
"Mana nugget-nugget nya? " ayah langsung bertanya saat Zara tiba di toko.
"He.. he.. tutup toko nya, nih ganti rokok aja. " Jawab Zara.
"Kamu ke SR? " Tanya ayah.
"Iya. " Jawab Zara senyum.
"Bilangnya nanti mau ke SR nya kalo mau ngasih surat undangan ke Rangga. prettt.. omong doang. " Ayah ketawa.
"Ha.. ha.. kan tanggung yah daripada uangnya di bawa pulang, mending di beliin rokok. " Jawab Zara.
"Ketemu Rangga nya?" Tanya Ayah.
"Ada, tapi ga terlalu nyetrum loh yah perasaannya sekarang, pas Zara deket sama Rangga. " Zara berkata sambil cengengesan.
"Tegangan listrik nya udah turun kali, stabil jadinya. " Jawab Ayah.
"Ha.. ha.. emangnya PLN. " Jawab Zara.
"Ya ganti voltase nya mungkin. " Jawab Ayah.
"Berarti memang Zara harus sering-sering ketemu cowok ganteng yah, biar pas liat Rangga tuh jadinya biasa aja. Iya kan? Tanya Zara sambil nyengir.
"Terserah kamu deh. " Jawab Ayah ketawa.
Zara memutuskan untuk menulis surat untuk yang terakhir kalinya untuk Rangga. Karena Zara sadar tak seharusnya Zara terus berharap pada Rangga. Yang pada kenyataan nya Rangga tak pernah peduli sedikitpun tentang perasaan Zara padanya. Rangga sibuk dengan urusan pribadinya. Bahkan mungkin dengan kekasihnya.
Zara juga harus membuka hati untuk orang baru, tidak perlu mencari, namun menunggu saja siapapun nanti, silahkan Zara terima. Allah pasti memberi apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan.
"Pada akhirnya takdir Allah selalu baik walau terkadang perlu air mata untuk menerimanya - Ummar bin khattab."
Untuk A Rangga Sahabatku,
Assalamu'alaikum,
A Rangga apa kabar? Semoga selalu baik ya.
Seneng tadi bisa bertemu lagi, setelah sekian lama. Ternyata ga apa-apa ya, biasa aja. Takutnya berantem apa gimana tapi alhamdulilah nggak.
Semoga kedepan nya bisa terus seperti itu ya.
Tadi tuh aku dari pagi ikut acara Parenting di sekolah Jarel. Ngebahas tentang bagaimana psikologi anak, bagaimana pola asuh yang baik. Bagaimana cara melihat perkembangan EQ dan IQ pada anak. Banyak pelajaran yang aku dapat dari sana.
Ternyata banyak banget ya tugas ku sekarang. Mendidik anak itu ga mudah. Karena guru disekolah hanya pelengkap, selebihnya dikembalikan lagi pada orang tuanya terutama ibu.
Ibu itu harus kuat, extra kuat. Apapun, bagaimanapun kondisinya harus siap, kuat, sabar dan juga cerdas.
Dari sekolah selesai jam 11.00 langsung ke kota beli tinta ke toko ATK. Ternyata macet banget ya sekarang dijalannya. Perbaikan jalan katanya. Udah lama ga keluar sih Zara. Jadinya ga tau.
Eh pas di pertigaan ke jalur, dibelokin karena jalannya ditutup. Jadinya muter-muter lewat perumahan.
Serem juga barusan ku lihat video rekaman emak-emak yang tadi kecelakan. Emak-emak ngebut nabrak angkutan umum. Sampai macet parah juga tadi. Sepertinya si ibunya lagi galau, jadinya gitu bawa mobilnya.
Kaya Zara dulu pas waktu keluar parkiran SR, langsung tancap gas, bawa mobil ga pake aturan. waktu A Rangga tinggalin Zara sendirian di mobil. Pas A Rangga ga mau Zara ajak ke toko ATK waktu itu.
