
Eccedentesiast merupakan istilah dalam psikologi yang diperuntukkan bagi orang yang suka menyembunyikan kesedihannya di balik senyuman. Jadi, seseorang yang melakukannya selalu berusaha untuk terlihat bahagia meski sedang menghadapi masalah dalam hidupnya.
Melansir dari beberapa laman, berikut ciri-ciri tentang seseorang yang memiliki sifat eccedentesiast, seperti:
Selalu terlihat ceria, seorang eccedentesiast selalu menutupi rasa sedihnya dengan keceriaan. Di hadapan orang lain mereka terlihat bahagia, namun sebenarnya mereka sedang memiliki masalah. Sebisa mungkin mereka menutupi kenyataan dalam hidupnya
Merasa baik-baik saja, mereka tidak mau melibatkan orang lain dengan masalah yang sedang mereka hadapi. Karena mereka menganggap bisa menyelesaikan masalahnya tanpa bantuan orang lain
Mandiri, mereka terbiasa untuk menghadapi masalahnya sendiri. Karena pintar untuk mendapatkan sebuah solusi dari pengalaman hidupnya
Melakukan hal yang mereka sukai, melakukan hal yang disukainya untuk menghilangkan masalah yang sedang dihadapi. Mereka bukan lari dari masalahnya, tapi hanya ingin menyelesaikan masalah tersebut sambil menikmati hidup
Adapun sisi positif yang bisa Anda ambil dari pribadi seorang eccedentesiast, ialah:
Punya rasa simpatik yang tinggi. Walaupun bersedih hati, seseorang dengan pribadi eccedentesiast tak ingin melihat temannya sedih. Maka akan segera menghibur teman yang sedang bersedih
Memilih tegar dan kuat dengan segala cobaan
Mandiri dalam penyelesaian masalah
Tidak ingin menyusahkan orang lain. Kemandirian yang patut diacungi jempol, sehingga tak banyak orang yang dilibatkan
Terhindar dari bahan pembicaraan negatif. Karena, hampir tidak ada satupun orang yang mengetahui masalah yang dihadapinya
Apakah Rangga seorang Eccedentesiast atau kah Zara sendiri juga seorang eccedentesiast. Entahlah butuh Psikolog untuk dapat menjelaskan itu semua.
Yang pasti Zara baru mengenal sosok Rangga yang begitu sangat berbeda dengan orang-orang pada umumnya. Kepribadian yang sangat tertutup membuat ku ingin mengetahui banyak hal tentang dirinya.
Namun Rangga pasti marah jika tau Zara melakukan hal tersebut. Privasinya sangat di jaga, tak pernah aktif menggunakan sosial media, bahkan Whats app pun privasi sekali, hanya pernah satu kali Zara melihat Rangga memasang foto yang terlihat wajahnya. Itupun karena momen hari Raya idul Fitri dan hanya beberapa menit saja.
Punggung itu, selalu punggung itu yang terlihat dipakai foto profil Rangga di sosial media. Berbanding terbalik dengan kebiasaan aku yang suka banget posting-posting foto ku di sosial media.
Dari awal Zara mengenal Rangga. Begitu sulit untuk mendapatkan informasi tentang Rangga. Namun petunjuk-petunjuk tentang Rangga selalu aku dapat kan lewat mimpi. Mungkin itu juga salah.
Sampai-sampai Rangga marah, karena aku terlalu mencoba untuk mengenalnya lebih dalam.
Sampai aku melihat sebuah postingan foto profil Rangga menggunakan kata-kata kasar karena mungkin saking marahnya.
"Lamun can apal aing sautuhna, ulah sok asa kenal aing pang lila na, komo nyarita goreng soal aing baheula, bari can apal aing sabenerna kumaha."
Tak lama setelah Rangga mengirim pesan telegram padaku waktu itu, Rangga memasang kata-kata itu.
"A Rangga maafkan aku, jika perilaku ku membuat mu sangat marah, aku hanya penasaran tentang kamu, seperti apa kamu sebenarnya. Apa yang selama ini kamu rasakan. Apa yang selama ini kamu alami dalam hidup. Aku ingin mendengar cerita mu. Maaf kan Zara jika memang Zara terlalu lancang akan hal itu. Semua karena Zara ingin mengenal lebih dalam tentang mu. Baik buruk nya kamu, kebahagiaan kamu, kesakitan kamu, kesedihan kamu. Aku harap kamu bisa bercerita. Daripada hanya memendam sendirian."
Feeling aku kamu tidak selalu baik-baik saja. Tapi maaf jika memang aku salah.
Ketika aku membuka instagram, aku melihat story Keisha anak kakakku posting buku novel Eccedentesiast.
Sepulang sekolah Zara mampir ke rumah kakakku.
