
"A Eko order. " Pagi ini jam 06.06 Zara kirimkan SS orderan Zara dari aplikasi SRC seperti biasa.
"Oke Zara, nanti kalo udah buka tokonya disiapin ya. " Balas A Eko.
Ha.. ha... iya lah masa disiapin sekarang, SR nya juga kan buka jam 7 pagi, mungkin saja sekarang A Eko nya juga baru bangun.
"Iya Makasih. " Balas Zara.
Lama-lama Zara penasaran siapa sih A Eko itu. Zara cari tau di Sosmed kali ya.
Ternyata Zara tidak mendapatkan informasi apapun di Sosmed tentang A Eko. IG ga ada, facebook ga ada, tiktok apalagi.
"Hadeuuh... Ini orang sama aja misterius nya dengan Rangga. Mending Rangga ada di Facebook dan tiktok meskipun tidak memakai nama asli pada akunnya. Ini sama sekali tidak ada tanda-tanda Sosmednya. " Zara bicara sendiri.
Zara pernah melihat satu kali A Eko Update Status di Whats app, itu pun adik kecilnya laki-laki main lato-lato.
Entah dia lajang, memiliki pacar atau sudah menikah. Zara tidak mendapatkan informasinya sama sekali. Ya sudahlah mungkin nanti juga seiring berjalannya waktu Zara akan mengetahui semua tentang A Eko. Tidak perlu terburu-buru, karena belum tentu juga A Eko suka sama Zara. Hanya baik saja dan mau membantu kerjaan Zara. Ga lebih dari itu.
"Tuh lihat Bagus ga? " Ayah memperlihatkan hasil kerjaannya, mengecat ulang rumah Zara.
" Wah keren sekali yah, rumah nya jadi seperti baru lagi padahal cuman ganti warna aja." Jawab Zara.
Tetangga pun rame berkomentar.
"Zara mau nikah ya, kapan sama siapa? mana undangan nya? " Tanya para tetangga sambil belanja ke toko Zara.
"Ha. ha.... Nikah sama siapa, laki-laki nya juga ga ada yang mau sama Zara. " Jawab Zara sambil tertawa.
" Tuh liat rumahnya aja udah direnovasi. " Jawab Tetangga ku.
"Tahun baru, suasana baru. Itu aja bu. " Jelas Zara pada tetangga Zara.
"Oh, kirain mau nikah. Ya udah ibu do'akan semoga Zara cepat bertemu ya dengan jodohnya. " Jawab si Ibu.
"Amin.. makasih ya bu do'anya. " Jawab Zara.
"Zara, orderannya udah beres ya. " Ada pesan masuk dari A Eko jam 12.41 siang.
"Iya. Barangnya ada semua ga, a Eko? " Tanya Zara.
"Kalo ga salah sih ada semua, Aku biasa ini lagi Isoma. Nanti diliat ya. " Jawab A Eko.
"Iya, nunggu bentar lagi OTW, uangnya kurang 100 ribu, Barusan kepake bayar sales P&G dulu yang dateng ke toko Zara.
"Nyantai aja Zara ga apa-apa, Barang aman kok. Tinggal ambil aja. " Balas A Eko dengan disertai emoticon tertawa.
Ih malu banget Zara, masa iya barangnya udah di bantu disiapin eh bayarnya ngutang, kan ga mungkin. Malu lah Zara. Mending nunggu sebentar lagi deh, 100ribu ga akan lama ngumpulinnya.
Tak lama Zara dapet uangnya sesuai nominal yang harus Zara bayarkan di aplikasi SRC.
Zara berangkat ke SR, ajak mamang sopir langsung dari rumah Zara. Karena di SR juga ga akan lama. Tinggal ambil aja barangnya.
"Pa tunggu sebentar ya saya ambil barang dulu ke dalem." Zara bicara pada sopir angkot yang mengantar Zara.
"Iya siap." Jawab pa sopir angkot.
Zara masuk ke SR dan kebetulan A Eko nya ada di tempat biasa dia jadi kuncen, Meja kasir. he...he..
"A Ada semua ga, jadi berapa?" Zara tanya A Eko.
