam kearah wanita itu. Mezza sejenak terdiam lalu tersenyum sumringah kearah pria itu.


"gue cinta sama Lo!" ungkapnya tiba-tiba tetapi tidak ada reaksi terkejut dari pria itu,melainkan menatap dirinya datar. "udah selesai omong kosongnya?"


Deg.


"kenapa Lo bilang kayak gitu huh? apa Lo nggak percaya dengan apa yang gue bilang,perlu kita buktikan huh?!"


"ngapain, buang-buang waktu aja. Gue tolak Lo,nggak sudi gue." ketusnya menohok,mata Mezza sudah menahan tangis agar tidak jatuh membasahi pipinya,ia geram karena pria itu hanya menganggap ucapannya tadi lelucon.


"ayoo kita tidur bersama!!" teriaknya membuat seisi kampus langsung menoleh kearahnya. Mereka menatap tidak percaya dan banyak yang mencibir tentang wanita itu yang nekat mengajak seorang Alze untuk tidur bersamanya.


Alze berbalik, tersenyum remeh kearahnya. "gue udah punya istri,dan itu Bita." sambil menunjukkan cincin yang melingkar dijarinya. Alze mendekat kearah Mezza, "hentikan tindakan konyol Lo sebelum gue main fisik. Masih untung Lo perempuan,kalau Lo laki-laki udah gue hajar sampai babak belur kayak Brian." bisik Alze penuh tekanan membuat mata Mezza membesar sempurna. Alze berjalan melewatinya sambil menggenggam cincinnya. "gue kangen Lo Bit." serunya bersemangat tidak sabar untuk pulang.


Sedangkan Mezza begitu terkejut mendengar ucapan Alze,tidak menyangka pria itu bisa tahu rencananya. Ia ingin memastikan kembali apa yang terjadi dengan Brian, wanita itu langsung berlari menuju tempat Brian seperti rencana mereka kemarin. Tanpa memperdulikan cibiran yang terus menggunjingnya setiap melewati mahasiswa lainnya.


"Lo bego banget jadi orang!!" emosinya kesal menatap pria yang tidak berdaya itu duduk dilantai. Ia dengan kesal mengambil batang kayu lalu dilempar kearah Brian.


"ini semua gara-gara Lo!!" tuduh Mezza,ia sangat kesal dengan semua yang ia rencanakan hancur total.


"berisik!" umpat Brian menatap tajam kearah Mezza,"Lo tau sendiri,kalau dia punya istri. Kenapa Lo incar dia huh?? mending sama gue lagi,hidup Lo terjamin."


"ahahahaha,Lo bego banget. Jijik gue dengar kata-kata Lo yang terus membual."


Brian tersenyum miring, "jijik? dasar wanita murahan,Lo hanya ngasih tubuh Lo untuk om-om nggak jelas,Lo aja yang menjijikkan!"


Mezza tersulut emosi ia langsung menghampiri Brian dan menampar pria itu keras.


Plaaak


Brian dengan geram,ia pun tanpa berpikir panjang mengeluarkan pisau lipat disaku celananya dan langsung mengarah ke perut Mezza.


Deg.


Mezza melirik kearah Brian,dirinya seketika tidak berdaya saat melihat darah mulai keluar dari perutnya. Brian tersenyum smirk lalu mencium bibir Mezza, "ini tanda sayang gue,jadi mati aja Lo dengan tenang disini." ucapnya tanpa berdosa, meninggalkan Mezza yang mulai tersungkur ke lantai. Pandangan wanita itu mulai kabur, ia memegang luka besar yang menganga diperutnya, tersenyum kecut jika ia sudah tidak bisa diselamatkan lagi.


"huh,tragis sekalii hidupku." lirihnya pelan. Ia sudah yakin tidak ada yang memperdulikan keberadaannya,jika kebanyakan orang mengira Mezza anak yang paling beruntung? salah besar. Wanita itu tidak mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya yang hanya sibuk dengan pekerjaan mereka.


Dari kecil Mezza tumbuh hanya diasuh oleh pengasuhnya,itu pun tanpa sepengetahuan orang tua Mezza,ia mendapatkan perlakuan kasar dari pengasuhnya, luka, memar yang membekas ditubuhnya masih teringat jelas diingatannya saat ini. Hal itu membuat Mezza bertekad untuk tidak tertindas dengan cara menindas balik.


"pada akhirnya gue sendiri juga." lirihnya lagi sebelum benar-benar kehilangan kesadaran.


***


Bita memberengut kesal menatap layar ponselnya. Ia terus memantau suaminya sudah pulang atau belum dari jendela kamarnya.


"huft,lama kali dia pulang." gerutunya kesal lalu melenggang keluar kamar,barang kali suaminya sudah pulang.


"assalammualaikum." ucap orang yang ditunggu-tunggunya datang,dengan cepat Bita berlari kearahnya. "wa'alaikumsalam,Lo lama kali pulangnya."


"tadi gue ada urusan."jawabnya pelan.


Bita menatap curiga, "urusan apa sampai sesore ini??!" tanya Bita menyelidik wajah suaminya.


"sayang,gue memang ada urusan.'


"bohong,mana buktinya kalau Lo ada urusan?" tanyanya mengadakan tangannya ke arah Alze.


Alze bingung harus mengatakan apa,membuat keraguan Bita semakin besar. "ish,Lo sama aja kayak Sam,menyebalkan!!" kesalnya berjalan cepat menuju pintu.


Braak


"heh,ngapain bawa-bawa nama gue?!" seru seseorang yang baru saja pulang setelah berkencan dengan pacar barunya . Sam meletakkan helm ditempatnya,lalu menghampiri Alze yang berdiam diri sambil memijit kepalanya pelan.


"ngapain kakak ipar gue,nyebut-nyebut nama gue?" tanya Sam lagi. Tadi terdengar samar-samar kakak iparnya itu menyebutkan namanya,namun sepertinya bukan untuk hal yang baik.


"diamlah,gue lagi pusing nih." gusarnya kesal merebahkan dirinya di sofa. Entah apa lagi yang membuat Bita kesal dengannya.


"kenapa Lo huh? bukannya tadi pagi kalian baik-baik aja?" tanya Sam lagi.


Alze menghela napas pelan, "entahlah,pasti ada sesuatu lagi nih yang buat dia marah." gumamnya pelan,lalu mengeluarkan ponselnya,mengecek apa ada berita miring dengannya. Ia sedikit curiga saat Bita marah-marah sambil memegang ponselnya,itu berarti ada yang membuat berita miring agar rumah tangga mereka retak.


"damn,apa-apaan ini?!" geramnya saat melihat foto dirinya terlihat mesra dengan Mezza,padahal dirinya hanya memberikan ancaman kepada wanita itu agar menghentikan aksi konyol mereka.


*


*


*


Udah nggak terasa dipenghujung Ramadhan🥺


Semoga ibadah puasanya lancar dan diterima oleh Allah SWT,aaamiin.


Semoga kita dapat bertemu lagi dibulan Ramadhan berikutnya.


Karena mau malam takbiran hehehe,aku mau ngucapkan


...🕌🌙Minal Aidin Wal fa'izin🌙🕌...


...Mohon maaf lahir dan batin semua 🙏...