
Setelah 3 bulan memulai kembali usahaku, sudah mulai terlihat sedikit demi sedikit stabil hasilnya.
Zara bisa membuktikan bahwa, aku bisa bangkit sendirian, aku mampu, aku kuat, aku berharga, aku hebat.
"Mamah aa seneng deh sekarang mamah ga pukul-pukulan lagi sama ayah." tiba-tiba setelah selesai mengaji Jarel bicara seperti itu.
"Emang kapan mamah pukul-pukulan sama ayah, aa liat? " Tanya Zara, merasa bersalah. Zara kira selama ini Jarel tidak tau.
"Dulu kalo berantem sama ayah, sampe mamah nangis, aa tau kok." Jawab Jarel.
"Maafin mamah ya, sekarang ga akan lagi deh, mamah janji. " Jawab Zara merasa bersalah sekali.
"Iya, mamah juga udah bisa ketawa tiap hari sekarang, aa juga jadi seneng, kalo ada yang bikin mamah nangis lagi nanti, pasti aa marahin. Ga boleh, ga boleh bikin mamah aa nangis. " Jelas Jarel dengan penuh ekpresif.
"Iya, ga bakalan ada yang jahat sama mamah kok. Besok kita jalan-jalan ok. " Zara mau ajak Jarel jalan-jalan sekaligus membawa printer thermal ku yang eror tidak bisa keluar struk nya.
Tiba-tiba saja printer ku bermasalah lagi. Ada aja hambatan ketika aku mulai lancar menjalankan usahaku. Giliran printer thermal ku sekarang yang eror. Aku ingat dulu Rangga yang memperbaiki printer Epson ku, yang alhamdulilah sampai sekarang bisa aku gunakan dengan baik. Alhamdulilah yang print tugas pun banyak sekarang, Anak SMA dan SMP mulai banyak tugas. Mereka kirim tugas di Whats app setelah selesai nanti baru mereka ambil. Rutin setiap hari nya selalu ada. Belum lagi dari pesantren yang rutin membuat dokumen untuk kebutuhan ke kantor imigrasi untuk keberangkatan umroh karena pa ustadznya bekerja sama dengan travel umroh, alhamdulilah print dokumen nya selalu meminta bantuan Zara.
Zara mencoba memberanikan diri bertanya lagi pada Rangga. setelah sekian lama aku tidak berkomunikasi bahkan no Rangga pun sudah aku hapus. Namun ternyata masih saja aku ingat no nya Rangga.
Aku coba simpan kembali dikontak ku, ternyata Rangga memakai foto profil whats app seperti mata seekor hewan berbulu hitam dengan mata kuning yang sorotan nya tajam.
"Ih serem." Aku berbicara sendiri.
Aku buka di telegram masih menggunakan foto dengan kata-kata kasaranya.
"Ih serem ya, kok fotonya pake kata-kata gitu sih, emang ga malu ya sama orang. Nanti anggapan orang bagaimana? " tanya Zara dalam hati.
Tak lama kemudian foto profil di whats app nya hilang, tanpa foto. Namun menggunakan kata-kata Eccedentesiast.
"Sepertinya A Rangga sedang tidak baik-baik saja. " aku berbicara sendiri.
"A Rangga Apa kabar? " Aku memberanikan diri kembali mengirimnya pesan whats app.
"Alhamdulilah baik. " Jawab Rangga, waw ternyata gercep ya sekarang balas pesannya. Hebat ada perubahan baik ternyata alhamdulilah.
"Boleh minta bantuan? " Tanya Zara.
"Boleh, bantuan apa? " Gercep guys sekarang A Rangga membalas pesannya, mungkin sedang tidak sibuk.
"He.. he.. biasa printer, struknya ga bisa keluar. " Jelas Zara.
"Oh printer kasir? " Tanya Rangga.
"Iya. "Jawab Zara.
"Maaf, kalo printer kasir aku ga tau. " Jawab Rangga.
"Yah. " Zara kecewa.
"Ya sudah, makasih ya. Nanti aku coba ke toko aja langsung. " Jawab Zara.
"Iya. " Rangga menjawab dengan singkat.
Alhamdulilah ada perubahan sekarang ternyata balas pesan nya bisa cepet, ga kaya dulu pas lagi kacrut-kacrutnya, nunggu balas pesan pun se abad lamanya.
