FreeDom

FreeDom
Bicara



...Cerita bersifat fiksi atau karangan saja, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apapun—mungkin karena ketidak sengajaan semata....


...Jangan lupa klik like, vote, dan comments diakhir cerita sebagai wujud apresiasi terhadap karya penulis....


...Terima kasih,...


...selamat membaca....


...__________________...


...B i c a r a...


...__________________...


...________...


...___...


..._...


Bukankah itu terdengar seperti dibuat-buat? Terlalu konyol jika dikatakan logis dan masuk akal, demi Tuhan. Jadi sebenarnya Maki di masa lalu mencoba lari dari apa? Seseorang yang tidak tahu caranya melakukan pendekatan dalam suatu hubungan secara normal? Serius? Kau psychopath William.


Maki menggelengkan kepalanya tak percaya, mungkin alasan mencintai milik lelaki bermanik emerald ini 'lah yang paling konyol diantara semua alasan seseorang dalam mencintai orang lain yang Maki tahu. Maksudnya, sebelum bertemu dengan William Maki juga pernah mendapatkan berbagai macam pernyataan cinta dari seseorang. Ada yang bilang menyukai kepribadian, wajah, atau lekuk tubuh dari Maki tapi ini—! Arghh! Bagaimana wanita bermanik kecoklatan ini menjelaskannya?


Okay, begini saja. William jatuh cinta dengan keberanian Maki yang selalu melakukan hal gila demi bisa bertahan hidup serta lepas dari jeratan berbahaya. Kau hanya senang melihat seseorang berusaha lepas dari lumpur hisap tanpa berniat menolongnya sama sekali. |


Lalu berpikir kalau sosok tangguh Maki dapat duduk bersanding disamping William, si lelaki gila ini karena impian kecilnya soal membangun sebuah keluarga bahagia atau apalah itu. Kau hanya ingin Maki bertahan hidup lebih lama dari pada wanita yang pernah menjalin kasih dengan mu, mainan yang cepat rusak hanya membuatmu kesal—benar begitu? |


Dia sungguh psychopath, meski William tidak menyadarinya secara langsung. Lelaki itu; dia terobsesi dengan konsep KELUARGA, hanya karena aku penjahat bukan berarti aku tidak bisa bahagia. Haruskah Maki merasa kasihan, William terus menantap penuh rasa puja kepada sosoknya. Ini membebani diri Maki ditambah setelah wanita itu mengetahui alasan aneh dari lelaki bermanik tersebut.


Argh!


Kepala Maki pusing.


"Lalu jenis pekerjaan apa yang kau lakukan?" tanya Maki jujur, ini menambah sedikit rumusan masalah dari rantai informasi yang ia dapatkan. Dan dengan santainya lelaki bernama William tersebut menjawabnya.


"Aku menjadi bagian dari suatu organisasi,"


Kau mafia?! Yang benar saja, terlibat dengan apa dirimu Maki! |


"Wanita yang kau temukan di apartement ku dulu adalah produk sebelum di-suplai—!"


"BERHENTI! SUDAH CUKUP!" cegah Maki, telinga miliknya panas. Apa-apaan itu! Penggunaan bahasa dimana manusia disama ratakan dengan benda tak bernyawa, gila. Lelaki ini tak waras. Jika saja Maki tidak memilih untuk pasrah mungkin dia akan dengan gamblang menganggap sosok William adalah kriminal berbahaya yang sudah lama menjadi buronan pemerintah. Ups! Sepertinya itu benar, soal diburu oleh pemerintahan—mereka 'kan mafia. Ha-ha |


Tidak lucu.


Dengan kepala dingin, mari kita simpulkan Maki. Lelaki didepan mu ini adalah anggota kelompok suatu organisasi yang sebagian orang kenal serta sebutkan sebagai mafia. Dia bekerja menjadi spesialis penculikan wanita lalu mengirimkan wanita tersebut ke-pasar gelap, entah itu di ambil organ dalamnya atau dijadikan—ehm! Sama seperti ibunya yang dipekerjakan dirumah penjualan. Heh—! Maki kehabisan kata-kata. Dan kemudian pada suatu momen tidak terduga si pangeran kegelapan kita ini menemukan pasangan takdirnya yaitu Maki. Pertemuan pertama mereka berhasil membuat si pangeran kegelapan terpesona hingga jatuh hati lalu ingin mendapatkan sang putri dengan menghalalkan segala cara. Dimana dia tidak tahu cara normal lainnya untuk membuat si putri jatuh cinta. Ironis.


Kenapa harus Maki?


Bagaimana dengan wanita-wanita sebelumnya? Tidak mungkin 'kan lelaki itu baru pertama kali merasakan jatuh cinta. Sial itu membuat Maki merinding, terlalu ngeri jika dibayangkan. Terikat takdir aneh yang sengaja diciptakan.


