DIARY ZARA

DIARY ZARA
19. Surat ke tiga untuk Rangga



"Zara maaf ya kemarin ga jadi ke toko." Si om dateng nganter barang jam setengah 10 malem.


"Sakit, meriang, macet, sibuk, hujan? " Tanya Zara karena udah ga aneh lagi alasannya pasti itu-itu aja. Ha.. ha..


"He.. he..." Si om nyengir unjuk gigi ga bisa berkata-kata lagi.


"Ga apa-apa om lagian Zara nya juga ke RS kemarin pulang jam 10 malem. " jawab Zara.


"Kenapa emang? " tanya si om.


"Kontrol ibu, biasalah. " Jawab Zara.


"Oh iya. " Jawab si om.


"Tapi kemarin malem Zara liat mobil om masih diparkir di luar. Lampu toko juga masih terang karna pintu SR nya juga masih kebuka yang dalem. Keliatan dari Jalan. Lembur bukan? Tanya Zara.


"Iya, udah beberapa malem minggu juga lembur terus anak-anak ga pada pulang, beres-beres gudang, nginep di toko. Ga apa-apa sih mereka ga pulang juga emang SR kan gudangnya para laki-laki jomblo. Mang Dedi aja yang pulang, karena di cariin istrinya." Si om ketawa.


"Beres-beres terus om? " Tanya Zara.


"Iya kan lagi renovasi, sekat gudang yang belakang itu di bongkar, jadinya lebih luas sekarang. Tempat nangis Zara dipojokan itu ga ada lagi sekarang. " Jelas si om pada Zara.


"Ha.. ha.. malu maluin ya om Zara. Ke SR bukannya belanja malah nangis, berisik. " Jawab Zara ketawa.


"Ga apa-apa. Hayo kapan ke SR lagi, maen lah sekali sekali ke sana. Jangan pundungan gitu jelek. Mentang-mentang barang belanjaan udah di anter kesini sekarang. Jadi ga mau ke SR lagi." si om berkata.


"Ha.. ha.. Zara pundung om, sebelum bawa surat undangan Zara nikah, Zara ga mau ketemu Rangga dulu om." Jawab Zara ketawa.


"Ah.. kamu. Nanti juga ga bertahan lama pasti ke SR lagi iya kan? Tanya si om.


"Hanya untuk belanja ya om. " Zara ketawa.


Oh ternyata SR benar-benar direnovasi dan dibenahi sekarang. Kok bisa sama dengan mimpi Zara ya? Entahlah, mungkin semuanya hanya kebetulan aja.


Tutup toko, Zara tidak merapikan barang belanjaan dari si om karena udah jam 10 malem waktunya tutup toko juga. Biar besok pagi aja beresin barangnya.


Tapi Zara tidak bisa tidur. Setelah selesai shalat Zara teringat Rangga, Lagi dan lagi.


"A Rangga kamu lagi apa sekarang? sibuk banget ya?" Zara bicara sendiri sambil melihat dan memperhatikan foto profil whats app a Rangga.


Ceklis dua biru, Foto surat kedua ku untuk Rangga. Alhamdulilah berarti surat itu udah A Rangga baca, walaupun tidak dibalas.


Ga apa-apa, udah ada perubahan sedikit demi sedikit dari kepribadian Rangga sekarang. Dulu di awal banget Zara mengenal Rangga.


Rangga tidak pakai foto profil Whats app, tidak tau online atau nggak, tidak tau di baca atau nggak karena tidak pernah ceklis biru. Sekarang selalu terlihat Terakhir online A Rangga. Pasti di atas jam 12 malem.


Semoga akhirnya Rangga bisa menjadi seorang manusia, bukan hantu seperti dulu. Walaupun tidak seakrab di awal sekali Zara mengenal Rangga. Semoga sekarang Rangga jadi manusia beneran.


Untuk A Rangga,


Assalamu'alaikum,


A Rangga apa kabar? Semoga selalu baik-baik aja ya.


A Rangga lagi sibuk banget ya? Si Om bilang lagi pindahan gudang jadinya sering lembur.


Jangan terlalu cape ya, Kalo udah cape, istirahatlah. Jaga pola makan, nanti magh nya kambuh lagi. Apalagi kurang tidur, aku takut kamu kaya Canva.


Jaga kesehatan ya.


Maaf kalo Zara terlalu bawel, Ga ada maksud apa-apa hanya ingin A Rangga selalu sehat aja.


Oh iya A Rangga, maaf ya Zara sering nulis surat kaya gini sekarang. Ga ada maksud apa-apa, hanya sekedar ingin cerita karena aku ga bisa tidur kalo belum cerita sama kamu a Rangga. Selalu aja kepikiran.


Maaf kalo jadi ganggu A Rangga, hapus aja ga apa-apa kok kalo A Rangga ngerasa ke ganggu. Tapi tolong Whats app aku jangan di blokir ya, biar aku bisa selalu melihat kamu, walaupun dari kejauhan.


Kecuali kalo memang nanti a Rangga udah nikah, baru boleh di blokir aja aku nya, karena takut istrimu marah nanti.