Masya Allah Zara baru sadar sekarang, ternyata jika kita mau bunuh diri dengan cara nabrakin mobil sendiri itu ngerugiin orang banget ya. Karena yang bawa mobilnya ga meninggal, malah orang lain yang ga tau apa-apa jadi korban.
Bersyukur dan terus bersyukur kepada Allah, masih diberi kekuatan hidup sampai detik ini. Sampai aku kuat dan berani untuk bertemu dengan mu lagi A Rangga.
Zara harap kita masih bisa berteman baik.
Oh iya, tokonya keren ya sekarang A Rangga. Mau jadi minimarket ya, atau supermarket? Keren.!!
Kamu hebat a Rangga.
Semangat terus kerjanya biar terus maju usahanya, omsetnya juga naik terus.
Tapi ingat, jaga kesehatan juga ya. Itu mata kayanya kurang tidur banget ya. Maaf kalo salah, jangan ngambek ya. Kita kan bestie. he.. he..
Jadi inget waktu a Rangga nyobain scan barcode aku dulu di toko ku. Sekarang udah sama kan? Malah SR jauh lebih Bagus sekarang. Aku bilang juga apa. Kalo SR di tata lebih baik pasti pembeli semakin bertambah, karena mereka sangat nyaman belanja di tempat mu.
Selamat ya A Rangga.
Punya mainan baru di SR, ga apa-apa biar lebih anteng kerjanya.
Semangat terus kerjanya. Jangan lupa jaga kesehatan.
Wassalamu'alaikum.
Setiap pertemuan selalu ada perpisahan itulah perjalanan hidup. Satu persatu benar-benar aku ikhlaskan untuk pergi.
Yang paling berat untukku adalah melepas ingatan ku tentang Rangga, melepas harapan ku pada Rangga. Benar-benar membutuhkan perjuangan bahkan butuh masukan dari healer ku di youtube. Beliau memberikan pencerahan yang sangat bermanfaat bagiku.
Bagaimana caranya melepaskan kemelekatan Zara terhadap Rangga. Begitu sulit namun aku berusaha untuk melepasnya dengan ikhlas.
Mencintai memang bukanlah kesalahan, karena rasa Cinta itu sendiri adalah anugerah yang diberikan Allah kepada setiap hati insan manusia di bumi ini.
Namun terkadang cara mencintai nya itu sendiri yang salah.
Mencintai dalam diam dan diusahakan dengan do'a sudah cukup bagi Zara. Kalaupun bukan Rangga jodoh Zara nanti, Sekarang Zara sudah benar-benar ikhlas.
Jika seseorang itu pergi dari hidup kita.
Berarti kita sendiri masih berhak untuk bahagia.
Karena sesuatu yang hilang itu pasti akan diganti dengan sesuatu yang jauh lebih baik.
Amiin.
Ikhlas, sabar, dan tawakal
Manusia hanya berencana, Allah yang maha menentukan.
Ada hikmah pelajaran berharga yang dapat kita ambil dari setiap pertemuan itu. Karena setiap pertemuan itu adalah jodoh. Ada alasan dibalik semua kejadian yang kita alami di dunia ini.
Bagaimana kita bisa mengambil pelajaran baik dan buruk nya tergantung pada pemikiran masing-masing orang yang berbeda.
"Dia memberikan hikmah kepada siapa yang dia kehendaki. Barang siapa diberi hikmah, sesungguhnya dia telah diberi kebaikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang mempunyai akal sehat - Al baqarah ayat 269."
Zara pikir lebih baik Zara mengejar ketinggalan usaha Zara aja sekarang karena lebih menjanjikan dan memang untuk memenuhi kebutuhan ku sehari-hari ya dari situ.
Biarlah cerita Rangga itu tersimpan rapi sebagai kenangan di hidup Zara. Semoga suatu saat Zara bisa bertemu dengan orang baru yang lebih baik dari pada Rangga.