DIARY ZARA

DIARY ZARA
59. Awal Tahun



" Assalamu'alaikum." ada pesan masuk di What's app.


"Wa'alaikum salam." balas Zara.


"Bu, KTP pa Ditto udah ada?" Ternyata yang mengirim pesan si bapak yang over kredit mobil aku.


"Belum pa, baru sampe JNE Sukabumi." Jawab Zara.


"Oh iya Bu." Balas nya lagi.


Sampai satu Minggu berlalu KTP Ditto tidak sampai juga ke rumah. Si bapak nya tidak nanya lagi begitu juga Ditto. Mungkin dia ambil sendiri KTP nya ke kantor JNE mungkin.


Semoga aja urusan mobil ini benar-benar selesai. Karena ini Awal tahun juga. Masa iya mobil nya belum dibayar-bayar juga. Itu sih memang udah menjadi urusannya, Bukan jadi urusan Zara lagi.


"Assalamu'alaikum." ada pesan masuk di What's app dari teman lama ku waktu sekolah dulu.


"Wa'alaikum salam." Jawab Zara.


"Zara gimana kabar nya sehat?" Tanya Hasbi teman lama Zara.


"Alhamdulilah." Jawab Zara singkat karena Zara sedang menunggu toko juga sambil melayani beberapa pelanggan.


"Ganggu ga, takutnya lagi sibuk?" Tanya Hasbi.


Curiga ada sesuatu nih orang pasti. Males juga Zara basa basi busuk kaya gitu.


"Ada keperluan apa ya?" Dari pada basa basi lama mending Zara langsung tanya aja intinya.


"Punya kontak nya Syahrul ga?" Tanya Hasbi.


" Oh, ga punya " Syahrul itu teman sekolah ku juga.


"Ya udah ga apa-apa." Balas Hasbi


" Ok." Jawab Zara singkat.


Oh ternyata cuman nanya kontak Syahrul, Zara kira mau ada sesuatu, Syukurlah.


"Maaf mau tanya, Kalo suami kamu kemana? udah lama ga liat setiap aku lewat depan rumah." Tanya Hasbi lagi.


Hadeuuh..... Zara kira hanya tanya kontak Syahrul, eh bener kan, ini maksudnya.


"Almarhum." Jawab Zara singkat.


"Kalo mau tau kisahnya baca aja ini." Zara kirim kan novel Zara, biar dia baca. Kalo Zara cerita, lama kepanjangan buang-buang waktu aja.


" Waduh, panjang banget kisahnya." Jawab Zara.


Yah belum apa-apa responnya udah begitu.


"Kapan berangkat tour? " tiba-tiba ada pesan masuk dari Ditto.


"Tanggal 15 Februari. " Jawab Zara.


"Bayarnya kapan?" Tanya Ditto.


"Akhir bulan terakhir, kan buat data kursi bis katanya. Kaos seragamnya udah pesen 150 harganya. Tinggal ngumpulin buat bekal.


Yang 540 ribu itu buat transportasi sama tiket masuk. Kalo mau transfer ke Mandiri aja BNI aku ga bisa di pake MBanking nya, harus aktivasi lagi. " Jelas Zara.


"Ya udah nanti tunggu gajian. " Jawab Ditto.


"Ok. " Zara membalas.


"Mamah jalan-jalan yuk, kan tahun baru. Temen-temen aa juga pada liburan. " Ajak Jarel.


"Jalan-jalan kemana? " Tanya Zara ketawa.


"Ke mall aja yu mah. " Ajak Jarel.


"Mau apa? mandi bola apa makan? " Tanya Zara.


"Mandi bola aja. " Ajak Jarel.


"Besok aja ya hari Minggu kita main. " Jawab Zara.


"Ok. " Jarel menjawab.


Malam hari nya ketika menunggu toko ada pesan masuk lagi ternyata di Whats app Zara dari Hasbi.


"Zara. " Pesan masuk dari Hasbi.


"Iya. " Zara balas singkat pesannya.


"Lagi apa, gimana kabarnya Zara sehat?" Tanya Hasbi.


