
Malam hari, saat jaga toko Zara masih menatap layar handphone yang Zara pegang.
"Zara." Zara menatap Chat pertama yang Zara kirim ke A Eko tadi siang.
"Oke Zara." Balas A Eko.
"Ya Allah semoga ini bukan kesalahan, Semoga Zara tidak menyesal nanti nya karena sudah mengirimkan pesan pada A Eko." Pikir Zara dalam hati.
Karena Zara masih ingat dulu ketika pertama Zara mengirim pesan pada A Rangga, Saat Zara meminta nomor A Rangga pada A Fadli. Andai semua itu tidak Zara lakukan dulu. Mungkin Tidak akan ada kisah Rangga Zara sekarang.
"Tapi Sekarang Zara kan ga minta nomor A Eko. A Eko yang meminta Zara menyimpan nomor kontak nya kan, dan menyuruh Zara menghubungi nya jika ada sesuatu yang mau ditanyakan masalah SRC. A Eko juga yang menawarkan membantu mengajarkan Zara tentang aplikasi SRC. Jadi, Zara ga melakukan kesalahan kan kali ini." Pikir Zara.
"Semoga A Eko bisa jadi partner bisnis Zara kedepannya, ingat Zara jangan pikir macam-macam hanya partner bisnis. Kendalikan perasaan yang biasanya tak terkendali itu Oke." Zara bicara sendiri didalam hati.
Zara buka aplikasi SRC nya dan mulai memilih barang yang mau di beli untuk stock barang di toko Zara.
Wah, ternyata banyak sekali pilihan produknya, hampir semua yang Zara butuhkan ada, kalo kaya gini Zara ga akan belanja ke SR langsung lagi seperti nya. Tinggal pilih aja sambil duduk manis di meja kasir nunggu pelanggan datang, belanja juga jalan. Benar-benar keren A Eko, yang seperti ini yang selama ini Zara cari.
"A Eko kalo check out nya jam segini, buat besok bisa? Apa harus besok pagi aja." Zara kirim pesan WA ke Eko karena ini jam 20.09 SR pasti udah tutup.
"Bisa Zara, jadi nanti pagi di print terus di siapin." Tak perlu menunggu lama ternyata A Eko langsung balas pesan Zara disertai emoticon lucu juga.
Ahhhh... A Eko tolong ya jangan bikin Zara baper.
"Oh iya Siap." Zara balas singkat.
Jam 20.30 Zara mengirimkan screenshoot orderan belanja Zara untuk besok.
"Kaya gini bukan?" Tanya Zara.
"Nah betul, Nanti besok aku suruh Citra print atas nama J Store ya?" Balas A Eko
"Iya." Balas Zara.
Sebetulnya Zara malu kalo mendengar nama toko Zara itu, takutnya terlalu bagus apa gimana ya. Tapi mungkin mulai sekarang nama toko ku di pake di SR nanti karena Zara pesennya lewat aplikasi. Kalo Zara datang sendiri ke sana, disana yang di pakai nama pelanggannya Zara. Ya sudah lah apa arti sebuah nama yang penting stock barang belanjaan Zara bisa terpenuhi.
"Sip bener berarti ya, Makasih A Eko." Balas Zara.
"Sip betul sekali. Sama-sama, terima kasih ya Zara." Jawab A Eko.
"Ih ternyata baik ya ini orang. Kenapa baru tau sekarang. Zara Zara kamu kemana aja." Gerutu Zara.
"Inget ya Orang baik itu belum tentu dia suka, orang baik itu belum tentu dia punya perasaan sama kamu, orang baik itu bisa jadi dia memang ramah ke semua orang." tiba-tiba perkataan Rangga itu muncul di kepala Zara.
"Astagfirullah. Orang ini muncul lagi. "Zara memejamkan mata dan berusaha melupakan semua kata-kata Rangga.
Keesokan harinya Zara kirim pesan WA A Eko sekitar pukul setengah 10 pagi, sebelum Zara berangkat ke SR. Karena A Eko juga nyuruhnya seperti itu.
"Zara besok kalo mau belanja rokok, sebelum berangkat pesen dulu aja lewat aplikasinya biar nanti pas Dateng ke toko. Rokok nya udah beres aku siapin." Pesan A Eko kemarin pas ngajarin SRC sebelum Zara pulang.
"A Eko udah di siapin belum?" Zara kirim pesan WA sebelum berangkat.
Tidak ada balasan, mungkin sibuk. Mending Zara langsung berangkat sekarang aja.
Sampai di SR Zara langsung menghampiri A Eko di meja nya.
" Udah beres belum?" Zara tanya A Eko yang berdiri di depan meja kasir rokok.
" Nih lagi disiapin dulu rokoknya. Tunggu sebentar ya. " Jawab A Eko dengan senyum nya.
