
"Assalamu'alaikum." Tiba-tiba ada pesan masuk dari Kevin di whats app.
"Wa'alaikumsalam. " Jawab Zara.
Ternyata Kevin masih nyimpen no aku, Kevin laki-laki orang Bandung yang aku kenal dari aplikasi taaruf.co. id.
"Gimana kabarnya? " Tanya Kevin.
"Alhamdulilah. " balas Zara.
"Syukurlah, Gimana udah dapet belum jodohnya? " Tanya Kevin.
Zara balas emoticon tertawa.
"Ha.. ha... belum. "
"Sama aku aja yuk kita ke pa penghulu. " Ajak Kevin.
"Mau ke pa Ustadz aja. " jawab Zara.
"Iya ayo, yang penting sah. " Jawab Kevin.
"Bukan,,, Maksudnya Zara pengen nya nikah sama ustadz. he..he.. " Jawab Zara.
Beneran deh, tipe laki-laki yang Zara mau sekarang adalah laki-laki Soleh yang baik agamanya, baik ahlaknya. Yang mampu menjadi Imam untuk Zara dan Jarel, kalo ga ustadz habib gitu. he... he...
"Pa Ustadz Rangga, iya kan? " tanya Kevin.
"Ha.. ha.. ha... Insya Allah kalo Allah mengijinkan. " Jawab Zara.
"Amin... mudah-mudahan bahagia selalu. " Jawab Kevin.
"Amin. " Zara pun membalas.
Entahlah sampai saat ini belum ada laki-laki yang bisa menggantikan Rangga di hati Zara. Ada si aa suvervisor minimarket yang lumayan Zara suka. Tapi sekarang orang nya ga ada lagi. Minimarket nya juga lagi direnovasi. jadi sementara Zara ga bisa isi saldo dulu ke minimarket itu.
Walaupun begitu, selalu ada orang-orang baik disekeliling Zara, semua nya Zara anggap teman baik. Kalau untuk menjadi orang yang spesial untuk Zara sepertinya tidak.
Seperti biasa Zara mengirimkan pesanan belanja Zara pada si om, karena stock barang pun udah mulai habis. Ternyata sore nya si om tidak datang.
"Zara maaf ya barang nya dikirim besok. " Pesan dari si Om.
Zara balas emoticon ketawa.
Pagi harinya banyak pembeli yang menanyakan rokok dan barang lain yang stock nya abis. Zara kesel banget kalo udah kaya gini. Ga enak juga sama pelanggan. Suka pusing kepala jadinya. Mau belanja sendiri pun gimana ngangkut barangnya nanti.
3 hari si om ga kirim barang, stock barang di toko Zara banyak yang kosong.
"Zara dijalan. " Si om kirim pesan Whats app pada Zara.
Zara tidak balas pesan si om karena Zara tidur, ga enak badan memang Zara. pusing meriang, mungkin kecapean atau apa entahlah Zara tidak tau.
"Zara udah tidur bukan, besok aja ya dianter barangnya, kasian udah malem. " Si om kirim pesan lagi.
Nelpon 2 kali ga ke jawab, karena memang Zara tidur tadi.
"Belum om. " Zara jawab kesel banget, karena kalo besok, dikirim nya pasti besok malem lagi bukan pagi, sedang kan stock rokok di toko Zara abis.
"Oh. Ok. " Si om membalas.
"Toko Zara tutup jam 12 malem om. " Jawab Zara.
Setengah jam kemudian si om sampai ditoko Zara. Zara tidak mengahampirinya karena Zara kesal.
Tuh kan, ga makan waktu 3 jam untuk sampai ke toko Zara dari SR itu ga jauh kok, tapi kenapa susah sekali.
"Aduh pa, maaf baru anter, dari kemarin ga ada temennya jalur sini, grosir a Nandi ga belanja. " Terdengar suara si om ngobrol bersama ayah ditoko.
Zara tiduran di kamar, karena memang badan Zara pun lagi demam.
Kesal nya Zara, kenapa mesti nunggu orang lain belanja. Padahal kan kebutuhan stock toko beda-beda. Mungkin karena Zara belanja nya sedikit, entahlah.
Kalo Zara punya kendaraan pun Zara tidak akan menyusahkan orang. Tapi sekarang kan beda. Ya Allah Zara harus bagaimana lagi agar usaha Zara berjalan lancar.
"A Rangga di gudang ada CCTV kan?" Zara kirim pesan ke A Rangga jam setengah 11 malam, karena Zara tak bisa tidur. Zara masih kepikiran barang belanjaan.
"Puter ulang rekaman CCTV tanggal 20 Mei, 21 Mei dan 1 Juni. Kasihin ke si om, lebih Bagus kalo suaranya kedengeran. " Balas Zara pagi hari
"Boleh langsung ke toko aja. "
Ihh jawaban nya gitu.
"Sekedar mau mengingatkan takutnya lupa, Belanjaan Zara dikirim bukan ikut ke a Nandi atau orang lain juga. Tapi itu masukan dari A Rangga dulu. Takutnya kamu lupa. Kalo Zara masih punya mobil Zara juga ga akan ngerepotin kalian. Ini sementara. " Jelas Zara.
Karena Zara ingat kata-kata Rangga.
"Ngapain nangis masih mertahanin mobil. Anter barang belanjaan ada si Om, suruh si om aja, Jarel sekolah ada ojeg, si ibu kontrol ke rumah sakit ada taksi online. " kata-kata Rangga dulu.
"Tenang teh belanja-belanja aja, ga usah khawatir barang pasti sampai toko dengan baik, tinggal Whats app aja, nanti Om anter. " Si om juga bilangnya seperti itu.
