
"De A Adit jalan setiap hari ke terminal, baru tau sekarang SR Grosir ternyata rame ya." Tanya A Adit saudara ku pada Zara.
"Kemana aja a, Zara si udah bertahun-tahun belanja di SR dari tahun 2019 sampe sekarang masih tetap Setia. " Jawab Zara.
"Oh gitu. " Tanya A Adit.
"Iya, biasa nya barang belanjaanya di anter si Om, cuman ga tau ada masalah apa kemarin, sampe telat ngirim 3 hari ke toko Zara. " Jelas Zara.
"Kalo Zara belanjanya pas A Adit lagi jalan telpon aja. Nanti A Adit jemput. " Jawab A Adit.
"Jalan bawa Angkot tiap hari A?" Tanya Zara.
"Jum'at Sabtu libur, karena biasa nya suka ada tugas negara, kerja bakti warga. " Kebetulan A Adit saudara ku ini adalah ketua RT dikampung nya. Beda kampung dengan rumah Zara.
"Oh gitu. Pa RT siap siaga gitu ya?" Zara tertawa.
Sampai di toko, Zara langsung menyimpan barang belanjaan, dan kembali ke sekolah untuk jemput Jarel pulang Sekolah.
"Mamah udah beli Materai nya." Tanya Jarel di gerbang sekolah.
"Udah tadi." Jawab Zara.
Tanpa di sangka-sangka tanpa di duga-duga Jarel Nangis karena ga di ajak belanja.
"Kata Aa juga kalo mamah belanja AA ikut." Jarel berkata sambil ga berhenti nangis.
"Jarel kenapa?" tanya bu guru.
"Ditinggal mamahnya belanja bu tadi." Jawab Zara sambil tertawa.
"Oh ga apa-apa kan sekarang udah pulang mamah nya juga." Jelas bu guru pada Jarel.
Masih tetap nangis ga berenti Jarel sampai toko. Sampai barang yang masih di dus dia pukul dan tendang-tendang.
Zara hanya melihat nya dan tertawa.
"Udah marah nya, Udah nangis nya?" Zara bertanya pada Jarel.
Akhirnya Jarel berhenti nangis.
"Maafin mamah ga ngajak aa, soalnya belanjaan nya banyak, sama orang-orang kan mau beli rokok, kalo mamah belanja nya siang nanti yang beli rokok, ga ada rokoknya kan kasian, terus ga jadi belanja di toko aa, nanti aa ga dapet uang, kalo aa ga dapet uang, nanti aa dapet uang jajan sama nabung di sekolah dari mana?"Jelas Zara.
"Tapi kan aa mau ikut." Jawab Jarel.
"Nanti aja hari minggu, pas aa libur mamah ajak aa ke SR ya? Sekarang aa mau maafin mamah kan?" Tanya Zara.
"Iya." Jawab Jarel
Begitulah cara Zara menghadapi Jarel sekarang.
Sekarang Zara mendapatkan semangat baru dalam mengahadapi hari-hari Zara. Caranya Adalah Zara sering share upload video motivasi di akun tiktok Zara tentang motivasi-motivasi menjalani hidup, bagaimana cara kita bangkit dari keterpurukan. Ada rasa kesenangan tersendiri ketika Zara berbagi pengalaman kepada banyak orang dan ternyata respon teman-teman pun sangat baik, banyak yang menyukai pula.
"Hey Jahe.. jahe..." Mang Yana bersama Ustadz Hilman berhenti didepan toko Zara bawa mobil Ustadz Hilman.
"Eh berisik amang, malu sama aa." Zara teriak dari depan meja kasir karena Mang Yana pun masih dalam mobil aa (panggilan untuk Ustadz Hilman guru ngaji Jarel)
Memang mang Yana kelakuannya seperti itu ke Zara.
"Aa Jarel kapan ngaji lagi ayo. " Ustadz Hilman bertanya pada Jarel yang sedang main di depan toko bersama ayah.
"Nanti. " Jarel jawab malu-malu.