"Ok Zara tunggu." Zara berdiri didepan nya sambil memperhatikan A Eko menyiapkan rokoknya.
"Mang Dedi barang J store yang mana?" Teriak A Eko pada Mang Dedi yang baru aja keluar dari gudang.
"Ssttttt... Jangan kenceng-kenceng a manggil J Store nya malu." Tegas Zara pada A Eko.
"Biarin ga apa-apa bagus kok. Mang Dedi cari yang J Store ya....he...he..." Teriak A Eko lagi.
"A Eko ...." Zara kesel karena A Eko malah semakin mengeraskan suaranya.
"Ha..ha. ga apa-apa." Jawab A Eko senyum.
"Zara ini barang nya, mana mobil nya." Mang Dedi menunjukan barang belanjaan Zara yang sudah di siapkan di depan.
"Itu mang biar di ambil sama sopirnya aja." Jelas Zara.
Zara ajak langsung angkot dari rumah Zara ke SR, kebetulan sopirnya juga kenal. Karena barang belanjaan Zara pun sudah selesai disiapkan jadi tidak akan menunggu lama.
"Biar sama Saya aja, yang mana barangnya." Sopir angkotnya membantu Zara membawa barang belanjaan Zara ke dalam mobil.
"Oh iya makasih. Yang ini aja mang." Zara menunjukan barang belanjaan Zara.
Alhamdulilah, sekarang belanja nya ga perlu waktu lama-lama. Untung di ajarin SRC sama A Eko, jadinya membantu Zara menghemat waktu.
Memang pada Akhirnya Allah selalu menghadirkan orang-orang baik disekeliling Zara untuk membantu Zara.
Terimakasih ya A Eko udah membuka jalan baru untuk kelancaran usaha Zara. Semoga kedepannya nya kita bisa terus bekerja sama dengan baik. Karena sebetulnya sudah lama juga kita kenal.
Dulu kesan pertama ketika melihat A Eko berada Di SR. Waktu itu Rangga tidak ada, entah libur atau apa yang jelas ketika A Eko mengganti peran Rangga mengecek bon belanja di depan bersama anak-anak waktu itu. Zara perhatikan rasanya aneh aja.
" Sok A siap, kita mulai." Hilmi bersiap packing barang belanjaan orang lain waktu itu, sedangkan A Eko checking di bonnya sambil duduk di kursi samping Zara. Tapi gaya nya ga enak banget di lihatnya. Agak kaku orangnya, anak-anak juga tidak seakrab seperti bersama Rangga.
Zara perhatikan penampilan nya dari atas sampai bawah. Penampilannya rapi, baju kaos lengan pendek celana jeans panjang. Memakai kacamata sedikit tebal sepertinya kacamata minus, memakai accesories kalung dan gelang putih.
"Wah..ini siapa ya. Karyawan baru mungkin. Sepertinya masih Sodara A Fadli. Dilihat dari penampilan nya sepertinya ini orang kaya. Terlihat dari bagaimana dia menjaga kebersihan juga, baju nya tidak mau kotor kena tepung terigu." Zara bicara dalam hati waktu itu.
Beberapa waktu juga, Tugas Rangga jadinya pindah ke gudang. Dia tidak pegang bon lagi. Posisinya di ganti A Eko. Zara agak gak suka karena kalo A Eko yang ngecek barang, Ga Rame. Ga seperti dengan Rangga.
Lalu A Eko pindah posisi nya jadi input barang. Barang belanjaan Zara sering A Eko input dulu. Bahkan ketika Zara berada disamping A Eko menyebutkan barang belanjaan, mata Zara fokusnya ke depan memperhatikan A Rangga yang sedang packing barang Di luar. Sampai sampai Zara salah menyebutkan orderan waktu itu karena tidak fokus.
" Zara nya liatin A Rangga terus sih di luar dari tadi makanya salah nyebut. " Jelas A Eko waktu itu ketika ada kesalahan belanjaan Zara.
"Oh iya gitu." Rangga yang dari tadi jongkok didepan kami pun sedang packing barang tersenyum.
A Eko pun tau ketika dulu Zara belanjanya bawa mobil sendiri.
"Zara bawa mobil sendiri?" Tanya A Eko ketika duduk bersama Zara dulu di kursi depan SR.
"Iya." Jawab Zara.
"Pinter, cewe bisa bawa mobil sendiri." Jawab A Eko.
"Kan belajar A." Jawab Zara.
"Kursus? berapa lama?" Tanya A Eko.
"Iya seminggu, 2 jam/harinya." Jawab Zara.
"Tapi cepet ya, hebat langsung bisa." Jawab A Eko.
"Hehe..He.. belajar ngelancarin sendiri aja a." Jawab Zara waktu itu.