
Tiba waktu pembagian Rapot kembali Semester 1 Jarel di TK B, tak terasa sudah akhir semester aja anak ini. Tinggal satu semester lagi masuk SD.
"Aa ayo ke sekolah kita ambil Rapot. " Setelah siap-siap Zara langsung mengajak Jarel ke sekolah.
"Ayo, mamah aa juara lagi ga sekarang? " Tanya Jarel.
"Ga tau mamah, semoga aja ya. Tapi biasanya kalo semester 1 ga ada peringkat kelas gitu, nanti pas kenaikan kelas baru ada, biasanya. " Jelas Zara.
"Oh ya udah ga apa-apa. " Jawab Jarel.
Jarel dan Zara pergi ke sekolah, ternyata di kelas sudah banyak wali murid yang datang.
Tak lama ibu guru pun memulai acaranya, diawali dengan pengumuman liburan. Ternyata sekolah Tk kita akan mengadakan tour ke Park & Zoo Lembang Bandung.
Sampai pada Puncak acara pembagian Rapot, dan ternyata ibu guru mengumumkan anak-anak yang mendapatkan peringkat satu sampai sepuluh. Dimulai dari peringkat sepuluh. Ternyata Nama Jarel belum di sebut juga oleh ibu guru.
"Ibu-ibu coba tebak siapa peringkat satu nya di kelas kita, ada yang tau? " Tanya ibu kepala sekolah kepada semua wali murid yang hadir.
"Jarel. " Para wali murid semua menjawab dengan kompak.
Zara hanya tertawa dan bicara dalam hati. "Emang iya gitu anakku juara lagi. "
"Peringkat satu nya adalah Jarel Arsenio Ariwibowo, Selamat Jarel. " Ibu guru mengumumkan dengan disertai tepuk tangan dan diikuti oleh para wali murid semua yang hadir.
"Alhamdulilah... Terima kasih anakku. Kamu memang hebat. "Zara bicara dalam hati disertai penuh rasa haru. Zara pun di panggil ke depan meja ibu guru untuk membawa buku Rapot Jarel.
Zara dan Jarel pulang dari sekolah dengan penuh rasa bahagia.
"A mampir dulu yuk ke rumah nenek. " Ajak Zara.
"Ayo mah." Jarel seneng banget karena dapet juara lagi.
"Nek nek,, aa rangking 1." Sampai di rumah ibu Jarel langsung lari ke dapur, karena ibu lagi masak di dapur.
"Alhamdulilah, cucu nenek emang paling hebat, anak Sholeh selamat ya. "Ibu memeluk Jarel dan mencium pipinya.
"Makasih nek." Jawab Jarel.
"Minta hadiah apa sama mamah? " Tanya ibu pada Jarel.
"Liburan ke Lembang. " Jawab Jarel spontan.
"Berapa ongkosnya? Ada uangnya?" Tanya ibu pada Zara.
"Ada, udah di potong dari tabungan aja, 540 ribu berdua. " Jawab Zara.
"Minta dong sama Ayah Ditto. "Nenek suruh Jarel Whats app Ditto.
"Iya nanti Zara coba kabarin, terserah dia mau ngasih apa nggak. " Jawab Zara pada ibu.
"A foto dulu yuk rapotnya, mamah mau upload di tiktok." Ajak Zara pada Jarel.
"Ok mah, ayo. " Jarel pun mau bikin video untuk di upload di tik tok, Sekedar iseng sih Zara.
"Ya Allah dulu aku kabarin Rangga pas Jarel juara 1, tapi sekarang ga mungkin. Entah masih hidup atau mati orang nya pun aku tidak tau, dia menghilang tanpa jejak. " Zara bicara dalam hati.
"Andai aku bisa berbagi kebahagiaan ku, andai aku bisa membanggakan prestasi anakku pada laki-laki yang aku sayangi, tapi semua nya tidak mungkin. Semua hanya angan tanpa berakhir kenyataan, semua memang hanya ilusi yang hanya Indah tertulis sebagai kenangan. " Zara berbicara sendiri dalam hati dan selalu saja begitu.
"Ya sudah ya A, aa tunggu disini mamah mau belanja dulu ke SR ya. " Zara bicara pada Jarel.
"Mau ikut. " Jarel merengek minta ikut belanja.
"Ya sudah ayo berangkat, pamit dulu sama nenek. Rapot nya titip aja dulu di rumah nenek ya. " suruh Zara.
"Ok siap mamah. " Jawab Jarel.
Zara dan Jarel pergi belanja ke SR naik angkutan umum.
Sampai di depan SR seperti biasa Zara langsung masuk dan memilih barang belanjaan, hanya rokok dan kopi sih ga banyak juga yang dibeli.
