
...Cerita bersifat fiksi atau karangan saja, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apapun—mungkin karena ketidak sengajaan semata....
...Jangan lupa klik like, vote, dan commentsdiakhir cerita sebagai wujud apresiasi terhadap karya penulis....
...Terima kasih,...
...selamat membaca....
...____________________...
...T a n g i s a n...
...____________________...
...___________...
..._____...
..._...
"Aku tidak pernah ingat; menyukai lelaki yang dengan gamblang mengeluarkan senjata api serta hampir membunuh seseorang hanya karena perasaan CEMBURU." Jelas sekali Maki tengah menyindir sosok lelaki yang sekarang duduk tepat didepan dirinya. Siapa lagi kalau bukan William, lelaki gila dengan pistol ditangan.
Untung saja Rico langsung dilarikan ke-rumah sakit supaya dia bisa mendapatkan pertolongan pertama. Tidak lucu bukan? Berkat mantan bosnya Rico malah harus meregang nyawa; istilah lain mati konyol karena cinta. Siapa yang mau jadi penengah. Urus saja masalah percintaan gila kalian?!
Andai saja Rico berada disini, mungkin dia akan mencemooh lewat batin merutuki 2 pasangan tak waras didepannya.
Hah~
Kembali lagi ke-situasi saat ini, Maki masih melayangkan tatapan tajam—penuh selidik terhadap lelaki bermanik emerald didepan sana; William.
Kadang-kadang alisnya mengkerut, seolah menunjukan kalau isi kepala wanita tersebut tengah melakukan semacam peperangan; antara ketidakpercayaa serta mencari cara untuk menyangkalnya.
Benarkah dia suami ku? Kira-kira begitulah isi pikiran dari Maki. Langa yang merupakan tokoh utama pencair suasana sebelumnya mencoba menahan tawa lagi. Dia merasa tergelitik tiap kali melihat raut cemberut dari sang papah. Andai saja ketika itu Langa tidak tertawa dengan lebar situasi duduk bersama di-ruang tamu rumah Rico tak akan pernah terjadi.
Gelak tawa Langa bahkan membuat Maki terheran-heran, menilai kalau bocah lelaki berumur 9 tahun tersebut adalah anak yang kelewatan berani. Tidak takut dihadapkan pada situasi menegangkan dimana ada seorang lelaki bersenjata yang sudah menyakiti pemilik rumah dan mungkin ingin menjarah seisi rumah tersebut, sampai dititik Maki dengan telinga dia sendiri mendengar; kalau Langa memanggil pria itu dengan sebutan—
Papah!
Serius? Lelaki bertampang menyeramkan namun saksi ehm! Itu adalah seorang ayah dari anak lelaki menggemaskan ini? Yang benar saja?! Sebagian orang pasti tidak akan percaya, kesampingkan kemiripan wajah mereka. Ha-ha |
"Dilihat dari sisi manapun, hanya wajahmu saja yang menjadi tipe ku..." ucap Maki blak-blakan setelah lama bergelut dengan pemikiran. Wanita tersebut menyilangkan kaki, menampilkan paha putih serta cantik miliknya. Ini membuat William yang sedari tadi hanya menunduk dengan wajah cemberut menelan saliva kasar. Dia, jujur merasa sangat tergoda. Pelan-pelan manik emerald itu terangkat—malu-malu, menantap dari ujung kaki hingga ujung kepala.
Dia tumbuh semakin cantik~
Bisikan kurang ajar bergelayut manja didalam otaknya.
"Huh—!" Maki menghela napas gusar, entah kenapa dia kesal dengan respon yang diberikan oleh William. Manik mata wanita tersebut menyipit, celah bibirnya terbuka. Sebuah perasaan ketidaksukaan terhadap lelaki bermanik emerald itu muncul, menggoyahkan pikirannya.
"Kau bahkan tidak membantah, aku yakin alasan kita berdua bisa menikah pasti adalah dia..." ucap Maki lagi seraya menunjuk kearah sosok Langa. Otak kecilnya memikirkan sebuah skema sederhana tentang bagaimana bisa mereka bersama dalam satu ikatan sakral yang orang-orang sebut sebagai pernikahan.
Seperti drama picisan yang selalu dijadikan plot utama sebuah novel, mereka mungkin saja menghabiskan malam panas bersama—mengingat tabiat Maki sendiri yang tidak mungkin bisa menolak sosok berwajah tampan seperti William. Jelas sekali, sedikit saja godaan Maki pasti akan menerjangnya tapi karena suatu alasan atau mungkin terlalu larut dengan suasana mereka malah lupa menggunakan pengaman, hal ini yang menyebabkan Maki hamil.
