I'M Your Wife

I'M Your Wife
Ungkapan Tulus



Alze melajukan motornya mengikuti sahabatnya didepan. Tadi Hazig mengetahui jika Brian sudah bebas,tetapi siapa yang membantu pria itu bebas masih belum diketahuinya. Alze mengumpat pelan tidak ingin Brian hidup dengan tenang,pria itu sudah membuat istrinya trauma.


Akhirnya mereka sampai didepan rumah pengacara yang berhasil membuat Brian keluar. "ini rumahnya?"


Hazig mengangguk pelan, "iyaa dan Lo jangan langsung gebrak dulu atau kita yang bakalan kenak nanti." ucap Hazig memperingati. Alze menghela napas kasar lalu mengangguk, "perlu kita masuk nih?"


"udah malam bro, kedatangan kita pasti tidak disambut,yang penting Lo udah tau dimana lokasi rumahnya." ucap Hazig lagi.


"kalau tau gini,ngapa nggak sharelock aja bego??" kesalnya membuat Hazig tertawa terpingkal-pingkal.


"healing,sesekali gue ngerjain lo."


"sialan." umpatnya kesal.


"gue nggak pernah liat Lo sekeras ini demi cewek,jadi Lo udah benaran cinta sama istri Lo Al?" tanya Hazig penasaran. Memang sejak awal pria itu menikah,banyak hal yang tidak terduga oleh Alze. Dimulai meminta bantuan agar rumah kontrakan Bita bisa dibeli, melindungi gadis itu diam-diam dan masih banyak kegiatan baru yang dilakukannya.


"hm, suka-suka gue lah." sahutnya ketus.


"cih, bilang suka aja susah. Dahlah,gue udah bantu Lo. Tapi ingat,orang yang menyewa pengacaranya kita masih belum tau,jadi Lo harus ekstra hati-hati." ucapnya lagi sebelum menghidupkan motornya lagi.


"dah,sampai jumpa." pamitnya pergi melaju meninggalkan Alze yang masih diam menatap rumah pengacara itu. "siapapun dia,dia seperti ingin cari kati aja!" gerutunya lalu melajukan motornya kerumahnya.


Baru saja ia hendak memasuki perkarangan rumah,ia dikejutkan dengan Bita yang berdiri didepan rumah sambil melipat tangannya didadanya. Gadis itu menatap tajam kearah suaminya.


"abis dari mana Lo huh?" tanya Bita tidak ramah,Alze menelan saliva menatap Bita. "dari luar,emangnya kenapa?"


"bohong!" Bita melangkah mundur saat Alze ingin mendekatinya. "gue kira Lo pria yang baik ternyata sama aja dengan pria buaya lainnya." ucapnya dingin lalu berlari kecil menuju kamarnya.


"Bita,tunggu apa maksud Lo huh??" tanya Alze bingung,dirinya tidak melakukan kesalahan apapun tetapi kenapa istrinya marah? apa yang sebenarnya terjadi?


Ia terus mengetuk pintu kamarnya,namun orang yang berada didalam enggan membukakan pintu untuknya.


"kenapa? berkelahi lagi kalian?" ledek Sam yang baru saja pulang dari suatu tempat.


"bukannya gue suruh Lo jagain dia huh?" tanya Alze kesal. Sam mengedik bahu lalu berjalan kearah kakaknya. "iyaa sebentar,trus kak Bita dijagain Azza tadi,gue ada panggilan dari pacar gue." ucapnya dengan santai berjalan menuju kamarnya. Alze berdecak pelan lalu menggedor pintu kamarnya lagi.


"ya ampun,kenapa lagi istri gue?" gerutunya pelan,lalu ia mencari adik bungsunya. Tanpa basa-basi ia langsung membuka pintu kamar Azza.


"anjiir Lo kak,main buka pintu aja!" umpat Azza saat hendak merangkak ke kasurnya. "untung gue lagi nggak ganti baju!" gerutunya kesal.


"tadi Lo jagain Bita kan?" tanyanya lagi tanpa memperdulikan raut kesal adiknya. Azza berdecak pelan lalu mengangguk. "iyaa,tadi gue jaga istri Lo sebaik mungkin tanpa lecet kak,tapi istri Lo minta gue istirahat pas bangun tadi. Dia nanya dimana suaminya?,tuh kami iseng lah bilang Lo lagi cari istri baru. Dan parahnya kak Bita percaya dong buahahahaha!!" ocehnya diselingi tertawa lebar.


