
Banyak pertanyaan dalam hati Zara.
"Dimana Rangga? Apa yang terjadi pada Rangga sebenarnya? Zara harus tanya kepada siapa? Apa Rangga sudah menikah? "
Pikiran itu yang terus berkecamuk dikepala Zara saat ini.
"A Rangga sekarang kerja dimana? " Zara mengirim Rangga pesan.
"Dibogor. " Rangga langsung membalas pesan ku.
"Jauh, kerja apa. Maaf ya kepo. " Zara membalas.
"Sendiri? udah nikah? Pindah ke tempat istri kah? Beneran udah nikah? " Tanya Zara dengan penuh rasa penasaran.
Kenapa setelah SR berkembang. A Rangga malah pergi semakin jauh. Dulu A Rangga bilang insya Allah nanti kerumah kalo udah nggak sibuk. Sekarang SR udah beres. A Rangga malah pergi semakin jauh.
"Kalo udah kenapa? Kalo belum kenapa? " A Rangga malah balik bertanya.
"Kalo A Rangga udah nikah, ga akan ada kesempatan lagi buat aku. Kalo belum, berarti masih ada peluang." Jawab Zara
و الله أعلم
A Rangga membalas seperti itu.
"Udah nikah apa belum? kerja apa sekarang? ngekos sendiri? "
Zara khawatir, sangat khawatir. Jika memang kamu sudah menikah dan memulai hidup baru. Ga apa-apa, mungkin Zara akan lebih bisa menerima. Namun jika keadaan mu sekarang tidak baik-baik saja, itu yang Zara khawatirkan.
"Pentingkah? Harus jawab? " Tanya Rangga.
Astagfirullah. Ini orang benar-benar menguji kesabaran. Ya Allah kuatkan aku untuk mengahadapi orang seperti ini.
"Penting, dan harus dijawab. " Jawab Zara.
"Ada timbal baliknya buat saya? kayanya ga harus segitunya ya. Setiap orang punya privasi, entah itu jelek ataupun baik menurut pandangan orang lain. Udah ya. " Balas Rangga dengan emot tersenyum.
Astagfirullah, mentang-mentang Rangga orang bisnis semua di ukur dari untung rugi. Berarti perasaan pun kamu ukur dari berapa besar kamu mendapatkan keuntungan. Begitukah???
"Tapi aku mau tau, A Rangga. A Rangga baik-baik aja tapi kan? Memang buat kamu mungkin ga penting.
Tapi buat aku itu sangat penting." Jawab Zara
"Ga setiap orang harus menjawab setiap pertanyaan kamu. Dan ga semua manusia wajib melakukan apa yang kamu inginkan. Setiap orang punya privasi dan kesibukan masing-masing. Cukup ya." Jelas Rangga.
Ya Allah, sakit banget ya rasanya. Kok gini banget ya, ketika perasaan ku tak di anggap penting. Ketika semua rasa khawatir ku hanya dianggap pengganggu. Ya allah beri aku kekuatan untuk menghadapi orang ini.
"Aku hanya ingin tahu apa A Rangga baik-baik aja sekarang? Karena itu penting buat aku. Memang Zara juga tau, Zara bukan siapa-siapa tak seharusnya Zara mengkhawatirkan keadaan kamu. Maaf kan aku A Rangga. " Jelas Zara.
"Bagaimanapun keadaanmu sekarang, Jangan lupa berdo'a dan terus semangat ya. " Pesan terakhir Zara.
Memang Rangga sangat keras, tidak bisa semudah itu untuk membuat dia bercerita apa yang sebenarnya terjadi. Orang yang sangat tertutup. Namun entah mengapa tidak pernah menjadikan Zara untuk menyerah. Menyerah untuk lebih mengenal Rangga.
"Om si A Rangga asli keluar dari SR? " Zara bertanya pada si om di pesan whats app.
"Iya. " Jawab si om.
"Udah lama? Tanya Zara.
"Lama. " si om menjawab.
"Nanti sore mau ke grosir A Nandi ga om? Tanya Zara.
"Mau. " Jawab si om.
"Ya udah Zara mau belanja sekalian. " Jawab Zara.
"Siap. " Jawab si Om.
Sepertinya Zara harus bertanya tentang A Rangga ke si om deh. Mudah-mudahan si om tau.
