
Setelah lebih dari 300 tahun Eden berdiri ini adalah kerusuhan pertama kali yang terjadi. Bukan karena serangan monster namun sayangnya disebabkan oleh manusia sendiri. Setelah kerusuhan selesai para penduduk Eden saling bahu membahu memperbaiki bangunan yang hancur dan dilalap api.
Setidaknya manusia di Eden menjadi lebih peduli dibanding sebelumnya. Total korban perang saudara di Eden mencapai 234 orang yang terdiri dari parah penghianat, dan penduduk yang sama sekali tak bersalah. Ini menjadi pukulan berat bagi Eden karena angka kelahiran di Eden terus menurun setiap tahunnya, sementara kematian tak bisa dihindari.
Para penduduk yang rumahnya hancur terbakar kini tinggal di pengungsian sementara yang didirikan oleh bangsawan kelas atas sampai rumah mereka diperbaiki. Badai yang menerpa Eden berlalu dengan cepatnya dan saat ini kami sedang memulihkan diri. Rekor pembunuhan manusia terbanyak di era ini pun diberikan padaku yang membantai lebih dari 40 orang dalam sehari. Aku tak hentinya dimarahi oleh Profesor selama 2 hari setelah kejadian itu.
Sementara sahabatku kini telah berdamai dengan keluarganya. Mereka meluruskan kesalahpahaman antara mereka dan menjadi keluarga yang lebih baik. Kapten yang ditemukan dalam penjara saat penyerangan kini sudah dalam kondisi sehat. Ia menderita beberapa luka tusuk namun bisa pulih dengan sangat cepat.
Yang pasti semua berubah ke arah yang lebih baik setelah perang saudara. Kuharap tak ada lagi kejadian serupa yang menimpa tempat perlindungan terakhir manusia di atas bumi ini.
Lalu bagaimana dengan Profesor? Profesor membawa tim peneliti ke gua di bukit duri 7 hari setelah berakhirnya kerusuhan. Ia menilai kota di bawah tanah yang kami temukan masih menyimpan banyak misteri yang menunggunya. Meskipun aku juga sedikit penasaran dengan matahari buatan di kota itu, aku memutuskan untuk tidak ikut kali ini. Aku bersama tim kecilku memilih berlatih untuk menjadi lebih kuat di dalam Eden.
Penjelajahan kami tak akan berakhir sampai di sini. Justru akan semakin sulit kedepannya. Masih banyak area di daratan besar ini yang belum kami jelajahi. Karena itu kami bertekad untuk jadi lebih kuat agar bisa selamat dalam penjelajahan yang kian berbahaya. Monster buas dan medan yang ekstrim menanti untuk kami jelajahi.
Kami juga di undang dalam acara kelulusan akademi hunter. Setiap tahunnya tim hunter terbaik memang selalu di undang saat kelulusan para hunter baru. Acara kelulusan selalu saja sangat meriah setiap tahunnya. Walau jumlah hunter yang lulus hanya sedikit, namun merekalah yang terbaik.
Tahun ini tim kami juga bertambah 1 orang. Ia adalah hunter yang baru saja lulus dari akademi. Pemula itu adalah laki-laki bernama Dean. Ia lulus akademi karena pengetahuannya akan medan dan monster. Namun kemampuan bertarungnya di anggap kurang. Aku memang tak begitu peduli pada orang lain. Jadi tak terlalu memperhatikan anggota baru kami. Aku hanya sibuk berlatih untuk memperkuat diri sendiri, dan kerja samaku dengan Noel. Sementara kapten melatih Dean yang masih pemula. Noel yang kini menggunakan Ancient Weapon menjadi semakin ahli menggunakan busurnya. Ia bisa menembakan beberapa anak panah secara beruntun dengan sangat cepat. Ia juga kini bisa menembak 3 anak panah secara bersamaan.
