
Hari berganti hari, namun jawaban tentang Rangga pun tak kunjung Zara dapatkan.
Kehidupan harus terus berjalan, jika Zara terus memikirkan Rangga, dampaknya adalah Tokoku. Tokoku biasanya tak mau aku urus jika Zara sudah memikirkan Rangga. Sedangkan Toko ku adalah yang terpenting sekarang. Untuk kelangsungan hidup Zara, Jarel dan juga orang tua ku.
Zara hari ini mengikuti maulid nabi di Pesantren Ustadz Hilman, tempat ngaji Jarel. Alhamdulilah banyak bertemu dengan ibu-ibu untuk sekedar bersilaturahmi.
Zara mengikuti acara sampai selesai, alhamdulilah banyak tambahan ilmu yang Zara dapatkan di sana.
Kunci Zara untuk bisa sedikit melupakan Rangga ya itu, dengan cara ibadah, banyak mengaji dan mendengarkan tausiah dari guru-guru Zara.
Pulang dari acara maulid Zara pergi ke minimarket biasa untuk isi Saldo.
"Biasa kan? " Tanya A Adit supervisor minimarket dewasa itu.
"Iya a, Ini kodenya. " Jawab Zara dengan memberikan handphone Zara dan uang.
"Udah masuk ya saldonya?" Tanya a Adit.
"Udah a. " Jawab Zara.
"Oh iya, barusan jalan kaki ya. ga pake mobil lagi?" Tanya A Adit.
"Mobil nya ilang. he... he.. " Jawab Zara.
Perasaan dia udah nanya berkali-kali masalah ini. Tapi masih nanyain hal yang sama, dengan gugup pula.
"He.. he.. ga apa-apa a, permulaan Bagus. Alhamdulilah udah berani mengakrabkan diri juga." Zara bicara dalam hati sambil memperhatikan A Adit minimarket ini.
"Member nya? " Tanya A Adit.
Zara sebutkan no handphone Zara.
"Oh iya, Anter sekolah bukan? " Tanya A Adit.
"Libur, baru pulang pengajian. " Jawab Zara.
"Belum ada yang nganter? " Tanya A Adit.
"Belum. He.. he.. " Zara senyum.
Kode A, Zara masih bebas, siapapun boleh mendekat.
Silahkan kalo mau diproses untuk pendekatan, pintu hati Zara terbuka untuk siapa aja.
"Ini struknya." A Adit memberikan struk top up saldo ku dengan senyum.
"Makasih a, " Zara langsung menundukan pandangan. Kok malu ya, si A Adit ngeliat aku gitu banget.
Zara langsung keluar minimarket itu dan kembali ke toko Zara.
Zara kembali ke rutinitas seperti biasa, nunggu toko sambil upload-upload video Zara di tiktok.
Tiba-tiba ada rekomendasi video ditiktok.
"Tunggu-tunggu sepertinya Zara kenal orang ini. " Zara bicara sendiri.
"A Awan." Temen lama Zara dulu waktu masih kerja di pabrik sepatu.
Zara liat-liat videonya. Ternyata banyak sekali, lucu-lucu bikin Zara ketawa ngakak, Ganteng pula.
Ngomong-ngomong sepertinya dia masih single, atau single dad gitu. Soalnya banyak video nya bareng anak kecil. Entahlah Zara tidak tau kabarnya sekarang.
"A Awan, video nya lucu-lucu. he.. he.. " Zara meninggalkan komentar di salah satu video A Awan.
"Eh ada Zara. "Jawab A Awan di komentar.
"He.. he.. masih kenal ternyata. " Jawab Zara.
"Ya kenal lah " Jawab A Awan.
Hebat, A Awan makin sukses aja sekarang. Salut Zara, dulu ketika masih kerja bareng satu departemen deket juga sama Zara, suka cerita. Karena kisah Cinta nya yang selalu tak seberuntung karir nya. Namun ketika A Awan pindah departemen kerja. Zara gak pernah ngobrol lagi. Tapi kemarin belum lama sih, Zara juga pernah bertemu di SR Grosir pas Zara belanja.
Sekarang A Awan sudah menjadi laki-laki sukses sepertinya, ganteng pula.
