
Cherryl menepuk-nepuk punggung Sebastian saat melihat dua orang cewek berjalan ke arah mereka. Setelah itu si cowok ikut menoleh dan tersenyum lebar.
"Long time no see, Vallie!" ujar Sebastian lalu memeluk cewek manis keturunan Canada-America itu.
Vallerine Callie, cewek itu ikut tersenyum dan membalas pelukan si cowok, "Ahaha, Nice to see you again!"
Setelah pelukan mereka terlepas, Vallerine menatap Cherryl yang berdiri di samping Sebastian, "Oh, are you Cherryl? My goodness, you're so beautiful."
Cherryl ikut tersenyum dan mengangguk, "Thank you..."
"And this is?" tanya Sebastian seraya menatap cewek yang datang bersama Vallerine.
"Oh yes, She's Rebecca. And Becky, this is Kenzie and Cherryl." ujar Vallerine mengenalkan cewek bernama Rebecca itu pada Cherryl dan Sebastian yang langsung menyalaminya.
"Hello," sapa Rebecca.
"Mending langsung balik deh, Seb." bisik Cherryl pada si cowok dan Sebastian mengangguk.
"I think we should go now. I believe that both of you need some rest. Come on." ajak Sebastian seraya membantu membawa tas milik Vallerine ke dalam mobil.
"Thank you, Ken." kata Vallerine saat Sebastian memasukkan tas mereka ke dalam bagasi mobilnya.
"No prob. Now you can get inside the car." jawab si cowok lalu mereka semua masuk ke dalam mobil.
Cherryl duduk di sebelah Sebastian yang mengemudi sedangkan Vallerine dan Rebecca duduk di belakang mereka.
"How was your flight?" tanya Sebastian berusaha untuk memecah keheningan.
"Great. I'm so excited to come here." jawab Vallerine.
"I hope you can enjoy your holiday, Miss Vallerine." sahut Cherryl yang mengundang tawa si cewek.
"You can call my name, don't be that formal. Just call me Vallie," katanya.
"Okay, I'm sorry."
"It's okay."
"And Rebecca," ucap Sebastian.
"Yes?" tanya si cewek yang merasa terpanggil.
"How was your flight?" tanya cowok itu lagi.
"Mine? That was nice, actually."
.
.
.
.
.
🍪Cookie Jar🍪
.
.
.
.
.
"We're here..." ujar Sebastian lalu mereka semua turun dari dalam mobil.
Sebastian berjalan ke belakang lalu membuka bagasi dan kembali mengambil barang-barang milik Vallerine dan Rebecca.
"I can do it myself, please." sela Rebecca lalu meminta tas miliknya yang berada di tangan si cowok.
"No, its okay. I know you're tired. Cherryl will show you your room and Vallie's." jawab Sebastian dan Rebecca tersenyum manis.
"You're so nice, thank you." katanya dan Sebastian ikut tersenyum sambil mengangguk.
Di dalam rumah, bunda Laura langsung menyambut kedua tamunya dengan baik lalu menemani Cherryl untuk menunjukkan kamar yang akan ditempati keduanya selama menginap di sana.
"Thank you, Ma'am. And for you too, Sweetheart." ucap Vallerine pada bunda Laura dan Cherryl.
"Suruh istirahat tuh mereka, Bunda nanti masakin makan malam." ucap bunda Laura lalu berpamitan untuk pergi ke atas.
"Enjoy your rest. I will see you on seven for dinner." kata Cherryl dan ia pun beranjak pergi setelah Vallerine berterimakasih dan menutup pintu.
Cewek itu menghampiri Sebastian yang sedang duduk di ruang tamu setelah mengantar barang-barang dua cewek tadi ke kamar mereka sebelumnya.
"Gila sih, gue nervous banget mau ngomong." kata Cherryl sambil duduk di sebelah Sebastian.
"Santuy kali, salah juga gabakal dimakan." jawab si cowok.
"Iyaiya yang udah pro."
"Lo mau gue anter pulang dulu apa di sini sampek sore?" tanyanya kemudian.
"Di sini aja lah, lagian baju gue masih ada kan. Nanti malem sekalian pulang sama Ang'ga." ujar si cewek seraya menscroll TL Instagram miliknya dengan serius.
