I'M Your Wife

I'M Your Wife
Kesalahan Fatal



Brian duduk disekitar perpustakaan dekat kampus idaman para kutu buku,matanya mencari sosok gadis yang terus terngiang dikepalanya. Namun, bukannya wanita yang diharapkan hadir melainkan kekasih barunya yang ia ambil mahkota wanita itu kemarin malam.


"hai sayang,kamu nungguin aku yaa??" serunya senang bergelayut manja dilengan pacarnya. Brian tampak kesal hanya menunjukkan senyum datar padanya.


"ih kok diam aja sih? nggak senang ketemu sama aku?" rengeknya. Brian menghela napas kasar, "Lo kenapa bisa disini sih?" ketus Brian. Ia sudah tidak peduli lagi kalau mereka nantinya putus,toh masih ada cadangan yang lain.


"kok kamu gitu sih? apa kamu udah bosan denganku?" lirihnya pelan. Brian menepis tangan Mira lalu menatao tajam. "kita putus."


"apa?! nggak bisa An,kita udah ngelakuin itu! dan kamu nggak bisa pergi dariku,tanggung jawab!"


Brian menatap remeh kearah Mira, "Lo bodoh jadi cewek,rela aja ngasih ke gue. Udah ah,gue mau pergi. Jangan suruh gue tanggung jawab,karna Lo sendiri yang ngasih!" cemoohnya berjalan meninggalkan Mira langsung terduduk setelah mendengar hal itu dari Brian. Bisa dipastikan wanita itu menangis histeris menatap tajam pria brengsek yang sudah menjauh dari tempatnya.


***


Bita senyam-senyum sendiri memeluk suaminya dari belakang. Pria itu tampak fokus mengendarai motornya menuju rumah setelah mereka selesai mengerjakan tugas kelompok.


Sangking nyamannya,Bita tidak sadar jika ia tertidur membuat para pengendara lain mengklakson Alze.


"mas,istrinya tidur tuh dibelakang!" seru pengendara lain,Alze terkejut langsung menepikan motornya. "ya ampun Bit,Lo kecapean banget yaa." lirih Alze terkekeh pelan melihat istrinya tertidur pulas dibelakang. Takut jika ia lanjut berkendara akan berakibat resiko,ia menghubungi adik laknatnya untuk menjemput mereka.


Sementara pria diseberang sana mengumpat kasar sambil menyambar jaketnya. "Memang nyusahin banget yaa kalian berdua,udah buat gue dicakar kucing sekarang jemput kalian!" gerutunya sambil berjalan keluar kamar.


"Sam kamu mau kemana nak?" tanya Haura menatap heran kearah anaknya. Apalagi,ia terkejut melihat wajah Sam tampak lebam.


"wajah kamu kenapa nak?" tanya Haura khawatir. Sam tersenyum tipis, "nggak kenapa-kenapa kok maa,cuma abis ditampar cewek tadi." jawabnya,memang benar ia ditampar dengan tas branded,tetapi ia tidak bilang selebihnya.


"makanya jangan mainin hati perempuan,tuh lihat udah digeplak aja. Mama puas liat kamu kayak gini,biar kapok." oceh Haura tertawa pelan sebelum masuk kedalam kamarnya. Lagi-lagi Sam hanya bisa menghela napas kasar lalu menoleh kearah kucing yang bernama mas oyen itu.


"Lo diam aja dirumah,jangan ngerusuh dikamar gue!" cercanya menutup pintu rapat. Lalu ia bergegas mengambil kunci mobil dan melajukan mobil menuju tempat kakaknya.


Sam berdecak pelan melihat dari jauh kakak dan kakak iparnya terlihat mesra-mesraan duduk tidak jauh dari motornya.


"cih, ngerepotin aja!" kesal Sam menatap jengah kearah mereka. Alze berdecak pelan,lalu mengadakan tangannya kearah Sam.


"mau duit Lo?" tanya Sam langsung dilempar tas Alze kearahnya. "bukan bego,minta kunci mobil Lo!"


Sam merogoh celananya,ia pun langsung memberikan kunci mobilnya pada Alze. "Lo mau ngapain?"


