DIARY ZARA

DIARY ZARA
13. Tawaran jodoh untuk Zara



Hari-hari Zara dihabiskan untuk fokus berjualan di toko dan mengurus Jarel. Tak ada kepikiran untuk mencari lagi jodoh, Males banget. Toh, jika nanti sudah waktunya tiba, jodoh itu akan datang dengan sendirinya.


Seperti hal nya materi duniawi, untuk apa terus dicari. Yang ada malah semakin susah. Apalagi Cinta, seperti ada di lagu juga "Semakin ku kejar semakin kau jauh" seperti bayangan yang jika kita terus berlari mengejar, kita tidak akan mendapatkan bayangan itu. Yang ada hanya rasa lelah.


Cukup berdiam diri dan meminta kepada Allah, kekuatan do'a sangat luar biasa. Apa pun yang kamu minta pasti Allah kasih, asal kan kamu mau sabar menunggu sampai Allah memberikan semua hadiah itu diwaktu yang tepat, tanpa diduga diluar ekspektasi yang di bayangkan sebelumnya. Yakinlah.


Karena Allah juga berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 117.


"(Allah pencipta langit dan bumi. Apabila dia hendak menetapkan sesuatu, dia hanya berkata kepadanya, "Jadilah!! " maka jadilah sesuatu itu. "


Ketika Zara sedang menunggu toko, ada mang Yana tetanggaku Dateng.


"De rokok biasa. " sambil memberikan uang nya mang Yana membeli rokok.


"Ini." Zara memberikan rokoknya pada mang Yana.


"Keluar atuh de kali-kali, di toko wae bosen. Iraha kenging jodo na coba? " mang Yana ketawa aja liat aku yang tak suka keluar rumah kecuali memang ada keperluan belanja.


"Males mang, mau ngapain mending di toko, dapet duit. Kalo maen mah ngeluarin duit. " Jawab Zara ketawa.


"De kalo kamu mau ketemu jodoh, kamu harus belajar nakal dulu coba. " Mang Yana mengajarkan yang ga baik nih.


"Iya gitu mang?" Zara tertawa.


"Iya lah, kalo kamu kaya gini terus kapan ketemu jodohnya." Jelas mang Yana pada Zara.


"Ah amang bisa aja, emang amang ga percaya kata-kata allah, kalo jodoh kita sudah tertulis dilauhul mahfudz mang, gak akan pernah tertukar dan suatu saat pasti akan dipertemukan. " Jelas Zara.


"Yah lama atuh Zara kaburu seepeun ku batur coba. mendingan kamu iseng iseng bangor we heula. Ngan bangor no tong sampe apaleun indung suku. Kudu pinter. " Jelas Mang Yana.


"Ga ngerti mang Zara bangor teu apaleun indung suku teh kumaha. ha. ha.. " Zara bingung.


"Nya sok we heureuy we heureuy masalah jodo jeung heunteu na mah kumaha ngke we. Nu penting mah aya batur ameung heula kitu. " Jelas mang Yana.


"Alim ah mang saur pa ustadz ge jangan pacaran. Karena pacaran akan mendekatkan kita pada kemaksiatan.


"Dan janganlah kamu mendekati zina, (Zina) itu sungguh suatu perbuatan keji. Dan suatu jalan yang buruk - Al Isra ayat 32." Jawab Zara sambil tersenyum pada mang Yana.


"Hade eung si dede dakwah wae ayeuna mah. " Mang Yana ketawa.


"Ha.. ha.. nggak mang itu mah sekedar tau aja Zara. " Jawab Zara.


"Ga mau main main Mang, dosa. Jodoh kan cerminan diri kalo kita nakal pasti dapet nya yang nakal. kalo kita belajar baik insya allah nanti dapet nya yang baik mang itu janji allah.


"Ta'aruf aja, cukup 3 kali pertemuan sebelum nikah. pertemuan pertama kali perkenalan, pertemuan kedua lamaran, pertemuan ke 3 akad pernikahan. Keren ga mang. " Jawab Zara.


"Ya sudah lah nanti amang cariin. Kudu ka ustadz ieu mah atau ka habibnya? " Tanya mang Yana.


"Nya sok atuh mang, cariin aja. Nanti Zara seleksi. " Jawab Zara.


Coba urang tanya budak na nya.


"De mau ayah baru nya yang gimana? " Tanya mang Yana pada Jarel.


"mmmmm... " Jarel Mikir.


"Yang ganteng yang jelek?" mang Yana ngasih pilihan.


"Yang ganteng. " Jawab Jarel sambil ketawa.


"Yang kaya yang miskin?" Tanya mang Yana.


"Yang kaya. " Jawab Jarel.


"Yang punya mobil apa motor?" Tanya mang Yana lagi.


"Mobil. " Jawab Jarel.


"Jeep apa sedan?" terus aja mang Yana bertanya.


"Jeep. " Jawab Jarel.


"Yang tua apa muda?" Tanya mang Yana.


