
Seperti biasa hari ini Zara kirim pesan whats app ke si om, belanjaan Zara.
"Om mau ke grosir a Nandi ga hari ini, kalo mau Zara mau sekalian pesen barang. "Tanya Zara di whats app.
"Belum masuk orderan a Nandi nya Zara. " Jawab Si om.
"Oh ya udah ga apa-apa nanti kalo a Nandi belanja sekalian ya " Zara kirimin orderan barang Zara.
"Siap. " Balas si om.
Hari ini Zara mengikuti acara maulid nabi lagi giliran di masjid dekat rumah ibu. Waktunya Zara bertemu bersilaturahmi dengan tetangga-tetangga rumah ibu. Banyak yang tidak mengenal Zara. Karena perubahan Zara yang sekarang memakai niqab. Jadi mereka tidak kenal pada Zara kalau Zara keluar rumah tidak bersama Jarel.
"Kemana aja baru kelihatan, ini Zara kan? " Tanya butet langganan grosir yang dulu Zara belanja.
"Ada dirumah aja. he..he.. " Jawab Zara.
"Butet mau tanya, tapi takut salah. Tapi butet kenal sama Jarel, pasti ini Zara, Eh beneran. Kamu berubah sekarang. Jadi makin cantik kaya orang Arab. " Butet berkata pada ku sambil tertawa.
"Ha.. ha... Arab dari mana ya? " Tanya Zara.
"Butet mau nitip lamaran, punya Rizky. Nganggur dia, mau ikut kerja aja, nitip lamaran ke Mas ditto. " Tanya butet.
"Nitip lamaran gimana, Ditto nya juga ga tau dimana sekarang. " Jawab Zara tertawa.
"Oh iya, butet denger memang kamu katanya cerai sama Ditto, tapi butet juga ga percaya, masa sih, kapan ributnya gitu. Kelihatan rumah tangganya adem ayem aja." Tanya butet.
"He. he.. iya bener. Takdir mungkin butet kita ga bisa menjalani rumah tangga seperti apa yang terlihat orang dari luar. Kalo udah waktu nya harus pisah ya pisah. " Jelas Zara.
"Iya, cuman ga nyangka banget gitu, pas denger kabarnya sampe kaget. Masa sih kok bisa?" Jelas butet padaku heran.
Zara hanya bisa senyum.
"Sabar ya Zara semoga nanti Allah ganti, Allah hadirkan laki-laki sholeh yang baik untuk menjadi suami kamu, kalo bisa kaya ustadz itu tuh, yang mau ngasih tausiah sekarang." butet nunjuk pada Ustadz Ramli yang duduk di depan, Akan menyampaikan tausiah nya di acara maulid nabi hari ini.
"Zara juga pengen nya yang kaya gitu butet sekarang." Jawab Zara sambil tertawa.
Zara memutuskan untuk belanja langsung ke SR Grosir Sembako lagi, karena Zara tidak mau merepotkan si om terus.
"Kamu mau bawa barang belanjaannya gimana nanti? "Tanya Ayah pada Zara
"Pesen ojek online aja kali yah, soalnya kalo naik angkutan umum, harus 2x belum ojeg nya 1x karena rumah ku tidak dilalui angkutan umum. " Jelas Zara pada ayah.
Setelah Zara anter Jarel ke sekolah Zara langsung ke SR grosir dan ke kantor pos juga untuk beli materai.
"Mamah mau kemana, Kok bawa tas kecil. " Tanya Jarel karena biasanya Zara ke sekolah ga pake tas cuman bawa handphone aja.
"Ga kemana-mana. " Jawab Zara.
"Kalo mau belanja, aa ikut. "Jawab Jarel.
"Iya, Ya udah aa masuk dulu sana, mamah pulang. " Zara tidak bilang pada Jarel, Zara mau belanja.
"Ok. " Jarel masuk kelas.
Zara sampai didepan SR Grosir.
"Ada a Rangga ga ya? "Zara bertanya dalam hati.
"Hay Zara... " Mang Dedi langsung menyapa ketika Zara baru melangkahkan kaki Zara di pintu masuk.
"Hay Mang. " Zara menyapa mang Dedi sambil membawa keranjang belanjaan.
"Om.... ada tamu nih.. " Teriak Mang dedi.
"Siapa? " Tanya si om dari dalam gudang.
Semua orang yang ada di SR Grosir tersenyum pada Zara.
"Zara om. " Teriak mang Dedi sambil ketawa.
"Oh,, Zara.. hay.. hay.. Selamat berbelanja Zara. " Si om Unjuk gigi menampilkan wajah tanpa dosa.
"Apaan sih om. " Zara nyengir, karena semua orang yang belanja jadi pada ngeliatin Zara.
"Mang Dedi ambilin air minum buat Zara, biar ga jadi ngambek, kalo di kasih minum, atau mau kopi Zara, atau teh? " Tanya si om yang berdiri di depan meja kasir teh Syifa.
"Siap om siap. " Jawab mang Dedi yang langsung masuk ke Gudang SR.
"Jangan berisik om. ga enak sama orang lain yang lagi belanja. " Zara jawab sambil tertawa juga. Karena mereka menyambut Zara sebegitunya. seperti memperlakukan anak yang baru pulang ke rumahnya.
