
Zara rasa perasaan ini sangatlah menggangu sekali bagiku. Apa aku harus kirim pesan A Rangga untuk memberitahukan perasaanku.
"Jangan, nanti Rangga marah lagi sama aku, nanti Rangga blokir Whats app aku. Zara kan masih mau berteman dengan Rangga. Kalo saja masih ada kesempatan." Zara berkata sendiri di dalam hati.
"Tulis surat, seperti nya tulis surat saja. Seperti waktu itu. Surat nya ga langsung di buang sama a Rangga dulu juga. Berarti aku harus ke SR dong untuk memberikan suratnya pada Rangga. " Tanya Zara dalam hati.
"Jangan deh, ngapain lagi kamu ke SR Zara. Apa aku titip ke si om aja ya suratnya?" Tanya Zara lagi.
"Jangan deh malu, nanti Rangga juga malu sama si om. " Jawab Zara
"Tulis aja deh, fotoin nanti kirim Whats app. Semoga aja Rangga baca." Zara memutuskan untuk menulis surat yang kedua kalinya untuk Rangga.
Untuk A Rangga.
Assalamu'alaikum.
A Rangga apa kabar? Aku harap kamu baik-baik aja disana. Dan pasti selalu baik-baik saja kan.
A Rangga Aku mau cerita, Alhamdulilah sekarang usahaku udah berjalan sedikit demi sedikit membaik. Walaupun hasilnya belum maksimal.
Alhamdulilah.
A Rangga, Terimakasih karena waktu itu kamu menyarankan aku untuk memilih salah satu, Antara toko dan mobil. Akhirnya aku memilih toko.
Ternyata dengan tidak punya mobil pun ga masalah bagiku sekarang. Jarel masih bisa tetap sekolah. Bahkan terkadang pulang pergi sekolah selalu aja ada yang ngajakin bareng. mamah-mamahnya temen Jarel tuh baik banget.
Aku juga sudah terbiasa kemana-mana jalan kaki, Sampai terkadang betis ku terasa sakit karena terlalu lama berjalan kaki. Naik angkot juga ternyata ga ada masalah yang begitu berarti ya.
Belanja Alhamdulilah si om masih siap nganter. Walaupun terkadang si om telat nganter, kadang si om nya bilang sakit. Ya mau gimana lagi ya, harus sabar. kadang suka greget juga. Yang paling sering kehabisan stock itu rokok. Cepet banget perputarannya. Aku juga ga bisa stock banyak karena uangnya di bagi-bagi.
Aku selalu do'akan si om juga biar selalu sehat, supaya tetap bisa bantu Zara nganter barang ke toko. Terkadang di anter mang Dedi juga kesini.
A Rangga kapan kamu nganter barang kesini?Ajaib sih kalo kamu dateng. Ga mungkin banget. Karena kamu pasti bilang. Bukan bagian aku. Iya kan? he.. he..
Oh iya A Rangga, Mungkin cerita ku ini ga penting banget ya. Tapi ga apa-apa karena aku pengen ngasih tau aja. Pengen cerita banyak banget, bahkan mungkin ga cukup kalo ditulis semua.
A Rangga, gimana hubungan mu dengan Mawar sekarang? Apa masih berlanjut? Kalo nikah jangan lupa undang aku ya. Kata pa ustadz jangan pacaran terus, dosa. Mending halalkan saja kalo memang hati A Rangga memang untuk Mawar. he.. he..
Zara tuh sebenernya pengen banget bertemu sama kamu a Rangga. Tapi untuk apa? Zara takut, takut akan perasaan itu muncul kembali.
Zara sedang menata hati sekarang, belajar untuk perlahan tidak lagi mencintai mu A Rangga. Agar aku mampu bertemu kembali dengan mu, tanpa ada rasa canggung. Biasa aja gitu, Zara inginnya seperti dulu sebelum segala hal yang aku utarakan sama kamu Rangga. Anggap saja kamu tidak pernah mendengar semua tentang perasaanku padamu, biar aku yang akan berpura-pura lupa, Zara yakin semuanya akan baik-baik saja.
