DIARY ZARA

DIARY ZARA
10. Takdir



Setelah semua kejadian yang menimpa Zara, membuat Zara sakit, sedih, kecewa, Semua harapan masa depan hancur, depresi, Zara sadar bahwa hidup masih terus berlanjut. Anakku masih butuh seorang ibu yang kuat.


Zara kembali memulai usaha dari awal. Setelah melepaskan semua kesakitan tentang Ditto, Mobil dan Rangga. Zara sadar tak akan selamanya hidup seperti ini. Masa depan pasti akan lebih Indah. Meskipun Zara bangkit seorang diri, Zara yakin Allah selalu ada, selalu menuntunku setiap waktu.


Karena terkadang jatuh dan kehilanganan itu perlu, agar kita bisa kembali ke jalan yang benar. Mengingat Bagaimana kuasa Allah yang dengan mudahnya memutar balikan keadaan manusia. Kapan kita berada di atas, kapan kita berada di titik terendah dalam hidup. Semua sudah menjadi takdir dan kehendaknya. Ada yang bisa dirubah namun ada ketetapan yang tidak bisa dirubah.


Semua orang melihat rumah tangga Zara dan Ditto itu bahagia, mapan, telah banyak pencapaian yang didapatkan walaupun baru menikah 7 tahun dan terbilang pasangan muda.


Namun semua yang terlihat diluar tak seperti apa yang aku rasakan selama ini. Segala yang telah aku alami dalam perjalanan rumah tangga ku yang begitu berat, akhirnya dapat diakhiri dan aku merasa sangat lega. Memang mungkin inilah jalan terbaik.


Ada sebagian orang pula yang berbicara. itu adalah godaan rumah tangga. Dimana jika akan mencapai titik kesuksesan pasti akan menemukan suatu rintangan, berhasil atau tidak nya menghadapi ujian itu tergantung kepada diri masing-masing.


Ada pula yang berkata karena sihir. Aku tidak percaya hal-hal seperti itu. Jika memang ada, biarlah Allah yang membalas semuanya, karena Zara tidak pernah berniat buruk kepada siapapun dalam hal apapun.


Karena seperti dalam surat Al-baqarah ayat 102 yang artinya adalah:


Sesungguhnya kami hanyalah cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kafir. Maka mereka mempelajari dari keduanya (malaikat itu) apa yang (dapat) memisahkan antara seorang (suami) dengan istrinya. Mereka tidak akan dapat mencelakakan seseorang dengan sihirnya kecuali dengan izin Allah.


Maka dari itu jika memang benar antara Ditto dan Zara terpisah dikarenakan ada pengaruh sihir dari orang yang tidak suka akan keberhasilan Zara dan Ditto waktu itu. Zara tidak mempercayai nya karena semua tidak akan terjadi jika Allah tidak menghendaki. Namun apapun jalannya. Ya mungkin harus lah seperti itu. Ada hikmah yang dapat di ambil dari setiap kejadian yang telah dilalui.


Cukup dengan sabar dan shalat berserah kepada Allah. Semoga semua ujian bisa Zara lewati dengan kuat.


"Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar - Al Baqarah ayat 153."


"Dan kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar - Al Baqarah ayat 155."


"Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata "Innalillahi wa inna ilaihi rajiun" Sesungguhnya kami milik Allah dan kepadanya kami kembali - Al Baqarah ayat 156."


"Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan Rahmat dari tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk - Al Baqarah ayat 157."


Allah memberikan segala petunjuk nya melalui Rangga. Secara tidak sadar Zara mengikuti segala apa yang dikatakan Rangga tentang semua nasihat-nasihat dan pembelajaran tentang bagaimana cara memulai usaha.


Rangga seperti seorang Imam, sahabat, kakak, guru terbaik yang Zara inginkan selama ini. Namun kesalahan Zara adalah Zara egois, karena mengharapkan untuk memiliki Rangga secara fisik, selalu ada menemani secara nyata. Itulah yang menyebabkan kesakitan dalam hati Zara, padahal tidak semua bisa kita dapatkan seperti apa yang kita inginkan. Ada banyak pertimbangan memang yang harus dipikirkan.


Bagaimana mungkin Zara ingin memiliki Rangga seutuhnya, di saat Zara pun masih menjalani masa iddah, itu adalah kesalahan.


Bagaimana mungkin Orang baru seperti Rangga bisa langsung siap menikah dengan Zara disaat Rangga nya sendiri belum tau perasaan apa yang Rangga rasakan terhadap Zara.


Mungkin memang Zara bertemu dengan Rangga, di saat Rangga memiliki pacar, tanggungan keluarga serta tanggung jawab lain yang harus diselesaikan. Tapi Zara terus memaksa untuk Rangga bisa mengambil keputusan yang sulit. Ya tidak akan bisa semudah itu.


Sisi positifnya adalah walaupun Rangga tidak menemani Secara fisik namun secara perkataannya Rangga selalu menemani disetiap langkah yang Zara ambil. Sampai pada saat Zara memutuskan untuk berhijrah, memulai kembali usaha zara. Setiap waktu perkataan Rangga lah yang selalu menguatkan Zara.


Mungkin seperti halnya kita sekolah memiliki seorang guru. Disaat kita diberikan nasihat oleh guru kita, kita akan mengikutinya. Saat kita salah terkadang guru itu menegur atau bahkan mencubitnya. Adakalanya murid yang terpesona kepada Gurunya dan mencintai gurunya. Semua itu untuk hasil akhirnya adalah menjadikan seorang murid itu menjadi orang yang berguna, pintar, cerdas di masa yang akan datang. Seperti itulah pelajaran yang Zara dapatkan setelah bertemu dengan Rangga.


Jika pada waktu itu Allah tidak menjauhkan Rangga dari Zara mungkin Zara tidak akan sekuat ini, mungkin Zara tidak akan setabah, sesabar ini, mungkin juga Zara tidak akan hijrah.


Allah selalu memiliki alasan dan sisi baik dalam segala hal apapun yang terjadi dalam hidup kita. Sakit iya, marah pasti, tapi bagaimana kita bisa kembali bangkit itulah hal yang sangat luar biasa.


Meskipun Rangga tidak ada secara fisik namun kata-katanya memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan kehidupan Mental Zara.


Saat Rangga mengatakan.


"Pilih toko atau mobil?"


Zara memilih toko.


Hasil dari Over kredit mobil Zara 20 juta waktu itu, menjadi awal perjuangan Zara menata kembali usaha Zara sendiri.


Ini satu-satunya harapan Zara, sumber penghasilan yang menentukan berhasil atau tidak nya nanti Zara menghidupi Jarel, Ayah dan ibu ku sendirian.


Tidak ada waktu untuk menangis lagi, kehidupan baru segera dimulai. Bagaimana nanti Rangga, serahkan semua takdir ada ditangan Allah. Baik berjodoh atau tidak akhirnya. Zara sangat bersyukur kepada Allah karena telah menghadirkan sosok Rangga di hidup Zara. Tidak berharap terlalu tinggi. Karena kita tidak pernah bisa memaksa orang untuk mencintai Semua berjalan sesuai kehendak yang telah Allah tetapkan. Semua sudah ada jalannya. Apapun yang terjadi Rencana Allah pasti yang terbaik.