DIARY ZARA

DIARY ZARA
67. Investor yang tak terduga



Sampai di toko Seperti biasa Zara merapihkan barang belanjaan Zara.


"Yah ko ini Daia sih, aku kan belinya soklin." Zara lihat dus Dusan belanjaan Zara.


"A Eko ini tadi Zara pesennya Soklin, ko ini jadinya Daia. Salah ambil bukan? " Tanya Zara di pesan WA.


"Oh iya ditukerin aja ya Zara. " Balas A Eko.


"Kalo dituker berarti Zara harus bawa dus ini naik angkot turun di terminal, Jalan ke SR bawa dus ini. Ah males banget. " Pikir Zara.


"Ga apa-apa deh kalo harganya sama. Harganya sama nggak? " Tanya Zara.


"Sama Zara harganya." Jawab A Eko.


"Ya udah ga apa-apa, males bawanya juga." balas Zara.


"Oke Zara, maaf ya. " Balas A Eko.


"Ih tuh kan A Eko beda sama A Rangga, kesalahan sedikit aja langsung minta maaf. Coba aja A Rangga pasti ga akan dia minta maaf. Pasti bilangnya bukan kerjaan aku." Zara menggerutu sendiri.


"Assalamu'alaikum bu besok bisa ke Bank ga, jam 3 sore? " Ada telpon masuk dari pa Toni bank Mandiri.


"Boleh pa. " Jawab Zara.


"Jangan lupa dibawa persyaratan nya ya bu, nanti saya kirim di WA, datengnya sama ibu dan Bapak aja karena pa Ditto nya kan udah ga ada." Jelas Pa Toni Bank Mandiri.


"Ok siap." Jawab Zara.


Besok jadwal pencairan kembali pinjaman KUR Zara dari Bank Mandiri.


"Uangnya buat apa ya? " Zara berpikir.


Ga disangka-sangka uang modal tambahannya dateng lagi coba, Zara kira harus nunggu lunas dulu baru Zara dapat pinjaman lagi. Eh ternyata dengan mudahnya sekarang Zara ditawarin lagi pinjamannya dengan mudah.


Esok harinya Jam 2 siang Zara berangkat ke Bank, Setelah selesai mengecat ulang rumah Zara bersama Ayah.


Zara, Jarel, Ibu dan Ayah berangkat ke Bank Naik angkot.


"Lama ga proses nya Zara?" Tanya ibu pada Zara di dalam angkot.


"Ga tau bu." Jawab Zara.


Sampai di Bank Zara langsung menemui pa Toni.


"Silahkan duduk dulu ya bu. Sambil nunggu orang Notaris nya masih di jalan." Jelas pa Toni pada Zara.


"Iya pa." Jawab Zara.


Tak lama, notaris nya pun datang. Proses penandatangan berkas-berkas pun berjalan dengan lancar, karena top up pinjaman jadi tidak ada berkas-berkas yang dipersulit.


"Bismillah ya Allah, semoga lancar usahanya, Zara sehat dan pinjamannya lunas dalam jangka waktu 3 tahun. Jika tidak di ambil tawarannya sayang, kesempatan Zara untuk memulai kembali usaha Zara yang telah porak-poranda tahun lalu. Semoga ini adalah titik bangkit Zara untuk kesekian kalinya. Tidak perlu suami kalo memang Zara bisa mapan dengan usaha sendiri. Semoga Allah selalu membantu segala urusan Zara." Zara berdo'a dalam hati.


"Pak bagaimana kalo yang 30jt nya Zara buka Agen Bank aja." Zara meminta kepada pa Toni.


"Boleh bu, besok sekalian saya daftarin aja ya buat Agen Bank Mandiri nya." Jawab pa Toni.


"Iya siap pa. " Jawab Zara.


Karena Zara pikir untuk apa uang 40 juta itu Zara masukan semua ke toko Zara, kebanyakan. Karena di toko masih ada uang modal Zara yang 12 juta dari penjualan mobil kesayangan Zara dulu. Lebih baik Zara buka Agen Bank lagi untuk melayani transaksi para pelanggan toko Zara. Karena buka Agen kan memang cita-cita Zara dari dulu yang sempat tertunda.


