I'M Your Wife

I'M Your Wife
Dikerjai



Bita menulis beberapa materi yang disampaikan oleh dosennya, sedangkan Alze hanya diam sambil bersandar memperhatikan dosen tanpa berniat mencatatnya.


"Lo nggak nyatat?" bisiknya pada Alze.


"catatan Lo kan ada." jawabnya santai membuat Bita menggerutu kesal.


"ish,gue nggak mau minjamin catatan gue."


"ingat,dah janji mau berbakti kan??" ancaman Alze membuat Bita kalah telak. Sial,kenapa pula gue bilang janji berbakti pada pria sialan itu?! sesal Bita dalam hati.


"huft."


"baik,kalian sudah mengerti kan apa saja tugasnya? cari patner untuk tugas ini. Dua minggu lagi kalian kumpul ke saya, mengerti?" ucap dosen itu langsung dianggukan oleh mahasiswa disana.


"baik pak!"


"bagus,kalau begitu pelajaran hari ini selesai." ucap dosen itu lagi,lalu melenggang keluar kelas.


"terimakasih pak." Banyak mahasiswa langsung berebut mencari pasangan untuk kelompoknya. Termasuk para kaum hawa yang bergelombongan menuju tempat Alze agar mau menjadi patner mereka. Alze yang tidak menyukai kerumunan langsung pergi sambil menarik paksa tangan Bita agar mengikutinya keluar dan itu membuat mereka kecewa besar.


"what?! gila,Bita masang pelet apa sama Alze?!"


"iyaa,gila tuh anak,apa jangan-jangan yang dibilang Mezza benar??"


"yang mana tuh? kok gue nggak tau beritanya."


"itu loh,Mezza bilang kalau dia wanita murahan."


"serius?! pantesen kali ini Alze incarannya. Wah nggak bisa dibiarin nih,kita harus selamatkan pangeran kita!"


Tanpa mereka sadari jika Bita mendengar hal itu semua. Lagi dan lagi ia tertuduh sebagai wanita murahan. Ia tidak mengerti pikiran orang-orang disekitarnya yang bisa memikirkan hal itu padanya.


"sial." umpatnya kesal,Namun ia mendongak kearah Alze yang terlihat santai berjalan disisinya. "Al,kayaknya kalau gue dekat dengan Lo,gue trus digunjing deh. Mending Lo agak jauh gitu dari gue." usir Bita pelan,sepertinya ia cukup lelah menahan semua itu.


"nggak, suka-suka gue dong. Mau dekat dengan Lo atau nggak,itu urusan gue. Lagian jangan dengarin mulut sialan mereka tuh,gue tau Lo anak baik-baik. Jadi jangan pernah dengarin orang lain." ucap Alze mengacak-acak rambut Bita gemas. Ia pun masih menggenggam tangan istrinya itu sampai ke parkiran.


"gue mau Lo jadi patner gue." ucap Alze sambil memasangkan helm pada Bita. Bita terkejut dengan tindakan manis yang dilakukan pria itu,namun tetap saja ia harus ekstra hati-hati mengingat para fans suaminya sangat brutal.


"kenapa nggak cari yang lain?" lirihnya.


"nggak,gue mau Lo." ucap Alze tidak ingin dibantah,lihatlah pria itu langsung menariknya untuk naik ke motornya. Setelah itu, mereka melajukan motornya keluar dari parkiran kampus.


Bita hanya diam tanpa berkutik,berbicara dengan suaminya itu hanya buang-buang tenaga saja. Pria itu tidak suka dibantah.


"Bita,Lo mau makan dimana?" tanya Alze membawa tangan Bita memeluk pinggangnya erat,agar gadis itu tidak jatuh.


"a-apa Lo bilang??" Bita terus terang terkejut,ketika tubuhnya menempel pada punggung pria itu.


Alze tersenyum samar sambil melirik Bita dari kaca spionnya, "Lo mau makan dimana?"


"kenapa Lo tanya gue?"


"ya sudah,kalau gitu jangan nyesel kalau ketempat kesukaan gue yaa."


"emangnya apa yang Lo suka?" tanya Bita bingung.


***


Buta terngaga sekaligus kikuk berada direstoran pilihan Alze. Pria sialan itu malah membawanya ketempat yang terlihat sangat mewah. Mungkin bagi dirinya yang orang biasa,tentu merasa awam berada ditempat seperti ini.


"gimana? Lo belum pernah kesini kan?"


Bita menggeleng, "Lo apa-apain sih bawa gue kesini?! Lo kira makan disini murah meriah?!" bisik Bita sambil melihat menu yang harganya cukup fantastis.


Alze mengangguk, "ya Lo tadi nggak ada jawab gue,ya udah gue bawa Lo kesini."


"Al,cari tempat lain aja yok!" ajak Bita merasa tidak enak,kalau makan disini siap-siap saja uang tabungannya lenyap.


"makan disini ajalah,gue dah lapar." tolak Alze membuat Bita berdecak pelan. "ya udah Lo aja yang makan,gue nggak."


