Cookie Jar

Cookie Jar
#61 HARI H



Tepat pukul dua siang semua siswa membubarkan diri setelah Thomas memimpin doa, mereka sudah melewati babak pertama acara pemilihan duta sekolah. Para kandidat naik satu persatu untuk memperkenalkan diri dan menjelaskan visi dan misi mereka semisal terpilih menjadi duta, setelah itu diakhiri dengan dua pertanyaan yang akan diajukan oleh pembina OSIS yang nantinya akan diacak entah pertanyaan soal sekolah, masalah sosial maupun penyelesaian masalah yang harus dipikirkan saat itu juga oleh mereka. Selama acara, selang satu kandidat akan diberikan waktu seperempat jam untuk beristirahat ditemani oleh tim band sekolah yang membawakan lagu sebagai hiburan.


Acara akan kembali dimulai pukul enam sore sampai selesai yang akan diisi dengan lomba paduan suara, babak kedua pemilihan duta, waktu dansa dan pelantikan sebagai penutup acara hari ini. Biasanya baru selesai sekitar pukul sepuluh atau paling lama sampai setengah dua belas malam, ada juga siswa yang memilih untuk sekalian menginap dan baru pulang di keesokan harinya karena sekolah pun diliburkan selama dua hari setelah acara.


“Ini pulang dulu terus nanti sore balik lagi gitu?” tanya Sebastian pada Cherryl saat keduanya dan Lily masuk ke dalam mobil.


Si cewek mengangguk, “Hooh biar bisa istirahat sama siap-siap lagi soalnya acara puncaknya kan malem. Makannya ini gue belum pake gaun.” jawabnya.


“Nanti Mas Bastian ndak bisa dansa bareng Cherryl dong kan dia sama Thomas, hahaha…” sahut Lily yang membuat cowok itu mendengus.


“Bisa kan nanti cuma mimpin aja, setelah itu udah gak jadi duta bebas dong gue.” celetuk Cherryl yang membuat Sebastian menatap kaca spion di atas dashboard dan menaik-turunkan alisnya menatap Lily yang kali ini mendengus karena bisa dikalahkan.


“Iya deh iya…”


Selama perjalanan ketiganya mengobrol tentang siapa kandidat yang kemungkinan besar akan terpilih menjadi duta putera dan puteri sekolah nanti. Saking serunya mereka sampai nggak sadar kalau sudah sampai di depan kediaman keluarga Gunawan yang kelihatan ramai karena ada dua mobil dan satu motor lain yang terparkir di halaman depan selain mobil milik Anggara. Mobil Farrel yang ternyata sudah keluar dari bengkel membuat fokus si cowok bergigi kelinci teralih.


“Wah ada Bang Farrel juga.” gumamnya.


“Loh lagi ada kumpul-kumpul kah?” tanya Cherryl lalu dia turun dari dalam mobil diikuti oleh Lily dan Sebastian di belakangnya.


Ketiga orang itu masuk ke dalam rumah setelah memberi salam dan benar saja di ruang tengah sudah tergeletak Gilang, Anggara, Ray dan Deandra yang berjajar di karpet lantai depan televisi seperti ikan pindang. Sedangkan Farrel sibuk mengunyah kacang goreng yang ia ambil dari dalam toples di atas meja.


Selain itu juga berserakan beberapa makanan ringan dan kaleng soda, tak lupa dua dua buah joystick PS 4 yang terkapar tak berdaya di antara badan cowok-cowok itu.


“Buset ini rumah udah kayak basecamp aja.” ujar Sebastian lalu mereka disapa oleh para cowok.


“Udah balik kalian, giman acaranya tadi? Ah gue kangen banget dulu kalo acara HUT Sekolah pasti cewenya jadi cakep-cakep.” sahut Raymond yang langsung mendapat toyoran pelan di kepalanya dari Gilang.


“Cewek mulu lo. Biar gue aja yang gitu, lo kan udah ada Puput!” sahut temannya itu yang membuat si cowok menyengir menatap sang sahabat sekaligus calon kakak ipar.


“Hehe ampun, Bang. Gue kan kaga macem-macem.” jawabnya.


Cherryl mendudukkan dirinya di sebelah Farrel lalu menyandarkan kepalanya pada pundak si cowok, “Kak Devaa…Bisa nggak sih Erryl langsung lulus aja. Capek banget huhu…” rengeknya yang langsung dirangkul oleh si cowok.


“Nanti kalo udah lulus makin capek tau, Ryl.” jawabnya lalu mengacak pelan puncak rambut si cewek yang menekuk mukanya.


Sebastian ikut duduk di sebelah si cewek sedangkan Lily mengambil posisi di sofa single yang terpisah, “Bentar lagi sih gue lulus,” sahut cowok itu.


“Hoooo, iya juga. Nanti masuk kampus gue deh Bas banyak cewek cakep loh.” ujar Deandra yang menyahut sambil mengangkat kepalanya walau posisi badan tetap terlentang.


Farrel menggelengkan kepalanya nggak habis pikir, “Diem lo, jangan hasut-hasut adek gue.”


Cherryl mengangguk, “Iya nih Kak Andra nanti Erryl aduin Kak Gigi loh!” sahutnya.


