
"Aa ayo shalat. " Ajak Zara kepada Jarel
Setiap waktu shalat magrib, toko Zara tutup dulu karena Zara mengajari dulu Jarel mengaji sampai Jam 7, Setelah itu barulah Zara buka kembali tokonya sampai jam 10 malam.
"Ok. "Jarel langsung ikut mengambil air wudhu.
Langsung mengambil sajadah dan berdiri di shaf depan di mushola rumahku, untuk shalat berjamaah berdua bersama Zara.
"Aa mau jadi imamnya, dan dengan lantangnya mengumandangkan iqamah. " Jarel bertingkah seolah-olah seperti orang dewasa.
"Ayo mah, mulai. " Jarel berdiri di shaf depan dan Zara di belakang.
Setelah shalat selesai Jarel langsung menghadap ke belakang dan mencium tangan ku.
Masya Allah sungguh suasana yang mengharukan, dulu ketika Ditto masih jadi suami ku, tidak pernah ada pemandangan yang seperti ini.
"Mah sebelum mengaji aa mau berdo'a dulu sama Allah. " Jarel berkata.
"Boleh, do'a apa?" Tanya Zara.
"Ga boleh tau, mau Allah dulu yang denger nya. Aa mau mintanya di dalam hati. " jawab Jarel.
Anak ini langsung duduk bersila, mengangkat kedua tangannya. Dan memejamkan kedua matanya.
Zara hanya terdiam dan memperhatikan wajah anak ini, cukup lama.
"Udah. " Jarel membuka kedua matanya.
"Lama banget. " Zara berkata sambil tersenyum.
"Emang aa minta apa sama Allah." Tanya Zara.
"Ayah baru. "Jarel menjawab dan tertawa.
"Ha.. ha.. "Zara tertawa mendengarnya.
"Emang aa bilang nya gimana sama Allah. "Tanya Zara.
"Aa minta sama Allah, Ya Allah aa pengen ayah baru, yang baik, yang sayang sama mamah, sayang sama aa, sayang sama teteh, sayang sama chira, sayang sama ua Maria, sayang sama kakek nenek, sayang sama temen-temen aa, yang bisa bantuin usahanya mamah di toko aa. bisa bantuin mamah bayar sekolah aa. terus aa juga mau di gendong di punggungnya ke masjid setiap hari, buat shalat berjamaah, kaya temen aa si Hafiz mah. " Jarel menjelaskan panjang lebar.
"Amin.. mudah-mudahan Allah mengabulkan ya. kita tunggu aja. " Jelas Zara.
"Iya. " Jawab Jarel.
"Si om, Mang Yana, dan a Dani juga kan lagi bantu nyariin ayah baru buat aa, jadi aa tinggal tunggu aja. Ok." Jawab Zara.
"Ga mau yang lain, aa mau nya A Rangga aja. " Jawab Jarel spontan.
"Hahh... masa? Kenapa aa mau nya a Rangga. " tanya Zara.
"Mau a Rangga aja, aa udah minta sama Allah, udah lamaaaaa banget. Ya Allah aa maunya a Rangga jadi ayah aa. Tapi Allah nya ga denger ya mah. nyebelin. " jawab Jarel cemberut.
"Bukan nya Allah ga denger, tapi A Rangga nya udah punya pacar jadi ga bisa nikah sama mamah. " Jelas Zara tersenyum.
"Putusin aja pacar nya, mamah juga bisa bercerai sama Ayah. " Jawab Jarel.
"Ha.. haa... " Zara hanya bisa tertawa.
"Ayolah ngaji dulu. "Zara mulai membuka al-qur'an untuk belajar menghafal surat-surat pendek terlebih dahulu.
Zara membuat jadwal harian mengaji untuk Jarel sedemikian rupa. Agar anak tidak merasa jenuh, maka harus di masukan unsur seni kedalamnya, bagaimana cara kita untuk membaca al-qur'an.
Semua materi pun tersampaikan. Materi dasar dulu, baca iqra, surat pendek, bacaan shalat, mengetahui rukun iman, rukun islam, nama para nabi, dan para malaikat. Memahami makna yang terkandung di dalam Al-qur'an, dan Baca Shalawat.
