
Hari ini Zara mengikuti acara parenting di sekolah Jarel membahas tentang psikologi anak, bagaimana cara mengetahui perkembangan emosial anak, di masa golden age ini. Peran orang tua sangat penting untuk menentukan masa depan anak nanti.
Zara berkumpul bersama orang tua yang lainnya. Zara tidak terlalu sering berkumpul dengan ibu-ibu Tk, kecuali memang ada acara penting seperti ini Zara menyempatkan waktu untuk mengikuti nya, lain hal nya jika acaranya kumpul-kumpul di rumah ibu A, besok ibu B, begitu-begitu Zara ga pernah ikut, karena ada kesibukan di toko juga.
Parenting ke dua setelah Jarel bersekolah di TK ini. Dulu parenting dilaksanakan ketika Zara sedang terpuruk waktu itu. Zara bertanya.
"Bu apakah kondisi Zara sekarang yang berpisah dengan suami akan mempengaruhi perkembangan psikologi Jarel? " Zara sangat khawatir akan hal itu.
"Bahagia aja dulu ibunya, insya Allah gak akan ada dampak buruk pada anaknya, asalkan ibunya bisa kuat, bahagia, dan tabah mengahadapi semuanya. " Jawab ibu guru pada Zara waktu itu.
Suatu tugas yang sungguh luar biasa sulit bagi Zara. Sebenarnya yang butuh healer, psikolog, ustadz dan ustadzah itu adalah Zara bukan Jarel anakku.
Alhamdulilah Jarel bisa membuktikan bahwa dirinya baik-baik saja, terbukti dengan segala pencapaian prestasi yang ia raih di saat Zara berjuang sendirian. Anak ini sungguh luar biasa hebat.
Zara berusaha menjadi Ibu sekaligus Ayah untuknya. Jangan sampai anakku mengalami luka inner child dan trauma masa lalu seperti ibunya. Cukup sampai Zara saja.
Zara berusaha mencari pencerahan dari berbagai hal, Meminta petunjuk pada Allah, mencari petunjuk dalam al-qur'an, mendengarkan tausiah ustadz dan ustadzah di youtube bahkan yang sekarang masih Zara lakukan adalah berkonsultasi dengan seorang healer sekaligus psikolog lewat youtube.
Semuanya Zara lakukan agar Zara bisa sembuh dari segala luka masa lalu, jangan sampai luka itu aku berikan kepada Jarel anakku.
Ibuku keras pada Zara karena ibu mendapatkan perlakuan seperti itu dari Ayahnya, yaitu kakek Zara, Kakek Zara berlaku keras pada ibu karena asuhan dari ayahnya yang seorang tentara veteran waktu itu di Zaman penjajahan.
Pola asuh, bullying, KDRT semua itu dilakukan seperti suatu pola yang akan terus berulang jika rantai itu tidak diputus. Orang yang pernah mendapatkan pola asuh yang keras di masa kecil, secara sadar atau tidak dia akan tumbuh menjadi orang yang egois dan keras kepala, orang yang pernah mendapatkan perundungan dimasa kecil, ketika dewasa dia cenderung akan melakukan perundungan yang bahkan lebih parah, seorang laki-laki yang masa kecil nya tidak mendapatkan kasih sayang orang tua, ketika dewasa ia cenderung akan melakukan tindakan kekerasan dalam rumah tangga.
Maka dari itu, Zara paham sekarang. Sebelum Zara bertemu dengan pasangan selanjutnya. Allah memberikan waktu untuk Zara memperbaiki diri, menyembukan luka bathin sendiri. Karena tidak ada yang bisa merubah orang itu selain dirinya sendiri.
Kasih sayang dan perhatian Zara sepenuhnya untuk anakku, karena memang Anakku sangat membutuhkan nya untuk saat ini.
10 mimpi istikharah Zara, satu persatu menjadi nyata.
Ketika Zara bermimpi diberi petunjuk jalan oleh seorang laki-laki di mushola supermarket waktu itu. Seorang laki-laki yang sangat bersinar, Zara tak mampu melihat wajahnya.
Apakah mungkin itu sosok malaikat yang diutus Allah untuk memberi petunjuk jalan terbaik bagi Zara. Setelah segala do'a dan taubat yang Zara lakukan.
Wallahu a'lam, Hanya Allah yang maha mengetahui.
Yang pasti Zara bangkit dan bahagia berdua bersama Jarel atas segala pertolongan yang telah Allah berikan selama ini. Inilah bukti nyata bahwa pertolongan Allah itu sangat dekat.
Ketika Rasul dan orang beriman dahulu bertanya pada Allah.
"Kapankah datang pertolongan Allah? " Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat - Al Baqarah ayat 214.
Bukti nyata setelah Zara melalui segala hal yang begitu berat dalam hidup, Allah menuntun Zara untuk keluar dan sekarang Zara baik-baik saja, Alhamdulilah.
"Masalah itu tidak akan terasa berat jika kita menjalaninya dekat dengan Allah - Rangga. "
Selesai Parenting aku langsung menuju Kota Sukabumi untuk membeli ATK.
