Dragon Era: Legend of the Dragon Hunter

Dragon Era: Legend of the Dragon Hunter
Serangan Terakhir



Di keadaan genting ini aku tak lagi bisa berpikir. Hanya satu serangan dari monster itu saja sudah membuatku dalam kondisi terluka parah seperti ini. Belum lagi sulitnya bernafas membuatku semakin melemah.


Darah yang keluar dari tubuh monster itu sangat banyak hingga membuat tanah di sekitarnya berwarna merah. Sepertinya memotong sayap monster itu adalah keputusan terbaik. Walaupun tewas di sini, aku yakin kapten dan Noel sanggup menangani sisanya.


Kini mustahil ancient lizard itu untuk terbang. Dengan ancient sword milik kapten, ia pasti sanggung memotong kaki, bahkan leher monster itu. Aku yang masih dalam keadaan terbaring menyadari kalau anak dari ancient lizard mulai mendekatiku.


Aku hanya bisa mengayunkan pedang di tangan kiriku secara asal untuk membuat bayi ancient lizard takut, dan berharap mereka menjauhiku. Kepalaku semakin terasa sakit, bahkan sakit di tangan, dan di dadaku tak sebanding dengan sakit di kepalaku. Aku beberapa kali mencoba untuk bangun, namun beberapa kali juga kembali terjatuh di atas tanah.


“Bagaimana mungkin kau membuat seorang gadis cantik menjadi berlumuran darah dan patah tulang dimana-mana seperti ini? Dasar kadal terbang!”


Saat hampir pingsang aku baru teringat dengan peledak yang diberikan Noel. Peledak yang ada di tas pinggang kecil ini memiliki daya ledak yang besar. Mungkin aku bisa melukainya sekali lagi dengan ini.


Aku bangkit dengan tenaga terakhirku untuk sekali lagi berhadapan dengan ancient lizard. Karena tangan yang patah dan pandangan yang masih bergetar, aku berlari dengan sedikit terhuyung. Kecepatanku juga sangat menurun. Kulihat monster itu juga kembali waspada melihat ke arah ku.


Saat berlari ke arah monster itu tiba-tiba kulihat leher dari ancient lizard menggembung seperti ada sesuatu di sana. Semakin aku mendekat benda yang ada di lehernya itu semakin naik menuju ke kepalanya. Tiba-tiba ia membuka mulut dan menyemburkan lava cair ke arahku. Aku yang terkejut melompat ke arah kanan untuk menghindar. Aku pun terjatuh dan sedikit berguling di atas tanah.


Kulihat semburan lava dari mulutnya memang tidak terlalu banyak. Namun tetap sangat berbahaya bila terkena lava cari yang sangat panas itu. Aku harus segera bangkit lagi meski pengelihatan ini masih saja bergetar sejak tadi, aku harus melancarkan serangan terakhirku.


Ancient lizard mulai berjalan mendekat ke arahku dengan lambat. Aku yakin monster itu mulai lemas karena kehilangan banyak darah. Ini sangat menguntungkan untukku karena makhluk itu sendiri yang memperpendek jarak. Tak mau membuang kesempatan, aku langsung bangun dan berlari ke arahnya.


Setelah dekat monster itu mencoba menerkamku dengan mulutnya yang terbuka lebar. Barisan gigi runcing serta kepulan asap dari lava yang baru saja ia muntahkan terlihat sesaat di mataku. Bila tak menghindar, tamat sudah riwayatku karena gigi itu pasti dapat dengan mudahnya ******* tubuhku. Aku melompat ke arah depan dan kali ini aku berada persis di bawah sayapnya.


Aku yang mendapat kesempatan emas ini langsung membalik ancient sword di tangan kiriku, lalu menusukannya di area perut monstet itu. Tak cukup sampai di situ, aku mendorong pedangku ke arah belakang monster itu hingga membuat sayatan cukup lebar di tubuhnya.