"ya Karna kalian gue dikurung diluar,ck sialan lah kalian!" gerutunya kesal saat mengetahui kenapa istrinya marah dengannya,ia pun langsung menutup pintu kamar Azza dengan keras. Azza mengumpat pelan, "nggak tau terimakasih,masih untung kami jagain. Syukurin tuh tidur diluar kak." gumamnya puas lalu membaringkan dirinya dikasur sambil memakai penutup mata bergambar anime kesukaannya.


***


"I'm right out you here for you,just let me in..." lirihnya lagi pelan,berharap istrinya segera membuka pintu untuknya. Harapan terkabul, ia mendengar suara kunci yang sedang dibuka. Dengan cepat ia berdiri dan tidak sabar memeluk istrinya,namun ekspektasinya tidak sesuai harapan,Bita malah melemparkan selimut dan bantal keluar.


"malam nih Lo tidur diluar yaa,nggak ada toleransi makasih." ucap Bita jutek lalu menutup pintunya kembali sebelum Alze masuk.


Alze menghela napas pelan,lalu berjalan menuju sofa ruang keluarganya. "nasib...nasib." gumamnya sambil meletakkan bantal dan selimut di sofa. Ia pun hanya duduk tanpa berniat tidur.


Bita terbangun lebih cepat dari biasanya. Tidak menyangka jika jam tiga pagi ia sudah bangun. Karena merasa haus,ia pun berjalan pelan keluar. Ia menyipitkan matanya melihat sosok seseorang duduk disofa keluarganya. Dengan modal berani ia berjalan perlahan-lahan mendekati orang tersebut,betapa terkejutnya Bita melihat suaminya tidur dengan posisi duduk.


"astaga anak ini,bisa pegal loh kalau Lo tidur kayak gini Al." gerutunya menatap Alze. Pria itu sepertinya kelelahan dan susah dibangukan meskipun sudah berulang kali tubuhnya diguncangkan.


"Al,bangun!" serunya terus mengguncang tubuh suaminya. Tanpa ia sadari,Alze membuka matanya lalu menarik Bita duduk di pangkuannya.


"Al lo—"


"ssst,Lo mau satu keluarga bangun gara-gara suara cempreng Lo huh??" gemasnya mencubit hidung istrinya.


"lepas Al." gusarnya berusaha lepas dari Alze. Alze semakin erat memeluknya lalu menarik istrinya ikut berbaring disofa.


"Al."


"hm,gue ngantuk banget Bit,biarkan gue meluk Lo yaa." lirihnya memeluk istrinya erat. Aroma istrinya terus membuatnya candu untuk menghirupnya. Bita hanya pasrah lalu membiarkan suaminya tertidur pulas.


Bita berbalik berusaha berbagi tempat dengan suaminya yang tidur ditempat sempit seperti sofanya saat ini. Ia tertegun menatap wajah tenang suaminya.


"kok bisa ganteng Lo Al?"


"gue nggak nyangka bisa nikah sama Lo...hahahaha gue dah gila ya Al,maap." ocehnya terkekeh pelan,sambil mengelus kepala suaminya lembut.


"Lo mau tau nggak,gue dulu nggak sebahagia sekarang... dulu gue dibuli karma hanya suka sama orang seperti Brian, bodoh ya gue,mau aja dibuli sampai gue depresi," lirihnya mengingat masa lalunya saat itu.


"gue berniat mati Al,waktu itu pikiran gue kosong. Disaat gue ingin loncat,disitulah ayah gue datang cepat." lirihnya lagi.


"kalau ayah gue nggak datang,mungkin gue nggak ada lagi disini dan istri Lo bukan gue melainkan Anggi."


"hahahaha lucu juga kalian, bisa-bisanya kalian melakukan hal konyol itu. Tetapi,sekarang gue merasa bahagia memiliki Lo,Sam,Azza,mama sama papa. Gue merasa keluarga gue kembali lagi disini,kehangatan kalian sama dengan orang tua gue dulu." ucapnya tulus.


"I love you Alhambra Zeroun,my white bear." ungkapnya tulus sambil mengecup bibir Alze diam-diam. Lalu matanya memejam sambil memeluk suaminya erat. Tanpa ia sadari jika Alze yang masih terjaga mendengar semuanya,lihatlah telinganya sudah memerah karena ungkapan istrinya yang selama ini ia ingin dengar.


Sambil tersenyum tipis masih memejamkan matanya ia mengeratkan pelukannya agar istrinya tidak terjatuh karena mereka harus berbagi tempat disofa sempit ini.


Gue harus berterimakasih pada mama,karena membelikan sofa sebagus ini. gumam Alze senang.