DIARY ZARA

DIARY ZARA
55. Peduli, berbagi



Seperti biasa Zara belanja ke SR hari ini setelah mengantar Jarel ke sekolah.


Ternyata di SR rame sekali banyak pembeli yang membeli bahan sembako untuk disumbangkan kepada korban bencana di Cianjur.


Zara pun menunggu barang Zara disiapkan oleh anak-anak SR.


"Teh mau ikut nyumbangin baju-baju bekas ga? buat ke Cianjur barang kali ada?" teman ku distributor Ice krim mengirimkan pesan di Whats up.


"Oh boleh teh, nanti aku siapin baju-bajunya ya pas pulang, nih masih di grosir lagi belanja. "Jawab Zara.


"Ok siap. " Jawab teman Zara.


"De pulsa. " Ada telpon masuk dari Ayah ketika Zara sedang duduk di kursi depan SR. Ayah jaga toko sedangkan Zara belanja, kalo ada yang beli pulsa ayah telpon Zara.


"Bentar yah. " Zara cari balpoin di dompet Zara ternyata ga ada, mungkin ketinggalan ditoko tadi sebelum berangkat lupa bawa.


"Yah bentar Zara cari balpoin dulu ya, lupa bawa." Zara lihat sekitar, a Deni nya ga ada. Biasanya Zara pinjem balpoin nya ke A Deni.


"A pinjem pulpen." Zara menghampiri a Eko di meja kasir karena didepan nya ada balpoin tergeletak nganggur ga di pake.


"Boleh. " Jawab a Eko sambil memberikan balpoinnya pada Zara.


"Eittt tunggu dulu, boleh pinjem tapi jangan dibawa pulang. "A Eko malah mengambil lagi balpoin nya yang baru saja mau Zara ambil.


"Nggak lah, pinjem sebentar kok disini." Zara ambil paksa dari tangan nya karena tangan sebelah Zara juga masih pegang handphone sambil senyum kesel.


"Yah berapa nomor nya?" Jawab Zara sambil menulis di rak samping meja kasir a Eko.


Ayah Zara menyebutkan nomor pelanggan yang beli pulsa karena ayah tidak bisa pake whats app.


"Hahh, berapa yah ga kedenger, ulang lagi. " Zara bicara dengan nada tinggi juga karena di SR nya rame ditambah pake suara musik nya juga kenceng. A Eko nih operator nya ga bisa di ajak kompromi. Zara telponan sama ayah juga ga kedengeran.


Zara sebut ulang nomor handphone nya lumayan agak teriak teriak juga karena bising, a Eko yang ada dibelakang meja kasir di samping pun sampe ngelirik senyum-senyum liat tingkah Zara yang riweuh.


"Ini a udah, balpoin nya Zara balikin, ga di bawa pulang. Makasih." Zara kasih balpoin nya ke A Eko.


"Sama-sama Zara." Jawab A Eko sambil senyum menatap Zara.


"Ini rokok-rokok nya, tinggal barang yang didepan ya ke Anak-anak Aja. " A Eko memberikan kresek rokok dan juga bon belanja Zara.


"Iya makasih. " Zara ambil kresek nya dan berlalu.


"Sama-sama. " Jawab A Eko.


Ternyata barang Belanjaan Zara udah selesai disiapkan di depan SR tinggal Zara tunggu a Adit jemput.


Zara duduk di kursi depan SR.


"Si Deni kemana? " Ada sales distributor yang datang, bertanya kepada Citra yang sedang berdiri didepan pintu SR sambil memegang bon belanjaan pelanggan.


"Cuti. " Jawab Citra.


"Gaya cuti. " Jawab Sales ditributor.


"Iya, mau nemenin bebeb katanya. " Jawab Citra.


"Ha..ha.. gaya dia. " Jawab sales distributor itu ketawa.


"Oh ternyata a Deni udah punya pacar toh. " Zara bicara dalam hati.


"Ya sudah, mundur saja Zara. putar balik kamu ga boleh suka sama a Deni ya, karena dia udah ada yang punya. " Zara bicara terus dalam hati.


Mobil A Adit pun datang.


"De yang mana belanjaan nya? " A Adit dan temannya menghampiri aku yang sedang duduk di kursi.