Cowok itu menatap keduanya dengan sinis, “Dasar kalian sekongkolan mulu ah males.”


Sebastian tertawa geli, dia senang kalau Cherryl masih menunjukkan reaksi nggak terima kalau dia diajakin soal hal yang aneh-aneh oleh para abangnya. Meski nggak secara langsung si cewek bilang kalau dia cemburu, tetap saja kelihatan menggemaskan di mata cowok itu.


“Bunda sama Ayah keluar ya?” tanya Cherryl tiba-tiba.


Anggara membuka matanya, “Hooh jalan ke taman bawa si Holy,” jawabnya lalu Cherryl hanya mengangguk-anggukan kepalanya.


“Bang nanti Erryl sama Lily pulang malem loh ya nggak tau jam berapa, E rryl udah bilang Karin cuma gak tau udah bilang ke Ayah Bunda belum.” tambahnya lagi lalu si abang hanya mengangkat ibu jarinya sebagai tanggapan.


“Yaudah kalian istirahat dulu deh gue mau balik, nanti kalo gue udah mau ke sini lagi gue chat okey? Jalan dulu deh Bang, Ly!” pamit Sebastian lalu melangkahkan kakinya keluar dari rumah dan melajukan mobilnya pulang. Cowok itu harus tidur sejenak karena semalam dia kurang tidur.


Sepeninggalan Sebastian, Cherryl dan Lily juga ikut undur diri dari ruang tamu untuk masuk ke kamar di lantai atas. Keduanya hanya mengganti baju dan mencuci muka sebelum akhirnya berbarengan masuk ke alam mimpi seiring denting jam yang terus berlalu.


🍪Cookie Jar🍪


Suasana ruangan aula terasa ramai sekaligus menenangkan seiring dengan alunan musik klasik yang diputar sedang Cherryl dan Thomas turun ke tengah aula untuk memandu dansa diikuti oleh kandidat-kandidat duta sekolah bersama pasangan masing-masing.


Sebastian sedari tadi masih belum bisa mengalihkan pandangannya pada sosok si cewek cherry yang terlihat begitu elegan dengan gaun panjangnya yang berwarna gradasi putih dan pink pastel dan dihiasi dengan pita serta high heels yang berwarna senada sebagai pelengkap. Memang sih sehari-hari saja cowok itu sudah menganggap Cherryl sangat manis dan cantik, tapi malam ini kesannya anggun dan kalem banget.


Cewek itu melangkahkan kakinya ke kanan dan ke kiri beriringan dengan langkah Thomas, mereka terlihat serasi dan gerakan keduanya pun sangat teratur dan tenang. Nggak seperti kandidat lain yang gugup, malu atau bahkan saling menginjak kaki pasangannya.


Setelah dansa pertama selesai, maka para juri sudah siap mengumumkan siapa yang akan terpilih menjadi Duta Sekolah periode berikutnya. Cherryl dan Thomas kembali naik ke atas panggung sedangkan para kandidat kembali ke posisi duduk mereka.


Nggak berselang lama setelah pengumuman skor dan pemenang, kedua kandidat yang terpilih akhirnya ikut naik ke atas panggung untuk proses pengalihan jabatan. Cherryl muncul dari balik panggung dengan tiara putih di kepalanya, cewek itu mempersilahkan kepala sekolah untuk menyalami dan memberikan kedua pemenang satu buket berisi bunga serta beberapa jajanan ringan. Setelahnya giliran Thomas dan Cherryl yang mengambil bagian untuk mengalungkan selempang pada mereka, lalu diakhiri cewek itu mengangkat tiara di kepalanya lalu menaruhnya di kepala Duta Puteri yang baru.


“Selamat ya, kalau nanti ada pertanyaan kalian bisa tanya sama kita. Oke?” ujar Cherryl sambil tersenyum lalu keduanya mengangguk.


“Makasih, Kak Cherryl. Kak Thomas juga…”


Keduanya turun dari panggung lalu mendudukkan diri di barisan paling depan, mereka menatap satu sama lain lalu tertawa lega, “Akhirnya pundak udah gak berat lagi, hahaha. Thanks kerja samanya setahun ini, Ryl.” ujar Thomas lalu mereka berpelukan sejenak.


“Udah kayak apaan aja hahaha, makasih juga ya bimbingannya. Kalo bukan lo gue gatau deh bisa gak jadi duta yang bener.” sahut Cherryl lalu mereka kembali menatap ke depan selama pembina OSIS dan kepala sekolah serta kedua duta memberikan beberapa kalimat lalu semua orang di aula bersorak serta bertepuk tangan dengan heboh.


Setelah itu dua orang duta yang baru kembali turun ke tengah aula untuk memimpin dansa sebagai penutupan acara. Tapi kali ini semua siswa ikut berdiri dan menghampiri pasangan mereka masing-masing, ya walau nggak semua sih karena ada beberapa siswa yang memilih untuk tetap diam di kursi mereka entah karena malas atau nggak dapat pasangan.


Cherryl menolehkan kepalanya saat mendengar dehaman pelan, ternyata Sebastian sudah berdiri di belakangnya. Cowok itu kelihatan ganteng banget bak pangeran negri dongeng dengan setelan jasnya, dia tersenyum lebar lalu menengadahkan tangan, “Shall we?”


TBC.