Cool And Cheerful

Cool And Cheerful
Kecupan Di Pipi



Keesokan paginya...


Setelah sarapan bersama, Si kembar dan Sierra memutuskan untuk bermain truth or dare di kamar Naura.


Botol yang menjadi pilihan mereka untuk bermain, terus berputar hingga berhenti dan menunjuk kearah Sierra.


"Apa yang kau pilih?" tanya Naura.


Sierra menggaruk kepalanya yang tak gatal, hingga akhirnya dia memilih untuk menjawab jujur pertanyaan yang akan di berikan.


"Aku yang akan bertanya. Apakah kau pernah memiliki seorang kekasih?"


Mendengar pertanyaan Naura, membuat Sierra jadi tertawa.


"Jangankan memiliki kekasih, dekat dengan pria saja, Mamaku pasti akan marah. Mungkin... Karena dia telah menyiapkan jodoh untukku, maka dari itu Mama tidak memperbolehkanku untuk dekat dengan pria-pria di luaran saja."


Noah langsung menatap Sierra, saat tahu bahwa yang di maksud dengan wanita tersebut adalah dirinya.


"Wahhh, hebat. Akupun begitu, tidak di perbolehkan untuk dekat dengan pria manapun, kecuali Daddy, Noah, dan kerabat kita."


"Benarkah? Berarti nasib kita sama." Sierra tertawa, begitupun dengan Naura.


"Tunggu dulu." Mendadak Naura bergeming. "Jangan-jangan, Mommy sudah menyiapkan jodoh juga untukku."


"Bisa jadi. Dan semoga saja bukan pria nakal, yang suka merokok." Secara tidak langsung, Sierra menyindir Noah. Lihat saja wajah pria itu, yang tampak kesal di buatnya.


"Jika itu memang benar, maka aku tidak akan setuju. Aku akan---"


"Bisakah kalian akhiri pembicaraan yang tidak berguna itu?" potong Noah.


Sierra dan Naura pun sama-sama menatap sebal kearah pria tersebut. Hingga mereka kembali melanjutkan permainannya.


"Truth Or Dare?" Sierra bertanya kepada Naura, setelah botol itu berhenti berputar.


"Truth," jawab Naura.


"Apa kau sedang menyukai seorang pria?"


Tiba-tiba Naura tersenyum malu-malu. "Kurasa, iya."


"Benarkah? Siapa?" Karena sangking penasarannya, Sierra jadi mencondongkan tubuhnya kearah Naura.


"Kau tidak perlu tahu," kekeh Naura. Sierra pun cemberut, kemudian kembali ke posisi semula.


"Baiklah. Ayo kita lanjutkan." Naura bersorak, setelah itu dia memutarkan botolnya lagi. Tepat sekali, botol itu menunjuk kepada Noah.


"Aku pilih Dare," ujar Noah cepat.


"Kau yakin?" Naura tersenyum misterius.


"Hmm, cepatlah. Katakan apa yang harus kulakukan?"


"Cium istrimu."


Sontak saja mata Sierra membulat. Sedangkan Noah bersikap biasa, karena dia sudah tahu, bahwa adiknya itu selalu memanfaatkan situasi untuk berbuat jahil kepadanya.


"Naura, apa yang kau katakan? Tidak. Aku tidak ma..."


Chupp!!


Deg... Deg... Jantung Sierra berdetak sangat kencang saat mendapatkan kecupan ringan di pipinya dari suaminya.


"Aww, So sweet..." Naura jadi kegirangan sendiri. Dia bahkan mengabadikannya melalui ponsel miliknya.


"Aku harus memberitahu Mommy," tambah wanita itu. Dia segera berdiri, lalu berlari untuk mencari Mommy-nya.


"Apa kau memiliki waktu hari ini?" Pertanyaan dari Noah, memutuskan lamunan Sierra.


"Kau mengatakan apa tadi?" Mungkin karena pikirannya sedang di awang-awang, jadi Sierra tidak mendengarkan apa yang pria itu katakan.


"Apa kau memiliki waktu hari ini?"


"Eugh..." Sierra bergeming sambil matanya yang melihat ke segala penjuru kamar Naura. Saat tatapannya bertemu dengan seruling milik Naura, barulah dia ingat akan sesuatu.


"Sepertinya, tidak. Aku sudah memiliki janji dengan Leon untuk mengerjakan tugas bersama," sambung Sierra dengan kepala tertunduk. Mungkin karena malu tentang ciuman tadi, membuat Sierra jadi tidak berani untuk menatap Noah.