"Yaudah mandi dulu sana, baju lo ada di lemari." kata Sebastian lagi.
"Nanti aja lah, mager. Mending lo duluan." jawab Cherryl lalu bersandar di sofa.
"Mageran lo. Yaudah gue mandi dulu." kata Sebastian dan pergi menuju kamarnya untuk membersihkan diri.
Beberapa saat kemudian, Cherryl terlihat bosan melihat ponselnya. Cewek itu mengunci ponsel lalu menyimpannya ke atas meja. Tapi matanya menatap ponsel milik Sebastian dan mengambilnya lalu berbaring santai di sofa.
"Dih anjir mainannya Cooking Mama." kata Cherryl lalu tertawa ngakak, tapi ia menekan aplikasi itu dan mulai memainkannya.
'Even better than Mama!'
Cherryl tersenyum senang saat ia berhasil menyelesaikan semua langkah dengan baik dan mendapat tiga bintang.
"Ah bored, ada game apa lagi ya." monolog Cherryl lalu memutuskan untuk keluar dari aplikasi dan mencari yang lainnya.
"Ih kok ada Tiktok!" seru Cherryl yang tambah ngakak melihat aplikasi video maker yang saat ini sedang booming itu.
Si cewek dengan iseng membuka aplikasi Tiktok dan masuk ke video yang disimpan oleh Sebastian.
"Tasyalim? Kok..." gumam Cherryl kebingungan saat melihat nama akun Tiktok di ponsel Sebastian.
Cewek itu menscroll dan mendapati banyak video milik kakak kelasnya itu. Siapa lagi kalau bukan Tasya?
"Kok Kak Tasya, sih?"
"Kenapa, Ryl?"
Cewek itu kaget dan langsung mengunci ponsel Sebastian dan menaruhnya saat mendengar suara si cowok yang sedang berjalan turun dari tangga.
"Gapapa. Gue mau mandi." jawab Cherryl lalu berjalan pergi begitu saja tanpa melirik cowok itu sedikitpun.
"Lah bocah ngapa lagi." monolog Sebastian sambil menggaruk kepalanya.
Cowok itu kembali duduk di sofa untuk menonton televisi dan tak sengaja menduduki ponselnya sendiri. Akhirnya si cowok mengambil benda itu lalu membuka kuncinya.
"What the...Mampus gue." kata Sebastian saat melihat layar ponselnya yang masih menunjukkan aplikasi Tiktok yang dibuka Cherryl tadi.
Sebastian memutuskan untuk menghapus aplikasi itu dan menyimpan ponselnya lagi, "Masa dia marah lagi sih?"
"Eum, Ken?"
Sebastian menoleh dan menemukam Rebecca tengah berdiri di belakangnya, cowok itu langsung menegakkan duduknya, "What happens? You need something?"
Rebecca menggeleng, "No, I'm fine. I'm just feel bored so I get out and try to find something interesting." jawabnya dan mendudukkan diri di sofa kecil.
"Alright, you wanna go out?" tanya si cowok lagi.
"Do you mind?"
"Absolutely not. Wait a sec," ujar si cowok lalu berdiri dan beranjak ke kamarnya untuk menyusul Cherryl yang kebetulan sudah selesai mandi sedari tadi tetapi memilih untuk berbaring di kamar Sebastian.
Tok tok
"Buka."
Sebastian membuka pintu kamarnya, "Udah selesai?"
Cherryl mengangguk, "Lo mau ke mana?"
"Nganteri Rebecca jalan, ayo ikut." ajak Sebastian seraya memakai jaket biru dongkernya.
"Jalan? Gue gaada baju jalan tau." kata si cewek yang saat ini hanya memakai celana dan baju rumahan.
"Lo pake apa aja tetep cantik kok. Udah ni pake dulu jaket gue."
Cowok itu menyerahkan jaketnya yang lain pada Cherryl yang malah diam membeku.
"Loh, kok diem?"
"Iya iya," jawab Cherryl lalu berdecak dan memakai jaket milik Sebastian.
.
.
.
.
.
TBC.
Jangan lupa vote + comment!