A Rangga aku baru selesai baca Novel Eccedentesiast, Ga sengaja ternyata Keisha punya novel itu. Jadinya aku pinjem dulu. Aku selalu penasaran karena ada di. Whats app kamu.


Zara nangis setelah membacanya. Kamu tau kan a Rangga, Nangis aku kaya gimana. Ya seperti itulah. He.. he..


A Rangga, jangan bilang kamu seorang Eccedentesiast. Pasti nggak kan? Aku selalu berdo'a semoga kamu selalu bahagia, selalu sehat.


Selalu semangat kerjanya ya!!


Jangan lupa makan, jangan sampe sarapan pagi nya jam 3 sore lagi. Biar badannya selalu kuat.


Si om juga nyuruh Zara maen ke SR. Tapi aku ga mau, takut ketemu sama kamu.


Ga profesional banget ya Zara. Padahal urusan kerjaan ga ada hubungan nya dengan masalah pribadi. Belanja ya belanja aja.


A Rangga, aku bersyukur banget karena telah diberi kesempatan untuk mengenal kamu. Walaupun singkat, namun pengaruhnya sungguh luar biasa untuk Zara pribadi.


Maaf atas sikap ku sama kamu kemarin-kemarin ya. Maaf .. banget.


Zara harap kita masih bisa berteman baik untuk sekedar menyapa. Tapi jika kamu tidak mau pun, tidak apa-apa Zara mengerti.


Zara tidak akan meminta a Rangga untuk membalas surat-surat Zara, karena Zara hanya ingin sekedar cerita. Anggap saja seperti sahabat pena.


Mungkin karena aku tidak punya teman. Tempat cerita ku ya lewat tulisan ini.


Kamu tau ga a Rangga? Sekarang Zara lagi fokus ngembangin usaha toko Zara. Pengennya cepet tapi ga sanggup. Semampunya aja iya kan a Rangga? Karena aku selalu ingat yang pernah kamu katakan.


"Belanjanya sesuaikan aja dulu, mana stock yang udah menipis banget, mana stock yang sekiranya bisa bertahan sampai belanja selanjutnya. Gitu kan a Rangga?"


Makanya, Zara belanja ke si Om juga sedikit-sedikit. Kalo si Om telat kirim. Pasti barang ditoko ku kosong.


Apalagi rokok, sering banget kehabisan stock.


Tapi ga apa-apa ya syukuri aja karena mungkin memang proses usaha itu seperti itu.


Yang penting untuk sekarang adalah, Zara bisa makan, Jarel bisa sekolah, Ayah ku bisa nerima gaji, Cicilan KUR Mandiri ku terbayar tepat waktu. Alhamdulilah sudah cukup.


Semoga nanti kedepannya usahaku bisa berkembang.


Kamu juga harus selalu semangat kerjanya, biar nanti kita ketemu lagi udah sama-sama sukses ya..aminnn...


Karena Zara percaya jika memang takdir Allah mengijinkan kita bertemu lagi, pasti nanti Allah akan mempertemukan kita kembali untuk sekedar saling menyapa, bukan untuk menikah bukan. Tenang aja, Zara juga ga mau punya suami yang ga mencintai Zara, walaupun Zara begitu sangat mencintai mu A Rangga.


Zara juga udah ga kepikiran nikah cepet, terserah gimana takdir Allah aja. Zara bahagia sudah pernah mengenalmu walaupun kita tidak ditakdirkan bersama.


Lucunya gini a Rangga. Ada banyak teman, tetangga, ga cuman satu. Mereka suka nawarin calon-calon gitu, Tapi ga pernah ada yang bener, ujung-ujungnya pasti ga jadi. Mereka bilang ga berani untuk deketin Zara. Mereka takut ga bisa bahagiain Zara.


"Nggak jadi deh, kasian kamu nya Zara katanya." Selalu seperti itu.


Memang nya apa yang harus dikasihani ya. Emang nya Aneh gitu ya Zara sekarang? Zara ga ngerti deh dengan pikiran mereka memandang Zara sekarang seperti apa.


Andai kamu mau ngobrol dengan ku sebentar saja a Rangga. Aku pasti seneng banget. Sesederhana itu keinginanku sekarang. itulah hal yang pasti akan membuat Zara bahagia.


Tak ada lagi yang Zara inginkan sekarang didunia ini, Segala nya telah Allah berikan padaku. Alhamdulilah Zara bersyukur sekali. Kalaupun Allah memanggil Zara sekarang, Zara siap.


Satu hal yang harus kamu ingat a Rangga. Jadikan lah kedua novel ku ini hadiah untukmu Dari Zara. Jika Zara telah meninggal nanti. Semoga kamu selalu mengingat akan cerita Indah ini ya a Rangga.


Jika kamu pernah menggangap hidupmu tidak berharga, tidak bahagia. Kamu harus ingat satu hal.


Kamu adalah orang yang paling berharga yang Allah kirimkan untuk menemani Zara dikala Zara terjatuh sampai Zara bisa bangkit kembali.


