
Mimpi lagi, lagi lagi bermimpi bersama Rangga. Tak bisa kah aku tidak bermimpi bersama Rangga lagi.
Ketika Zara mulai lupa, mulai berdamai dengan segala kenangan tentang Rangga. Mimpi itu selalu muncul lagi.
Tiba-tiba aku terbangun Jam 2 malam, secara otomatis aku membuka whats app ku dan membuka whats app Rangga. Ternyata rasa itu masih ada, ketika aku melihat fotonya. Punggung Rangga, selalu punggung Rangga yang terlihat.
"Ya Allah, aku rindu.. Aku ingin sekali memeluk punggung itu. Hal yang sangat mustahil kan Ya Allah? Siapakah dia, siapakah aku. Tak boleh lah kamu memiliki perasaan seperti ini Zara. " Zara berbicara sendiri sambil menatap foto profil a Rangga dan tak terasa air mata ku menetes lagi.
"Astagfirullah. " Zara sadar, itu dosa. Kamu ga boleh seperti itu. Zara mengingatkan diri Zara sendiri.
Zara langsung terbangun dan mengambil air wudhu untuk melaksanakan shalat tahajud.
Setelah Zara shalat tahajud, Zara berdo'a dan bercerita kepada Allah Swt. Diakhiri dengan menangis lagi dan lagi. Hanya ketika shalat lah, Zara bisa mencurahkan segala isi hati Zara kepada Allah Swt. Dan besok pagi semua akan baik-baik saja.
Aku kembali mengikuti pencerahan dari healer ku di youtube.
Beliau mengatakan bahwa, Zara mengalami Unfinished business dengan seseorang.
Unfinished business merupakan sebuah istilah yang sudah cukup dikenal dalam dunia psikologi. Secara sederhana, unfinished business merupakan memori atau emosi yang berhubungan dengan pengalaman di masa lalu. Emosi dan pengalaman tersebut tidak berhasil diekspresikan karena dirasa terlalu menyakitkan. Secara sekilas, mungkin unfinished business terasa sepele untuk sebagian orang, atau mungkin selama kehidupan masih dapat berjalan, unfinished business tersebut secara disadari atau tidak disadari ditekan sehingga tidak lagi dianggap keberadaannya oleh individu tersebut .
Seseorang Menghadapi putus hubungan dengan pasangan adalahhal yang tidak mudah. Hal ini akan menjadi semakin tidak menguntungkan
ketika figur yang meninggalkan tidak memberikan penjelasan mengenai alasan dari perpisahan yang terjadi. Individu menjadi bertanya-tanya akan alasan di balik perpisahan dan tidak berhasil mendapatkan pemahaman akan perpisahan tersebut.
Dari situlah dapat dipahami bahwa unfinished business dalam diri seseorang dapat merugikan untuk dirinya di masa ini atau terhadap
bagaimana dirinya melihat masa depan. Kunci utama dari penyelesaian unfinished business adalah dengan benar-benar memahami dan menghadapi perasaan yang sebelumnya belum sempat diutarakan.
"Lalu bagaimana Zara menyelesaikan semua ini? " Zara bertanya kepada beliau.
Dan beliau menyarankan jika memang Zara masih bisa menghubungi orang nya. Hubungilah dia, bukan untuk memohon untuk kembali, bukan. Namun hanya untuk menuntaskan tentang perasaan nya saja. Setelah perasaan itu tuntas, tak ada lagi rasa kemelekatan dalam hati, tak ada lagi rasa mengharapkan secara berlebih, tak ada lagi keinginan untuk memiliki nya. Disitulah titik keberhasilannya.
Berarti kamu telah sanggup membunuh ego mu, telah sanggup menetralkan rasa, pada akhirnya bersatu atau tidak, tidak akan menjadi masalah besar bagimu. Cobalah!! Beliau menyarankan Zara untuk menyelesaikan perasaan Zara terhadap Rangga dengan cara seperti itu.
"Zara kamu harus sadar, Rangga itu bukan siapa-siapa, kamu harus ingat betul." Zara bicara dalam hati.
"A Rangga. " Zara memberanikan diri untuk mengirim nya pesan.
"Kulan? " A Rangga langsung membalas pesanku dengan bahasa sunda nya seperti biasa.