"Apa hubungan mu dengan Lohan?"


William terdiam untuk beberapa saat sebelum mencoba menjawab pertanyaan milik Maki.


"Dia saudara ku, si bungsu dari organisasi kami." Bahu Maki lemas, informasi tak terduga lainnya membuat wanita itu melongo tak percaya. Jika dia terlibat dengan Lohan, maka sama saja dia melibatkan diri dengan William.


Benar-benar hebat, terlalu banyak hal yang membuat kepala Maki menjadi sakit luar biasa. Maki muak, tindakan apa yang seharusnya wanita itu lakukan—?


Sekarang?


Celah bibir Maki terbuka.


Lalu—


"Kau ingin aku bertindak seperti apa sekarang?" tanya wanita itu kemudian. Sudut bibir William terangkat, dia senang saat sosok tangguh Maki kembali. Bedanya Maki di masa lalu hanya berpikir tentang kebebasan, sekarang Maki jauh lebih dewasa dan cenderung memikirkan soal 'keuntungan apa yang ia dapatkan'. Mata itu—dia mencoba menelaah dengan baik sosok William, benar-benar berani. Mengagumkan.


"Keluarga," satu jawaban singkat dengan makna yang tepat. William yakin Maki pasti bisa memahami niatnya. Lenguhan napas panjang terdengar dari arah mulut wanita tersebut, Maki menyisir surai rambut miliknya dengan sela jari tangan.


Lagi-lagi Maki menggerutu. Menyuarakan tentang sosok William yang merupakan jelmaan dari seseorang berjiwa psychopath. Keluarga! Keluarga! Keluarga! Bullshit. Omong kosong.


"Papah! Ayo main sama Langa dan paman?!" teriakan satu-satunya bocah yang berada diruangan sebelah berhasil membuyarkan isi dalam pikiran milik Maki. Sosok Langa tampak menilik dari arah pintu dapur.


William tersenyum, dia menegur lembut bocah nakal tersebut agar bermain dulu dengan sosok Lohan yang tidak lain adalah pamannya. Langa mengangguk, dia berbalik—kembali bermain dengan Lohan diruangan satunya.


Maki yang menyaksikan peristiwa tersebut terdiam. Ada sedikit cinta dari manik mata yang lelaki itu pancaran kepada sang anak. Otak Maki berputar, dia bekerja memikirkan sesuatu sebelum membuat keputusan dengan kepala dinginnya.


Kontrak.


Ini adalah sebuah perjanjian yang akan Maki tawarkan.


Tangan Maki terangkat, menopang dagu dengan gaya berpikir khas para penjahat di film-film. Celah bibirnya terbuka, dengan pandangan serius dia berkata—


"Berhenti dari pekerjaan mu," ucapnya gantung. William melirik, menaruh sebagian besar minatnya pada kalimat selanjutnya dari Maki. Apa yang wanita itu ingin katakan.


"Maka aku akan memenuhi obsesi milik mu soal membangun keluarga yang bahagia."


William terbahak, Maki mencoba menawarkan sesuatu kepada dirinya. Lelaki itu menantap lekat dengan tatapan tajam tepat kearah manik kecoklatan tersebut.


"Kenapa aku harus? Mengikat mu secara paksa jauh lebih mudah dari pada menjerat hati mu..."


Kedua orang tersebut sama-sama saling menatap satu sama lain. Tidak ada yang mau menurunkan sedikit dagunya untuk mengalah. Yang benar saja, sekilas mereka terlihat seperti pasangan yang sempurna.


"Demi Tuhan, jika kau berpikiran begitu. Kau akan merasakan perasaan sakit dari sebuah kehilangan." desis Maki. Benar-benar nyalang dengan senyum merendahkan. William terdiam, matanya melotot. Lelaki itu tidak percaya; wanita yang berada tepat didepan matanya tengah mengancam sosok tersebut.


William menggeram, manik matanya memerah.


"Kau sedang menggunakan anak kita untuk mengancam ku sayang?" ucapnya datar.


Maki tersenyum, lawan 'lah orang gila dengan menjadi gila. Konsep sederhana yang baru saja Maki temukan.


"Jika kau ingin memenuhi hasrat milik mu soal membangun sebuah keluarga atau apapun itu, aku akan membantunya—menjadi istri boneka yang sangat kau inginkan. Tapi dengan satu syarat, keluar dari pekerjaan kriminal mu; berhenti dari organisasi mafia itu dan buang jauh-jauh masa lalu mu karena aku tidak ingin Langa memiliki seorang ayah penjahat. Lakukan dengan sempurna jika kau ingin memiliki keluarga bahagia."


Tidak ada sesuatu yang gratis di-dunia ini, termasuk cinta. |


...***...


...T b c...


...Jangan lupa like, vote, dan comments jika kalian suka...


...Terima kasih,...


...ketemu lagi nanti...


...Bye...


...:3...