
“Akhirnya kau bangun, Livy.”
Aku melihat ke sumber suara di kiriku. Seorang wanita berambut merah panjang yang sangat familiar sedang mengganti cairan infus.
“Lagi-lagi bertemu denganmu, Rose.
“Aku pun berharap kita tak bertemu di keadaan seperti ini, Liv.”
“Yah... Kalau masih bertemu denganmu, tandanya aku masih hidup kan. Ini patut di syukuri, Rose.”
“Kalau sudah bisa bercanda, berarti kau sudah siap dengar omelan dariku?”
“Kenapa kau selalu mengomel setiap aku sedang dirawat? Kau bilang aku sahabatmu?”
“Apa ada seseorang yang tega melihat sahabatnya masuk rumah sakit? Apalagi sahabatnya yang bodoh itu nyaris sekali tewas.”
Kini aku yang baru sadar harus mendengar omelan Rose lebih dulu sebelum bisa bertanya. Ia menceramahiku hampir satu jam tanpa sedikitpun berhenti. Selain omelannya yang begitu panjang, Rose hanya menjelaskan kalau saat itu aku dibawa dalam keadaan tak sadar. Setelah di beri pertolongan pertama, aku dilarikan ke rumah sakit Eden Shelter karena kondisiku begitu parah.
Setelah puas berceramah akhirnya Rose menjelaskan keadaanku saat itu. Tulang tengkorakku retak, tangan kanan patah, 3 tulang rusuk patah, gendang telinga kananku pecah, dan di bagian perut aku mendapat lubang berdiameter sekitar 6 cm yang tembus hingga bagian belakang tubuhku.
“ Kau sudah terbaring di sini selama 4 bulan, Liv.”
Mendengar kata-kata itu aku hanya bisa terdiam sekaligus sangat terkejut, dan tak tahu harus bagaimana menanggapinya.
“Lalu misiku bagaimana, Rose?”
“Aku tak tahu mengenai itu.”
Rose berlalu pergi setelah puas mengomel. Aku pasti akan dimarahi Ibuku ketika pulang nanti. Rasanya tak ingin bangun bila harus mendengar ceramahnya. Selama 4 bulan tak sadarkan diri ternyata kondisiku tak terlalu buruk. Hampir semua lukaku sudah pulih termasuk perutku yang tertembus gigi dari ancient lizard.
Walaupun meninggalkan bekas, aku akan menganggap ini sebagai piala kemenangan karena bisa bertahan dari serangan raja reptil bersayap. Yang paling menyedihkan adalah aku harus kehilangan rambut panjangku akibat pendarahan hebat dan oprasi di kepala.
Setelah tenang, Noel menceritakan dengan sangat detail apa yang terjadi setelah aku kehilangan kesadaran. Noel dan kapten sudah keluar dari gua masing-masing saat mendengar ledakan keras dari peledak yang aku lemparkan ke mulut ancient lizard.
Saat ingin masuk ke gua tempatku berada tiba-tiba Profesor Evelyn datang menghampiri mereka. Tanpa basa-basi ibuku langsung bertanya tentang keberadaanku pada Noel dan kapten. Setelah menjelaskan situasi mereka bertiga segera masuk ke dalam gua. Noel berkata bahwa Profesor Cage terlihat berbeda dari biasanya. Ia langsung melesat sangat cepat masuk ke dalam gua dengan memegang pedang unik di tangan kanannya.
“Pergerakan Profesor sungguh cepat. Aku dan kapten mati-matian mengimbangi kecepatannya.”
Setelah sampai di sarang ancient lizard Ibuku berhenti dan menatapku dari pintu gua. Noel dan kapten yang baru sampai langsung berlari kearahku karena melihat keadaanku yang sudah bermandikan darah. Noel berusaha membuatku tetap sadar dengan segala cara. Sedangkan kapten langsung menarik ancient sword dari punggungnya dan berusaha melindungiku dari anak ancient lizard yang mulai mendekat.
