
Aku dan Noel berlari secepat mungkin karena khawatir. Senjata pun sudah siap di tangan kami masing-masing. Saat semakin dekat dengan sumber ledakan terlihat asap yang naik ke atas langit. Aku semakin khawatir dan akhirnya menggunakan shadow step untuk bergerak lebih cepat. Aku sampai lebih dulu dan meninggalkan Noel di belakangku. Saat sampai keadaan di tempat itu sudah sedikit kacau. Banyak karang yang hancur dan berserakan di atas pasir. Aku yakin itu akibat ledakan yang barusan kami dengar sebelum kesini.
Ternyata Dean hanya membawa 1 orang bersamanya. Namun kakuatan 1 orang itu sama dengan ratusan hunter berpengalaman. Aku juga yakin ledakan besar barusan adalah ulahnya. Begitu melihatnya aku langsung berlari dan memeluknya. Bantuan yang datang adalah Profesor Cage yang tak lain adalah Ibuku.
“Ibu baik-baik saja? Ledakan apa barusan?”
“Jangan khawatir... Aku baik-baik saja. Yang lebih penting... Apa yang terjadi dengan wajahmu, Livy?”
“Ini bukan apa-apa, Bu... Tak perlu khawatir. Lebih baik kita sekarang pergi menuju desa lebih dulu. Ibu juga lelah kan?”
“Desa?”
“Ia... Ibu ikut saja dulu! Kau juga, Dean!”
“Baik, senior....”
Saat sampai di desa para dragonoid Profesor sedikit kebingungan dengan penghuni desa ini. Sepertinya ia juga tak pernah bertemu para dragonoid sebelumnya. Kapten yang sudah turun dari atas bukit karang langsung menghampiri kami. Sambil beristirahat Ibu dan Dean mendengarkan Keseluruhan cerita kami tanpa terlewat satu pun. Tak lupa aku menceritakan tentang para dragonoid yang meminta bantuan kami untuk pindah dari tempat ini.
“Lalu... Di mana gurumu, Livy?”
Saat Ibu bertanya seperti itu aku baru sadar bahwa kami tak melihatnya sejak kembali dari sarang loreley.
“Etahlah, Bu... Sejak semalam aku tak melihatnya.”
Ibu berkata penyelesaian terbaik dari misi kali ini adalah meninggalkan loreley begitu saja dan fokus membantu para dragonoid untuk berpindah area. Namun tak ada yang tahu kedepannya apakah loreley akan mengancam manusia atau tidak. Profesor menyerahkan keputusan pada tim kami. Bila ingin langsung pergi dari area ini, kami akan langsung bergerak. Namun bila ingin membasmi loreley lebih dulu, Profesor juga akan membantu.
Dengan penuh pertimbangan akhirnya kami memutuskan untuk membasmi loreley lebih dulu baru membantu para dragonoid. Lagi pula kekuatan tempur kami kini meningkat pesat dengan adanya profesor di sini. Loreley adalah makhluk nokturnal, yang berarti mereka bergerak di malam hari dan siang harinya mereka tertidur. Kami memutuskan untuk menyerang esok hari karena tentunya Profesor dan Dean butuh istirahat setelah perjalanan jauh. Kami juga butuh persiapan yang matang agar pembasmian berjalan dengan lancar.
Seperti biasa, sebelum pertarungan Noel selalu membuat peledak dan mempersiapkan anak panahnya lebih dulu. Kali ini ia dibantuk oleh Dean untuk bersiap. Sepertinya Dean juga jadi bersemangat karena bisa ikut dalam pembasmian kali ini.
“Ingat, Dean... Kali ini kau tak boleh pingsan lagi! Pembasmian kali ini sangat berbahaya dan lokasinya di dalam tanah.”
“Baik, senior Noel...”
Suasana sore hari di tempat ini memang tak tergantikan. Kegiatan para dragonoid, mempersiapkan makanan untuk dimakan bersama, rasanya kehidupan mereka lebih damai daripada kami yang tinggal di Eden Shelter. Walau berada di luar tanpa perlindungan mereka hidup dengan sangat damai dan tenang. Meski aku tahu bahwa mereka sangat berbeda dengan kami para manusia, tetap saja aku merasa iri. Kami yang hidup dengan ketakutan akan dunia luar, jika dibandingkan dengan mereka yang dapat berjalan dengan bebas kemana pun mereka mau, siapa pun pasti akan iri mendengarnya.
Walau mereka bersujud di depan para pemegang ancient weapon, pada kenyataannya kami sungguh sangat lemah bila dibandingkan dengan mereka.
“Benarkan, Noel?”
“Apanya yang benar, Liv?”
“Ah... Tidak... Aku hanya iri dengan para dragonoid. Mereka bisa hidup bebas di luar dinding. Berjalan sesuka hati kemana pun mereka mau.”
“Aku juga berpikir sama denganmu, Liv. Jika dibandingkan mereka rasanya kita seperti serangga yang bisa mati hanya dengan sekali tepuk.”
“Walau terdengar kejam, kata-katamu sungguh tepat.”
“Kita harus lebih kuat, Liv... Setidaknya bisa mengimbangi kemampuan dragonoid.”
“Kurasa kita perlu waktu lama untuk mengimbanginya. Kau lihat sendiri, kan... Tebasanku menggunakan ancient weapon saja tak bisa menggores mereka.”
“Apa sangat keras, Liv?”
“Seperti memukul besi dengan benda tumpul menurutku.”
Bahkan mungkin akan lebih mudah membelah besi daripada tubuh seorang dragonoid. Mungkin hanya serangan sihir seperti yang sering Ibuku gunakan yang bisa melukai mereka. Hari sudah mulai malam dan semua persiapan sudah selesai. Besok kami akan menyerbu sarang loreley saat siang hari. Kami beristirahat secara bergantian seperti biasanya. Walau selalu ada dragonoid yang berjaga di desa ini, tak ada salahnya kalau kami juga ikut waspada.
Kami memutuskan untuk memecah tim menjadi 2 esok hari, dan masuk dari 2 tempat berbeda yang sudah kami temukan. Meski sangat berbahaya namun menurutku cara ini adalah yang paling tepat, mengingat kami belum mengetahui seberapa luasnya sarang loreley dan seberapa banyak mereka tersebar di dalam sarang itu. Untuk mempercepat pergerakan kami memang harus memecah tim.
Bila tak terjadi masalah dan pembasmian berjalan dengan baik, esok lusa kami dan para dragonoid akan mulai bergerak ke area bukit duri untuk mengantar mereka. Guruku masih belum juga terlihat hingga detik ini. Aku sama sekali tak tahu apa yang ia lakukan saat ini. Muncul dan menghilang semaunya di area berbahaya seperti hutan karang, walau aku tahu kemampuannya sangat hebat, namun tetap saja sangat berbahaya.
Saat hari semakin malam aku bersiap untuk tidur. Yang pertama berjaga adalah Dean dan Profesor. Mereka yang sudah terbangun terlihat lebih baik kali ini. Stamina mereka sepertinya sudah kembali seperti semula. Para dragonoid juga masih banyak yang terjaga malam ini. Setelah kuperhatikan beberapa hari ini, para dragonoid sepertinya hanya tidur 2 hari sekali. Sungguh luar biasa kemampuan mereka. Kebiasaan itu pasti muncul karena selama ini mereka hidup di alam liar yang buas seperti hutan karang ini.
Sebenarnya ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan pada para dragonoid. Namun karena penterjemah kami belum juga muncul, pertanyaanku akan kusimpan untuk nanti. Yang paling penting saat ini adalah menumpuk stamina untuk pertarungan panjang esok hari.