"Nunggu toko, Alhamdulilah. " Perasaan kemarin dia baru kirim pesan sekarang nanya kabar kaya orang baru kirim pesan aja.


"Oh iya. Disitu hujan ga? tanya Hasbi.


"Nggak. " jawab Zara.


Oh sekarang Zara tau kalau orang balas chat whats app nya singkat, berarti orang itu ga suka.


Rangga dulu balas pesan Zara singkat singkat, berarti memang betul Rangga ga suka sama Zara. Zara nya aja yang kelewat bego, ga sadar diri. Terus aja ngejar laki-laki kaya Rangga. Ha.. ha... lucu sekali.


"Udah tidur bukan?" Jam 22.09 Hasbi kirim pesan lagi.


Zara ga balas pesannya karena baru aja tutup toko, males, cape juga.


Keesokan harinya Hasbi kirim Zara pesan lagi.


"P. "


Zara hanya membaca pesannya.


"Lagi sibuk ya. " Tanya Hasbi lagi.


"Mau apa? " Zara langsung tanya aja.


"Oh maaf ganggu ya. " Jawab Hasbi.


Wah ini orang benar-benar ga ada kerjaan mungkin ya. Se tau Zara yang kirim pesan ke Zara tuh pasti ada hal penting. Karena sekarang Zara tidak suka basa basi. Yang kirim pesan ke Zara tuh pasti ada keperluan, kalo ga anak-anak yang kirim tugas untuk di print. Paling juga Zara WA ke si bapa distributor gas, telur, eskrim. Selain dari itu Zara males ladenin nya ga penting juga.


"Ga ada hal penting kok. " Balas Hasbi.


"Oh ya udah kalo ga ada kepentingan ngapain kirim pesan whats app ke aku. " Jawab Zara.


"Iya. " balas Hasbi singkat.


Maaf banget ya, sekarang ga ada waktu buat Zara ngeladenin orang yang ga ada tujuan penting deketin Zara. untuk apa tidak ada gunanya hanya buang-buang waktu saja.


Memang Hasbi itu teman sekolah Zara waktu SD, masih bujang pula. tapi buat apa harus ladenin chating ga jelas. Kalo dia punya maksud ya bilang dengan jelas. Kalo ga ada maksud apa-apa, silahkan pergi jauh -jauh dari Zara.


Sekarang Zara selalu berfikir kepada laki-laki yang mendekati Zara. Kalian mau apa dari Zara?


Jika ada laki-laki yang mendekat, muncul pertanyaan di benak Zara.


Apa yang kamu inginkan dari seorang Zara?


Yakin mau sama Zara?


Tau Zara siapa?


Mampu penasaran sampai sejauh mana?


Mampu berjuang sekeras apa?


Mampu bertahan berapa lama?


Kapan kamu akan pergi menghilang?


Karena Zara rasa orang-orang hanya penasaran di awal, setelah mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan pilihan nya adalah tetap tinggal atau pergi menghilang.


Tidak ada jaminan akhir yang bahagia. Orang-orang hanya singgah lalu akhirnya pergi menghilang. Entah Zara akan menemukan laki-laki yang baik nanti atau tidak terserah. Tidak terlalu berharap banyak. Karena nyatanya Zara mampu melewati semua ini sendiri.


Sepertinya Hati Zara sudah mati rasa sekarang. Sebenarnya hanya Allah yang tahu dan mungkin nanti Allah yang maha menentukan. Siapakah yang hatimu butuhkan bukan siapa yang sangat kamu inginkan. Tidak perlu cepat namun dia nanti di datangkan di waktu yang tepat. Insya Allah Zara yakin hal itu.


Cukup perhatikan saja, ikuti dan lihat nanti akhirnya seperti apa. Hidup tanpa orang yang kita cintai, dunia tidak akan berhenti berputar, waktu terus berjalan dan tidak hanya melulu soal Cinta. Masih banyak hal penting yang berharga di dunia ini tanpa dirimu dicintai satu laki-laki saja.


Single Happy....


Nikmati kesendirian karena waktu itu sangat berharga.