"yakin nih?" seru Alze tersenyum smirk kearah Bita. Bita yang masih tetap teguh dengan pendiriannya mengangguk mantap.


"oke,mbak!" panggil Alze kepada pelayan restoran itu. Bita lagi-lagi hanya bisa menelan saliva saat mendengar menu yang dipesan Alze tidaklah sedikit,melainkan banyak. Entah pria itu sanggup atau tidak menghabiskannya? tentu bukan Bita yang membayar tagihannya nanti.


Tidak membutuhkan waktu yang lama,makanan yang dipesan pun datang dengan banyak sajian. Bita menelan saliva tergiur dengan hidangan makanan tersebut.


Gila,kayaknya enak banget. gumamnya pelan.


Alze memergoki istrinya yang begitu tergiur dengan makanan dihadapannya. Ia tersenyum samar menunggu istrinya menyerah dan memakan makanan itu. Bita dibuat bingung oleh suaminya,makanan sudah tersedia disana tetapi pria itu tidak sekalipun menyentuh makanannya.


"kenapa Lo nggak makan?"


"untuk apa? gue nggak lapar." jawabnya santai


Bita melotot mendengar penuturan suaminya, "apa?! Lo nggak lapar?! heh,Alze yang benar ajalah ini makanannya mahal loh. Masa iya nggak dimakan?!" gemas Bita menatap suaminya.


Alze bersandar dengan kursinya,ia melipat tangan sambil melihat istrinya. "kalau Lo nggak mau mubazir,mending Lo aja yang makan Bit."


"ish,enggaklah. Nanti Lo suruh gue yang bayar,gue mana ada uang sebanyak ini?!" tolaknya mentah-mentah,walaupun dari lubuk hatinya begitu kelaparan melihat makanan itu.


"tenang,gue yang bayar kok." ucap Alze membuat Bita menatapnya horor. "tumben baik,Lo kesambet apa?" ejek Bita langsung disentil keningnya oleh Alze.


"Lo remehin gue,kalau nggak percaya ya sudah. Ini makanan mending gue buang aja." ucap Alze asal.


Bita menggerutu kesal sambil mencubit tangan suaminya gemas. Masa iya makanan seenak ini dibuang secara percuma? mending dia aja yang makan.


"udah ah! mending gue aja yang makan!" seru Bita langsung menyerobot makan. Ia pun tanpa sungkan melahap makanan itu dengan rakus. Tanpa gadis itu sadari jika Alze memotretnya sambil tersenyum tipis.


Imut.


Bita merasa bersyukur bisa menikmati makanan seenak ini. Saat makanan dipiringnya sudah mulai habi,baru teringat jika dirinya tidak sendirian melainkan ada suaminya didepannya.


"eh,Al beneren nggak makan nih? yok makan!" ajak Bita merasa sungkan, walaupun pria itu menyebalkan tetapi ia masih punya hati.


"lanjutlah,Lo kayaknya lapar banget." ucap Alze meneguk jus miliknya.


"nggak,sini!" seru Bita menyodorkan sesendok pasta kearah mulut Alze,Alze menatap ragu tetapi tetap menerima suapan Bita.


"gimana? enakkan?" seru Bita menunggu reaksi Alze. Alze mengangguk pelan.


Alze jadi merasa lapar gara-gara suapan istrinya,sama halnya dengan istrinya melahap makanan miliknya. Sampai-sampai makanan diatas meja hampir tidak bersisa.


"gilaak,nggak nyangka sebanyak ini gue makan." gerutu Bita mengelus perutnya yang penuh asupan gizi.


Alze terkekeh pelan,lalu merogoh saku jaketnya. "eh,dompet gue mana?" gumamnya membuat Bita langsung menoleh kearahnya.


"dompet Lo hilang? yang benar ajalah." gerutu Bita panik. Alze mengangguk pelan, "serius iyaa Bit,sial." sesalnya pelan membuat Bita panik, apalagi ada pelayan yang mendatangi meja mereka.


"permisi mbak,mas ini tagihan makanannya."


glek.


Bita ternganga melihat nominal yang tertera disana,ia mengumpat kesal dalam hatinya. Karena mereka berdua tidak membawa uang untuk membayar akhirnya mereka berada disini untuk mencuci piring.


Sial. umpat Bita dalam hati menggerutu sambil mencuci piring bekas makan di restoran itu.


"tuan,apa nggak papa membiarkan nona membersihkan semuanya?" tanya pelayan tadi menatap kasihan pada Bita. Alze menggeleng pelan, "nggak masalah,aku hanya ingin mengerjainya sebentar. Oh ya,serahkan laporan keuangan kalian seminggu belakangan ini,antar keruangku!" pinta Alze langsung dianggukan pelayan itu. Yap,restoran itu milik Alze sendiri dengan hasil jerih payah dengan sedikit bantuan modal dari orangtuanya.


"baik tuan." ucapnya pamit meninggalkan Alze yang masih setia menatap istrinya yang sibuk membersihkan piring didapur.