"Baiklah. Aku mengerti." Ucapan Noah terdengar seperti kecewa. Dia bahkan bangkit dari duduknya, kemudian berpindah ke kasur Naura dan merebahkan tubuhnya disana.


Sierra melihat punggung suaminya sejenak. Sebelum akhirnya dia memutuskan untuk bersiap-siap karena sebentar lagi Leon akan menjemput dirinya.


...* * * ...


Suara deruan mobil terdengar di pekarangan mansion milik keluarga Wilson. Angel yang penasaran, segera mengayunkan kakinya untuk menuju keluar.


Hal pertama yang Angel lihat adalah seorang pria muda keluar dari mobil tersebut. Wajahnya terlihat sangat familiar, seolah Angel sering bertemu dengannya.


"Selamat pagi, Mrs. Wilson," sapa pemuda itu yang melihat keberadaan Angel di luar.


Tentu saja dia mengenalnya. Karena keluarga Wilson selalu tampil di sosial media, bahkan di majalah, yang membahas tentang keberhasilan seorang Damian dalam berbisnis.


"Selamat pagi. Apakah kau temannya Noah?"


Pemuda tersebut mendadak bingung harus menjawab apa. Hubungannya dan Noah tidak pernah berjalan baik, dan pantaskah dia mengatakan bahwa mereka berteman?


Sesaat dia akan menjawabnya, tiba-tiba muncullah wanita yang dia cari sambil memanggil namanya.


"Leon..." Sierra tersenyum simpul, "Apa kau sudah menunggu lama?"


"Tidak. Aku baru saja tiba."


"Dia temanmu, Sierra?" sela Angel. Langsung saja Sierra mengangguk sambil tersenyum manis kearah Mommy-nya.


"Iya, Moms. Namanya Leon."


Angel mengangguk, lalu tersenyum ramah.


"Senang bertemu denganmu, Leon."


Leon tampak mengangguk kaku dengan menampilkan senyum camggungnya. Berhadapan dengan Angelina Wilson, membuatnya jadi gugup setengah mati.


"Moms, bolehkah aku pergi bersama Leon untuk mengerjakan tugas bersama?"


"Tentu saja, Sayang. Sekalian kau ajak Noah."


Sierra menggeleng singkat, "Tidak, Moms. Noah dan kami berbeda kelompok."


Sejenak Angel bergeming. Tak sampai sepuluh detik, dia mengulas senyumnya.


"Baiklah. Kalian hati-hati di jalan."


Baik Leon maupun Sierra mengangguk. Wanita itu lalu mencium pipi Angel singkat, kemudian dia lekas menyusul Leon yang sudah lebih dulu masuk kedalam mobilnya.


Sebuah suara klakson terdengar. Perlahan, mobil yang Sierra tumpangi, menjauhi kediaman keluarga Wilson hingga mobil itu benar-benar tidak terlihat lagi.


Angel belum kunjung pergi walaupun mobilnya sudah menghilang dari pandangannya. Dia memikirkan perasaan Noah, bagaimana jika putranya itu tahu dan melihat semua ini.


"Mommy..."


Panggilan itu membuat Angel segera menoleh, ternyata sudah ada Naura di belakangnya dengan senyum sumringah.


"Ada apa, Sayang?"


"Mommy harus lihat ini!" Naura kemudian menunjukkan sebuah video, yang memperlihatkan adegan Noah yang mencium pipi Sierra.


"Noah benar-benar menciumnya?"


"Tentu saja. Semua itu karena aku." Dengan bangganya Naura menepuk-nepuk dadanya. Hingga dia teringat pada sesuatu.


"Aku tadi mendengar suara klakson mobil. Itu siapa, Moms?"


"Teman Sierra."


"Benarkah? Harusnya aku keluar lebih awal, agar bisa berkenalan dengan teman-temannya. Apakah mereka cantik?"


Angel tersenyum kecil, "Dia seorang pria."


Sontak saja Naura menutup mulutnya yang menganga.


"Apakah... Noah tahu akan hal ini?"


"Mommy tidak tahu. Semoga saja dia tidak mengetahuinya. Ayo kita masuk..." Angel lalu menggiring Naura untuk masuk kedalam.


Dan tanpa mereka ketahui, seorang pria sedang berdiri di atas balkon sambil tersenyum sinis. Dia melihat semuanya. Kedatangan seorang pria yang menjemput istrinya.


"Berpura-pura tidak tahu akan hal yang baru saja terjadi, itulah yang akan kulakukan."