"bawa mobil Lo lah,Lo bawa motor gue!" pinta Alze menyerahkan kunci motornya pada Sam. Ia pun menggedong istrinya masuk kedalam mobil,setelah itu ia memungut tas yang ia lempar tadi sambil menepuk bahu adiknya. "thanks,Lo bantu banget. Ntar gue transfer uang ke Lo." ucap Alze menyengir pelan,pria itu langsung melajukan mobilnya meninggalkan Sam yang masih terbengong-bengong mencerna kakaknya.


"aaarghh kakak sialan!!" umpatnya kesal menendang ban motor kakaknya.


"kurang kerjaan banget Lo nendang motor,ngapain sih Lo disitu?" tanya Anggi yang kebetulan lewat dijalan sana melihat seseorang tidak asing baginya. Entah dunia sempit atau gimana ia kembali dipertemukan dengan pria buaya itu.


"Lo makin cantik aja." seru Sam melontarkan kata-kata buayanya. Anggi memutar matanya malas, "gue nggak se bego mantan-mantan Lo." ledeknya.


"cih,pede banget Lo. Dengar yaa Abrisam,di dunia ini masih banyak yang tampan dari Lo,jadi Lo harusnya sadar diri."


"di dunia kan? sekarang gue didekat Lo berarti gue yang paling tampan dong." serunya membuat Anggi ingin memukul kepalanya gemas.


Tiin...tiin. "mbak kalau ada kdrt jangan dijalan!!" teriak pengendara yang terhambat jalannya karena mobil Anggi. Anggi berdecak pelan,lalu menoleh kearah Sam. "ini semua karna Lo!" tuduh Anggi langsung menancapkan gas meninggalkan Sam.


"ngapain salah gue? toh Lo yang salah karna halang jalan orang!!" cercanya kesal. Lengkap semua penderitaan Sam karena orang-orang terdekatnya.


***


Alze menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah cantik istrinya. Sudah tiga jam lebih mereka sampai dirumah,tetapi pria itu tidak tega membangunkan istrinya yang masih tertidur pulas dimobil. Diam-diam ia memotret foto istrinya yang terlihat damai itu.


"hayoo ngapain tuh!!" seru Azza yang tiba-tiba muncul didekat kaca membuat Alze tersentak kaget. "sialan Lo Za,gue kira siapa tadi."


"hihihi kakak sih yang buat orang nething,manalagi dah tiga jam kakak disini." serunya lagi. "itu mama manggil loh,cepat kesana!" seru Azza lagi melenggang masuk kedalam rumah.


Alze menghela napas pelan,mau tak mau ia harus membangunkan Bita. "Bita,bit bangun." ia menepuk pipi Bita pelan.


"cepat bangun Bit,ayoo."


"hmm lima menit lah." gumamnya membalikkan badan.


"Bita,bangun atau gue cium Lo?!" ancam Alze sukses membuat gadis itu terkejut bangun dan menatap suaminya.


"apaan sih Lo,gue kira tadi ada apa!" kesalnya karena nyawanya masih belum terkumpul semua.


"santai aja dong wajahnya sayang,nggak usah kasih tampang seram gitu."


"hoaam,gue ngantuk banget Al." gumam gadis itu bergelayut dilengan Alze sebagai bantalnya.


Deg.


Jantung Alze terus berdebar, sambil mengelus kepala Bita dengan lembut. "gue harap Lo nggak ada niatan mengakhiri hidup Lo sendiri Bit."


"Briaan..." gumam gadis itu membuat hati Alze yang tadi berbunga-bunga langsung gugur seketika. Ia terdiam mendengar nama pria lain tersebut dibibir manis Bita.


Perasaan Alze langsung buruk,ia pun menarik tangannya perlahan lalu membiarkan Bita tertidur disana tanpa menoleh kebelakang. Tatapan dingin kembali menguasainya hanya karena istrinya itu menyenbut nama pria lain selain dirinya.


"sial!!!" umpat Alze memukul cermin dikamar mandi sampai pecah. Apapun didepan matanya ia campakkan semua sampai tidak tersisa. Darah ditangannya mengalir ditangannya,ia tidak merasa sakit diluka itu melainkan luka lain yang membuat hatinya tertusuk.


Azza yang menatap heran ke kakaknya,hanya bisa diam. Padahal semenjak menikah dengan Bita,pria itu tampak lebih banyak senyum dan senang.


"apa yang terjadi dengan mereka?"