
...Cerita bersifat fiksi atau karangan saja, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apapun—mungkin karena ketidak sengajaan semata....
...Jangan lupa klik like, vote, dan comments diakhir cerita sebagai wujud apresiasi terhadap karya penulis....
...Terima kasih,...
...selamat membaca....
...____________________...
...M u s l i h a t...
...____________________...
...___________...
...____...
..._...
Eh?
Apa yang bocah gila ini katakan? Tanya dewi batin lelaki itu. Mata William melotot, bibirnya terkunci rapat; sambil melayangkan tatap penuh rasa penasaran kepada sang anak dari kejauhan.
Kau? Sedang merencanakan sesuatu bukan?
Lelaki itu yakin, Langa bukanlah bocah yang bodoh. Anaknya itu pasti sudah mengetahui kebenaran tentang bagaimana awal pertemuan antara dirinya dengan Maki, serta hal-hal keji yang pernah lelaki itu lakukan untuk mendapatkan sosok wanita pujaan hati.
Tidak mungkin tidak tahu. Jelas bocah itu tengah berbohong.
Kenapa sang anak malah bicara serta membawa nama-nama cinta didalam percakapan mereka? Benda itu terlalu suci, William lebih suka menyebut perasaan miliknya sebagai obsesi karena itu lebih identik dengan kegelapan. Meski tidak buruk juga kalau semua rasa puja itu disebut sebagai cinta. Ha-ha!
Berbanding terbalik dengan Maki, wanita bermanik kecoklatan kosong tersebut tersentak—kaget. Apa yang baru saja gendang telinganya dengar? Tidak salah? Maki dan William, mereka disatukan oleh cinta?
Yang benar saja?
Cinta sungguhan?
Benar-benar cinta?
Bohong! Maki tidak dapat mempercayainya. Tapi respon dari sang anak membuat Maki meragukan kembali argumentasi miliknya.
"Sungguh?" beo Maki. Respon lucu yang muncul dari celah bibir wanita itu semakin membuat William menatap tidak percaya. Kenapa tidak ada yang mau melihat wajah dongok milik lelaki tersebut? Sekarang dia benar-benar bingung, seperti orang dungu.
Mengapa Maki percaya begitu saja? Dimata William wanita itu seperti tengah dijebak dalam suatu permainan yang naas-nya permainan tersebut diciptakan oleh anak mereka sendiri.
Langa mengangguk, hal ini menambah kemungkinan kalau argumentasi Maki sebelumnya adalah sebuah kesalahan yang besar.
Tak heran perkataan yang wanita bermanik kecoklatan tersebut katakan menyakiti hati kecil milik Langa, dia lahir berkat cinta. Anak itu dilahirkan karena kemurnian sebuah cinta dari 2 insan yang disatukan oleh takdir.
Ini—
"Benarkah..."
Huh?
Manik mata Maki berkilat, dia tiba-tiba saja memeluk tubuh bocah lelaki didepannya. Sangat nyaman hingga membuat Langa merasa terlena.
Sudah lama dia tidak memeluk sosok mamah!
Langa membalas pelukan tersebut, menghamburkan diri semakin erat kedalam tubuh milik wanita itu. Senangnya~
William yang melihat dari kejauhan dibuat iri, dia ingin juga merasakan kembali tubuh cantik wanita itu—setidaknya sebelum manik emeraldnya bertemu emerald sang anak.
Bersamaan dengan hal tersebut, Langa yang bersembunyi diceruk leher sang mamah kemudian menampilkan sebuah senyum seringai. Benda yang menjadi ciri khas antara anak dan ayah—sama saja, sudut bibir William berkedut. Jengkel. Sepertinya dia paham, bocah nakal itu; dia sengaja menciptakan sitausi ini supaya bisa memenangkan hati sang mamah.
Curang sekali.
Anak siapa sih dia?!
Anak mu bodoh! |
Terlalu fokus dengan pemikiran sendiri membuat William tidak menyadari kalau sosok Maki sudah berbalik dari posisi semula, sambil menggendong anak yang tiba-tiba saja bersikap manja.
Wajah angkuh dari wanita tersebut sirna, entah kemana. William yang tersadar dan melihatnya kemudian tertegun. Cantik~ Maki benar-benar terlihat sangat cantik.
Deg!
Hati William bergetar, dia menggigit pipi bagian dalam. Mencoba menahan diri untuk tidak langsung menerjang sosok itu atau menyeret Maki kedalam kamar lalu menggagahi tubuhnya.
Tidak Will!
Tidak!
Ini bukan waktu yang tepat.