Namun setelah 3 bulan ini, Sampai detik ini. Aku gak pernah bisa melupakan kamu, bahkan perasaan ku pun masih sama seperti dulu. Tidak apa-apa ini masalah aku, Zara hanya perlu waktu untuk bisa terbiasa dengan semuanya.
Setiap malam aku berdo'a memohon kepada Allah agar aku tidak mencintai A Rangga terus dan terus, Namun semuanya percuma. Malah semakin hari semakin kuat. Aku sakit.. karena ulah ku sendiri. Apa aku salah? Kenapa Allah memberikan ujian seperti ini padaku?
Aku pun telah mencoba menyibukkan diriku dengan apapun itu. Aku belajar Al qur'an agar aku bisa memperbaiki diriku. Aku buat vlog di youtube, Aku bernyanyi di Joox. Tapi pikiran ku selalu kembali kepadamu lagi dan lagi A Rangga. Apa itu salah?
Semoga seiring berjalannya waktu aku bisa terbiasa dan aku bisa melupakanmu a Rangga. Kasih tau aku juga jika kamu punya cara cepat untuk aku, agar aku bisa melupakan kamu. Setidaknya perasaan itu hilang dari dalam hatiku.
A Rangga, Eccedentesiast yang ada pada whats app kamu itu apa? aku penasaran, maaf kalo aku kepo.
Jika A Rangga bisa dan berkenan cerita, cerita aja. Tapi kalo ga mau juga ga apa-apa.
Apa itu novel favorit a Rangga? Atau a Rangga mau bikin novel juga? atau a Rangga seorang Eccedentesiast? selalu ada pertanyaan itu dalam pikiranku.
Karena aku sendiri juga pernah mengalami, alhamdulilah sekarang sedikit demi sedikit aku belajar untuk sembuh, belajar terbuka dengan orang lain. dan belajar mencintai diri sendiri sebelum mampu mencintai orang lain.
A Rangga, aku selalu berdo'a, semoga kamu selalu bahagia, semoga kamu baik-baik saja di sana. Dan jangan lupa do'akan aku juga, Do'akan Zara segera bertemu dengan jodohku ya. Seorang laki-laki yang mempunyai karakter yang sama seperti kamu, atau bahkan harus lebih baik dari mu ya a Rangga. he.. he..
Aku juga udah meminta tolong si Om, kalo ada calon suami, tolong pertemukan dengan Zara. Tapi si Om juga belum dapet sampai sekarang. Semoga segera ya A Rangga.
Biar kita sama-sama menemukan kebahagiaan sempurna kita masing-masing.
Jujur sebenarnya kamu juga pasti tau kan, Kalo laki-laki yang selalu aku harapkan jadi imamku itu adalah kamu. Tapi aku juga tidak bisa memaksa.
Jika kamu tidak bisa ya aku harus berbuat apa. Semoga ada yang terbaik aja ya nanti buat aku. aminn..
Aku punya satu permintaan, jika nanti aku menikah dengan orang lain, ku harap kamu bisa menjadi saksi akad nikah ku ya A Rangga. Karena kamu adalah orang yang begitu sangat berharga bagiku. Aku ingin kamu melihat ku bahagia, dan aku akan melihat mu bahagia juga, walaupun kita tidak bisa bersama jika takdir tuhan tidak mengizinkan dan tak ada jalan untuk kita bisa bersama.
Karena setelah semuanya berlalu, aku sadar ternyata a Rangga sangat-sangat luar biasa. Mengajarkan aku dengan cara kesakitan namun mengantarkan aku menjadi pribadi yang lebih dewasa.
Terimakasih banyak atas semuanya.
Percayalah aku tidak akan pernah bisa membencimu A Rangga, kamu bisa saja marah sama aku, kamu boleh membenci ku, kamu boleh pergi dari ku. Lari lah sejauh yang kamu bisa. Pergilah kemanapun yang kamu mau, dan pilihlah orang yang benar-benar mencintai kamu.
A Rangga sahabatku, imamku, guru terbaikku. Terimakasih banyak atas semuanya, dan aku minta maaf atas segala kesalahan yang pernah aku lakukan kepadamu.
Semoga kamu selalu bahagia, dan menemukan Cinta sejatimu.
Kamu sungguh hebat, luar biasa, sukses ya usahanya.
Semangat!!!