"De rokok biasa de, uang nya dari si aa, sini buruan bawain rokoknya. Ga bisa turun pintu mobil nya terkunci." Mang Yana memang kadang panggil Zara dengan sebutan dede.
"Ini mang. " Zara menghampiri Mang Yana dan Ustadz Hilman di mobil.
"A Jahe a Jahe... " Mang Yana terus aja bilang itu ke Ustadz Hilman. (Jahe itu Janda herang kalo orang Sunda)
Ustadz Hilman tersenyum.
"Amang berisik ih, Zara malu. " Jawab Zara.
"Ah sok kitu, Abong kena payuneun Ustadz. Ari dibelakang mah sok naroskeun teh a. Mun amang nganter aa. Pang milarikeun jodoh sakantenan cenah di daerah Jampang sugan mendak hoyong hiji. " jelas Mang Yana kepada Ustadz Hilman.
"He.. he... Zara ketawa ustadz Hilman pun ikut tertawa. "
"Oh iya besok sabtu jangan lupa ya. Dateng ke acara Maulid di pondok pesantren dibawah. Jarel jangan lupa ya ikutan. Nanti juga mulai ngaji lagi ya sama temen-teman yang lain.
"Oh iya Insya Allah A. Terima kasih Undangan nya." Jawab Zara.
Mang Yana dan Ustadz Hilman pun berangkat, Ada jadwal pengajian di kota Sukabumi. Mang Yana kadang suka jadi sopir Ustadz Hilman.
"Aduh Jarel, kita langsung di undang sama pengasuh pondok nya loh, malu kalo ga dateng. Nanti kita kesana ya A. " Zara mengajak Jarel ikut acara maulid nabi hari sabtu besok di tempat ngaji Jarel dulu.
"Iya ayo, Aa juga udah ga takut sekarang sama aa (Ustadz Hilman) Karena aa nya udah besar sekarang. " Jawab Jarel.
Karena dulu Jarel takut sama aa, dikarenakan aa nyuruh Jarel pake peci, Jarel nya ga mau. aa bilang ke Jarel. Kalo Jarel ga mau pake peci nanti Jarel jadi cewek. Dari situ Jarel suka nangis kalo ketemu aa.
"Zara, barang di anter besok ya. " Si om kirim pesan whats ke Zara jam 20.17.
"Tuh kan kebiasaan, Ok siap om. Besok langsung Zara ambil sendiri aja ke toko. " Jawab Zara.
"Iya. " Si om membalas.
"Belanja minimal berapa om sekarang, kalo mau di anter? Harus 10 juta sepertinya ya om. " Tanya Zara mulai kesel.
"Bebas ga ada aturan, kalo om nya lagi sehat. " Jawab si Om.
"Aminnn.. Lagi sakit kepala, beneran udah tidur ini juga. " Jawab si om.
Lah, masa orang tidur bisa kirim Whats app. Bohong banget si Om nih.
"Iya om Nanti Zara belanjanya sehari 10 juta, do'ain aja. "
"Besok mau di ambil ke toko gimana? dianter aja ya. " Tanya si om pake emot nyengir.
"Diambil ke toko aja pake pesawat Om, tadi siang pesawatnya ga ada, makanya Zara ga bisa ambil barang ke SR." Jawab Zara, karena A Adit lagi libur ga bawa Angkot hari ini.
"Kalo mau dianter sekarang juga boleh. " jawab si Om.
"Sekarang waktunya tidur Om. " Jawab Zara.
"Mobil masih diluar kok, ga apa-apa dikirim sekarang barangnya?" Tanya si Om.
"Mobil siapa?"Tanya Zara.
"Mobil yang biasa di pake anter barang ke situ. " Jawab si om.
"Om mau kesini sekarang? " Tanya Zara.
"Iya, tutup belum tokonya? " Tanya si Om
Gimana cerita nya, Tadi bilang nya sakit, udah tidur pula, sekarang mau anter barang Zara ke sini jam 20.30 masih di SR.