"Kebetulan ada beberapa barang yang kosong tunggu sebentar ya dihitung dulu, mau dikurangi sama barang yang kosong nya dulu." Jawab A Eko sambil mengecek bon belanja Zara.
"Ok." Zara berdiri didepan nya sambil memperhatikan.
"Totalan nya jadi segini ya." A Eko memberikan bon belanjaan Zara.
"Oh ternyata uangnya pas-pasan, Alhamdulilah ga jadi ngutang deh Zara.
"Teh ini uangnya." Zara memberikan uang pembayarannya ke teh Syifa yang duduk disebelah A Eko.
"Ok." Teh Syifa mengambil dan langsung menghitung uangnya.
"He...he.. A Eko Zara ga jadi ngutang ya." Zara bicara dalam hati sambil memperhatikan A Eko yang sedang menyiapkan orderan pelanggan lain.
"A Zara ambil ya." Zara membawa kantong kresek rokok yang ada di Meja a Eko.
"Oh iya, Makasih ya Zara. Barangnya tanya di Mang Dedi. Udah disiapin kok di depan." Jelas A Eko.
"Iya makasih A." Jawab Zara
"Sama-sama Zara."
Zara ke depan mencari mang Dedi, tapi mang Dedi nya ga ada.
"Citra liat mang Dedi ga?" Tanya Zara
"Lagi istirahat makan Di Gudang." Jawab Citra yang duduk di meja komputer input barang.
"Mang Dedi, mang Dedi." Zara cari mang Dedi ke Gudang, suka inget sesuatu kalo Zara masuk ke dalam Gudang SR itu.
"Mang Dedi nya lagi makan dulu." Jawab Yuda yang baru aja keluar dari gudang.
"Oh ya sudah." Zara kembali ke depan melihat barang nya, dan ternyata ada tulisan nya J Store di setiap Dus barang yang numpuk didepan pintu SR.
"Aduh maaf Zara, mamang nya tadi lagi istirahat dulu." Mang Dedi langsung menghampiri Zara, baru saja dia keluar dari gudang.
"Iya ga apa-apa mang, yang ini semua kan barang Zara." Jawab Zara.
"Iya Zara."Jawab mang Dedi.
"Ya udah, makasih ya mang. Zara pulang dulu." Jawab Zara.
"Iya sama-sama Zara, hati-hati." Jawab Mang Dedi.
Zara pun kembali ke toko. Ga perlu waktu lama kan kalo belanjanya lewat aplikasi. Memang A Eko tuh penyelamat Zara. Dia hadir tiba-tiba diwaktu yang tidak Zara duga-duga. Sangat membantu pekerjaan Zara, Terimakasih ya A Eko udah mau bantu Zara.
Sore hari ketika Zara jaga toko.
"P" ada pesan WA masuk dari ka Jo.
"Tumben nih ka Jo kirim pesan WA lagi ke Zara ada apa ya?" pikir Zara.
"Assalamu'alaikum. Gimana kabarnya Zara, sehat?" Tanya ka Jo.
"Alhamdulilah sehat ka." Balas Zara.
"Alhamdulilah." Balas ka Jo.
"Zara, mau kenalan ga sama temen Kakak. Dia niat cari istri yang berhijab. Orang Arab tapi bisa bahasa Indo. Maaf sebelumnya ya. Tapi kayanya dia mapan, baik juga sama kakak. Kali aja mau kenalan, siapa tau cocok. Kalo setuju nanti kakak kasih nomor kamu ke dia." Jelas ka Jo dipesan WA.
"Ha...ha..." Zara hanya tertawa membacanya.
"Statusnya apa ka?" Tanya Zara.
"Duda." balas ka Jo disertai emoticon ketawa.
"Ga mau." Jawab Zara tegas.
Karena dari awal pun Zara sudah tegaskan Zara tidak mau menikah lagi kalo dengan duda.
"Dia bolak balik Arab Indo." Balas ka Jo.
"Ga mau Duda Kaka." Balas Zara.
"Owh.." Jawab Ka Jo.
"Banyak nawar ya aku." Balas Zara.
Memang Zara tidak mau menikah dengan Duda, alasan nya karena Duda itu pasti punya Mantan istri jika dia cerai hidup, lain halnya cerai mati ya.