"Mamah makan dulu ya, Aa Laper. " jarel merengek karena selesai parenting jam 11 siang, sebentar lagi waktunya makan siang.
Zara dan Jarel makan siang di KFC sesuai permintaan Jarel sebelumnya.
Di jalan macet sekali karena ada perbaikan jalan sekaligus kecelakaan. Jadinya angkot nya muter lewat jalan perumahan.
Pulang dari Sukabumi Zara turun di toko Frozen food, ternyata toko nya tutup.
"Yah,, tutup a tokonya." Zara sedikit kecewa.
"Ke si om aja yuk mah, rokok kan abis. " Ajak Jarel karena memang toko Frozen food ini tak jauh dari SR Grosir.
"Yakin Zara kamu sanggup menginjakan kaki di SR lagi? " Zara bicara dalam hati.
"Gimana jika bertemu lagi dengan Rangga. Apa kamu sanggup. " Tanya Zara dalam hati.
"Bismillah coba aja, Zara mau belanja bukan mau bertemu A Rangga. Ok!!" Zara mengumpulkan segala kekuatan untuk masuk ke SR Grosir.
"Ayo a, berangkat." aku memegang tangan Jarel menuju Parkiran SR Grosir.
Di pintu masuk Zara melihat suasana SR Grosir yang berbeda dari 3 bulan yang lalu.
"Ya Allah ini mimpi atau nyata. Kenapa suasana nya persis sama seprti pada mimpiku. SR Grosir berubah benar-benar nyata." Zara berkata dalam hati sambil melangkahkan kaki masuk ke SR Grosir.
Seperti suasana dalam mimpi kelima ku. Hanya bedanya SR grosir yang nyata masih 1 lantai, namun penataan barang dan rak-rak nya sama.
"Iya Zara. " Jawab Zara.
"Beneran Zara kan? Kemana aja? Tanya teh Syifa tersenyum.
"Ada teh di toko. He.. he.." Jawab Zara.
"Sibuk di toko ya? " Tanya Teh Syifa.
"Iya." Jawab Zara.
Zara melihat Rangga duduk di meja kasir. Memakai kaos warna Orange, Rambut dikuncir acak-acakan. Dia tersenyum.
Zara balas senyuman a Rangga, dan berlalu ke dalam untuk sekedar berkeliling melihat suasa toko Yang baru.
"Eh Zara ya. Sehat? " Tanya a Eko yang sedang merapikan barang pajangan.
"Alhamdulilah a. Suasana baru ya tokonya? Bagus a. "Jawab Zara pada a Eko. .
"Iya nih, masih beres-beres. " Jawab A Eko.
Benar-benar seperti minimarket sekarang suasana di SR.
"Good job a Rangga. " Zara berkata didalam hati.
"Wah firasat buruk ini. " Wisnu berkata sambil berpapasan dengan ku.
"Eh, Zara." Sapa wisnu.
"Hay." Zara kembali menyapa wisnu.
Seperti dalam mimpi itu Zara bertemu wisnu juga di area yang persis sama.
Zara kembali ke meja kasir a Rangga, karena Zara hanya membeli rokok saja.
Zara menunggu antrian satu bapak-bapak didepan Zara.
"A Rangga kamu Capek ya, kurus banget. Mata mu juga, pasti kurang tidur ya? " Tanya Zara dalam hati yang berdiri didepan Rangga terus memperhatikan Rangga.
"Sok, sebutin? " A Rangga Akhirnya bicara padaku.
"Rokok aja. " Zara berusaha menyebutkan barang belanjaan Zara pada a Rangga.
"Apa lagi? " Rangga bertanya.
"Udah segitu aja. " Jawab Zara senyum.
"470 ribu, udah aja? " Rangga senyum karena mungkin Zara belanja nya sedikit banget.
"Iya udah Aja. " Jawab Zara.
Suasana yang sama seperti pada mimpiku. Rangga duduk di depan ku karena dia duduk di depan komputer kasir. Aku berdiri disampingnya karena untuk melihat nominal belanjaku yang tertera di depan komputer yang a Rangga pegang.
Dengan melihat wajahmu saja, Zara tau kamu lelah sekali a Rangga, semangat terus ya. Meskipun acak-acakan begitu. Gantengnya ga ilang kok di mata Zara. Zara bicara dalam hati.
"A Rangga kangen.. kangen banget.. " itulah yang sebenarnya ingin Zara katakan padamu namun ga bisa. Zara hanya bisa bicara dalam hati sambil melihat senyuman di wajah nya a Rangga yang manis.
Zara pindah ke meja a Eko untuk membawa rokok.
A Rangga berdiri dari tempat duduk nya dan bicara dengan sales yang baru saja datang.
Zara berlalu keluar SR untuk pulang kembali ke toko.
Diluar Zara melihat mobil si om yang terparkir, namun si om nya tidak ada.
Ada kesamaan kan dengan mimpi ke lima ku. Apakah mimpi selanjutnya akan berubah menjadi nyata, entahlah hanya Allah yang mengetahui dan biarkan waktu yang akan menjawab.