
Perut zara masih terasa linu dan perih, namun Zara selalu mencoba baik-baik saja.
Seperti biasa Zara harus mengantar Jarel sekolah.
Untung saja ada mamah Salwa lewat.
"Ayo naik Jarel. " Motor Mamah salwa berhenti di depan Zara.
"He.. he.. pas banget, Zara ikut sekalian yah, mau ke minimarket deket sekolah." Zara mau ikut nebeng motor mamah Salwa nih. he. he..
"Ayo berangkat." Mamah Salwa ngajakin Zara dan Jarel naik motor berempat.
Pulang dari sekolah Zara mampir minimarket. Di pintu ada aa supervisor ganteng itu, yang muka nya playboy gitu. bukan yang aa baik yang sopan, bukan.
"Aduh..kok Zara jadi deg degan ya liat dia." Zara bicara dalam hati.
"Saldo kah?" Tanya aa ganteng itu.
"Iya." Jawab Zara.
"Satu juta, Lima juta?" Tanya si aa nya.
"Ihh apaan, 500 ribu aja a." Jawab Zara senyum. Ga akan keliatan juga sih Zara senyum.
"Aduh, gangguan loh aplikasinya juga." Si aa nya berkata dengan muka-muka so was-was gitu.
"Masa sih a, Ya sudah lah nanti siang aja balik lagi." Jawab Zara mengambil uang yang udah Zara simpan di meja kasir.
"Eh... eh... tunggu.. tunggu.. nggak eror kok, bercanda aja, bisa kok. tunggu sebentar. " Si aa nya ketawa nyebelin.
"Serius loh a. Bisa nggak? " Zara kesel, kirain beneran gangguan.
"Bisa.. bisa.. sebentar ya. " Jawab si aa nya sambil menatap Zara dengan senyumnya yang manis.
"Astagfirullahaladzim ini cowok ada-ada aja sih, Biasa nya kasir yang lain, pelayananan nya selalu sesuai SOP, tapi yang satu ini gaya bahasa nya santai banget. Ampun deh. " Zara bicara dalam hati.
"No handphone? "Tanya Si aa nya.
"Hahh.. member kah? Zara ga konsentrasi karena merhatiin si aa ini, ganteng juga ternyata.
"Iya no Handphone? Tanya si aa itu dengan senyuman khas seorang cowok playboy.
"Astagfirullah." Zara banyak-banyak istighfar kalo ketemu dia.
"Sebentar ya, struknya ga mau keluar. " Sambil terus liatin Zara dia.
"Astagfirullah. " Zara bicara di hati.
"Udah masuk ya saldonya? " Si aa nya memberikan struk nya pada Zara.
"Iya udah, makasih. " Zara buru-buru pergi.
"Eh.. di do'ain jualan nya berkah yah, laris manis, biar nanti sore balik lagi kesini. " Kata si aa nya sambil ketawa.
"Amin." Zara buru-buru keluar minimarket itu.
Astagfirullah, ko ada ya manusia kaya gini, perasaan yang lain ga gitu deh, ini tiba-tiba langsung so akrab aja gitu.
Semoga nanti pas ngisi saldo lagi, lagi rame, Kalo sepi ya kaya gitu dia, Bawel.
"Hey.. ayo naik. " Tetangga ku mengagetkan.
"Astagfirullah, mang kirain siapa, mepet banget motornya. " Zara kaget karena memang lagi ngelamun juga sambil jalan.
"Ayo naik, daripada jalan kaki pegel." Si mamang tetanggaku menawarkan tumpangan.
"Bukan mahramnya, ga boleh boncengan sama laki-laki mang Zara. " Jawab Zara ketawa.
"Jaga jarak kok, ayolah dari pada pegel kaki jalan terus." Si mamang ketawa.
"Ha.. ha... Ok lah. " Zara naik dibonceng si mamang tetanggaku.
"Dadah... " Si mamang melambaikan tangan kepada teman-temannya yang ada di pinggir jalan, lagi nongkrong mereka.
"Hati-hati Zara, diculik. "Teriak salah satu teman si mamang tetanggaku.
Udah ga asing lagi mereka tiap hari liat Zara jalan kaki bolak balik, Mereka selalu menyapa Zara.
Zara kembali menunggu toko, sebelum menjemput Jarel nanti pulang sekolah.
Ditoko juga agak sepi kalo sekitaran jam 9 sampai jam 10 karena anak sekolah SMA dan SMP udah pada masuk kelas, rame nya pagi sebelum masuk, dan nanti pas pulang.
Makanya selalu ada waktu luang untuk Zara shalat dhuha dan mengaji, sambil mengkaji terjemahan ayat-ayat al-qur'an.
"Eh.. ko inget si aa itu. " Tiba-tiba ketika Zara mengaji terlintas wajah si aa yang Zara temui diminimarket tadi.
