Dragon Era: Legend of the Dragon Hunter

Dragon Era: Legend of the Dragon Hunter
Ancient Lizard: Raja Reptile Bersayap



Tanpa sadar aku tertidur walau hanya sebentar. Panas dari lava di bawah sungguh menguras staminaku. Aku mulai masuk kedalam gua yang menanjak ini. semakin ke dalam, struktur gua semakin berubah. Terdapat banyak batu yang bercahaya di sekeliling gua ini. aku mulai melihat tanda-tanda adanya monster di sini. Beberapa kali kutemukan tulang belulang monster berkaki 4.


Suhu udara di sini juga sangat berbeda dari tempat sebelumnya. Walaupun di area sebelumnya terasa panas, namun di sini terasa lebih sejuk. Sepertinya gua ini lebih dalam dari perkiraanku. Sejak tadi masih juga belum terlihat ujung dari gua aneh ini. Aku sengaja memegang ancient sword di kedua tanganku untuk mengenal karakter dari pedang unik ini. Setelah di lihat, tak hanya ketajamannya yang luar biasa, bentuk dari pedang ini juga sangat indah menurutku.


aku semakin bisa melihat dengan jelas di dalam gua ini. Semakin dalam aku menyusurinya, semakin terang gua ini. Batu bercahaya semakin banyak terlihat. Membuat lorong gua ini terlihat jelas bahkan ke sudut terkecil pun. Semakin dalam menjelajah gua ini, semakin banyak pula tulang monster yang berserakan di lantai gua. Aku mengira ini adalah tulang monster yang sama seperti yang sejak tadi kutemukan.


Dengan susunan tulang yang masih utuh, aku yakin pemilik dari tulang-tilang ini mati bukan karena dimangsa. kurasa mereka yang memiliki gua ini. Walaupun belum ada tanda kehidupan yang terlihat, aku yakin lorong gua ini menuju tempat yang berbahaya.


Aku memutuskan untuk mempercepat langkahku agar bisa segera keluar dari gua ini. Semakin lama dalam gua ini, semakin banyak pikiran negatif yang muncul di dalam kepalaku. Sepertinya aku mulai melihat ujung dari gua ini. Ada sedikit cahaya terang yang muncul dari depan.


"Akhirnya sampai di ujung gua. Semoga itu tempat yang aman."


Aku merasa senang dan lega karena akhirnya bisa keluar. Tanpa sadar aku lebih mempercepat langkah kaki tanpa peduli apa yang menantiku. Semakin dekat dengan ujung gua, cahayanya pun semakin terang. Namun saat baru satu langkah keluar dari gua, aku mundur dan masuk kembali ke dalamnya.


" Apa-apaan itu!"


walaupun hanya sekilas, aku melihat sesuatu yang membuatku merasa sangat ketakutan. Kini pikiranku terlalu kacau hingga tak bisa memutuskan harus lari dari gua ini atau tetap maju. Kapten sudah memperingatkanku untuk menahan diri dan jangan terlalu mengambil resiko. Namun bila memanggil kapten dan Noel kesini pun, belum tentu bisa menghabisi monster yang barusan kulihat.


aku sungguh kebingungan dan tak bisa berpikir dengan jernih. Rasa takut justru membuat aku ingin terus maju dan melawan. Saat tadi melangkahkan kaki keluar gua, aku sempat melihat ke arah kiri. Di sana ada raja dari para reptil berkaki 4. kami biasa menyebut mereka ancient monster. Makhluk ini jauh lebih kuat dan biasanya lebih besar dari monster lain.


Basilisk yang pernah nyaris membunuhku pun termasuk salah satu dari ancient monster. Kini aku menemukan ancient monster yang jauh lebih berbahaya dari basilisk. Walau sangat jarang di temui, tapi aku mengetahui ancient monster kali ini. sebagai hunter penjelajah, kami lebih dulu diberi pengetahuan tentang berbagai jenis monster yang sudah ditemukan. Aku juga mendapat pengetahuan lebih dari Profesor Cage mengenai monster-monster langka yang pernah ia temukan.