Seperti tak mau kalah denganku, ia juga minta di ajarkan shadow step. Namun kapten tak bisa menggunakannya. Aku pun sama sekali tak berbakat mengajari seseorang. Aku hanya tahu begitu saja dan tak paham bagaimana memandu Noel. Jadi untuk kali ini ia menunda pelajarannya. Formasi kami kini sedikit berubah. Aku yang petarung jarak dekat masih di tempatkan di depan. Sementara kapten di belakangku untuk membantu serangan. Noel di posisi paling belakang untuk serangan jarak jauh, dan Dean di posisi mobile, atau bisa berpindah-pindah di posisi yang dibutuhkan. Aku sama sekali tak masalah jika ia tak membuat kesalahan.
Hari ini aku bangun begitu pagi. Sebelum matahari terbit aku sudah bersiap dan membuat sarapan. Karena Profesor belum juga pulang, aku membuat sarapan hanya untuk diriku sendiri. Hari ini misi baru untuk tim kami akan di umumkan. Aku menjadi terlalu bersemangat sejak kemarin.
Seperti biasa Noel pagi ini sudah muncul di depan rumahku untuk berangkat bersama. Semoga misi kali ini tak terlalu sulit karena ada hunter baru yang masih kurang berpengalaman di tim kami. Bila terjadi sesuatu yang berbahaya, tentu akan sulit melindunginya.
“Masuklah, Noel. Pintu depan tak dikunci.”
“Kau sudah siap, Liv?”
“Seperti biasa. Aku baru ingin sarapan. Kau sudah makan sesuatu pagi ini?”
“Tentu saja. Aku sudah siap bahkan bila harus menjalankan misi hari ini.”
“Kau pun selalu jadi yang terhebat di tim ini, Livy sang iblis merah.”
“Semakin lama julukan itu semakin mengesalkan.”
“Menurutku itu keren, Liv. Kisah sang iblis merah juga tetap ramai menjadi perbincangan di kota.”
“Yah... Mungkin sebentar lagi juga akan muncul rumor aneh tentangku.”
“mana mungkin! Kau kan pahlawan, Liv.”
“Sudahlah... Ayo berangkat! Kapten pasti sudah menunggu.”
Ku ambil ancient swordku dan ku gantungkan di punggung lalu berangkat bersama Noel. Saat sampai ternyata kapten dan Dean sudah menunggu kami. Kami segera masuk untuk menerima misi.
Misi kali ini berada di area yang di sebut hutan karang. Seperti namanya, area itu di penuhi karang karena bekas laut dalam yang naik ke permukaan. Area itu sangat luas dan juga berbahaya karena masih jarang dijelajahi. Sudah beberapa tim yang dikirim ke area itu. Namun setengahnya tak kembali.
Misi kali ini adalah melakukan investigasi dan mencari tahu penyebab para hunter tak kembali ketika menjalankan misi kesana. Hunter yang bisa kembali pun selalu dalam keadaan penuh luka dan memberikan laporan yang tak masuk akal.
“Kapten, apa misi ini tak terlalu berbahaya untuk tim kita yang memiliki anggota baru?”
“Betul kapten... Hunter profesional saja banyak yang tak kembali.”
“Sebenarnya aku juga sangat ingin menolak misi berbahaya ini. Tapi lihatlah tim kita... Semua pemegang ancient weapon dan kemampuannya sudah teruji. Apalagi belakangan ada yang mendapat julukan iblis merah.”
“Tolong hentikan bercandamu, Kapten!”
Kami keluar gedung divisi hunter dengan khawatir. Aku merasa misi kali ini sungguh berbahaya karena area yang akan kami datangi sangat asing. Aku mengerti kalau kesulitan misi tergantung dari kemampuan tim yang menerimanya. Namun tetap saja di tim kami terdapat pemula. Belum lagi laporan aneh dari tim yang kembali dari hutan karang. Aku semakin khawatir akan kesuksesan misi ini.
Besok kami akan berangkat sangat pagi. Kami berjanji bertemu di gerbang sebelum matahari terbit. Seperti biasa sebelum berangkat hari ini aku akan menemani Noel berbelanja bahan peledak dan anak panah, serta keperluan yang lainnya. Aku juga ingin memesan sarung pedang untuk ancient weaponku. Kami pergi ke distrik pandai besi setelah berpisah dari kapten dan Dean yang ingin berlatih dan bersiap untuk besok.