
"Eh pa ustadz beli apa ayo silahkan? " Zara bertemu dengan ustadz imran, udah lama juga dia tidak ke toko Zara, Biasa dulu sering fotocopy.
"Beli pulsa." jawab ustadz Imran.
"Boleh no nya pa ustadz? "Zara bertanya.
Ustadz Imran menyebutkan no handphone nya untuk membeli paket data.
"Sama orang mana sekarang Zara? tanya Ustadz Imran pada Zara.
"Ga sama orang mana-mana pa ustadz, Zara masih bebas memilih dan menentukan calon Imam. he.. he.. " Jawab Zara sedikit tertawa.
"Oh kirain udah ada yang punya. " Jawab Ustadz Imran.
"Kalo Zara udah ada yang punya, pasti ada Janur kuning melengkung dulu dong, ga akan ngumpet-ngumpet kalo pernikahan kan sunnah nya diberitahukan kepada banyak orang, kata Rasul juga." Jawab Zara.
"Iya harus itu, wayang golek 7 hari 7 malam nanti ya. sekaligus qori nya pake qori internasional." Jawab pa Ustadz.
"Ha..ha...kalo jodohnya sultan, kalo nggak ya sederhana saja pa ustadz.
Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW juga menyebutkan.
“Sebaik-baik perempuan adalah yang paling mudah (ringan) maskawinnya.” (HR. Ibn Hibban).
"Kupinang kau dengan bismillah." Jawab Zara.
"Kemarin ada sih yang nanyain." Jawab pa Ustadz.
"Tamu nya abi bukan? biasa nya banyak kan orang Jakarta ya. tanya Zara.
"Iya, cuman kan saya mastiin dulu sama kamu Zara. Udah punya calon apa belum. Takutnya nanti saya bawa kesini. Eh kamu nya udah ada yang punya." Jawab ustadz Imran.
"Bebas ustadz. Kalo mau bawa aja kesini, memang ada laki-laki yang Zara suka, tapi kalo masalah nikah, siapa cepat dia dapat aja ya ustadz. " Jawab Zara tertawa.
"Ha.. ha.. kamu bisa aja. " Ustadz Imran tertawa.
"Ya abisnya sih banyak yang bilang ke Zara ustadz, ini suka itu suka. Tapi belum ada tuh yang dateng ke rumah nemuin ayah, dengan gagah berani. Meminta izin Ayah. Pasti ujung-ujungnya ga berani. "Jawab Zara.
"Ya udah nanti pa Ustadz bawa langsung ke ayah kamu. " Jawab Ustadz imran.
"Yakin?? " Zara ketawa, karena biasanya ga jadi. Akhirnya menghilang tanpa kabar. Lucu aja sih Zara liat nya juga.
"Insya Allah, Nanti dikabarin lagi. " Jawab Ustadz Imran.
"Siapa cepat dia dapat ya pa Ustadz. " Zara ketawa.
"Iya. " Jawab Ustadz Imran.
Lucu sih memang, terkadang Zara tidak pernah menyangka akan mengalami hal seperti ini. Setelah bangkit dari keterpurukan itu. Zara merasa terlahir kembali.
Setelah merasa mati berkali-kali karena terjatuh, namun akhirnya Zara bisa hidup kembali, bangkit kembali. Mengalami siklus kehidupan yang sepertinya berulang. Alhamdulilah setidaknya Zara merasa lebih baik sekarang.
Zara menemukan satu ayat dalam Al-qur'an yang artinya.
"Atau seperti orang yang melewati suatu negeri yang (bangunan-bangunannya) telah roboh hingga menutupi (reruntuhan) atap-atapnya, dia berkata, "Bagaimana Allah menghidupkan kembali (negeri) ini setelah hancur? " Lalu Allah mematikannya (orang itu) selama seratus tahun, kemudian membangkitkannya(Menghidupkannya) kembali. Dan (Allah) bertanya, "Berapa lama engkau tinggal (disini)?" Dia orang itu menjawab, "Aku tinggal (disini) sehari atau setengah hari. Allah berfirman, "tidak! engkau telah tinggal seratus tahun. Lihatlah makanan dan minumanmu yang belum berubah, tetapi lihatlah keledaimu (yang telah menjadi tulang belulang). Dan agar kami jadikan engkau tanda kekuasaan kami bagi manusia. Lihatlah tulang belulang (keledai itu), Bagaimana kami menyusunnya kembali, kemudian kami membalutnya dengan daging. " maka ketika telah nyata baginya, dia pun berkata, "Saya mengetahui bahwa Allah maha kuasa atas segala sesuatu. " Al Baqarah ayat 259
Disini Zara merasa bahwa, Allah telah menolong Zara. Kuasa Allah, sehingga Zara bisa dengan mudahnya melupakan sakit hati yang pernah Zara alami di waktu dulu.