Tinggal bayar dan menunggu rokok di siapkan a Eko, Zara berdiri didepan meja kasir A Eko dan Jarel juga.
"Hay kamu ikut? " Tanya A eko pada Jarel.
"Iya. " Jawab Jarel malu-malu.
"Udah pulang sekolah? " Tanya A Eko kembali.
Zara sih hanya senyum aja sambil menunggu antrian pembayaran kebetulan A Fadli nya masih Ngobrol sama sales rokok.
"A tuh bah Dedi di belakang lagi majang, gangguin sana. " Tiba-tiba A Hilmi datang menggoda Jarel.
"Emang akrab ya Jarel sama mang Dedi? " Tanya A Eko pada Hilmi.
"Musuhnya a, suka perang kalo deket mang Dedi mah, iya ga a. " Tanya A Hilmi pada Jarel.
"Bak.. buk.. bak.. buk... " Jarel mukul pantat nya A Hilmi.
"Eh ga boleh gitu. " Zara menarik Jarel dari A Hilmi.
Semuanya pun tertawa, memang Jarel udah akrab sama mereka.
"Tos dulu dong tos dulu, kita kan temenan ya. " Ajak A Eko pada Jarel.
"Tos..." Jarel pun menepukan telapak tangannya pada tangan a Eko sambil jinjit kakinya karena memang terhalang meja kasir, sambil ketawa dia.
"Ha..ha.. Zara dan A Hilmi hanya tertawa.
"Tuh bah Dedi nya samperin sana di belakang mau?" Tanya A Eko pada Jarel.
"Nggak mau, mamah aa mau nunggu di depan." Jawab Jarel.
"Boleh, sana duduk yang anteng ya." Jawab Zara.
"Ok." Jarel pun berlari ke kursi depan, duduk disamping A Deni yang sedang mengecek barang belanjaan.
"Oh iya a hampir lupa, kemaren pas aku cek cream nya dua renceng ga ada. Ga kemasukin apa gimana?" Tanya Zara pada A Eko.
"Coba mana sini aku liat bon nya." Jawab A Eko.
"Ini." Zara memberikan bon nya.
"Oh iya aku belum ambil, belum di tandain juga di bon nya, maaf ya." Jawab A Eko.
Lalu A Eko mengambil cream nya yang di gantung di atas meja kasir didepan tempatnya berdiri.
Aku perhatiin aja sampai selesai. eh Ternyata cream nya ga akan di masukin lagi ke kantong. udah biarin aja diemin dulu.
"Ini udah Zara, makasih ya." A Eko memberikan kantong kresek berisi rokok.
"Itu cream nya ga akan di masukin." Tanya Zara sambil menunjuk ke arah cream yang sudah satu kali ketinggalan kemarin."
"Astagfirullah iya lupa, maaf ya." A Eko ketawa karena entah lupa atau bagaimana itu cream mau di tinggalin lagi.
"Ah si aa sih ga fokus, grogi ada teteh di depannya jadi aja gitu." Jawab si ibu-ibu yang sama sama antri disamping Zara.
" Ha. ha... ketauan si ibu aku, " Jawab A Eko.
"Dasar." Zara hanya tersenyum dan bicara dengan nada yang sangat pelan.
"Ga apa-apa biar besok kesini lagi, jadinya sering ketemu. " A Eko berkata sambil tersenyum menatap Zara.
"Hah...apa a? Zara ga denger. " Zara pura-pura bego, karena Zara ga mau di buat baper oleh nya. Ga akan lagi Zara baper baperan seperti dulu.
"Biar sering ketemu." Jawab A Eko senyum.
"Ga gitu juga kali a, ga mesti ketinggalan juga barang nya, orang sekarang juga Zara kesini setiap hari, iya kan?" Jawab Zara sambil menunduk ga berani Zara liat matanya.
"Iya, di do'ain lancar usaha nya ya, berkah juga. Biar sering kesini buat belanja lagi." Jawab A Eko.
"Iya Amin." Jawab Zara.
"Udah beres ya makasih." Jawab Zara lagi sambil berlalu pulang ke luar SR.
"Sama-sama Zara." Jawab A Eko.
"Jarel ayo pulang." Ajak Zara pada Jarel yang tadi menunggu dikursi depan duduk si Samping A Deni.
"Udah mah?" Tanya Jarel.
"Udah, ayo." Jawab Zara, tak lupa Zara menganggukan kepala Zara dan tersenyum pada A Deni yang sedang duduk, tanpa bicara sepatah kata pun.
Zara dan Jarel pulang ke toko, naik angkot orang lain karena kebetulan A Adit juga lagi libur.