Monster itu meronta dan membalikan badannya ke arahku, hingga ancient sword terlepas dari tanganku dan masih menancap di tubuhnya. Lagi-lagi ia mencoba menerkamku dengan mulut besarnya. Aku yang menyadari hal itu langsung membalikan badan dan memasukan tangan kiriku ke tas yang ada di pinggangku. Sambil melompat ke kulemparkan peledak yang diberikan Noel setelah menekan tombol untuk mengaktifkannya.


“Telan ini, kadal!”


Peledak itu langsung aktif ketika mendarat dalam mulut ancient lizard dan membuat ledakan yang cukup besar hingga aku ikut terpental beberapa meter ke belakang akibat gelombang kejut yang dihasilkannya. Ledakan juga menghasilkan suara keras dan asap tebal yang sempat menutupi kepala monster itu.


Aku tak lagi sanggung memperhatikan sekitarku. Dengan sisa tenaga yang ada aku mencoba kembali berdiri dan tak mau kehilangan kesempatan untuk membunuhnya.


Aku berhasil berdiri walau masih terhuyung. Aku melihat sangat banyak darah di bawah kakiku.


“Ah... Ternyata itu darahku. Tamatlah riwayatku. Sial!”


Ledakan yang besar membuat gigi dari ancient lizard terpental. Gigi itu masih menancap dan menembus perutku hingga ke punggung. Kembali ku lihat ke arah monster itu. Sepertinya kadal sial itu masih juga belim mati. Ia masih menggelepar kesakitan di atas tanah.


Kali ini aku benar-benar mencapai batasku. Gigi yang sebesar ukuran tanganku pun masih menancap di perut dan membuat darahku terus keluar tanpa henti. Aku terjatuh lagi karena lemas kehabisan terlalu banyak darah.


Setidaknya ancient lizard terluka parah. Noel dan kapten pasti sanggup mengalahkannya nanti. aku yang kini tergeletak di atas kubangan darahku sendiri tak sanggup lagi untuk bergerak. Aku sudah kerahkan semua yang bisa kulakukan. Walau kesal karena monster itu tak bisa kubawa mati, setidaknya karena ledakan besar tadi Noel pasti bisa menemukan lokasi ini. Ia bersama kapten pasti bisa menyelesaikan apa yang belum aku selesaikan. kumohon setidaknya beri aku sedikit tenaga sampai mereka datang dan membunuh ancient lizard. aku ingin melihat monster itu mati sebelum kematianku.


Aku sungguh kesal dan marah pada monster itu. Aku ingin membawanya mati. kumohon sedikit lagi. Aku harus tetap bertahan sampai Noel dan kapten datang. Aku mencoba merangkak ke arah batu yang ada di dekatku. Kini aku duduk bersandar di batu besar dan mencoba mengangkat kepalaku. Melihat monster raksasa itu masih menggelepar kesakitan, membuatku sedikit tersenyum. Rasanya semakin sulit mempertahankan kesadaranku. Sedikit demi sedikit pandanganku mulai kabur dan sulit untuk melihat. Tanpa sadar darahku mulai membasahi tanah tempat aku terduduk.


"Benar-benar sial. Misi besar pertamaku akan menjadi misi terakhirku. Kumohon cepatlah mati, kadal! Setidaknya jangan buat nyawa yang ku korbankan menjadi sia-sia!"


Sebelum hilang kesadaran aku mendengar seperti suara memanggilku, dan aku melihat seperti ada bayangan yang mendekat ke arahku. aku pun melihat ada bayangan lain yang mendekat ke arah ancient lizard.


“Ah... Apa ini halusinasi sebelum mati?”


Pandanganku sudah sangat buram dan sulit untuk melihat. Belum lagi pendengaranku yang terganggu akibat ledakan tadi. Kepalaku juga masih berdengung hebat. Aku yang sudah mempertahankan kesadaranku sekuat tenaga, kini mulai menyerah. Walau akan menjadi makanan para monster buas di tempat ini, setidaknya aku ingin membawa raja monster itu mati bersamaku.


"Benar-benar menyebalkan."


Tiba-tiba semua menjadi gelap tanpa ada cahaya sedikit pun.