
Sierra terbangun dari tidurnya saat mendengar suara bising di luar. Ia kemudian memutuskan untuk keluar, ternyata semua orang sedang berkemas di sekitar area camping.
Ia menatapnya bingung. Kenapa semua orang sudah berkemas? Bukankah waktu camping mereka akan di adakan selama seminggu? Namun ini baru tiga hari berlangsung.
"Sierra, kau sudah bangun?"
"Ehh, iya.." Wanita muda itu tersenyum sopan kepada Mrs. Bella yang menyapanya.
"Bagaimana kondisimu? Apakah masih ada yang sakit?"
"Tidak, Mrs. Aku sudah merasa lebih baik sekarang."
"Syukurlah."
"Emm, Mrs. Bella... Kenapa semua orang mengemasi barang-barang mereka?"
Tatapan Mrs. Bella pun berpindah. Ia menatap seluruh penyelenggara camping dan beberapa anak muridnya yang sedang berkemas.
"Kita akan kembali hari ini."
"Secepat itu??"
Mrs. Bella mengangguk, "Aku tidak ingin ada kesalahan lagi. Oleh sebab itu, sebaiknya kita mengakhiri camping ini dan kembali ke rumah masing-masing untuk beristirahat sembari menenangkan diri."
Sierra menunduk lesu, "Baiklah."
"Kau kembalilah masuk ke tendamu, lalu bangunkan kedua temanmu dan minta mereka untuk berkemas segera."
Wanita itu hanya mengangguk kecil, kemudian kembali ke dalam tendanya untuk membangunkan kedua temannya.
...* * * ...
Damian, Angel, Noah dan Sierra baru saja tiba di mansion. Kedatangan mereka di kagetkan dengan keberadaan James yang sedang duduk di sofa ruang tamu.
"Papa..." Mendengar panggilan dari putrinya, James segera berdiri lalu merentangkan kedua tangannya dan tak lupa untuk selalu memberikan senyuman hangatnya.
Sembari menahan sakitnya, Sierra berlari kearah papanya dan lekas memeluknya. Ia begitu merindukan pria tua ini. Sementara Angel dan yang lainnya, meringis karena menyaksikan Sierra yang berlari padahal kakinya masih dalam keadaan sakit.
"Papa kapan datang? Mengapa tidak mengabariku?" tanya Sierra sambil melepaskan pelukannya.
"Papa baru tiba dini hari tadi. Papa sudah berusaha menghubungimu, namun ponselmu tidak aktif, begitupun dengan yang lainnya. Karena Papa merasa khawatir, maka dari itu Papa langsung datang kesini." Dahi James tiba-tiba mengkerut saat melihat goresan di pelipis putrinya. Tatapannya lalu turun dan berhenti di kaki Sierra yang tengah di perban.
"Apa yang terjadi denganmu? Mengapa kau sampai terluka seperti ini?" tanya James dengan nada khawatir.
Sierra tersenyum simpul, "Aku baik-baik saja, Papa tidak perlu khawatir. Ini hanya luka ringan."
"Sekarang Papa tahu, mengapa perasaan Papa sejak kemarin tidaklah baik dan selalu memikirkanmu." Tatapan James tampak meredup. Ia lalu menyentuh wajah putrinya, dan itu membuat mata Sierra menjadi berkaca-kaca.
"Maafkan aku yang membuatmu khawatir.." Perlahan air mata Sierra turun dan membasahi pipinya. James pun segera membawanya ke dalam pelukannya kembali.
Angel yang sedari tadi hanya menyaksikannya dari tempatnya berdiri, memutuskan untuk mendekat. Ia menatap James dengan rasa yang amat menyesal.
"Maafkan aku yang tidak bisa menjaga putrimu. Harusnya---"
Tiba-tiba Naura muncul di ruangan itu. Suasana yang awalnya terlihat menyedihkan, seketika berubah menjadi heboh karena kehadirannya.
"Ada apa ini? Mengapa wajah kalian..." Naura tidak menyelesaikan kalimatnya saat matanya beralih menatap Sierra.
"Oh Sierra.. Apa yang terjadi denganmu?" Dengan wajah paniknya, wanita itu menghampiri Sierra lalu mengambil posisi duduk di sampingnya.
