I'M Your Wife

I'M Your Wife
Keceplosan



Sam menghela napas menatap jejeran merek pembalut yang beraneka ragam bentuk. Ia tidak peduli dirinya banyak disorot orang-orang disekitarnya yang sibuk membicarakannya. "hmm pilih yang ini ajalah." gumamnya sambil mengambil merek pembalut asal didepannya,lalu ia berjalan ke kasir.


"ini mbak." serunya sambil menyodorkan pembalut itu pada kasirnya.


"aduh anak muda,kamu belikan ini untuk istri kamu yaa,baik sekali." oceh ibu-ibu dibelakangnya


"iyaa suami idaman banget,"


"istri kamu beruntung banget yaa punya istri kayak kamu."


"maunya kamu jadi menantu tante ajaa."


"iya dong,saya memang suami idaman kan Bu? apa saya sudah tampan??" serunya menyibak rambutnya. Banyak yang terpesona dengnman ketampanan Sam.


"tampan nak!!"


Bahkan pelayan kasir pun terdiam menatap ketampanan Sam, Sam tersenyum tipis lalu mengambil kembalian uang yang masih ada ditangan pelayan kasir itu. "jangan melamun nanti cantiknya hilang." gombalnya berbisik sambil mengedipkan matanya sebelah membuat pelayan kasir yang mendengar itu langsung meleyot.


"gilaa,bisa nggak yaa gue jadi orang ketiga dihidup Lo??" serunya menatap Sam. Sam terkekeh pelan, "tunggu istri gue mati dulu yaa,baru gue nikahi Lo." ucap Sam membuat semua orang yang mendengarnya terdiam,sedangkan pelayan kasir tadi malu-malu menatapnya.


Sam dengan santai keluar dari minimarket setelah membuat orang-orang tercengang mendengar perkataannya. "hahahaha,lucu sekali ekspresi mereka,mau aja gue bohongin."


Plaak


Sam mengumpat kasar lalu berbalik kebelakang,ia terkejut melihat Anggi sambil menyeruput kopi kalengnya. "Lo?? ngapain disini??" tanya Sam terkejut.


Apa jangan-jangan Anggi selama ini hantu yaa? kenapa gadis itu ada dimana-mana setiap dirinya pergi keluar.


"tunggu istri gue mati dulu yaa,baru gue nikahi Lo. idih,belum nikah aja niatnya dah jahat, ckckckck." cibir Anggi.


"woi bedain bercanda sama nggak yaa,gue juga nggak serius juga ngomongnya." elaknya.


"terserahlah,oh ya..." ucap Anggi terhenti saat melihat isi dari kantong yang tengah dipegang Sam sontak membuatnya tertawa terpingkal-pingkal.


"buahahahaha jangan bilang ini buat Bita kan??" tebaknya. Sam hanya menatap masam gadis yang tengah menertawakannya itu. "diamlah." kesalnya berjalan mendahului Anggi.


Anggi berhenti tertawa,ia langsung mensejajarkan langkahnya dengan Sam. "Sam gue mau ngomong sesuatu." ucap Anggi serius membuat langkah Sam berhenti dan menoleh kearahnya. "ngomong apa?"


Anggi menyengir pelan, "nggak jadi deh." serunya membuat Sam berdecak kasar. Sedangkan Anggi langsung berlari mengejar Sam.


"ih,seriusan Lo benaran marah??" tanya Anggi menatap Sam sambil memasang helmnya. "uhuuy masa playboy merajuk gini sih..." ledeknya sambil menoel pipi Sam.


"apasih?!" kesal Sam menepis tangan Anggi,ia pun melakukan motornya meninggalkan gadis yang sedang terkekeh pelan melihatnya.


"childish." gumamnya pelan


***


Bita memasukkan beberapa bajunya kedalam lemari suaminya. Ia tersenyum tipis mengetahui suaminya yang membawakan barang-barang miliknya dari rumah kontrakannya.


"Bit." panggil Alze sambil membuka pintu kamar,rpia itu langsung menghampiri istrinya sambil membawa sebuah amplop. "nih,buat Lo." serunya menyodorkan amplop coklat itu.


"apa ini?" tanya Bita merogoh isinya,saat ia membaca surat-surat tersebut,Bita terkejut langsung mendongak kearah suaminya. "Al,ini..."


"iyaa,rumah ini buat Lo Bit,jadi Lo nggak perlu pusing-pusing mikirin uang kontrakannya lagi,semua ini sudah jadi milik Lo." jelas Alze. Bita langsung memeluk suaminya. "Al makasih untuk semua yang Lo lakuin ke gue,maaf masih belum bisa jadi istri Lo yang baik."


Alze tersenyum tipis mengelus punggung istrinya lembut. Lalu ia menangkup wajah gadis itu dan menatap matanya lekat. "I love you." ungkapnya hendak mencium bibir istrinya,tiba-tiba ada seseorang yang tidak diundang main masuk kedalam kamar mereka.


"tuh pembalutnya!" seru Sam sambil melempar kantong plastik itu kearah Alze. Ia berdecak kasar menatap kedua pasangan itu sebelum menutup pintu kamar.


"Sam sialan." umpat Alze pelan,adek laknatnya itu memang menyebalkan. Lalu Alze menatap istrinya yang masih malu-malu kepergok oleh Sam tadi.