" Angkut bro. " A Adit memberikan komando pada temannya untuk mengangkut barang belanjaan Zara.


"Siap. " Jawab teman a Adit.


Zara mengikuti mereka dari belakang.


Sampai ditoko Zara langsung merapihkan barang belanjaan. Jarel pulang sekolah nya dijemput kakek.


"Lah obatnya kok kurang yah. " Zara bicara sendiri sambil input barang ke komputer kasir, Zara cek barang belanjaan nya satu persatu.


"Ada yang salah? " Tanya ayah yang sedang merapikan barang belanjaan yang sudah Zara input.


"Iya perasaan tadi Zara beli obat nya 10 strip deh tapi ini cuman ada 5 strip per item nya. " Zara cari cari lagi dikantongnya takutnya jatoh apa gimana.


"Coba liat bonnya? "Tanya Ayah.


"Iya bener di bon nya 10 strip, wah ini a Eko salah nih, masukin nya kurang, besok pas Zara belanja Zara tanyain aja langsung. " Zara bicara pada Ayah.


"Oh ya udah. "Jawab Ayah.


"De ada mie yang masih dus dusan ga? " Tiba-tiba A Adit muncul di depan toko Zara bersama temannya.


"Oh ada A, mau berapa dus?" Jawab Zara yang langsung berdiri dari tempat duduk meja kasir Zara.


"dua aja, campur yang lainnya peralatan mandi, popok bayi apa lagi ya, "A Adit langsung masuk ke toko dan mengambil barang-barang belanjaan di toko Zara barang kebutuhan warga Cianjur di pengungsian.


"Ok siap, Ayo a kumpulin aja dulu nanti Zara barcode sekalian di packing. " Zara senang sekali karena a Adit borong belanjaan dari toko Zara untuk warga korban gempa.


"Kapan berangkat a? "Tanya Zara.


"Besok siang abis jum'atan. " Jawab A adit.


"Oh iya, Zara juga mau ngumpulin baju bareng temen buat hari minggu katanya dia ke cianjurnya. " Jelas Zara.


"Iya pasti banyak yang kirim bantuannya juga macem-macem. " jawab A Adit.


"Udah selesai a, mau di ambil sekarang apa gimana? "Tanya Zara, Alhamdulilah A Adit belanjanya banyak banget sampai stock barang Zara sebagian abis diborong, ga apa-apa biar besok Zara bisa belanja lagi ke SR.


"Simpan dulu aja titip, Besok sekalian berangkat mobilnya mampir dulu kesini bawa barang nya, lagian masih ada warga katanya yang mau nambahin. Nanti sore a bawa belanja lagi ke sini. " Jelas A adit.


"Alhamdulilah a, Zara seneng banget bisa ikut berpartisipasi, ikutan kebagian rezeki nih toko Zara. " Jawab Zara senang sekali karena A Adit belanja banyak dari toko Zara.


"Iya nanti sore A Adit balik lagi. " Jawab A adit.


"Siap A Ditunggu. " Jawab Zara.


"Aa ayo mau ikut mamah ga bongkar lemari, kita pilihin baju buat disumbangin yuk. " Ajak Zara pada Jarel.


"Ayo mah siap. " Jarel langsung mengikuti Zara ke kamar dengan penuh rasa antusias.


Zara memilih baju baju lama Zara dan Jarel dan juga baju-baju Ditto yang masih tersimpan rapi bersih dilemari.


"Baju kamu mau disumbangin ga buat warga Cianjur? " Zara kirim pesan whats app pada Ditto.


"Iya sumbangin aja, kasian banyak karyawan sini juga yang keluarganya jadi korban. " Ditto langsung membalas pesannya.


"Oh ya udah. " Zara balas pesan Ditto.


Zara dan Jarel sibuk mengemas baju-baju bekas yang masih layak pake, ibu dan ayah juga ikut menyumbangkan pakaian nya. Alhamdulilah dapet banyak mudah-mudah bermanfaat bisa di pake warga Cianjur yang sangat membutuhkan.


Sembako juga sudah siap di angkut oleh mobil relawan.


Semuanya sudah Zara kumpulkan di garasi rumah Zara, tinggal menunggu tim relawan menjemput untuk dibawa langsung ke Cianjur.