Cool And Cheerful

Cool And Cheerful
Dimana Gerald?



Cuaca hari ini sangat mendung, seolah menggambarkan betapa redupnya dan kehilangannya teman dan keluarga yang di tinggalkan oleh Alexa.


Setelah acara pemakaman selesai, baik Sierra, Olivia, Davina, Noah, Andrew dan Leon berkumpul di cafe yang tak jauh dari kediaman Alexa. Dan sejak tadi, belum ada yang berani membuka suaranya. Pikiran mereka masih bergelut dan merenungi peristiwa yang telah terjadi.


Sementara untuk Gerald, ia masih betah berlama-lama di pemakaman Alexa. Noah sudah mengajaknya untuk pergi, namun Gerald meminta mereka untuk duluan saja. 


"Apakah Selena akan berhenti sampai disini?" Mendengar perkataan Davina, mereka lekas menatap wanita tersebut.


Tidak ada yang menjawabnya. Mereka sendiri bahkan tidak yakin jika Selena dan kedua temannya itu akan berhenti sampai disini. Bisa jadi saat ini ia tengah menyiapkan sesuatu yang lain, yang lebih kejam.


"Aku takut. Takut jika akan memakan korban lagi," sambung Davina. Andrew pun langsung menggenggam tangan kekasihnya tersebut dan berusaha untuk menenangkannya.


"Kau tenang saja. Selama aku berada di sampingmu, maka semuanya akan baik-baik saja." 


"Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang?" sahut Olivia dengan suara pelan.


"Aku yang akan bergerak!!" jawab seseorang yang tengah mendekat. Mereka semua kompak menoleh dan ternyata itu adalah Gerald. Ia tampak tak baik-baik saja sejak kemarin.


"Apa maksudmu?" Sierra membuka suaranya karena merasa aneh dengan ucapan dari Gerald.


"Biarkan aku yang bergerak dan mencari mereka, terutama Chloe." 


Noah membuang nafas kasar, ia kemudian berdiri lalu menyentuh bahu temannya tersebut.


"Aku tahu kau amat merasa kehilangan. Tapi, berpikirlah dengan jernih untuk sekarang. Jangan sampai mengambil keputusan dan tindakan yang salah."


"Aku tahu, Noah. Bahkan, aku sudah memikirkannya dengan kepala jernih. Jadi kumohon, jangan mencoba untuk menghentikanku." 


"Bagaimana jika kita melaporkan saja ke polisi? Aku rasa--"


"Tidakkah kau mengerti ucapanku tadi? Biarkan aku yang menanganinya!!" Gerald menatap Olivia tajam. Sebelum akhirnya pria tersebut pergi dan menyisakan keheningan di meja itu.


Bukan tanpa alasan Gerald mengatakannya. Ia ingin menyelesaikan semuanya sendiri, dengan caranya. Ia akan menunjukkan sisi jahatnya yang telah ia pendam selama ini.


...* * *...


Beberapa hari telah berlalu, namun kesedihan dan kehilangan yang mereka rasakan belum surut, terutama Gerald. Sudah hampir satu minggu sejak kepergian Alexa, pria itu belum kunjung menampakkan diri hingga detik ini.


Bahkan, Gerald tidak masuk ke sekolahnya dan membuat wali kelas mereka bertanya-tanya, kemanakah perginya pria tersebut?


"Apakah salah satu di antara kalian sudah mengetahui tentang keberadaan dari Gerald?" tanya Mrs. Bella pada murid-muridnya. Sayangnya, tak ada satupun yang menjawab pertanyaannya itu. Yang menandakan jika mereka belum mendapatkan informasi apapun tentang Gerald.


Mrs. Bella membuang nafasnya panjang. Berhari-hari Gerald pergi dan menghilang tanpa kabar. Bahkan, orangtua dari pria itu juga sedang mencari keberadaan putranya.


"Maaf, bisakah kita berbicara sebentar di luar?" ujar salah satu pria tersebut kepada Mrs. Bella.