"Ya udah boleh Om, ditunggu. " Jawab Zara.
"Ok. " Jawab si Om.
"Nambahin rokok bisa ga om, Itu berapa belanjaan yang tadi. Bon nya boleh liat? Tanya Zara.
"Sebentar di ambil dulu, bon nya dibawah. " Jawab si om.
"Aku kerjain aja si om, Tambahin belanja rokok beberapa slop, lumayan banyak juga. Dari pada uang nganggur dilaci. Mendingan Zara belanjain lagi. "Zara bicara sendiri.
Si om kirim foto rokok yang disiapin sendiri sama si om.
"He.. he... " Zara tertawa.
Zara bikin bon manual karena pasti Si Om ga pake bon, Mana ada kasir di SR jam 21.00 pasti udah pada pulang.
Setengah jam kemudian si Om nyampe beneran ditoko Zara.
"He.. he.. " Zara menyambut nya dengan tertawa.
"Haduh sakit pa, jadi kemaleman. " Jawab si Om kepada Ayah yang duduk didepan toko.
"Ga apa-apa Om, terimakasih banyak. " Jawab Ayah.
"Ini rokoknya, bon nya besok aja." Si om memberikan bungkusan rokok.
"Ini bonnya. " Zara memberikan bon manual yang Zara bikin.
"Pinter Zara, udah bikin bon sendiri. " Si om tersenyum.
"He. he.. jaga-jaga karena pasti ga pake bon udah malem kaya gini. " Jawab Zara
"Nambahin katanya pa, tapi segini banyak, kalo bahasanya nambahin cukup satu pak, bukan banyak kaya gini. " Jelas si om sambil tertawa.
"He.. he.. maaf om. " Jawab Zara.
"Kalo ga dianter sekarang pundung pa, ngambek nanti nangis, mau dibawa ke toko katanya besok. " Si om ngomongin Zara ke Ayah Zara.
"Emang gitu om sifatnya Zara. " Jawab Ayah tertawa.
"Harap maklum ya pa. " Si Om tertawa.
"Makasih om." Zara berterima kasih pada si Om, kalo ga ada si Om, gimana usaha Zara.
Zara do'ain Om panjang umur, banyak rezeki selalu diberi kesehatan, Jangan lupa bahagia. terima kasih udah mau bantu Zara.
Zara kembali bermimpi.
"Tiba-tiba Rangga datang ke rumah, tanpa berkata apapun tiba-tiba A Rangga langsung memeluk Zara dengan Erat, kepalanya menunduk pada bahu Zara dan dia menangis. "
"A Rangga kenapa? kamu kenapa? Cerita ya? " Zara bertanya karena Zara kaget kenapa a Rangga seperti itu.
Rangga tidak berkata apapun, Hanya terus menangis dibahu Zara, sambil memeluk ku erat.
"A Rangga lepaskan, bukan Mahramnya dosa. Kamu kenapa?" Tanya Zara lagi
"Rangga tidak bicara apapun, dan tidak melepaskan pelukannya juga. Malah tangis nya semakin menjadi. "
"A Rangga cowok kok nangis, cengeng banget sih. "
Tiba-tiba Zara terbangun.
"Astagfirullah, ternyata mimpi. " Zara bangun dan sangat kaget, melihat jam di handphone jam 2 malam.
Zara langsung buka Whats app Rangga, ternyata tidak pake foto, Zara buka telegram A Rangga. A Rangga memasang foto dengan kata-kata "DEAD"
Zara langsung mengambil air wudhu, lalu melaksanakan shalat tahajud, Zara akan meminta petunjuk kepada Allah.
"Ya Allah, apa yang sebenarnya terjadi pada Rangga. Apa A Rangga baik-baik saja. Zara khawatir akan keadaan Rangga. Apa A Rangga sakit. Apa yang sedang menimpa Rangga saat ini, mohon berikan petunjukmu padaku ya Allah. " Do'a Zara ketika seleai shalat tahajud.