Malamnya si om dateng ngirim barang ke toko Zara. Kebetulan toko Zara pun lagi rame pembeli.
"Mau isi saldo Dana teh. "
"Mau tarik tunai bisa ga teh? "
"Maaf saldo nya abis, paling juga besok pagi. " Jawab Zara ke sebagian pelanggan Zara yang datang.
Si om berdiri di depan toko, sambil senyum melihat Zara riweuh dengan pelanggan.
"Rame banget Zara. " Tanya si om.
"Iya, memang kalo malem toko Zara rame banget om, karena mungkin yang lain udah pada tutup. Jadi pada belanjanya kesini karena tau toko Zara buka sampe jam 22.00" Jawab Zara.
"Itu gimana kalo saldo kosong kaya gitu?" Tanya si om.
"Ya udah selesai, mau gimana lagi om. Uang nya pas-pasan sebisanya aja dulu. Dipaksain juga ga bisa. Bukannya ga ada pembeli kalo di toko Zara. Tapi sering keabisan stock dan saldo juga. Kaya jualan seblak gitu om, Sehari abis sehari abis jualannya." Jelas Zara sambil tertawa.
"Iya bener. " Jawab si om.
"Makanya, kata Zara juga cariin jodoh buat Zara. Udah nemu belum om, biar ada yang bantuin buat resiko dapur gitu. Jadi uang Toko, Zara kembangin buat modal lagi. " Jelas Zara.
"Kan udah ada itu jodohnya?" Jawab si om nyengir.
"Mana om, bawa kesini kalo ada, bos jampang bukan? " Tanya Zara.
"Bukan, Tuh Rangga ada. " Jawab si om nyengir.
"Hah.... Rangga. Almarhum om dia. " Jawab Zara ketawa kesal.
"Ehh.. ga boleh gitu masih ada kok, tenang aja, Sabar. " Jawab si om.
"Oh iya, emang kenapa A Rangga keluar dari SR om, katanya pindah ke Bogor. " Tanya Zara.
"Nggak ah, kebogor kapan? kemarin ada kok, suka maen ke toko. " Jawab si Om.
"Kapan? Berarti Rangga bohong ya. Dia bilangnya ke Bogor. " Jawab Zara.
"Emang kenapa keluar om, bukannya di SR juga sekarang udah Rapi ya, ga cape banget kaya dulu, Riweuh. " Tanya Zara.
"Ga tau lah dia, mau istirahat aja kali, jenuh. Ga ada liburnya dulu di SR. Padahal sekarang tiap minggu juga anak-anak dikasih libur 2 orang seminggu nya. " Jelas si Om.
"Ya Maksudnya sayang aja gitu, sekarang SR udah Rapi kaya gitu ditinggalin. Dulu aja lagi cape-cape nya A Rangga semangat kerjanya. " Jelas Zara.
"Ya begitulah."Jawab si om.
"Mungkin ada yang lebih baik kali ya Om, Kan A Rangga bilangnya dimana-mana hati ku senang. Dia bilangnya gitu. Pas Zara tanya A Rangga dimana sekarang. " Jawab Zara.
"Ha... ha... Mungkin. " Jawab si om.
Tak ada Jawaban yang signifikan juga tentang Rangga. Mungkin memang Rangga tak pernah terbuka kepada siapapun tentang masalah hidupnya. Mungkin memang karakternya seperti itu. Susah mau cari informasi kemana lagi Zara.
Zara menemukan tiktok Aisyah, Adik Rangga. Ternyata beberapa waktu lalu, dia mengunjungi akun tiktok ku.
"Aha.... aku tanya Aisyah aja. "
"Assalamu'alaikum. " Zara kirim pesan di messenger Aisyah.
Zonk... tidak ada balasan juga dari Aisyah.
Zara teringat juga saudara A Rangga, A Rangga pernah beberapa kali mengirimkan video waktu itu ketika Rangga sedang malam minggu ditempat saudaranya itu main PS.
"Assalamu'alaikum. " Zara mengirimkan pesan di messenger.
Tak ada balasan dari saudaranya Rangga ini.
"A maaf mau tanya, a tau ga sekarang a Rangga dimana?" Tanya Zara lewat messenger.
"A Rangga baik-baik aja kan a? " Tanya Zara.
Namun masih tetap Zonk.
Tak ada balasan dari saudara nya Rangga