Noah hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan dari saudari kembarnya tersebut. Ia lalu memilih untuk ikut bergabung bersama kedua orangtuanya yang sudah duduk lebih dulu.
"Apakah ini sakit?" Naura belum berhenti bertanya. Ia berniat ingin menyentuh kaki Sierra yang di perban, namun Noah justru memelototinya. Naura pun mendengus dan mengurungkan niatnya itu.
"Aku sudah lebih baik sekarang. Kau tidak perlu khawatir, Naura." Sierra memberikan senyuman menenangkan, dan itu membuat Naura bernafas lega.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" Kali ini James yang bertanya sambil menatap Damian dan Angel secara bergantian.
"Sierra menghilang di tengah hutan. Dia baru saja di temukan kemarin malam," jawab Damian.
"APA???" Bukan. Bukan James yang menjerit heboh, melainkan putrinya, Naura.
"Bagaimana bisa kau menghilang? Lalu, apa yang kau temukan di hutan sana?" Jika Naura berada di dalam posisi Sierra, sudahlah tentu dirinya tidak akan sanggup untuk melihat dan memilih untuk menutup matanya sampai orang-orang menemukan dirinya.
"Tidak bisakah jika kau diam dan tidak menyela pembicaraan orang tua?" Lama-kelamaan Noah menjadi kesal dengan tingkah dari adiknya.
Naura memajukan bibirnya beberapa centi, "Aku 'kan hanya penasaran. Sudahlah, aku tidak ingin berbicara denganmu lagi."
Sepertinya wanita itu benar-benar marah. Lihatlah ia yang menekuk wajahnya sambil melipat kedua lengannya di dada.
"Naura, jangan menyela pembicaraan orangtua, Sayang.." Damian berujar lembut. Dan benar saja, Naura langsung menghampirinya, kemudian duduk di sampingnya sambil memeluk tubuhnya.
James tertawa kecil melihatnya. Ia lalu kembali fokus pada pembicaraan mereka tadi.
"Bagaimana bisa itu terjadi? Apakah kau berpisah dengan teman-temanmu?"
Sierra mengangguk singkat, "Awalnya aku hanya pergi menemani temanku untuk buang air, lalu dia memintaku untuk menjauh karena merasa malu. Aku pun memutuskan untuk berjalan agak jauh darinya. Aku menunggu, menunggu, hingga setengah jam lamanya. Hingga Aku tidak mendengar apapun lagi, dan memilih untuk kembali ke tempatnya tadi. Sayangnya, dia sudah tidak ada disana."
"Lalu apa yang terjadi? Bukankah kau bisa kembali menyusul dan mengikuti petunjuk arah?" tanya Noah yang merasa bingung sekaligus aneh dengan kejadian dari insiden ini.
"Aku sudah berusaha menyusul kalian dengan petunjuk arah yang ada. Namun, aku justru semakin menjauh dan berakhir tersesat."
Seketika Noah terdiam dan berpikir. Sedetik kemudian tangannya terkepal dan wajahnya berubah menjadi dingin. Ia tidaklah sepolos istrinya hingga tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
"Sudahlah. Yang terpenting sekarang, Sierra sudah berada disini dalam keadaan sehat. Itu sudah cukup bagiku." James membelai kepala putrinya dengan sayang.
Angel mengangguk setuju. "James, sebaiknya kau beristirahat. Kau baru tiba, dan aku yakin kau belum istirahat sama sekali karena mengkhawatirkan putrimu."
"Kau benar, Angel. Ayo Nak, Papa akan mengantarmu untuk ke kamarmu agar kau juga bisa beristirahat." Dengan hati-hati, James membantu Sierra untuk berjalan dan menaiki anak tangga. Sedangkan Noah hanya duduk diam di tempatnya sambil memandangi Sierra dengan pandangan lurus.
"Dasar suami tidak bertanggung jawab..."
Refleks, Noah menolehkan kepalanya dan sudah mendapati Naura yang duduk di sebelahnya. Tatapannya sangat datar, dan ada keinginan di dalam dirinya untuk mencekik adik menyebalkannya ini.
Tanpa mengatakan sepatah katapun, Noah memilih untuk pergi dari sana dan menyusul istrinya yang sudah berada di kamar. Dan untuk beberapa hari ini, James akan menginap di Mansion Wilson sembari memantau kesembuhan Sierra.