"Muda." Jawab Jarel


"Ok. Nanti mamang cariin. Aa pilihin nanti ok!! "


"Ok." Sambil ketawa.


"Loba kahayang ning budak teh eung gagah. " mang Yana ketawa aja.


"Coba tanya mamah nya pasti simple jawabnya. " Jawab Zara.


"Naon coba eta teh?" tanya mang Yana.


"Heuuh puguhan hese eta teh. Ke nya urang milarian heula. " Mang Yana pulang sambil garuk-garuk kepala pusing ga jelas. "


"Enggalan nya mang. " Jawab Zara.


"Pan itu sound system tos aya, nu qori tos aya, hadroh siap, Nu ngahias sareng foto eta tinggal digorowokeun di payun." Mang Yana udah persiapkan semua bareng teman-temannya.


"Ha.. ha.. Si abah ge kemarin nawarin janur ke Zara sama bu Endang juga katanya mau masakin buat Zara, terus pa Guru udah siapin Gor SMA. Masalah na panganten cowok nya mana mang? " Zara ketawa.


"Bodor didinya mah de, ngkin lah urang milari heula. segerakanlah." Jawab mang Yana.


"Ya sok atuh mang di antos. " Jawab Zara.


Siapapun mau cariin calon silahkan. Zara terima dengan senang hati. he.. he. .


Dateng Mang Dana Galon air isi ulang.


"Zara mau ga mamang punya temen 2. Bisi mau kenalan ini ada no whats app nya? " Tanya Mang Dana sambil menurunkan beberapa galon air minum.


"Bujang apa duda mang? " Tanya Zara.


"Duda. " Jawab mang Dana.


"Yah, emang ga ada gitu mang bujang tua? " jawab Zara ketawa.


"Duda, anaknya baru nikah kemarin. " Jawab mang Dana.


"Hahh.. aki-aki atuh kalo anaknya udah nikah mah amang." jawab Zara.


"Nggak atuh, ya lumayan we 50 an. " Jawab Mang Dana nyengir.


"Ga mau ah, mau yang masih muda. " jawab Zara.


"Yang satu lagi berarti nya masih muda, belum pulang masih di Taiwan sekarang. Nanti dikabarin lagi. " Jawab Mang Dana.


"Ok lah, siap di tunggu. Nanti kalo udah pulang, langsung ngelamar ke rumah Zara aja yang mang. " Jawab Zara.


"Ok siap. " jawab Mang Dana.


Dateng lagi nih sales snack A Dani.


"Teh, ni barang dateng buruan dipilih. " A Dani langsung masukin motornya ke teras garasi Zara karna udah akrab juga jadinya enak aja ngobrol nya.


"Ok siap, sok a. Keluarin semua. " Zara langsung nyamperin a Dani ke teras rumah.


"Ada nggak bos teh? " Tanya ayah pada a Dani.


"Aduh pa, berat eung. Harus yang bener-bener buat Zara mah calon suami nya juga ga boleh laki-laki sembarangan. " Jelas a Dani pada Ayah ku.


"Waduhh.. hebat ya a. ga boleh yang sembarangan emang. " Jawab Zara.


"Iya lah, takutnya yang mau numpang hidup doang, banyak pa yang gitu. Apalagi liat rumahnya Zara, usahanya Zara. Cantik sholehah, pinter. Laki-laki mana yang ga mau coba, Pasti banyak. "Jelas a Dani.


"Iya sok cariin. " Jawab ayah aku pada a Dani.


"Siapa yah? Nanti deh cari dulu, harus bos. Kalo bukan bos kan sayang. Ngapain numpang tidur doang. " Jawab a Dani ketawa.


"Ha.. ha... " Zara ketawa aja.


Memang nya seperti apa ya Zara sekarang, Zara sendiri merasa biasa aja.


Sorenya si om dateng anterin belanjaan seperti biasa.


"Si bapak mau kemana Zara barusan liat di jalan." Tanya si om sambil menurunkan barang belanjaan ku dari mobil.


"Pulang dulu om, mandi dulu. Nanti kesini lagi nginep disini. " Jelas Zara.


"Tiap hari nginep disini? " Tanya Si om.


"Iya, sejak tanggal 11 februari nyampe sekarang ga pernah absen nungguin om, takut ada yang nyulik mungkin ya om anaknya. " Zara ketawa.


"Iya lah, apalagi toko buka nyampe malem. Bahaya kalo ga ditungguin. " Jawab si om.


"Hayo makanya cariin om. Banyak orang ini ke SR yang belanja juga kan. " Jawab Zara.


"Siap nanti dicariin, ga boleh orang sembarangan ngasih nya juga. " Jawab Si om.


"Ha.. ha.. kenapa ya tiap orang ngomongnya gitu om. " Tanya Zara.


"Iya lah, semua orang juga tau Zara wanita hebat harus dapet laki-laki yang hebat juga." Jelas si om.


"Oh gitu ya." Zara tertawa.