Cerita berlanjut ketitik William yang mengetahui kalau wanita one night stand-nya berbadan dua; kemudian secara ajaib dia menawarkan pernikahan pada Maki, tentu pasti di-iming-imingi oleh uang. Satu-satunya benda yang dapat menggerakan hati Maki di-dunia ini tidak ada yang lain. Kenapa Maki bisa seyakin itu? Melihat interaksi antara ayah dan anak didepannya membuat wanita bermanik kecoklatan tersebut percaya kalau William akan melakukan segala hal karena dia sendiri adalah sosok yang sangat penyayang. Dia menyukai anak kecil dan ingin bertanggung jawab secara penuh, mengenyampingkan diri yang merupakan seorang mafia. Lalu Maki malah terseret arus kehidupan berbahaya milik lelaki itu, cerita tamat.
Ini menarik.
Bukan, bukan tentang William melainkan persepsi bodoh yang Maki buat tentang dirinya sendiri dimasa lalu.
Apa yang Maki ucapkan memang benar, tapi juga salah—kenapa? Karena keinginan William sendiri untuk memiliki Maki serta memenjarakan wanita itu dibawah kuasanya muncul jauh sebelum kehadiran sosok Langa. Dia jatuh cinta pada pandangan pertama dan hasrat cinta itu sendiri yang perlahan merubahnya menjadi gila serta terobsesi pada Maki.
Belum sempat membantah, kedua orang tersebut malah dikejutkan dengan suara aneh.
Seseorang yang tengah—
Menangis?
William cepat-cepat menoleh, lelaki itu menampilkan wajah horor. Ada apa dengan anak satu-satunya itu? Seingat dia beberapa waktu yang lalu Langa masih bisa tertawa tapi kenapa sekarang bocah itu malah menitikkan air mata?!
"Hei boy? Apa yang terjadi?!" tanya William panik, berdiri dari duduk lalu mendatangi sosok Langa tanpa mempedulikan lagi keberadaan Maki. Meski Maki sendiri juga dilanda keterkejutan luar biasa, perasaan bersalah muncul.
Maki merasa mungkin ada sepatah dua patah kata yang sedikit menyakiti hati bocah lelaki tampan itu.
Dari tangisan kecil berubah menjadi raungan besar dengan ribuan air mata yang runtuh membasahi pipi, bahkan ingus ikut keluar dari hidung Langa. William tampak semakin panik, anaknya ini sekarang jarang sekali menangis. Dia jadi lupa bagaimana cara menenangkan bocah tengik itu. Digendongpun tak mau, biasanya kalau seperti ini—giliran mamah-nya lah yang dapat membungkam mulut sang anak dengan penuh kasih sayang.
Tapi melihat keadaan Maki sendiri, kalian bisa tahu. Dia yang hanya memiliki setengah ingatan tentang masa kecil tidak mungkin bisa merawat seorang anak. Maki masih menganggap dirinya sendiri adalah gadis muda yang hobi berjalan-jalan. Ini buruk! William tidak tahu kalau mengurus keluarga akan serepot ini.
Sial!
"Boy, beritahu papah... apa yang mengganggu mu?! Jangan membuat papah takut..."
Selama itu sesuatu yang dapat William jangkau dia akan menyingkirkan semua hal yang mengganggu bagi putra satu-satunya; Langa. Bocah tengik itu tinggal bilang saja, semua akan beres didetik selanjutnya.
Langa menantap sedih, dia tiba-tiba mengangkat tangan sambil menunjuk sosok Maki. Hal itu membuat wanita bermanik kecoklatan tersebut tersentak, merasa yakin terhadap persepsi dirinya tentang ada satu dua kata yang mungkin saja melukai perasaan bocah lugu itu.
Maki mendekat, menampilkan wajah bersalah sambil membingkai rahang milik Langa. Air mata masihlah berjatuhan tapi tidak lebih parah dari pada sebelumnya.
"Ada apa nak?" tanya Maki, kikuk. Celah bibir Langa terbuka.
"Kenapa... hiks! Mamah—! Hiks! Bilang begitu?! Hiks..." dia sesenggukan.
Memang Maki bilang apa?
Beritahu mamah!
"Papah dan mamah bersama bukannya memang hiks! Hiks!—karena Cinta?!"
Eh?
...***...
...T b c...
...Jangan lupa like, vote, dan comments...
...Terima kasih...
...Ketemu lagi nanti...
...Bye...
...:3...