DIARY ZARA

DIARY ZARA
48. Healing



"Aku lagi butuh uang buat bayar hutang, sekarang ga bisa pinjem kemana-mana. Kamu bisa bantu ga? " Tiba-tiba Ditto mengirim pesan di Whats app.


Astagfirullah, ini orang punya muka ga sih. Nafkah untuk anaknya aja ga ngasih, sekarang mau minta bantuan pada Zara karena banyak hutang. Dimana rasa malu Ditto.


"Maaf ga bisa. " Zara balas singkat.


"Minta orang yang over kredit mobil buat lunasin. Tolong ya, Kalo mobil ga dijual ga akan kaya gini. Minta tanggung jawab aja. " Jawab Ditto.


"Ha.. ha... " Zara hanya bisa tertawa.


Bukan nya Ditto dan Lidya selalu buat konten liburan ke tempat-tempat wisata. Itu semua pake uang kan buat hura-hura. Sekarang giliran banyak hutang mau minta tolong sama aku lagi.


Cukup sekian dan terimakasih, Zara ga bisa ikut campur urusan keuangan mu lagi. Karena mobil ku pun udah ada yang urus, sudah bukan tanggung jawab Zara lagi.


"Aa ayo siap-siap, kita berangkat ke pizza hut. " Ajak Zara.


"Ok. " Jawab Jarel seneng banget.


Hari ini Jarel ada acara dari sekolah, Pizza Maker Junior.


"Mamah hujan, berangkat ke sekolah nya juga. " Jarel melihat ke luar rumah, memang dari semalem juga hujan belum berhenti.


"Ga apa-apa, bisa pake payung, sama pake jaket dari Ayah, itu kan anti air Jaket nya. " Jawab Zara.


"Oh iya, aa ambil dulu jaket nya di kamar. " Jawab Jarel.


"Ya udah sana, mamah mau ngambil uang dulu di toko, sekalian mamah mau ke bank bayar cicilan, sama ke toko alat tulis juga sekalian. " Zara ke toko Zara dulu nyamperin ayah.


"Yah, minta uang. " Zara berkata pada Ayah.


"Uang uang kamu ambil aja di laci semua. ha.. ha.. " Ayah tertawa.


"ha. ha... kapan dong Zara bisa minta uang ke Ayah, atau ke Suami, biar kaya orang-orang. " Zara berkata pada ayah sambil tertawa.


"Bersyukur bisa punya pengahasilan sendiri, ga bergantung kepada orang lain, atau ngabisin uang suami doang. " Jawab Ayah nepuk jidat Zara.


"Aduh, sakit yah. Ngomong-ngomong ibu-ibu yang lain ke Pizza hut bawa uang sebanyak ini ga yah. " Zara masukin uang dari laci ke dalam tas Zara.


"Tanya aja coba. "Jawab Ayah.


"Masalah nya Zara bawa uang ini bukan untuk shopping hura-hura, tapi buat bayar cicilan sama belanja Alat tulis.ha.. ha... " Jawab Zara.


"Kamu mau ikutan jadi bunda-bunda sosialita gitu?" Tanya Ayah.


"Nggak ah, ga sanggup yah, orang bisnis ga akan paham. "Jawab Zara.


"De, kumpul jam berapa disekolah. " A Adit telpon.


"Ke Pizza bukan? " Jawab Zara.


"Iya, soalnya bu ketua kemarin pesen Angkot ke aa 7 mobil." Tanya A Adit saudara ku.


"Jam setengah 8, ini Jarel juga baru mau berangkat ke sekolah dari rumah." Jawab Zara.


"Oh ya udah A Adit OTW." Jawab A adit.


Ayo Jarel berangkat. " Zara jalan kaki ke sekolah bersama Jarel pake payung, walaupun hujannya kecil tapi sepertinya awet hujan nya ga berhenti dari semalam.


Zara tiba di sekolah, ibu-ibu udah rame berkumpul didepan kelas.


"Aduh, mamah lupa bawa masker Jarel. Mamah beli dulu ke sebrang ya, aa tunggu sini sama ua Adit ya. " Zara bicara pada Jarel.


"Iya, tunggu aja dulu, hujan. Ua juga lagi nelponin sopir angkot yang lain. " Jawab A Adit.


"Zara berangkat sama siapa, bareng aja ayo, mobil nya kosong ini. " Ajak ayah Queen pada Zara yang membawa mobil Sigra Hitam.


Ayah queen, biasa anter gas ke toko Zara, jadinya udah lumayan kenal.


"He. he.. makasih A ga apa-apa ga usah, udah nyarter Angkot sama ibu-ibu yang lain juga. "Jawab Zara.


"Ga apa-apa, bareng aja, sama-sama nyampe kok nanti juga. " Jawab Ayah Queen, Karena hanya berangkat berdua bersama anaknya. Entahlah ibu nya kemana.


"Makasih, Zara ke sana dulu a, Beli masker ini, tadi. lupa bawa dari rumah. " Zara kembali ke kelas Jarel.


"Oh iya. " Jawab Ayah Queen.


Haduh serem kalo Zara bareng Ayah queen berangkat ke Pizza sekarang, bisa jadi bahan gosip ibu-ibu nanti, kaya kemaren pas Zara turun dari mobil si bapak langganan telur ke toko Zara. Rame ibu-ibu, Gosip aja.


Memang kalo toko sembako, yah pasti kenalan Zara sekarang kebanyakan laki-laki. Alhmadulilah mereka semua baik pada Zara, bersyukur jadi banyak kenalan.