Mencintai aja dulu, menumbuhkan minat anak untuk membaca Al-qur'an. Karena ketika telah tumbuh rasa suka dan Cinta pada hati anak terhadap Al-qur'an, maka untuk mengajari nya pun tidak terlalu sulit. Zara dan Jarel jadinya sama-sama belajar.
"aa baca sendiri terjemahan nya, kalo yang pendek ya mah. " Jarel berkata.
"Iya. " Jawab Zara.
"Bukankah kami telah melapangkan dadamu (Muhammad)? - Al Insyirah ayat 1.
"Maksudnya apa mah? " Jarel meminta penjelasan dari terjemahan satu persatu ayat yang dia baca.
Ini menjadi PR banget bagi Zara, karena Zara pun masih sama-sama belajar. Paling juga Zara memberikan contoh seperti apa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari kita.
"Jadi gini a, Setiap mahluk Allah yang ada di muka bumi ini, baik kaum yang terdahulu pada Zaman nabi, atau manusia yang ada sekarang. Semuanya pasti mendapatkan ujian dari Allah, berupa cobaan yang tidak lah mudah untuk dilalui. Ada yang kelaparan, ada yang terkena bencana alam, ada yang sakit, ada yang ditinggal meninggal sama keluarganya. Banyak sekali. Sampai nabi muhammad pun dahulu bertanya kepada Allah
"Kapankah datang pertolongan Allah? Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat - Al-Baqarah ayat 214.
"Lalu kemudian Allah menolong nabi Muhammad dengan cara pertama adalah memberikan rasa ketenangan hati kepada nabi Muhammad. " Jawab Zara.
"Contoh nyatanya, A inget ga waktu Ayah Ditto pergi dari rumah. Ninggalin kita, mamah nangis terus tiap hari. "Tanya Zara.
"Iya tau, Tapi ga lama dateng A Rangga ke toko. Nah terus mamah cerita ke A Rangga, terus mamah nya jadi ketawa lagi. " Jawab Jarel tersenyum
"Dan kami pun telah menurunkan bebanmu darimu, yang memberatkan punggungmu. Al Insyirah ayat 2 dan 3."
"Jadi apa mah? " Tanya Jarel.
"Maksudnya adalah gini. Allah akan menolong setiap umatnya untuk keluar dari segala ujian yang mereka hadapi." Jawab Zara.
"Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) perbuatannya. (Mereka berdo'a), "Ya tuhan kami, janganlah engkau hukum kami, janganlah engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya, Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir - Al Baqarah ayat 286.
"Contohnya apa? "Tanya Jarel.
"Contohnya Adalah, ketika waktu itu mamah bingung nyicil mobil dari mana, terus aa makan nanti gimana, Mamah bisa apa nggak sendirian, A Rangga bilang sama mamah, Insya Allah cicilan mobil nanti juga lunas. Aa Jarel ada rezekinya. Nah dari situ mamah seneng karena mamah ngiranya A Rangga bisa bantuin mamah.
Salahnya mamah, waktu itu mamah belum dekat dengan Allah a. Mamah minta tolong nya ke A Rangga bukan sama Allah, karena waktu itu mamah belum belajar mengaji. Mamah selalu sibuk dengan urusan dunia aja.
"Urusan dunia itu apa mah?" Tanya Jarel.
"Urusan dunia itu, ketika mamah sibuk kerja, ayah sibuk kerja, yang dikejar hanyalah uang, sedangkan ibadahnya ya hanya shalat saja. Sehingga Allah marah, lalu Allah mengambil semua dunia yang kita punya itu. Untuk apa? Tujuannya adalah supaya kita ingat kepada Allah, karena yang memberi segala kenikmatan didunia untuk kita itu Allah. Kalo kita Bersyukur, Allah akan tambah lagi nikmatnya, kalo kita lupa bersyukur maka Allah akan ambil kembali nikmatnya.
"Berarti kalo sekarang aa bisa sekolah dan bisa makan, aa harus bersyukur sama Allah. " Jawab Jarel.
"Iya betul, dengan cara apa? bilang apa sama Allah? "Tanya Zara.
"Bilang Terimakasih Ya Allah, alhamdulilah. Terus kalo Aa bawa makanan banyak ke sekolah, aa kasihin teman aa sebagian. Biar nanti kita makan sama-sama. " jawab Jarel.
