
# Spesial for Lebaran
Happy Reading...
*
*
*
Bita bingung melihat Alze membawanya ke tempat bagian obygn. "Ngapain kita kesini?"
"Ikut ajalah." Seru Alze menarik tangan istrinya menuju ruang tunggu. Bita kebingungan hanya menuruti kemana suaminya pergi.
"Nyonya Birgitta,silahkan masuk." Panggil perawat dari pintu pemeriksa,Alze dan dirinya langsung bergegas masuk kedalam ruangan tersebut.
"Silahkan duduk." Ucap dokter tersebut sambil tersenyum tipis kepada dua pasangan didepannya ini.
"Bagaimana,sudah siap diperiksa?" Tanyanya menatap Bita. Seketika matanya langsung membesar sempurna dan tanpa sengaja menggebrak meja,membuat semua orang kaget.
Braaak
"Astagfirullah!" Ucap dokter itu begitu juga dengan perawat dan Alze disana menatap bingung kearah Bita.
"Eh,ma-maaf Bu. Saya tidak sengaja." Sesalnya kembali duduk ditempatnya kembali. "Tunggu...tunggu sebentar,saya baru sadar disini."
"Hah?" Dokter tadi melongo tidak paham dengan apa yang dibicarakan Bita. Alze dibuat pusing dengan tingkah Bita yang tiba-tiba abstrud.
"Ada apa Bit?" Tanya Alze pelan,Bita menoleh kearah Alze. "Al,gue hamil?" Tanyanya polos.
"Hanya asumsi aja,makanya kita periksa dulu." Ucapnya pelan-pelan memberitahukan kepada Bita.
"Kalau gitu dok,boleh periksa sekarang? Saya juga merasa badan saya nggak normal seperti biasanya."
"Hah?" Dokter tadi hanya bisa melongo melihat tingkah konyol Bita,bahkan wanita itu sudah terbaring dikasur untuk pemeriksaan USG.
Alze menepuk jidatnya pelan,ini bukan sifat Bita seperti biasanya, ia merasa tingkah Bita semakin hari semakin abstrud.
Dokter tadi tertawa pelan,lalu berjalan mendekati Bita. "Ya ampun nyonya,anda sudah tidak sabar mendengar kabar gembira."
"Anak saya berapa bulan dok?"
Alze lagi-lagi menepuk jidatnya, "belum periksa Bita sayang,dokternya baru pakai sarung tangan." Gemasnya mencubit pipi Bita.
"Sakiiiit Al!" Keluhnya sambil memegang pipinya.
Dokter tadi melanjutkan kembali pekerjaannya,ia pun sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Baik,saya periksa yaa." Ucap dokter tadi sambil menyingkap baju Bita. Saat gel dioleskan apda perut Bita,wanita itu menggeliat geli sambil cekikikan membuat dokter itu kesulitan memeriksanya.
"Nyonya,tolong tenang. Kalau begini saya tidak bisa mendeteksi keberadaan anak anda." Gemasnya menatap wanita cantik itu. Alze terkekeh pelan,sambil menggenggam tangan Bita. "Bit, tenang Bit. Jangan ketawa."
"Maaf,habisnya geli." kekehnya
"Ya ampun."
Dokter tadi hanya menggeleng pelan,lalu mulai memeriksa perut Bita. "Apa anda bis lihat di monitor ada yang seperti bentuk biji?" Tunjuknya kearah monitor USG.
Bita dan Alze mengamati dengan saksama yang dimaksud dokter tersebut,lalu mengangguk serentak.
"Itu anak kalian, selamat nyonya anda hamil." Seru dokter itu. Bita dan Alze senang bukan main,mendengar berita yang baik membuat mereka menangis bahagia.
"Aku hamil Al." Lirihnya masih tidak menyangka,ia mengelus perutnya dengan sayang.
"Terimakasih sudah mau mengandung anakku." ucap Alze bersyukur,tidak menyangka ia sebentar lagi menjadi ayah.
"Dia anakku juga Al." protes Bita.
"Iyaa...iyaa dia anak kita berdua." Alze mengalah sambil mengecup kening Bita sayang.
***
"Dia laki-laki atau perempuan yaa??" Gumam Azza menatap perut Bita yang masih datar.
"Ya belum tau lah,ini aja perutnya masih kempes." Oceh Sam membuat Azza berdecak malas kearahnya.
"Diamlah."
"Kan,gue ngasih tau yang benar. Itu perutnya belum kembung,jadi masih belum tau anaknya cowok atau cewek. Kak Bit,Lo harus banyak makan sayur sama olahraga. Jangan malas duduk,makan,tidur entar pas lahiran susah." Jelasnya panjang lebar.