"hmm Bit." panggil Alze gugup,dirinya tiba-tiba canggung seketika. Bita mendongak kearah Alze pelan, "yaa?"


"Lo nggak ada balasan gitu apa yang gue ungkapin tadi??" tanya Alze menatap Bita.


Bita terkekeh pelan, "gue aja baru move on dari brengsek itu Al,rasa suka sama Lo sudah lima puluh persen!" serunya membuat Alze tergelak.


Cekrek.


Baik Bita dan Alze sama-sama mendongak kearah suara jepretan itu. Mereka terkejut mendapati Azza dan Sam menguping pembicaraan mereka. "hehehehe halo kak Al." sapa mereka,setelah itu mereka langsung berlari kencang sebelum Alze melempar barang kearah mereka.


"Al,eh ini hari apa sekarang??" tanya Bita saat menyadari sesuatu. Alze melirik ponselnya, "Senin,kenapa?"


"sial,nanti siang dosen galak masuk woi. Gue nggak mau ngulang semester kalau cari masalah dengan dia."


"gilaa anjir gue lupa,yok siap-siap!!" ajaknya menyiapkan keperluan nanti.


***


Sam berdecak pelan menatap dari kaca spion mobilnya melihat kemesraan pasutri gila itu. Ia terpaksa mengantar mereka lantaran tangan keduanya mengalami luka yang lumayan cukup dalam. Dengan terpaksa Sam mendadak menjadi supir mereka berdua sampai di kampus,ralat bukan mereka saja melainkan adiknya Azza ikut serta didalamnya.


"cih menyusahkan aja." keluhnya saat sudah sampai di kampus mereka. Alze dan Bita langsung keluar setelah mengucapkan terimakasih pada Sam.


"supirnya tidak ramah,bintang satu." keluh Azza lagi sambil mengutak-atik ponselnya.


"kak,kita pergi beli Boba yok abis ngantar mereka." ajak Azza melirik kearah Sam.


"belilah sendiri." ketus Sam.


"mana bisa,gue cewek kak."


"ih terserah Lo ajalah,gue udah pusing dengan semuanya. Lama-lama bukan gue yang jadi dokternya besok tuh paling jadi pasiennya." gerutunya menancapkan gas menuju sekolah Azza.


Kedatangan Bita dan Alze sambil bergandengan tangan membuat semua orang menatap kearah mereka dengan lekat.


"liat tuh,Bita benaran pacaran dengan Alze." seru yang lain.


"serius iyaa,Mereka terlihat cocok yok!"


"tapi gue dengar,ada kejadian waktu itu si Bita ternyata wanita malam yang ada di bar itu loh."


"masa?"


"iyaaa."


kegaduhan terus membuat ricuh semua ruangan dengan kompak. Ada yang menberikan stigma positif dan ada juga yang negatif. Tetapi,baik Alze maupun Bita tidak memperdulikan masalah itu.


"Bita,gue ada urusan sebentar diluar. Nggak papa kan tinggal sendiri? gue sebentar doang kok." jelas Alze langsung dianggukan Bita. Pria itu berjalan berlawan arah dengan kelasnya.


"Birgitta!!" sentak seseorang memanggil namannya,gadis itu menoleh kearah orang itu dan terkejut melihat Mezza menatap nyalang kearahnya. "lo kenapa?" tanya Bita heran.


"jauhi Alze sekarang juga!!" bentaknya menatap nyalang,ia sudah tidak tahan lagi mendengar gosip-gosip yang terus menghantuinya. Bita tersenyum miring sambil melipat tangannya didada. "gue sama Al,nggak bisa dipisahkan .Kami itu ibarat perangko,yang susah dipisahkan." ucap Bita menepuk pelan pundak Mezza sebelum masuk kedalam kelasnya.


Mezza langsung menarik kerah baju kemeja Bita dan hendak menumbuknya. "jangan macam-macam sama gue yaa." geramnya namun Bita langsung menepis tangan Mezza dan melintir tangan wanita itu.


Mezza merintih kesakitan sekaligus tersulut emosi langsung menarik rambut Bita, "sialan Lo Bit!"


Bita tidak tinggal diam,ia pun ikut menjambak rambut Mezza. Ia kembali melintirkan tangan Mezza hingga membuat gadis itu merintih kesakitan.


"Lo kalau ada problem sama gue,ngomong didepan!!" sentaknya menatap tajam kearah Mezza.


"Lo udah rebut dia dari gue,bisa nggak sih cari yang lain aja huh?!" sentaknya lagi.


"heh,ngaca dulu Mezza,gue kira Lo baik tapi ternyata busuk dibelakang." cerca Bita menatap tajam kearah orang yang ada dihadapannya ini yang terlalu obsesi dengan suaminya.


"jangan ganggu rumah tangga gue lagi!" ucap Bita memperingati wanita itu untuk diam. Sontak Mezza tertawa renyah sambil menatap tangannya yang terlihat memerah tadi. "buahahaha suami istri?? jangan menghayal Bita,Lo nggak akan pernah mendapatkan pria seperti Alze."


"siapa bilang gue bercanda?? gue serius,Alze emang suami gue!" jelasnya membuat semua orang terdiam mendengar idola mereka sudah menjadi milik orang lain.


Anjiir gue keceplosan. Umpat Bita dalam hati menyadari ucapannya barusan.


...~maap banyak typo,jadi ada yg diubah hehehe~...