"Iya betul. Pinter anak mamah. Ayo lanjut lagi. " Zara mengelus kepala Jarel.
"Dan kami tinggikan sebutan (nama) mu, bagimu - Al Insyirah ayat 4.
"Jadi apa mah? " Jarel kembali bertanya.
"Ketika manusia mengharapkan pertolongan Manusia lainnya. Manusia itu ga akan bisa menolong, karena hanya Allah lah yang maha penolong semua mahluk. "
"Tetapi hanya Allahlah pelindungmu, dan dia penolong yang terbaik - Ali imran ayat 150."
"Contohnya apa mah? " Tanya Jarel.
"Contohnya gini a, dulu pas mamah minta A Rangga bantu bayarin cicilan mobil mamah, A Rangga nya ga mau, terus menghilang." Jawab Zara.
"Salahnya mamah adalah mengharapkan bantuan a Rangga lebih, padahal A Rangga juga belum kenal lama sama mamah kan, pasti nya A Rangga juga merasa aneh waktu itu. Berhubung mamah nya belum mengenal dekat sama Allah. Nah untungnya A Rangga ga nolongin mamah, jadi mamah nya tau, oh ternyata yang bisa nolong mamah tuh sebenarnya Allah, jadinya mamah sadar, dan mamah berterimakasih banget sama a Rangga sekarang.
"Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Al Insyirah ayat 5 dan 6
Ayat ini pertama kali diperkenalkan A Rangga padaku, tapi aku tidak pernah mendengarkannya karena aku terlalu takut untuk menghadapi ujian ku waktu itu.
"Jadi apa mah. " Tanya Jarel.
"Allah tidak akan memberikan ujian pada mahluknya tanpa memberikan solusi untuk menghadapinya." Jawab Zara.
"Contohnya?" Tanya Jarel.
"Ketika kita kesulitan uang untuk mencicil mobil waktu itu a. A Inget? " Tanya Zara.
"Iya, terus mobilnya di jual sekarang?" Jawab Jarel.
"Iya, dari penjualan mobil itu, kita bisa jualan lagi kan karena uang nya di pake modal, terus sekarang aa bisa sekolah dan makan. "Jawab Zara.
"Tapi aa nya sakit dulu, karena jalan kaki terus kepanasan, kecapean, pulang pergi sekolahnya, karena biasanya kan pake mobil, Jadi ga cape. " Jawab Jarel.
"Karena belum terbiasa, sekarang udah biasa, kan nggak. Jadinya aa lebih kuat." Jelas Zara.
"Terus aa juga seneng karena banyak temen aa yang ngajakin naik motor sekarang. " Jawab Jarel sambil tersenyum.
"Iya begitulah. Yang penting sekarang aa sama mamah selalu sehat ya. " Jawab Zara.
"Iya mah."
"Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan) tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain. "
"Jadi apa mah? " Jarel bertanya.
"Contohnya, kaya aa dan mamah sekarang, meskipun kita udah ga sedih lagi, toko kita rame lagi. Kita harus tetep berusaha dan berdo'a sama Allah. Biar usaha mamah berjalan lancar dan berkembang jadi besar. Biar aa sama mamah rezeki nya banyak dan bisa bantu orang juga untuk kerja di tempat kita, gimana? " jelas Zara.
"Siap, karena aa mau punya minimarket yang besar, 2 lantai namanya "J Store" (Toko Jarel) biar aa nanti uangnya banyak, kalo aa udah punya uang banyak aa mau umroh. aa mau ke masjid yang banyak payungnya yang Bagus itu mah. iya kan mah, boleh kan?" Jawab Jarel.
"Iya, boleh banget. berdo'a aja sama Allah ya. " Jawab Zara.
"Dan hanya kepada tuhanmulah engkau berharap. Al Insyirah ayat 8."
"aa tau, apapun yang aa mau, tinggal minta aja sama allah, nanti allah kasih ke aa lewat orang. Iya kan mah? "Jawab Jarel
"Betul, aa Jarel emang pinter. Besok lanjut lagi ya. " Zara menutup Al-qur'an nya.
"Ok. " Jawab Jarel