Seorang laki-laki yang cerai hidup itu pasti punya mantan istri, punya anak. Alasan dia bercerai kenapa? apa salah laki-laki atau salah perempuannya. Terus anaknya ikut siapa. Jika ikut mantan istrinya pasti sewaktu-waktu laki-laki itu harus bertemu dengan anaknya dan mantan istrinya. Bagaimana dia menafkahi anaknya.
Pokoknya Gak mau ribet urusannya. Bukan Zara tidak mau menerima masa lalu orang lain. Karena Zara juga punya masa lalu yang rumit. Saking rumit nya masa lalu Zara, sehingga kedepannya Zara tidak mau mengalami hal seperti itu lagi. Tidak mau menjadi beban orang lain dan tidak mau terbebani orang lain.
"Ini mah bukan apa-apa, Siapa tau jodoh. Kakak juga kalo ga ada persetujuan, ga mau sembarangan." Jawab Ka Jo.
"Iya cuman syarat no satu, Zara maunya sama bujang KK." Jawab Zara dengan emoticon tertawa.
"Ha ha. " Ka Jo pun tertawa.
"Makanya sampe sekarang belum dapet." Jawab Zara.
"Wah berat ni."Jawab Ka Jo.
"Berat apanya ya, perasaan biasa aja. Hak asasi sih mau bujang atau duda." Pikir Zara.
"Kalo duda sih banyak ka yang nawarin cuman akunya aja ga mau. Jadi santai aja sih. Nanti kalo kakak dapet calon lagi kabarin ya."Jawab Zara.
"Ini orang Arab, beda. Aslinya ini dijamin oke" Jawab Ka Jo.
"Ga mau Kaka." Jawab Zara.
Apalagi Zara punya usaha sendiri di rumah dan baru aja dimulai kembali. Kalau Zara menikah dengan orang Arab, harus bolak balik Arab Indo. Bagaimana dengan usaha Zara disini. Ayah ku ga akan sanggup ditinggal sendiri. Kalaupun ada pekerja, ga mungkin bisa dilepas begitu aja. Sedangkan seorang istri harus ikuti kata suami. Bagaimana Usaha Zara kedepannya. Bisa-bisa tidak berjalan seperti apa yang Zara harapkan.
"Waduh jadi biro jodoh nih kakak." jawab ka Jo.
"Iya boleh kakak. Aku tuh lagi nyari bujang yang mapan, tampan, tajir dan taqwa. Biar kaya Fairuz Soni, Andhika Usi ka." Jawab Zara tertawa.
"Waduh." Ka Jo kaget kali ya.
Namanya juga impian. Ga apa-apa kali kalo Zara pengennya memiliki suami yang terbaik sekarang. Setelah segala kesakitan yang telah Zara lalui, Itu Wajar.
Zara juga terus berusaha memantaskan diri untuk memiliki suami idaman seperti itu. Karena jodoh itu cerminan diri. Jika kita mau laki-laki yang tampan, lihat dulu apakah diri kita sendiri cantik. Jika kita ingin laki-laki mapan lihat dulu apakah diri kita sendiri mampu mengelola uang dan berbisnis. Jika kita ingin laki laki sholeh, lihat dulu diri kita sendiri apakah diri kita wanita Sholehah. Berusaha lah memperbaiki diri sendiri, hasil akhirnya serahkan kepada yang maha kuasa, tidak ada hal yang tidak mungkin jika Allah berkehendak.
"Semoga dimudahkan ya Zara." balas Ka Jo
"Amin.. Makasih ya Ka." Balas Zara.
"Sama-sama." Ka Jo membalas.
Terimakasih Zara sampaikan untuk semua teman-teman yang menawarkan Jodoh untuk Zara. Bukan nya Zara so pilih-pilih. Hanya Zara tidak ingin gagal lagi. Lebih baik gagal sekarang dari pada gagal setelah menikah yang ke dua kalinya.
Kalaupun Allah tidak memberikan laki-laki seperti yang Zara impikan, tidak masalah. Asalkan Zara diberi kekuatan untuk menjalani hidup Zara sendirian, membesarkan Jarel dan membahagiakan kedua orang tua Zara. Rezeki bisa datang dari mana saja, tidak terpaku harus dari suami.