Semua terekam CCTV gudang SR Grosir. ga semata-mata Zara berani suruh si om nganter barang belanjaan Zara ke toko kalau ga ada masukan dari Rangga.
"Ga ngerti. " Jawab Zara.
Masya Allah, masa kamu ga ngerti sih A Rangga, kamu pasti tau kan barang belanjaan aku berapa hari ga dikirim si om, barang aku pasti ada kan di situ, udah dipisahin. Emang ga ada orang lain yang kirim barang selain si om, bila perlu kamu yang kirim barang, kalo memang si om ga bisa.
"Si om telat ngirim barang belanjaan Zara, gara-gara grosir A Nandi ga belanja. Emangnya Zara harus belanja bareng sama orang. Kan Zara yang butuhnya juga. "
"Oh iya, langsung ke yang bersangkutan aja kalo gitu, Soalnya aku udah ga ada hak untuk ikut campur sekarang. " Jawab Rangga.
Idih, enteng banget ngomongnya udah ga ada hak ikut campur, kamu kan kerja di SR juga, bagian gudang, kasir, checking. Kok gitu sih. terus yang ngasih masukan barang di antar juga kamu kan, benar-benar ngajak ribut.
"Kan kamu juga yang ngomong, Rangga. " Balas Zara.
"Loh ngomong bukan berarti terlibat tanggung jawab kan. Itu berarti tanggung jawab pengantar dan pengecek." Jelas Rangga.
Hadeuuhh... bukan nya kamu juga pengecek ya, pengen ku tonjok deh Rangga jika ada disini, kesel banget, jika ngomong sedikit aja sama Zara pasti ujung nya debat. Ga bisa santai.
"Banyak kok yang minta di antar barangnya atas dasar saran pribadi. Tapi ketika ada kesalahan ya berarti tanggung jawab pengantar dan pengecek." Jelas Rangga.
Zara memilih merekam Voice note dan mengungkapkan semua kekesalan Zara pada Ranga.
Rangga malah membalas dengan 3 emoticon tersenyum.
Makin kesel hati Zara, Zara marah-marah malah ditanggapi dengan senyum. Serius Zara marah dan kesel sama kamu. Kalaupun Zara sudah menikah lagi dan punya mobil lagi Zara ga akan ngerepotin kalian lagi kok masalah belanja. Tapi ini kan ceritanya belum punya partner hidup lagi Zara. sedangkan kebutuhan hidup terus berlanjut. Zara harus tetap mengisi stock barang di toko Zara. Bagaimanapun Caranya.
"A Rangga mohon bantu Zara untuk sementara masalah barang, sampai Zara menemukan solusi yang lain. " Jawab Zara.
"Maaf bukan Ranahnya dan ga ada hak dan kewajiban yang mengaharuskan pula. " Rangga menjawab disertai emoticon tersenyum.
"Ari nyarios teh sok rangu, Dasar kau Rangga. " Jawab Zara.
Zara ga butuh senyum kamu sekarang, yang ada ingin sekali aku menampar muka kamu, yang Zara butuhkan sekarang bantuan dari kamu. Itu yang terpenting.
"Loh memang kenyataan bukan? ada yang salah? Sekarang gini, yang nganter barang siapa? yang ngecek barang siapa? kenapa marah sama aku, seolah menuntut aku, dengan emot tertawa. Cuman gara-gara ngasih saran, lalu ada kesalahan, aku ikut salah? sudah dikonfirmasi ke pengantar? sudah konfirmasi ke pengecek? lagian aku ngasih saran juga bukan sama kamu aja, ke yang lain juga. Tapi ketika ada kesalahan ya mereka paham siapa yang harus ditanya. " Jelas Rangga.
"Hey Rangga dengerin. Memang mungkin ini bukan kesalahan kamu, tapi setidaknya Zara mengingatkan kalo Zara butuh bantuan kamu, saran kamu dulu itu menentukan hidup dan mati aku. Kamu juga pasti tau siapa yang ngecek barang. Orang kamu kerja di SR. Mungkin untuk orang lain ga berarti apa-apa dan ga jadi masalah besar karena mereka masih bisa membawa barang belanjaan mereka sendiri ke SR jika telat, karena mereka punya mobil atau motor. Sedangkan Aku, aku sendiri sekarang aku melepas mobil ku dulu karena aku rasa tidak perlu khawatir lagi, barang belanjaan om yang jamin sampai toko aku dengan baik. Ngomong memang gampang, betul sekali. ngelakuin nya yang terkadang sulit. " Zara rekam voice note yang panjang sekali pada Rangga.
"Udah dikonfirmasi ke pengirim barang belum?"Tanya Rangga.
"Udah. " Jawab Zara.
"Ada tanggapan? udah dijawab? " Tanya Rangga.
"A Rangga do'ain aja Zara cepet punya uang banyak biar bisa beli mobil lagi, biar ga ngerepotin kalian, atau Zara segera nikah dengan sultan kaya Raya. " Jawab Zara.
"Kok jadi kesitu sih? ga nyambung. " Rangga membalas dengan emot ketawa.
"Nyambung lah bagi Zara. Zara pengen segera jadi orang sukses biar bisa belanja banyak ke SR Grosir. Sebelum Zara menikah lagi, tolong bantu Zara untuk sementara. " Jawab Zara.
"Kan dibilang yang lain juga ada yang dianterin. Tapi kalo ada kesalahan ya langsung konfirmasi ke pengantar. " Jelas Rangga.
"Bodo amat. " Zara balas terakhir.
Karena jika tidak berhenti pasti debat nya terus berkelanjutan.
Bisa ga sih kalo Zara komunikasi sama kamu tuh ga usah berantem. Cape tau nggak, bisa kan ngobrol baik-baik.