"Lucu. " Zara senyum sendiri.
"Tundukan pandangan mu. "
Ya itu, kalo udah masuk ke hati susah, mending kalo perasaan nya terbalas, kalo nggak kan repot, sakit hati ujungnya.
"Astagfirullah, Sadar Zara, mendingan perbanyak mengaji deh. " Zara bicara sendiri dalam hati.
Waktunya Zara kembali ke sekolah Jemput Jarel.
"Mamah kata bu guru rambutnya harus dipotong udah agak panjang. " jarel memberi tahu aku.
"Oh, Ya udah nanti di pangkas rambut mang Edo aja ya, deket rumah. " Jawab Zara.
"Ok. " Jarel menjawab.
Ada si aa itu lagi, depan minimarket lagi turun barang dari mobil.
Mau ga mau bertemu lagi.
"Assalamu'alaikum. " Si aa nya menyapa.
" Wa'alaikumsalam. " Jawab Zara.
"Pulang jemput ya." Tanya si aa nya.
"Iya. " Jawab Zara.
"Hati-hati. " Masih aja ngomong dia padahal Zara udah lewat dari hadapannya.
Memang kalo ketemu tiap hari ya gitu jadinya.
"Aa tuh mumpung buka pangkas rambutnya. langsung aja yuk. " Zara mengajak Jarel ke pangkas rambut mang Edo.
"A, mang Edo kemana? Zara bertanya kepada A Danu yang punya toko nya.
"Kerumah dulu sebentar, tunggu aja. " Jawab A Danu.
"Oh iya." Zara duduk di kursi depan.
"Hayo atuh, kapan mau prawedding?" Tanya A Danu tersenyum. Karena dia photografer dan istrinya rias pengantin, A danu sering melakukan photoshoot disamping rumah ku karena pemandangan nya Bagus.
"Ha. ha. . calon nya juga ga ada. " Jawab Zara ketawa.
"Beneran belum ada? " Tanya A Danu.
"Iya bener, mau nyariin juga boleh. " Jawab Zara ketawa.
"Banyak sih yang nanyain ke a Danu juga. Cuman A Danu mau tanya dulu ke Zara, takutnya udah ada calon kan. " Jawab A Danu.
"Boleh a sok aja, masih free. " Jawab Zara ketawa.
"Harus sesuai kriteria kan pastinya, mau yang gimana coba? Tanya A Danu.
"Ustadz. " Jawab Zara ketawa.
"Ha. ha.. bener harus yang agamanya Bagus biar ga jatuh ke lubang yang sama, iya kan? " Jawab A Danu sambil ketawa ngakak juga.
"Iya lah, yang lalu biar lah berlalu jangan sampai terulang kembali." Jawab Zara.
"Amin. A Danu juga mau Zara, kalo si teteh ngijinin nambah" Jawab si A Danu.
"Heyyy. Satu aja ga abis loh a. Gaya pake nambah-nambah segala. " jawab Zara.
"Nggak lah, ga sanggup biaya dapurnya. Tapi A Danu salut sama kamu, usahanya bisa bertahan, A Danu aja ini buka foto studio sepi, dikira bakalan rame." A Danu membuka foto studio dan ATK juga deket toko Zara.
"Yah begitulah a, Rezeki single parent mungkin selalu ada aja. Alhamdulilah. "
"Ga pernah liat si mas Ditto kesini sekali aja liat Jarel gitu ga pernah emang? " Tanya A Danu.
"Ga pernah, Mau ngapain juga. Ga punya muka dia kalo berani kesini lagi. "Jawab Zara.
"Biaya Jarel ga ngasih? " Tanya A Danu.
"Nggak. " Jawab Zara.
"Semoga nanti dapet pengganti yang lebih baik ya, tenang aja, masih muda ini, cantik, sholehah, pinter cari uang pula, the best pokoknya Zara. " A Danu mengacungkan jempol.
"Ha.. ha.. semoga ya A. Alhamdulilah Zara bersyukur banget Allah memberikan kesempatan bagi Zara, untuk ganti suami." Jawab Zara.
"Untung banget ya Zara. " A Danu tertawa.
"Iya lah. " Zara merasa bebas, bahagia, Allah memberikan kesempatan pada Zara untuk bertemu lagi dengan pasangan hidup yang terbaik untuk Zara suatu saat nanti.
Sisi positifnya adalah, mungkin memang Allah memeberikan waktu Zara untuk sendiri. Agar Zara bisa fokus urus Jarel, mendidik Jarel, membangun usaha, berkarya. Apapun bebas Zara lakukan sekarang, tanpa ada larangan dari siapapun. Selama itu baik untuk Zara, Zara bebas melakukan apa saja. Ada Allah yang selalu melindungi setiap langkah yang Zara lalui.