"Astagfirullah.. ternyata masih direspon baik ya Allah. " Zara bicara dalam hati.
"Sibuk ga? Lagi marah nggak? " Zara bertanya pada A Rangga.
"Ya begitulah.. Maksudnya? " Rangga membalas dan balik bertanya.
Apa ya, Zara harus bicara apa, Zara takut salah bicara.
"Lembur ga? takutnya ganggu." Zara takut mengganggu waktu a Rangga.
"Lembur?? udah dirumah. Jawab Rangga.
"Terimakasih ya A Rangga buat semuanya. " Zara membalas.
Zara balas dengan emoticon menangis.
"Eh.. kenapa? " Rangga langsung bertanya.
"Ya Allah, jujur aku tak kuasa. Entah apa yang harus aku ungkapkan pada nya. Entah apa yang harus aku bicarakan dengan nya. Begitu banyak hal yang ingin aku bicara kan. Begitu banyak hal yang ingin aku ketahui tentang nya, Begitu banyak rasa yang ingin aku ungkapkan. Jika saja dekat, aku ingin meminjam bahunya sebentar saja. Aku tidak bisa berkata apapun lagi. Hanya butuh bahu itu untuk aku bersandar. Meskipun selalu ada Sajadah yang menemani setiap sujud ku.
Zara menangis lagi, sejadi-jadinya.
"A Rangga.... " Hanya satu nama yang selalu aku sebut dalam setiap do'a ku dalam setiap shalat ku, dan Allah sangat mengetahui hal itu.
"Zara kamu cengeng banget sih, manusia paling hobi nangis sebenarnya. Hanya saja tidak banyak orang yang tau akan hal itu. Zara kuat, kamu wanita kuat.
"Ga kenapa-kenapa. Cuman pengen nangis aja ko, sebentar. " Zara membalas chat Rangga lagi.
"Dasar. " Rangga membalas singkat.
"Oh iya, SR udah Bagus ya sekarang? Tanya Zara.
"Iya kan harus berkembang. "Jawab Rangga.
"Alhamdulilah. " Zara membalas.
Sekarang tinggal PR Zara mengembangkan toko Zara, masa mau kalah sama A Rangga. A Rangga bisa berkembang, masa toko Zara nggak.
Tapi ya susah guys, tanggungan ku terlalu banyak, rasanya tidak akan secepat itu toko ku berkembang dengan segala keterbatasan nya.
Apalagi ketika barang belanjaan telat dikirim si om, pasti lah pembeli terlewatkan. Ya mau bagaimana lagi, si om juga banyak kesibukan pastinya. Zara hanya bisa mengelus dada, sabar Zara sabar, kamu punya stock sabar segudang kok, tenang aja. Ini hanya sementara. jika sudah waktunya nanti Zara menemukan partner yang tepat dalam hidup. Insya Allah semua akan Indah pada waktunya.
Tidak apa-apa, selalu bersyukur masih bisa makan.
Keesokan harinya, Zara terbangun tiba-tiba lagi jam 2 malam.
"Pasti ini Alarm shalat tahajud lagi dari Allah." Zara beranjak dari tempat tidur untuk mengambil air wudhu.
Setelah selesai shalat Zara buka handphone. Ternyata A Rangga online.
"A Rangga ga tidurkah? " Zara mengirim pesan.
Ternyata dibaca doang tapi ga dibalas.
"Dibaca doang, di bales nggak? " Tanya Zara dengan disertai emot tertawa.
"Astagfirullah Zara." Zara sadar tak boleh kamu kirim pesan pada laki-laki hey, bukannya kamu lagi belajar hijrah.
Sungguh, Rangga satu-satu nya laki-laki yang selalu membuat iman Zara goyah. Ujian terberat bagi Zara. Tidak berlaku pada laki-laki lain. Malah Zara tak pernah suka jika ada laki-laki lain yang mencoba mendekati Zara.
Ya Allah, jika memang engkau tidak mengijinkan Rangga dan Zara bertemu secara fisik, Ijinkan kami bertemu dalam shalat tahajud ya Allah.
Disepertiga malam ini, hanya nama Rangga yang selalu Zara sebutkan dalam do'a. Jika memang engkau tidak meridhoi kami bersatu, tidak apa-apa. Bantu Zara agar Zara ikhlas menerima nya, walaupun itu sangat sulit.