"Hm." Gumamnya sambil mengunyah keripik kentangnya. Sam langsung merebut keripik kentang itu dari tangan Bita. "Jangan banyak makan micin,entar otak anak Lo gesrek." ocehnya lagi.
"Ish,gue lagi pingin itu Sam!" Gerutunya kesal karena pria itu merebut keripik kentang miliknya.
"Gue ngasih yang baik kak,ini mending buat gue aja."
"Alah, bilang-bilang gue nggak boleh makan ini itu, padahal Lo mau juga kan?" Cibir Azza.
Sam memutar bola matanya malas sambil menghabiskan keripik kentang milik Bita. "Gue baik,makanya gue larang Lo makan ini." Ucapnya pelan, tanpa merasa berdosa ia pun melenggang pergi keluar rumah menjalani runitas biasanya.
"Ish Asam menyebalkan!!!"
"Sabar kak...sabar." ucap Azza menenangkan kakak iparnya. Kakak iparnya tidak boleh stres dalam masa kehamilannya ini.
"Huft,sabar...sabar." Bita menghela napas pelan, "gue mau batagor dong!" Seru wanita hamil itu tiba-tiba membuat Azza mengumpat dalam hatinya.
Oh tidak,ini pasti gue yang disuruh beli. Mogaa nggak batagor khusus daerah,biar nggak sulit belinya. Gumamnya berharap.
"Batagor ya?" Ulang Azza sambil menggaruk tengkuknya tidak gatal. Bita mengangguk semangat, "iyaa,gue mau yang bikin kalian bertiga,hehehe." Ucapnya tanpa dosa sambil menampakkan giginya.
"Apa? Tapikan kak Sam baru saja per—"
"Gue maunya kalian bertiga,please ini untuk keponakan kalian juga. Masa sih kalian nggak mau?" Lirihnya menatap sendu kearah Azza.
Oh ya tuhan.
"Baiklah...baiklah,gue telpon kak Sam sama kak Al biar cepat pulang. Nah,sekarang Lo maunya batagor yang mana?"
"Gue mau batagor yang kalian buat sendiri."
"Hah?"
"Iyaa,kan udah gue bilang tadi. Nggak papa sekalian belajar buat batagor. Gue bakalan liat prosesnya,enak nggak enak gue makan kok. Tenang ajaa." Ucapnya lagi.
Azza hanya menggeleng-gelengkan kepala pasrah dengan permintaan kakak iparnya. Mau tidak mau ia harus menarik paksa kakak-kakaknya demi calon keponakannya itu.
"Belum lahir,udah nyusahin aja keponakan gue!" Gerutunya pelan pada calon keponakan yang ada diperut kakak iparnya itu.
Walaupun hati tetap menggerutu,tetapi ia tetap melaksanakan permintaan sang kakak ipar. Tidak peduli bagaimana caranya agar kakak-kakaknya segera berkumpul.
"Nah bagus kalian sudah ada disini!" Serunya menatap kedua kakaknya yang ia seret paksa tadi. Sam dan Alze berdecak kesal melihat adiknya memaksa mereka berkumpul,terlebih didapur.
"Ada apa? Gue lagi sibuk." Ketus Alze menatap tajam kearah adiknya. Azza kesal,hampir saja ia melempar panci yang ada didekatnya,untung saja ia mengingat jika ini permintaan dari istri kakaknya itu.
"Tau nih,orang lagi kencan,Lo nelpon gue kayak rentenir!" Gerutunya kesal diganggu waktu kencannya bersama dengan pacarnya.
"Cih,kalau bukan karna permintaan keponakan gue. Gue nggak bakalan susah,minta-minta ke kalian." Ocehnya kesal membanting serbet ditangannya.
"Apa lagi? Kali ini kak Bita mau apa lagi dia?" Gerutu Sam,jika bersangkutan dengan Bita pasti sesuatu yang tidak menyenangkan. Apalagi saat ini,ia sudah mencium bau-bau mencurigakan.
"Huft,istri kesayangan gue ngidam apa?" Tanya Alze sudah tahu hobi baru Bita setelah hamil.
"Lah,harusnya Lo yang lebih tau kak,bukan gue. Ck,suami nggak becus,bisanya cuma bikin anak!" Cibirnya menohok.
"Anak sialan." Umpat Alze.
"Dah...dah,cepat ngapain kita disini?" Tanya Sam cepat,ia ingin segera keluar dari jeratan drama ngidam kakak iparnya.
"Dia pingin kita buat batagor untuk dia." Jawab Azza membuat kedua kakaknya itu melotot kearahnya.
"Hah?"