Zara naik Angkot A Adit, memilih duduk didepan bersama Jarel. Hujan pun tak kunjung reda kami berangkat ke Pizza hut dari sekolah.


Sampai di Pizza hut anak-anak langsung berbaris masuk. Sedangkan ibu-ibu nya di suruh menunggu di ruangan lain. Sambil duduk-duduk dan selfie.


"Aduh bingung saya ngobrol sama ibu-ibu ga enak. " Ayah Queen menghampiri Zara di pintu depan Pizza hut, karena ibu-ibu lain udah riweuh di dalem dengan gaya Selfie nya masing-masing. Sedangkan Ayah queen juga kenal nya sama Zara aja mungkin di situ.


"Ha.. ha... aneh ya a Rempong. " Zara menjawab sambil tertawa.


"Oh iya boleh. " Jawab Ayah queen karna mungkin dia ga jelas mau ngapain sedangkan nunggu anak-anak juga pasti lumayan lama.


"Aduh ini geng bapak-bapak lagi pada ngapain. " Zara menghampiri A adit bersama teman-teman sopirnya yang lain.


"Ngopi-ngopi teh. " Kata teman nya A adit.


"Ngopi nya di dalem pa, bukan di dalem angkot. " Jawab Zara ketawa.


"Mehong banget, bisa ga setor ke istri nanti pulang, kalo di pake ngopi di dalem. " Jawab salah satu teman a Adit.


"Ha. ha... Iya bener. " Jawab Zara.


"Nasib bapak-bapak di balik ibu-ibu sosialita ya begini. Ha. ha." A Adit upload di akun tik tok nya.


Lucu sekali mereka.


"A ayah Queen ikutan gabung, ga mau sama ibu-ibu katanya. " Zara berkata sama A Adit.


"Iya sini a, boleh-boleh kita ngopi dulu lah." Ajak A Adit.


"Iya makasih. " Jawab Ayah Queen.


"Kamu mau kemana? " Tanya A adit.


"Zara mau ke bank, ke kantor pos sama ketoko Alat tulis, mau belanja. Dari pada duduk duduk doang di dalem lama. Mending belanja dulu lah. " jawab Zara.


"Waktunya maen woy,, bisnis mulu yang dipikirin. " Temen A Adit berkata.


"Eh... kemanapun harus sambil nyari cuan bos. Jangan ngabisin aja. " Jawab Zara tertawa.


Zara ke bank untuk setor cicilan karena udah waktunya setor juga. Ke kantor pos beli materai dan ke toko alat tulis belanja. Sambil pake payung berjalan kaki karena ujan nya juga ga kunjung reda.


"Teh Video anak-anak." Neng, saudara ku mengirimkan video anak-anak yang sudah mulai acaranya di dalem.


"Iya, teteh belanja dulu. Ini masih di bank. " Jawab Zara.


"Iya ga apa-apa masih lama kok ini juga. " Jawab saudara ku.


Tidak lama kemudian Zara kembali dan menyimpan barang belanjaan Zara ke mobil a Adit, Zara kembali ke dalam. Duduk bersama ibu-ibu lain yang masih menunggu.


"Zara keluar yuk, kita ngebaso dulu lah." Ajak mamah Salwa bersama ibu-ibu yang lain.


"Ah, nggak ah bu, Zara disini aja masih kenyang soalnya, Makasih. " Jawab Zara.


"Oh ya udah kita keluar dulu. " Sebagian ibu-ibu memilih keluar untuk mecari baso dan jajanan lain.


Zara males keluar lagi, karena masih hujan juga. Mendingan nunggu di luar ruangan anak-anak yang sedang baking aja.


"Zara, kalo pesen makan di sini mahal ga? " Tanya mamah-mamah yang lain.


"Bentar ya, kita scan dulu menu nya. " Karena menu nya udah ada di meja masing-masing.


"Nih bu, mau ga? " Zara memperlihatkan daftar menu nya.


"Aduhh... nggak ah, ga jadi. " Pada lucu sih emang ibu-ibu ini. Ketawa aja bawaan nya Zara. ternyata, mereka rame juga. Zara jarang sekali kumpul dengan orang tua murid seperti ini.


"Mba pesen Cappucino ya. " Zara memesan kopi.


"Panas apa yang dingin mba? "


"Panas aja. " Jawab Zara.


Karena lumayan lama juga, sepertinya Zara butuh kopi biar ga ngantuk nunggu Jarel.


"Zara pasti itu bisa buat beli kopi berenceng-renceng kalo di toko kamu di rumah. " Tanya Mamah Salwa.


"He.. he... " Zara hanya senyum aja.


"Ga apa-apa bu. " Jawab Zara.


Alhamdulilah meskipun Jarel tidak punya Ayah sekarang. Namun Jarel masih bisa mengikuti acara yang sama seperti anak-anak yang lain.


"Tenang aja Jarel, pasti mamah bisa. Do'ain rezeki mamah lancar, biar bisa selalu bikin aa seneng. " Zara bicara dalam hati.


"Acara apa? " Ditto mengirim pesan whats app, karena melihat story ku.


"Pizza maker Junior. " Balas Zara.


"Owh. Udah tinggi ya Jarel sekarang. " Balas Ditto.


Hmmm... kemana aja. baru sadar ya. Zara bicara sendiri tanpa membalas.


Acar pun selesai, kami kembali ke sekolah.