"Tentu saja.." Mrs. Bella lalu segera keluar dan mengikuti langkah pria di depannya. Tidak ada yang tahu mereka membicarakan apa. Namun, melihat dari ekpresi Mrs. Bella, sepertinya itu adalah masalah yang besar.


Cukup lama mereka berbincang di luar, hingga mereka memutuskan untuk pergi dan menjauh dari kelas tersebut. Ruangan Kepala Sekolah, sepertinya menjadi tempat bagi mereka untuk melanjutkan perbincangan.


"Apa yang sebenarnya mereka bahas?" Olivia bertanya karena penasaran. Alisnya bahkan mengkerut heran melihat Mrs. Bella pergi bersama mereka tanpa berpamitan kepada murid-muridnya.


"Sudahlah. Kau tidak perlu tahu itu!!" sahut Andrew. Olivia berdecak sebal, ia pun memilih untuk meletakkan kepalanya di atas meja lalu menutup rapat matanya.


Sedangkan Noah, ia merasa ada yang tidak beres. Entah mengapa hatinya mengatakan bahwa kedatangan para polisi itu ada kaitannya dengan Gerald. Dirinya hanya berharap, bahwa prasangkanya itu salah. Semoga saja tidak ada yang terjadi terhadap temannya tersebut.


Selang 2 jam kemudian, Mrs. Bella kembali dengan raut wajah yang sulit di jelaskan. Wanita paruh baya itu datang ke kelas dengan mata yang berkaca-kaca. Semuanya di buat menjadi bingung melihat hal itu.


"Mrs. Bella, ada apa? Apa sesuatu telah terjadi?" Sierra bertanya dengan nada khawatir.


"Hikss..." Tumpah sudah air matanya. Mrs. Bella tidak bisa untuk menahannya lagi.


Sierra dan Davina lekas berdiri dan menghampiri guru mereka tersebut. Mereka meminta Mrs. Bella untuk duduk di kursinya dan menjelaskan tentang apa yang terjadi.


"Kenapa? Kenapa tidak ada satupun dari kalian yang menjelaskannya kepadaku?" Mrs. Bella menatap satu-persatu muridnya, yang saat ini sudah berdiri mengelilingi dirinya.


"A-apa maksudmu, Mrs?" Davina berujar terbata. Ia masih menunggu penjelasan dari gurunya.


"Mengapa kalian tidak mengatakan, bahwa kepergian Alexa karena perbuatan dari Chloe dan kedua temannya itu? Haruskah polisi yang menjelaskan semuanya kepadaku?"


Degg!!


Noah beserta yang lainnya mematung. Bagaimana bisa polisi sudah mengetahuinya? Padahal mereka menutup rapat kasus ini dan tidak memberitahu siapapun. Lalu, siapakah kira-kira yang memberitahu semuanya?


"Gerald!!!" tambah Mrs. Bella dengan spontan. Seolah ia menyadari raut wajah dari murid-muridnya itu.


"Mrs. Bella sudah menemuinya?" Mata Olivia terbelalak tidak percaya. Ia kemudian menatap temannya yang lain, yang saat ini ikut terkejut seperti dirinya.


"Belum. Tapi, apakah kalian tahu dimana dia sekarang?"


Semuanya menggeleng, hal itu membuat Mrs. Bella tersenyum pedih. Bagaimana caranya ia memberitahukan semuanya kepada anak muridnya ini? Dirinya saja tidak sanggup untuk mendengarnya saat polisi menjelaskannya, lalu bagaimana dengan mereka?


"Mrs. Bella, kumohon katakan!! Dimana Gerald sekarang? Aku ingin menemuinya dan berbicara dengannya!!" pinta Noah dengan sungguh-sungguh. Ia ingin melihat temannya itu dan memastikan bahwa pria tersebut baik-baik saja.


Mrs. Bella kembali menampilkan senyuman pedihnya, sebelum ia menjawab pertanyaan dari Noah, yang di sambut dengan keterdiaman dari yang lainnya.