"Ngomong-ngomong A Rangga kemana ya? ga kelihatan Batang idungnya. Padahal Mang Dedi dan si Om Rame banget bercanda dengan Zara. Tapi kok A Rangga ga keluar dari gudang. Apa sibuk ya dia. " Zara bertanya dalam hati.
Zara berkeliling mengambil barang belanjaan di SR, dengan suasana SR yang baru.
Zara duduk di kursi kasir yang kosong di samping kasir yang baru, seperti nya karyawan baru.
"Namanya siapa teh? buat di input di nama pelanggan" Tanya kasir baru itu.
"Oh ini ya, yang namanya Zara, yang barangnya suka di anter sama si om? " Tanya si aa kasir yang baru itu.
"Iya. Kenalan dulu dong a. Nama ku Zara. he.. he... " Zara berkata kepada si aa kasir itu sambil tersenyum.
"Ah kamu, kasian deh belum kenal. Ini pelanggan lama kita, pelanggan istimewa SR. " Yuda berkata pada kasir baru itu. Sambil merapikan barang belanjaan Zara.
"Ha.. ha.. A Yuda kalo ngomong masih aja kaya gitu ya. " Zara bicara dalam hati.
"Udah selesai teh tinggal bayar." Jawab si aa kasir baru.
"Oh iya. "Zara menghampiri teh Syifa untuk membayar barang belanjaan Zara.
"A Deni ini bon nya. Tinggal dus-dusan belum disiapin. " Zara menghampiri A Deni yang menjadi bagian pengecekan Barang sembako didepan SR grosir, posisi A Rangga dulu.
"Zara, om berangkat dulu. Nanti barang nya di anter sore ya. " Si om berkata pada Zara.
"Ga apa-apa om, Zara ambil langsung kok. " Jawab Zara.
"Oh ya udah, om mau ke bank dulu." Jawab si om.
Zara duduk di kursi depan, tempat biasa Zara duduk bersama A Rangga dulu.
Zara memperhatikan sekitar, sambil menunggu barang belanjaan di siapkan.
Tiba-tiba turun hujan. Bagaimana Zara pulang dengan keadaan begini.
Tiba-tiba juga Zara ingat, A Adit kan bawa angkutan umum. Kalo dia jalan hari ini, Zara mau minta tolong jemput aja kesini. Karena kalo Zara naik ojeg sekarang. Barang belanjaan Zara pasti kehujanan.
"A Adit, jalan ga hari ini?" Tanya Zara, Zara telpon A Adit Saudara ku.
"Jalan de, kenapa?" Jawab A Adit.
"Jemput Zara di SR Grosir a, tau nggak di deket Sekolah SMP dari terminal ke atas." Zara bicara di telpon.
"Oh iya tau, A Adit masih di jalan, belum sampe terminal. Tunggu aja sebentar ya." Jelas A Adit.
"Iya siap, Zara tunggu a." Jawab Zara.
Alhamdulilah, pertolongan Allah selalu datang di waktu yang tepat. Zara tidak ingat kalo A Adit kan sopir angkutan umum. Bisa Zara mintain bantuan buat jemput Zara pulang belanja.
"Kenapa baru terfikir sekarang. Zara...Zara..." Zara bicara dalam hati.
" Teh Mobil kemana?" Tanya A Deni saudara A Rangga yang dari tadi memegang bon belanjaan Zara bertanya.
"Kan udah ga ada, Di Over kredit.he..he.." Jelas Zara.
"Oh iya, pernah denger sih." Jawab A deni.
"Rumah nya dimana, mau aku anter ga belanjaan nya bisa kok?" Tanya seorang karyawan SR yang seperti nya baru juga.
"Aa nganter barang juga? boleh kalo a mau nganter ke toko Zara." Jawab Zara.
Tuh kan, Ternyata bukan si Om aja bagian anter barang. Ternyata si aa ini juga bagian anter barang. Ganteng lagi orangnya. Kenapa ke toko ku harus si om terus yang anter barang.
"Di anter si om, belanjaan Zara." Jawab A Deni.
" Oh.. Jalur si Om ya. Ya udah ga jadi deh, ga berani aku." Jawab karyawan baru itu.
"Yah a Deni, ga apa-apa kali di anter nya sama siapa aja boleh, yang ga sibuk. Iya kan a? Tanya Zara pada karyawan baru SR itu.
"He..he.. Ga jadi ah, udah jadi jalur si Om, ga berani ganggu gugat." Jawab si aa itu.
"Hadeuhhh...." Zara bt.
Zara berkumpul dengan anak-anak SR ngobrol-ngobrol lumayan lama. Karena nunggu a Adit jemput. Seperti reuni teman lama. Zara kembali bercanda ngobrol bersama mereka. Tapi aneh nya A Rangga kok ga keliatan dari tadi. Padahal Zara lama duduk di kursi depan.
"Lagi libur mungkin." Zara bicara dalam hati.
A Adit pun datang.
"De mana belanjaan nya." A Adit menghampiri Zara di kursi.
"Ini a." Zara tunjukin belanjaannya lumayan banyak sih.
Anak-anak semua bengong, memperhatikan A Adit yang menjemput Zara pulang.
"Zara pulang dulu ya." Zara pamitan ke A Deni.
"Iya teh, makasih."
Zara naik angkutan umum A Adit dan di antar sampai depan toko Zara. Jadinya Zara ga turun naik angkot dan ojeg.
Alhamdulilah.