I'M Your Wife

I'M Your Wife
Rencana Sesat



Bita terus menguap menatap layar besar dibioskop itu,menurutnya film yang dipilih Azza sungguh membosankan. Tetapi,ia menghargai keinginan adik iparnya yang gemas itu untuk ikut menontonnya. Lain hal dengan Alze yang kini sudah terlelap dalam mimpinya,bahkan pria itu tidak sadar jika menyandarkan kepalanya dibahu Bita. Tetapi,untuk manusia yang satu disebelah Azza,memang anak yang luar biasa dengan keahliannya.


Bita mungkin akan memberikan piala emas padanya sebagai pria yang paling banyak mantan melimpah ruah. Lihatlah sekarang, pria itu berhasil memikat hati salah satu wanita yang ada disampingnya.


Bodoh,mau aja termakan gombalannya. gumam Bita menatap jengah kearah wanita yang kini menggenggam tangan Sam. Bita tertegun saat melihat Alze semakin erat memeluknya,membuat dirinya menatap wajah suaminya begitu tenang.


"Lo tampan kalau tenang gini." lirihnya sambil mengelus kepala Alze. Azza mengumpat dalam hatinya melihat kanan dan kirinya dikelilingi orang-orang bucin. Ia sepertinya menyesal membawa kakak-kakaknya untuk ikut bersamanya menonton bioskop.


Nasib...Nasib,yang satu bucin sama istrinya,yang satu lagi gila cewek. Gini amat hidup gue. gumam Azza menghela napas.


***


"hooaam." Alze merenggang ototnya pelan sebelum keluar dari bioskop,hal itu malah mengundang tatapan kaum hawa yang menatap kagum kearahnya. Kapan lagi melihat cowok tampan disekitar mereka?


Bita ingin rasanya mencolok satu persatu mata mereka,ia tidak suka suaminya dijadikan cuci mata oleh para gerombolan wanita itu. Hanya ia yang boleh menatap kagum pada suaminya. Tidak tahan mendengar bisikan kagum itu,Bita langsung menarik Alze dekat dengannya. Ia menggenggam tangan Alze layaknya sepasang kekasih. Alze dibuat terkejut dengan tindakan Bita dan hanya membiarkan gadis itu menggenggam tangannya.


"kita mau kemana?" tanya Bita melirik kearah Azza,sedangkan Sam sudah menghilang entah kemana bersama pacar barunya. "kita cari kak Sam dulu." ucap Azza kesal. Ia daritadi sibuk bolak-balik menghubungi sang kakak,namun tak kunjung diangkat.


"sialan kak Sam,gue sumpahin Lo nikah sama cewek yang nyebelin,biar tau rasa Lo nggak bisa keliaran sama cewek lain!!" gemas Azza.


"aaamiiin."


"apa yang kalian aminkan?" tanya seseoang menyergit bingung baru saja masuk kedalam bioskop dan ikut menimbrung mereka. Azza mendongak lalu berjalan kearah orang itu. "sialan kau kak,tadi kemana aja?" tanyanya sambil menjewer telinga Sam.


"ih,sakit woi. Lo sama aja kayak mama, bar-bar." gerutunya sambil mengelus lengannya.


"biarin,Lo sih nggak ada kapok-kapoknya kak. Lagian tuh yaa cewek tadi keknya nggak gadis baik. Lo tuh jangan terlalu sering dekatin cewek."


"tuh,kalau gue nggak dekatin cewek,harus cowok gitu?? ntar dikira belok gue,mau Lo tanggung jawab hah?!"


"astaga!!! bukan itu maksud gue,au ah ngomong sama Lo nyebelin banget!!" gemasnya meninggalkan mereka didalam bioskop.


"ayolah,adik Lo marah tuh Sam." seru Bita membuat Sam hanya menghela napas pelan. "biarlah dia,ntar balik sendiri. Gue duluan yaa,lagi nggak mood." ucapnya meninggalkan Bita dan Alze berdua.


"yes,tinggal berdua aja!" seru Alze langsung mendapat tatapan tajam dari Bita. "Lo kok senang banget sih? nggak takut kalau adek Lo pada hilang hah?"


"mereka udah besar,nggak anak kecil lagi. Lagian mereka pasti mikir kok untuk pulang." ucap Alze santai.


"oh ya ampun." ucap Bita sambil menepuk jidatnya pelan, sebenarnya dalam hati ia cukup cemas dengan keadaan Azza,terlebih setelah mendengar curhatan hati gadis itu yang begitu pilu. Ia bersyukur karena dialah orang pertama yang mendengar isi hati Azza.


"gue mau nyari Azza bentar."


Alze menolak,ia menahan lengan Bita. "dia tau jalan pulang." Bita memberengut kesal,lalu menepis tangan suaminya. "kalau Lo nggak mau ikut nyari dia,ya udah gue sendiri aja." ketusnya berjalan meninggalkan Alze sendirian.


"ck,haduh... adik-adik gue pada kenapa sih?! rusak moment gue mulu!!" geramnya langsung menyusul istrinya.