" Kak, kekey pulang sekolah belum? Tanya Zara.
"belum nanti sorean pulangnya. " jawab Kak Maria.
"Novel yang kemarin Kakak cari tuh judulnya Eccedentesiast bukan? " Tanya Zara.
"Ga tau ya, ga ngerti kakak, pokoknya yang terbaru aja katanya di Gramedia waktu itu, buat tugas literalisasi keisha disekolah. " Jawab kak Maria.
"Iya itu." Jawab kak Maria.
"Aku mau pinjem ya nanti, penasaran ceritanya. Soalnya bebeb ku pake kata-kata itu di whats app nya. " Jawab Zara merajuk pada kak Maria.
"Bebeb.. bebeb.. bebeb Rangga bukan? " Tanya ka Maria.
"He. he... Iya lah, siapa lagi. " Jawab Zara.
"Hussh jangan kenceng-kenceng ketauan ibu bisa kena semprot nanti kamu. " Jawab kak Maria.
"Jangan kak, cukup Kakak sama ayah aja yang tau. Ok.. " Jawab Zara.
"Ya udah, nanti di titipin ke Ayah pas pulang, Sekarang novel nya di bawa kesekolah karena jadwal literalisasinya hari ini. " Jawab kak Maria.
"Ok. " Zara tersenyum.
"Yes, akhirnya aku bisa baca novel ini. Memang Allah selalu memberikan jalan dan cara supaya aku mendapatkan petunjuk tentang Rangga. Petunjuk yang tak pernah di duga-duga sebelumnya.
Keesokan hari nya aku mulai membaca Novel Eccedentesiast ini. Butuh waktu 2 hari untuk aku selesai membaca semuanya.
Aku menangis sejadi-jadi nya setelah membaca novel Eccedentesiast ini.
"Kamu kenapa? "Tanya Ayah kepada Zara yang menangis dengan tangan masih memegang novel Canva Narendra ini.
"Rangga.. Rangga.." Zara terus menangis.
"Idih.. nyebut hey.. Rangga ga ada disini. " Jawab Ayah sambil tertawa.
"Zara takut Rangga meninggal kaya Canva Ayah. " Jawab Zara sambil menangis.
"Yah.. Korban novel. Udah tau cengeng, baperan, masih aja baca novel." Jawab ayah.
"Zara penasaran aja pengen tau. Apa Rangga juga sakit parah yah, sampai-sampai Rangga menjauh dari aku, dengan mengatakan Rangga mencintai Mawar, padahal kan sebelumnya Rangga gak pernah bilang Rangga punya Mawar. Tapi tiba-tiba saja Rangga berubah dari bulan mei itu loh yah. " Jawab Zara.
"Tanya aja sama kamu langsung daripada terus menebak-nebak ga jelas kaya gitu." Kata Ayah.
"Kalo bisa ditanya Zara tanya, Rangga kan kaya batu, entah gunung es, Susah yah. " Jawab Zara.
"Hadeuuh.. kalo Rangga ada disini udah ayah tabok deh mukanya. di kasih racun apa kamu sama Rangga, Sampe segitunya." Tanya Ayah tertawa tapi kesal.
"Racun Cinta ayah. " Jawab Zara nyengir.
"Idiihh.. amit-amit...Sadar Zara sadar.. " Jawab Ayah menepuk jidat ku. untuk membuat aku sadar.
"Aily, aku disini untuk melengkapi kamu. Setelah kamu lengkap, tentu aku akan pergi. Tapi jiwa ini, masih selalu ada selamanya untuk kamu. Akan selalu melangkah bareng di setiap proses kamu. Yang hilang mungkin raga aku. Tapi aku pastikan kalau Cinta ini akan abadi di setiap detik kehidupan kamu atau bahkan kematian nanti.
Aily, pesan aku hanya tiga, selalu angkat mahkota kamu itu, selalu junjung harga dirimu. Dan selalu libatkan tuhan disetiap langkah kamu. Aku yakin apapun takdirnya nanti, kamu akan berhasil menggapai ujung kehidupan dengan baik.
Canva Narendra.
"Rangga... Rangga.. kenapa setelah aku bisa bangkit dari keterpurukan ku. Kamu pergi, kamu tak lagi bicara denganku. Apa kamu memang sengaja dikirim tuhan untuk sekedar menemani ku saja dikala aku terjatuh. Aku ingin ketika aku bahagia kamu ada disisi ku. Aku ingin ketika aku telah mencapai kembali kesuksesan ku. Kamu ada." Tangis Zara.
Rangga seperti mimpi terindah bagi hidup Zara. Walaupun hanya dekat sebentar namun kenangan nya itu akan selalu ada. Abadi di dalam hati Zara. Dan pengaruh nya sungguh luar biasa bagi kehidupan pribadi Zara.