Zara tidak tau akan seperti apa hidup Zara jika waktu itu Zara tidak bertemu dengan mu. Cinta memang memberikan kekuatan yang luar biasa. Menghadirkan suatu cerita Indah disaat menghadapi perjuangan hidup yang berat. Disaat dunia tidak bersahabat. Cinta itu tumbuh begitu kuat.


Terimakasih banyak a Rangga.


Bahagia itu sederhana, bukan karena harta, kedudukan, popularitas. Semua itu tidak menjamin kebahagian jika kita tidak pandai bersyukur. Kebahagiaan yang sempurna adalah ketika kamu bertemu dengan orang yang tepat di waktu yang tepat.


Itulah kamu A Rangga. Terimakasih kamu telah memberikan kebahagian yang begitu luar biasa padaku, bertemu dengan mu merasakan seperti menaiki roller coaster. Semua rasa telah aku rasakan bersamamu dengan waktu yang sangat singkat namun begitu bermakna.


Sekarang Zara sudah terbiasa seperti ini. Karena seperti yang pernah kamu katakan.


"Bahagia itu diciptakan bukan dicari. Ternyata memang benar. Hidup sendiri juga bisa bahagia. Namun kebahagiaan itu pasti akan lebih lengkap jika kita bisa hidup berdua bersama pasangan yang saling support, saling melengkapi dan saling mencintai. Pasti lebih Indah bukan? jika sekarang bahagianya Zara itu ketika siang hari saja. Ketika nunggu toko Zara bisa tertawa rame banyak teman. Namun setelah malam itu tiba. semua nya sama, terasa gelap seperti langit malam, sepi tidak ada teman bercerita. Kamu juga pernah bilang seperti itu kan A Rangga?"


Setelah shalat Zara curhat kepada Allah, Curhat sama Allah tuh sama halnya seperti aku nulis surat ini sama kamu A Rangga. Aku bisa menceritakan semuanya namun tidak terdengar suara balasan dari pembaca dan pendengar cerita ku ini.


Tapi ga apa-apa ya, Aku tetep seneng kok, karena mungkin jalannya dari Allah memang begini adanya. Sebenarnya Zara dan Rangga hanya terpisah dengan Jarak tempuh 1 jam saja kan atau bahkan 30 menit. Tapi Zara dan Rangga seperti terpisah antara benua, lautan, dan pulau yang membentang luas, menjadi pemisah jarak antara kita berdua. Jika memang ini perintah Allah. Zara paham Zara tidak keberatan karena dengan begini kita berdua tidak akan terjerumus dari dosa maksiat. Ia kan a Rangga? Lain halnya jika alasan mu adalah Mawar kekasihmu. Itu adalah bencana. he..he..


Dengan terpisah dari mu seperti ini. Lebih banyak waktu aku untuk belajar memahami ayat-ayat al-qur'an, supaya aku jadi orang yang lebih baik lagi. Betapa beruntungnya nanti laki-laki yang menjadi jodohku ya A Rangga.


Zara sedang belajar sambil mengajari Jarel mengaji. Jadi sama-sama belajar. Alhamdulilah Jarel sangat tertarik dan mencintai Al-qur'an. Setiap hari minta dilanjutin ngajinya. Zara jadi banyak belajar lagi sekarang.


Karena Zara tau, Zara bukanlah seorang santri lulusan pesantren seperti mu A Rangga, Tapi Zara mau terus belajar. Karena ilmu itu bisa didapatkan dari manapun dan kapanpun kan? tidak ada kata terlambat untuk belajar memperbaiki diri. Mumpung Allah masih memberikan kesempatan.


Kalo masalah ku dengan Ditto. Alhamdulilah sekarang udah selesai, ga ada kabar lagi. Terakhir pas waktu mau laporin aku ke polisi. Dari situ aku blokir. Alhamdulilah sampai sekarang ga ganggu kehidupan Zara dan Jarel lagi. Hidup ku jadi lebih tenang sekarang.


Jarel juga jadi lebih ceria sekarang. Makan nya juga banyak, berat badannya naik. Disekolah juga aktif, udah dapet 2 piala, juara terus dia. Anak ini memang penyemangat aku untuk terus berusaha mendatangkan uang untuk biaya hidup dan sekolahnya.


Hanya barusan Jarel nya muntah, hidungnya mimisan, agak demam badannya, Tapi sekarang udah tidur. Mungkin masuk angin atau panas dalam kali ya.


Kemarin ikut ke RS, pulang jam 10 malem, nganter ibu kontrol. Pulangnya pesen taksi online. Seperti yang pernah A Rangga sarankan padaku dulu.


Ibu juga udah ga sering ke rumah Zara sekarang. Ga terlalu deket juga. Malesin, suka ditanya kapan nikah terus. Nyariin jodoh nggak, kan lucu ya. Makanya ketemu juga seperlunya aja sekarang.


Tiap malem ada ayah yang nemenin Zara dirumah. Nemenin Zara dan Jarel setiap hari. Setia banget kan ayah ku.


A Rangga, udah dulu ya ceritanya, maaf udah ganggu waktunya kamu.


Semangat kerjanya, Jangan lupa makannya dijaga. Jaga kesehatan, jangan sampe A Rangga sakit kaya Canva. he. .he..


Wassalamu'alaikum