Aku scroll ternyata masih ada pesan whats app Zara sama si koko yang punya toko komputer di sukabumi.
"Koko maaf mau tanya. Kalo struknya ga keluar dari printer thermal kenapa ya?" Tanya Zara.
"Pernah ganti USB port kah?" Ko Daniel langsung menjawab.
"Nggak" Jawab Zara. Padahal Zara juga ga tau USB port tuh apa, karena Zara paling tidak mengerti masalah komputer begini. Zara bisanya pake aja. Gaptek memang, harap maklum Zara anak kampung dulu nya. ha.. ha...
"Coba restart. " Ko Daniel memberikan arahannya.
"Sebentar ko. "Jawab Zara.
"Masih ga keluar ko. " jelas Zara yang sudah mencoba print lagi.
"Clear dulu que nya. Ntar cek pas restart apa sudah kosong que nya. " Jelas ko Daniel.
"Masih ga bisa ko. " Jawab Zara.
"Kalo masih kaya gitu. Takutnya driver nya duplicate. " Jawab Ko Daniel.
Asli Zara ga ngerti ko, harus sekolah IT lagi ini. Biar pinter. ha.. ha.. Zara.. Zara dasar kamu.
"Ya udah besok bawa ke toko aja. Kita analisa CPU sama printernya. Bilang ke anak-anak didepan. Mau langsung ketemu ko Daniel." Jawab ko Daniel yang baik hati ini.
"Ok siap ko, besok Zara bawa ke toko aja. "
Zara bawa printer nya ke toko. Daripada nunggu ditoko. Zara jalan-jalan dulu ke mall bawa Jarel untuk sekedar mandi bola.
Jarel seneng banget karena udah lama juga Jarel ga mandi bola. Dengan lincahnya berlari kesana kemari sambil tertawa dan sesekali terdengar suara teriakan-teriakan kecil nya karena menuruni perosotan.
"Alhamdulilah keceriaan kembali terlihat pada wajahmu nak, mamah janji ga akan bikin kamu sedih dan takut lagi. " Zara bicara dalam hati.
"Mamah laper, mau makan. " Jarel merengek karena udah capek mungkin bermainnya dan minta makan.
"Udah maen nya. Mau makan dimana? Tanya Zara.
"Solaria caffe. Chicken steak. " Jawab jarel
Chicken Steak Cheesy dan smoothies strawberry memang menu favorit Jarel banget di Solaria, karena mungkin pas waktu hamil menu favorit mamahnya itu, eh pas lahir jadi nurun. Beda sama Ditto yang lebih suka Wagyu steak.
"Ayo berangkat. " aku menarik tangan jarel ke luar area mandi bola.
"Horeee.. asyiikk." Jarel tertawa dan lari-lari.
Sampai disolaria Jarel langsung lari ke tempat duduk yang biasa aku pake di situ. Udah jadi tempat favorit banget pokoknya.
Dengan lahapnnya Jarel menikmati Chicken steak favorit nya sambil sesekali bergaya seperti
food blogger yang suka dia tonton. apalagi, Makan receh, menu receh tapi rasa ga recehan.. ha. ha.. Jarel jarel.
"Mah besok kita ke KFC ya, nyobain menu lain. " Ajak Jarel.
"he.. he.. "Zara unjuk gigi.
"Malah ketawa si mamah sih. " Jawab Jarel.
"Ok.. Nanti kita jualanan dulu. Aa bantu mamah jualan di toko. Kalo ada uang lebih sisa bayar cicilan dan gaji kakek nanti kita maen lagi. " Jawab Zara
"Ok siap. Nanti aa bilang ke temen aa, suruh jajan di toko aa. Biar nanti uang aa jadi banyak kan mah. " Jawab Jarel.
"Good. " jawab Zara mengacungkan dua jempol.
Zara kembali ke toko, ambil CPU yang sudah selesai ko Daniel perbaiki lalu pulang ke toko. Zara ikat sendiri pake kardus dan tali rapia. Karena dulu pernah di contohin A Rangga.
"Biar gampang bawa nya harus kaya gini. " A Rangga berkata seperti itu.
Aku senyum sambil berjalan dengan menjinjing CPU di tangan kanan ku. Dan tangan kiri ku memegang tangan Jarel.
"Terimakasih A Rangga. " Zara selalu berbicara dalam hati.