Luka hati, patah hati, tidak dapat terlihat. Tidak bisa diobati seperti luka pada kaki yang jatuh, bekas luka nya bisa terlihat apakah sudah kering ataukah masih basah. Tidak mau tergores lagi, menjaga kaki itu agar terhindar dari hal apapun yang dapat membuat nya kembali terluka.
Seberapa dalam luka pada hati yang di akibatkan dari kerasnya didikan orang tua di waktu kecil, perundungan di masa kecil, KDRT, kekerasan seksual, perselingkuhan, tidak diterima dan dipandang sebelah mata oleh banyak orang, jatuh bangun dalam menjalankan usaha. Pada Akhirnya Allah lah yang mampu membebaskan Zara dari semua itu. Allah yang menolong Zara. Dan Allah berkata, sudah cukup.
Seperti yang terlihat dalam mimpi Zara waktu itu, setelah diberi petunjuk oleh laki-laki yang wajah nya bersinar, bahkan untuk melihat wajah nya pun Zara tak sanggup. Setelah sanggup melewati rintangan dan ujian yang begitu berat, masa lalu yang gelap itu menghilang, tanpa bekas. Itulah kuasa Allah, Bagaimana Allah melapangkan dada manusia untuk siap menerima cobaan yang Allah berikan karena sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.
Sekarang Zara mampu berkata lantang kepada diri Zara sendiri. Tidak perlu pengakuan dari orang lain, cukup apresiasi pada diri sendiri. Karena pada akhirnya yang bertanggung jawab atas kebahagiaan diri kita itu adalah diri kita sendiri.
"YOU'RE THE BEST".
Zara, kamu cantik, hebat, kuat, berharga. Kamu bernilai dan pantas untuk mendapatkan yang terbaik, hadiah dari Allah SWT.
Terima kasih banyak ya Allah, syukur Alhamdulilah.
"Ga ada pa kosong. " Jawab Zara.
Aduh, firasat buruk. Pasti nih cowok modus, dari sorot mata nya aja udah keliatan.
"Ini aja teh." Laki-laki itu membeli dua botol yakult.
"4 ribu. " Jawab Zara.
"Orang Arab ya? " Tanya laki-laki itu.
"Bukan, asli Sukabumi. " Jawab Zara.
"Oh, kirain keturunan Arab, soalnya pake cadar. " Jawab laki-laki itu dengan senyum khas Playboy guys.
"Masih sekolah? kuliah? atau mondok? " Tanya laki-laki itu kembali.
"Udah punya anak satu."Jawab Zara.
"Oh, kirain masih kuliah, namanya siapa? "
"Zara. " Aduh ayah, Ayah kenapa pulang sih jadinya Zara digoda-godain, kalo ada ayah ga akan pada berani, Zara bicara dalam hati.
"Boleh kenalan?" Laki-laki itu mengulurkan tangannya.
"Nggak. " Jawab Zara mulai ketus.
"Kenalan gak dosa kan? " Tanya laki-laki itu lagi.
"Udah bilang kan tadi namaku Zara, udah cukup. " Zara udah mulai males jawab.
"Ok. Zara. " Jawab laki-laki itu senyum.
Tiba-tiba banyak anak kecil pada jajan. gerombolan bocil menyelamatkan.
Alhamdulilah, laki-laki itu pergi.
Tak lama setelah Ayah ku kembali ke toko, laki-laki igu datang kembali.
Untung saja ada Ayah, Zara bisa ngumpet di rumah. Serem guys. Zara ga mau, gak sopan banget maen mau salaman-salaman aja, kenal juga nggak.
Setelah laki-laki itu pergi barulah Zara kembali ke toko.
Eh ternyata anak-anak bocil dari pesantren deket rumah juga udah pada berani goda-godain.
"Beli apa? " Zara tanya.
"Ice krim teh. Mau yang manis-manis kaya teteh. " Anak-anak itu belajar menggoda wanita.
"Hehh dasar bocah. " Jawab Zara.
"Teh, Ice cream nya berhadiah Messi bukan? Ini ada fotonya."
"Iya. " Jawab Zara.
"Ga mau ah, kalo hadiahnya teteh, kita borong deh Ice cream nya beneran. " Mereka berkata pada Zara.
" Ga bisa, karena Zara itu mahal. " Jawab Zara ketawa.
"Ha.. ha.. lope lope deh pokoknya. " Jawab mereka.
"Ih.. apaan sih kalian, bocil ngaji yang bener bukan maen lope lope. " Jawab Zara.
"Siap teteh ku yang cantik. " Jawab mereka.
Ternyata mereka menggambar banyak LoVe di atas kaca Freezer ku pake tangan mereka.
"Dasa bocah. " Zara tertawa sambil membersihkan kaca Freezer ice cream ku