Pria itu kehilangan jejak istrinya, padahal baru ditinggal beberapa detik,gadis itu sudah hilang bagai ditelan bumi. Ia pun berlari kecil mencari seluruh isi toko dalam mall tersebut.


"Gilaa ada cogan."


"artis dia? ganteng banget!!"


Alze memutar bola matanya malas mendengar ocehan kaum hawa yang mengaguminya,ia terus mencari keberadaan Bita.


"sialan kalian!" umpatnya mendapati ketiga manusia itu duduk santai disalah satu stand minuman choco. Ia sudah susah payah keliling mencari mereka,ternyata mereka disini.


"oh,Lo lama amat nyari kita kak." gerutu Azza sambil menyeruput minumannya,begitu juga dengan Sam dan Bita.


Alse menghela napas kasar,mencoba untuk tetap tenang. Ia merampas choco milik istrinya dan menyeruput habis.


"Al,itu choco gue!!" protes Bita melihat dengan ganasnya pria itu meneguk minumannya.


"nggak usah dengarin dia Bita." ucap Alze memisahkan mereka berdua,ia duduk ditengah sambil menatap tajam kearah Sam.


Sam tersenyum seringai, "idih, posesif kali." ejeknya menatap sang kakak,ia tidak takut lagi melihat wajah seram Alze,karena dia mengetahui kelemahan Alze saat ini.


"tadi dia nanya apa?" tanya Bita masih penasaran. SMA langsung mendongak kearah Bita, "itu tadi gue mau nanya Lo udah per—" lagi-lagi Alze menutup mulut Sam agar tidak melontarkan pertanyaan konyol pada istrinya.


Jika ditanya sudah pasti jawabannya belum. Ia saja masih bingung dengan perasaannya sendiri,apalagi Bita. Gadis itu kan hanya terjebak dalam pernikahan paksa dengannya, tentu gadis itu belum menerima pernikahan ini.


"apasih Al,minggir sana. adek ipar gue mau ngomong!" ketus Bita, daritadi ia menunggu pertanyaan Sam,malah dipotong terus oleh suaminya.


"udah gue bilang,jangan dengarin dia Bita. Nih uangnya,Lo beli aja lagi choconya."


"nggak usah,gue udah kenyang juga."


Azza langsung mengambil uang segepok yang ada diatas meja lalu menarik tangan kakak iparnya berdiri dari tempatnya, "kak,kita beli kosmetik yok, jarang-jarang banget kak Al ngasih uang tunai. Cepat!" ajaknya tanpa persetujuan sang kakak melesat bersama Bita.


"Lo beneran suka sama Bita?" tanya Sam menatap kakaknya yang hanya diam sambil melirik ponselnya. Alze menoleh sekilas, "kenapa Lo tanya itu?"


"Lo udah banyak berubah kak serius,gue baru kali ini liat Lo gelisah trus kalau berurusan dengan Bita." seru Sam,bukan hanya dia saja yang menyadari perubahan itu,tetapi keluarganya juga.


"huft...gue aja masih bingung dengan perasaan gue sendiri."


"mau gue bantuin nggak,menyadari perasaan Lo ada atau nggak sama dia?"


Alze menyipit curiga menatap Sam,tidak biasanya pria itu secara sukarela membantunya,pasti ada udang dibalik batu.


"hehehehe, tentu saja nggak gratis. Lo harus bantuin gue." seru Sam membuat Alze menghela napas.


"males banget." ketusnya,tetapi Sam tidak menyerah menyakinkan kakaknya bahwa rencana kali ini akan berhasil untuk membuktikan perasaan sang kakak.


Sam menyeringai, "Lo yakin nggak mau gue bantuin kak?"


"gue yakin Lo bakalan butuh bantuan gue." ucap Sam dengan percaya diri.


"yakin kak? asal Lo tau yaa,cewek kalau nggak ada kepastian bisa-bisa mencari perhatian cowok lain. Lo mau kak Bita berpaling dari Lo huh?"


"kak Bita itu cantik Lo,pasti banyak yang mau sama dia. Walaupun Lo sama dia udah nikah,nggak menjamin cowok memikat hatinya." seru Sam memanas-manasi kakaknya,agar setuju. Dalam hatinya ia menghitung satu sampai tiga dan Alze masuk perangkap rencananya.


Alze menoleh kearahnya sambil mengangguk setuju, "asal Lo nggak rencanakan yang aneh-aneh,gue setuju."


"beres bro,Lo percayakan aja sama gue!" ucap Sam sambil fist bumb dengan Alze.


Sam mengulum senyumnya,rencana sesat diotaknya sudah tersusun dengan baik dan rapi,ia tidak sabar melihat ekspresi Alze nantinya.


Hehehehe jangan nyalain gue nanti yaa. seru Sam dalam hati.


*


*


*


Waduh,apa yang direncanakan Sam yaa??


...✨✨Selamat menunaikan ibadah puasa✨✨...


...apapun aktivitasnya,tetap semangat puasanya yaa🤣 ...


...mohon maaf lahir dan batin semuanya🤗...