Apa yang kau inginkan?! Jeritan pilu dari batin seorang William. Menahan sebaik mungkin supaya sesuatu seperti tiang dipangkal pahanya tidak berubah menjadi tegak.
Senyum simpul hadir.
Oh ayolah~ Berhenti menggoda ku?!
"Maaf atas perkataan sarkas yang ku lontarkan sebelumnya, tapi—terima kasih sudah berhasil membuatku jatuh cinta."
DEGH!
Sial.
...***...
"Argh~" William mengerang, suara desau yang dia keluarkan tersamarkan oleh bunyi shower air di-kamar mandi. Setelah mengeluarkan beban didalam tubuhnya hingga menodai dinding kamar mandi lelaki tersebut kemudian membenturkan bagian kepala.
Bugh!
Kesal. Dia nyaris menangis barusan, menahan diri sebaik mungkin untuk tidak menyerang sosok Maki. Untung saja lelaki tersebut berhasil. Dia menampilkan senyum kesakitan lalu bergegas pamit pergi menuju ke-kamar mandi. Meski tindakan yang William lakukan ini sedikit merusak suasana; itu jauh lebih baik dari pada harus ketahuan kalau dirinya sedang terangsang. Hal tersebut juga akan berdampak pada permainan yang sang anaknya ciptakan, pasti Langa nanti akan mendesis sambil menampilkan ekspresi wajah 'dasar pengacau'— kepada William, tidak lucu bukan?
Mari hargai usaha sang anak yang ingin mencoba menjebak mamah-nya itu. |
Tok! Tok! Tok!
William tersentak, seseorang baru saja mengetuk pintu bagian luar kamar mandi. Spontan lelaki bermanik emerald tersebut menoleh, siluet wanita yang tidak lain adalah Maki terlihat dari celah pintu bagian bawah.
"Sir William?" panggil Maki. Kening William berkerut, sir? Dia memanggil William dengan embel-embel sir?
Apa-apaan itu?! Yang benar saja!
"Jangan terlalu kaku sayang~" sahutnya, mendekati daun pintu.
Terdengar suara kikuk yang dihasilkan oleh mulut Maki.
"Akan ku coba pelan-pelan..." gumam wanita itu. Wiliam meletakan tangan miliknya kembali ke benda yang seharusnya sudah lemas. Celah bibir lelaki tersebut terbuka, dia berkata sambil melihat tangannya berusaha keras untuk bekerja.
"Yeah... Omong-omong ada apa sayang?" tanya William, memastikan gerangan apa yang wanita itu inginkan sampai-sampai dia mendatangi sosok William di-kamar mandi. Bibirnya mendesis, dengan wajah memerah tepat didepan daun pintu. Sosok dibalik pintu tersebut menggeleng; tidak mengetahu pekerjaan apa yang William lakukan disana.
"Aku hanya ingin memastikan keadaan dirimu saja, kau terlalu lama di-kamar mandi kau tahu?"
William ber-oh ria. Sebentar lagi dia akan mencapai titik puncak.
Lelaki itu kemudian menyahut—
"Aku baik-baik saja sayang, hanya ada sedikit masalah..." dibarengi benda putih berbau aneh yang keluar menodai daun pintu.
"Hosh~"
William bernapas lega.
"Kau masih disana sayang?" tanya lelaki bermanik emerald itu lagi. Setelah mengucapkan kalimat terakhir, Maki terlihat tidak berminat untuk menyahuti dirinya.
"Lanjutkan!" sahut Maki tiba-tiba, berhasil membuat William terkejut dengan wajah lucu. Derap langkah menjauh terdengar, wanita tersebut pasti sudah angkat kaki dari sana. Apa-apaan dengan reaksi imut yang wanitanya tunjukan?
Maki terlihat sangat menggemaskan. Dia pasti menyadari kalau William tengah mengurusi diri sendiri seperti anjing yang tengah birahi. Tunggu? Bukannya dia memang seekor anjing yang sedang birahi!
Sial.
"Aku jadi ingin melakukannya lagi..." gumam William lesu seraya menundukkan kepalanya kebawah, melihat kalau sesuatu kembali berdiri dengan tegak.
Benar-benar nakal.
Rasanya tak puas kalau tidak meletakan benda tersebut ketempat seharusnya; yaitu dalam tubuh Maki.
William jadi menginginkan lebih.
"Berhentilah tegak–" bisik William pilu, mengulang kembali aktivitas yang sudah 2 kali dia lakukan. Di-kamar mandi tersebut.
Dasar bajingan mesum.
...***...
...T b c...
...Jangan lupa like, vote, dan comments...
...Terima kasih...
...Ketemu lagi nanti...
...Bye...
...:3...