Tau aja Zara sama orang ganteng. he. he .
"Nonton Video teman mamah dulu. " Jawab Zara.
"Sini aa liat. " Jarel mengambil handphone ku.
"Ganteng." Jarel berkata.
"Ini siapa mamah?" Tanya Jarel.
"Temen lama mamah, dulu pas kerja " Jawab Zara.
"Sini aa mau liat ah " Jarel mengambil paksa handphone ku.
Jarel memberikan like nya di setiap video A Awan, dan ketawa-ketawa sendiri.
"Aa suka video nya mamah liat, Bagus deh. " Jarel menunjukan nya padaku.
"Iya. " Seperti dapet hiburan baru aja Zara.
"A Awan, A Awan, ada ada aja kamu ide nya, Bagus banget, kreatif. Apalagi video-video travelling nya. Euh tempat nya indah-indah sekali. Zara suka. " Zara bicara sendiri sambil ketawa ketawa sendiri.
Zara kembali belanja ke SR hari ini, karena sekalian belanja ATK juga dari Sukabumi. Sekalian Zara mampir untuk sekedar beli rokok.
Suasana SR yang rame tapi sunyi. Seperti itulah Suasana SR sekarang. Yang tersisa hanya bayangan-bayangan canda tawa dulu ketika ada Rangga, Bayangan tempat dimana dulu Zara menangis kini telah berubah.
Kursi depan tempat Rangga pun kosong.
"Hmmm..." Zara hanya bisa tersenyum menatap setiap sudut ruangan yang ada Di SR. Semuanya telah berubah, tak seperti dulu. Bahkan hidupku pun haruslah ikut berubah. Karena waktu berjalan kedepan, bukan lagi terus menengok kebelakang.
Meskipun memori itu pasti akan selalu ada, tempat bisa saja berubah, namun setiap kenangan itu pasti akan selalu ada, yang kini hanya tinggal bayangan.
"Mana jemputan nya? " Si om bertanya.
"Libur om, ga apa-apa sedikit kok, ikat yang kenceng ya om dus nya. biar ga berantakan nanti di angkot." Jawab Zara.
"Zara nya mau di ikat juga om. " A Hilmi ikut bicara.
"Ok. masukin dus sekalian ya. " Tambah si om.
"Ah.. kalian tega ya. " Jawab Zara.
Masih tetep rame aja mereka, dan masih memperlakukan Zara dengan baik pula. Memang seperti di rumah sendiri kalau Zara sedang berada di SR. Jadinya rame aja, bercanda bersama anak-anak SR semuanya.
"Berat Zara sedikit juga, kamu yakin mau bawa sendiri? " Si om mengangkat barang belanjaan aku.
"He.. he... " Zara hanya bisa nyengir.
"Ayolah om anterin sampe dapet angkot. Berat tau ini, kamu cewek sok kuat banget ya. " Si om menggerutu sambil menjinjing dus belanjaan aku.
"Ha..ha..Ga apa-apa Zara kan strong om. "Jawab Zara.
"A Fadli permisi Zara mau ambil keresek. " Zara ambil keresek belanjaan Alat tulis Zara yang tadi Zara titipin di didepan. A Fadli bagian jaga gerbang depan sekarang menggantikan posisi A Rangga dulu.
"Oh iya boleh-boleh. Udah belanjaan nya? " Tanya a Fadli.
"Udah a, tuh di bawain si om. " Jawab Zara.
"Oh iya siap, makasih. " Jawab A Fadli.
"Itu apa lagi Zara. Berat juga ya. "Tanya si om.
"Alat tulis om, Lumayan lah berat sedikit. " Jawab Zara.
"Kamu ya dasar. " Jawab si om.
"Udah ya Om, makasih. " Zara masuk ke dalam angkot.
"Iya hati-hati. " Jawab si om.
"Siap. " Jawab Zara.
Alhamdulilah masih dikelilingi orang baik, mati satu tumbuh seribu. A Rangga pergi, datang orang-orang baru yang lebih peduli kepada Zara sekarang.
Terimakasih, Allah pasti membalas setiap kebaikan yang kalian berikan untuk Zara.