Kalo memang sekarang Rezekinya, Alhamdulilah. Memang mungkin ada saat nya satu persatu cita-cita Zara tercapai. Meskipun tidak memiliki suami, tidak menjadi penghalang Zara untuk mewujudkan cita-cita Zara mempunyai mini market dan Agen Bank Mandiri. Sedikit demi sedikit Zara akan mencapai cita-cita Zara itu. Lagi pula udah ada A Eko juga yang urusin barang belanjaan Zara. Jadinya Zara bisa di rumah aja mengurus usaha baru Zara Agen Bank Mandiri, Ayah Zara fokus di toko, Bagi-bagi tugas aja ya.


Sampai dirumah, ternyata Saldo dari Bank mandiri pun langsung masuk rekening Zara sebesar 40 juta.


"Alhamdulilah, mudah sekali ternyata prosesnya. Ga nyangka ya, karena memang ga ada niatan sih sebetulnya ngajuin pinjaman lagi. Tapi jika sudah dapat begini ya Alhamdulilah, tinggal bagaimana Zara mengelolanya aja. " Pikir Zara.


"A Eko kalo rokok filter buat eceran seribu ada ga? Yang rame orang lain pada jual. " Zara mengirimkan pesan WA ke A Eko.


"He.. he.. a Eko tunggu ya, Zara mau kasih kejutan orderan yang banyak." Zara bicara sendiri sambil menatap chat Zara bersama A Eko.


"Ada 4 Macem. Mau Yang mana? " A Eko mengirimkan nama-nama produk rokoknya.


"A Eko, barangnya dikirim si Om lagi ya, he.. he.. " Balas Zara.


"Boleh Zara. " Jawab A Eko.


Asikkkk.. senangnya Zara. Dengan semangat Zara langsung buka aplikasi SRC nya langsung klik semua barang yang Zara inginkan.


"A Eko udah ordernya. " Zara kirim kan SS orderan Zara dari aplikasi SRC.


"Terkejut ga ya dia, dengan nominal belanjaan Zara. " Pikir Zara dengan senyum sumringah ga sabar nunggu barang belanjaan datang besok.


"Ok siap, besok di anter si om belanjaannya? " Tanya a Eko.


"Iya soalnya Zara lagi persiapan buat buka Agen Bank Mandiri usaha baru Zara untuk hari senin. Jadi ga bisa kesitu kayanya. Bantu ya? " Jelas Zara.


"Oke, nanti disampaikan ke si om ya. Lancar buka usaha baru nya ya Zara." balas A Eko.


"Amin... mudah-mudahan ya A Eko. " Jawab Zara.


Semoga ini awal yang baik bagi Zara. Zara jadi punya 2 usaha. Semoga semuanya lancar, terutama barang belanjaan untuk toko Zara.


Karena jika sudah buka Agen, pastinya Zara tidak bisa kemana-mana. Setiap hari stand by di toko.


Untungnya, pas banget A Eko menawarkan aplikasi SRC untuk belanja. Jadi Zara bisa pilih stock untuk toko sambil menunggu Agen Bank Mandiri Zara. Karena jika awal buka harus fokus, ga boleh keseringan tutup. Karena masih dalam tahap perkenalan pada pelanggan.


Ga mudah menemukan partner bisnis itu, ga mudah juga mendapatkan investor yang mau memberikan modalnya, meskipun memang berupa pinjaman. Tapi sekarang semua kesempatan itu sudah di depan mata. Semoga lancar semuanya. Demi cita-cita Zara dari dulu yang sempat tertunda. Tidak apa-apa sakit dulu, tidak apa nangis berdarah-darah juga jika hadiahnya seperti ini. Karena diluar sana masih banyak orang yang kesulitan ekonomi, kesulitan pekerjaan. Nah ini kesempatan untuk Zara datang satu persatu dengan sendirinya. Memang kuasa Allah tidak pernah kita tahu. Banyak bersyukur dan selalu meminta dilindungi itu saja sih.