Saat itu induk dari ancient lizard sudah mulai berjalan mendekat ke arahku. Keadaan sangat genting saat itu. Noel yang terlalu panik melihatku tak sanggup bereaksi. Ia tak berani mencabut gigi ancient lizard dari perutku. Jangankan menyerang balik. Saat Noel tahu aku berhenti bernafas ia hanya terduduk dan menangis. Kapten yang siap bertarung mencoba menyerang anak ancient lizard yang mulai mendekat.
Saat kapten baru mengangkat pedangnya untuk menyerang, tiba-tiba terjadi ledakan cukup besar dari salah satu anak ancient lizard. Saat itu Ibuku sudah berpindah tempat dan muncul persis di depan kapten. Ibu berkata ' Jaga anakku! Kau akan mendapat balasan karena membuat anakku dalam keadaan seperti itu, Afhkar!’ kapten hanya terdiam karena terlalu terkejut.
Profesor Cage memasang kuda-kuda unik yang belum pernah di lihat, bahkan oleh kapten. Posisi kuda-kuda dengan kaki kiri di depan dan kaki kanan di belakang sedikit keluar ke arah kanan. Ia sedikit merendahkan posisi berdirinya dengan pedang di tangan kanan setinggi kuping mengarah ke depan, dan telapak tangan kiri yang juga lurus mengarah ke depan.
Tiba-tiba ia menghilang dari pandangan dan terjadi ledakan berturut-turut dari ketiga anak ancient lizard yang sedang mendekat. 3 anak ancient lizard mati terpenggal dengan tubuh hancur. Kapten yang kebingungan memilih mundur dan mendekat ke arahku.
Profesor Cage yang sejak tadi menghilang dari pandangan langsung muncul di samping Noel dan bertanya keadaanku. Noel hanya berkata bahwa aku tak bernafas. Seketika di wajah Ibuku terlihat ekspresi sangat marah.
Saat itu kapten mulai panik karena ancient lizard membuka mulutnya dan meraung sangat keras hingga membuat telinga terasa sakit. Noel yang melihat ke arah ibuku lagi-lagi dikejutkan oleh hal yang tak masuk akal. Ibuku hanya berkata ‘berisik!’ dan menghilang meninggalkan sedikit asap berwarna hitam tipis.
Entah bagaimana caranya, Profesor yang menghilang tiba-tiba berada di udara di samping kepala ancient lizard yang masih saja meraung dengan keras. Profesor mengangkat pedang dengan kedua tangannya, dan seketika pedang itu berubah menjadi sangat besar dan langsung memotong setengah dari kepala ancient lizard. Tebasan pedang raksasa itu juga menimbulkan ledakan yang sangat besar. Setelah memenggal kepala ancient lizard, pedang itu juga menyentuh tanah. Menimbulkan ledakan kedua yang sama besarnya, dan membuat tanah bergetar. Monster itu mati seketika.
Profesor yang muncul kembali di depanku, langsung mengangkatku dan melesat keluar dari gua itu tanpa berkata apa pun pada Noel dan kapten.
Noel dan kapten juga langsung keluar dari gua dengan terburu-buru. Setelah keluar dari gua mereka melihat suar berwarna hijau yang melesat ke atas langit. Itu menandakan posisi unit medis. Noel dan kapten segera menaiki kuda besi dan menuju ke arah suar itu.
Di keadaan genting saat itu sudah tak ada seorang pun yang memperhatikan waktu. Noel dan kapten hanya ingin segera mengetahui keadaanku. Unit medis berada di area kawah mendidih. Saat Noel dan kapten sampai, aku dan profesor masih berada di tempat itu. Unit medis langsung melakukan pertolongan darurat dan langsung membentuk tim untuk membawaku ke Eden Shelter. Peralatan unit penjelajah medis memang tak selengkap rumah sakit di Eden.
Setelah sampai di Eden Shelter aku langsung ditangani dengan cepat. Profesor Cage sendiri tak pernah muncul di Eden Shelter sampai detik ini. Ia hanya mengantarku sampai rumah sakit dan berlalu pergi.