Monster yang baru saja aku lihat biasa di sebut Ancient Lizard. makhluk ini selalu ada dalam mitologi dari zaman manapun. Bahkan di suatu zaman monster ini pernah di anggap dewa. Monster yang baru saja kulihat memiliki ukuran kira-kira 5 kali lebih besar dari seekor basilisk dewasa. Memiliki 4 kaki, dan tanduk bercabang di atas kepalanya. Monster ini juga memiliki sepasang sayap yang membuatnya bisa terbang bebas di langit.


sisik ancient lizard sama kerasnya dengan basilisk. Yang membedakan hanya ukurannya yang jauh lebih besar. Setelah dipikirkan, ancient lizard sedikit mirip dengan patung tempat aku menemukan ancient sword. Ibu ku pernah berkata, bila bertemu dengan monster yang bisa terbang, potong sayapnya lebih dulu selagi monster itu berada di tanah. Jangan langsung mengincar kepala atau titik vital lainnya karena belum tentu berhasil.


Saat sedang menyandarkan diri di dinding gua sambil berpikir, aku mendengar suara desis di dekatku. Saat melihat ke kiri, ke arah luar gua, aku di kejutkan dengan munculnya salah satu anak ancient lizard. Tanpa sadar aku bergerak mundur karena terkejut. Melihat pergerakanku, monster itu membuka mulutnya, sambil mendesis dengan keras dan langsung berlarih ke arahku.


Aku yang panik karena sama sekali belum siap langsung mengayunkan ancient sword di tangan kananku dari atas ke bawah, sesaat setelah monster itu masuk ke dalam jangkauan serangku.


Monster itu langsung terjatuh dan tak bergerak setelah tebasan pedangku membelah kepalanya. Kini situasiku sangat berbahaya. Sebelum induk dari monster ini bangun, kuputuskan untuk menyerang.


Sasaran utamaku adalah bagian dari sayap naga. Aku harus memotongnya sebelum monster itu terbang dan menyerangku dari udara. Walau aku tak yakin bisa memotong sayap yang sangat besar itu, namun tak ada pilihan lain. Aku lebih takut kalau monster itu terbangun dan bertemu dengan anggota tim yang lainnya. Bila harus ada yang tewas dalam misi ini, akulah yang pantas.


Aku berlari sekuat tenaga dan melompat ke sayap ancient lizard. Kuangkat kedua ancient sword ke atas kepalaku, lalu segera kutebas sayap kiri monster itu dan mendarat tepat di bawah sayapnya. sisik monster itu sungguh sangat keras. Walaupun memotongnya dengan ancient sword, aku harus mengeluarkan seluruh tenaga yang kumiliki.


Seketika darah dari ancient lizard menyembur keluar dan menghujaniku. Aku berhasil menebasnya, walau tidak bisa memotong sayapnya yang begitu besar. Monster itu langsung terbangun sesaat setelah darah menyembur keluar dari tubuhnya. Ancient lizard langsung berlari ke arah depan dan mencoba melompat untuk terbang.


Beruntung luka yang di sebabkan oleh tebasanku sepertinya cukup fatal. Monster itu kembali terjatuh karena tak bisa menggerakan sayap kirinya. Monster besar itu langsung bangkit dan membalikan badannya ke arahku. Sebelum selesai berbalik ke arahku, aku langsung berlari ke arah monster itu dan kembali menebas sayap kirinya.


Kini aku bisa memotong sayap kirinya hingga benar-benar terputus. Namun sebelum sempat mendarat di tanah, ancient lizard mengibaskan ekornya ke arahku dengan kecepatan tinggi. Aku yang hanya sekilas melihat langsung mengambil posisi bertahan dengan menyilangkan kedua tanganku di dada.


mustahil aku sanggup menahan serangan monster raksasa itu tanpa terluka. Aku yang menahan kibasan ekornya terpental ke belakang hampir 20 meter dan membentur batu dengan sangat keras. Darah segar langsung keluar dari mulutku dan aku pun terjatuh ke tanah.


Aku sangat kesulitan bernafas, dan tangan kananku tak bisa lagi memegang ancient sword. Sambil tergeletak di tanah aku masih bisa melihat ancient lizard yang sedang membuka mulutnya dan meraung sangat keras, hingga membuat telingaku terasa sakit.


Walaupun berhasil memotong satu sayapnya, kondisiku kali ini benar-benar gawat. Beberapa tulang rusuk, dan tangan kananku patah. darah yang keluar dari kepalaku juga terus mengalir hingga mengganggu pengelihatanku.