Cookie Jar

Cookie Jar
#22 Permintaan Maaf



Cherryl melebarkan matanya menatap Sebastian saat mereka sampai di depan Miniso, salah satu toko pernak pernik serba ada yang sudah lama cewek itu ingin pergi ke sana.


"Biasa aja mukanya astaga." ujar Sebastian lalu meninggalkan Cherryl sendirian di dalam mobil.


"Seb tunggu!"


Cherryl segera turun dari mobil dan mengikuti si cowok masuk ke dalam bangunan bernuansa biru muda dan pink itu. Mata si cewek cherry seakan mendapat sinar surga saat masuk ke dalam. Banyak sekali barang-barang yang menggiurkan untuk dibeli.


"Lo beli aja gue traktir. Gue mau beli barang di ujung sana. Ikut ga?" ujar Sebastian kemudian yang membuat Cherryl menatapnya.


"Serius, Seb?"


Si cowok mengangguk, "Iyalah. Masa bercanda."


"Aaa makasih!" pekik Cherryl lalu memeluk lengan Sebastian tetapi nggak lama kemudian ia melepaskannya.


"Udah Cherryl di sini aja," kata Sebastian lagi dan beranjak pergi ke tempat khusus Marvel stuffs yang ia jadikan tujuan awal ke sana.


Cherryl sibuk memilih-milih sling bag dan tas kecil bertema We Bare Bears dan banyak girl's stuffs lainnya yang membuat matanya berbinar. Sedangkan Sebastian tengah memilih-milih dompet dan tas pinggang bertema Marvel. Dia mengambil sebuah tas dengan logo Iron Man dan menyimpannya di keranjang lalu membeli beberapa miniatur Avengers untuk melengkapi koleksinya.


"Gila sih ini banyak banget yang bagus." monolog Sebastian seraya memilah-milah gantungan kunci berbentuk karakter Marvel seperti Thor, Groot, Quick Silver, dan bahkan ada Logan.


Cowok itu mengambil gantungan berbentuk Groot dan Thor lalu memasukkannya ke dalam keranjang, setelah itu ia pergi ke bagian bantal dan boneka lalu mengambil dua bantal kotak yang ukurannya cukup besar lalu memasukkannya juga.


Sebastian menghampiri Cherryl yang masih sibuk memilih cat kuku dan beberapa gelang. Dia melirik keranjang milik si cewek yang baru terisi satu tas kecil dan ikat rambut berwarna pink.


"Lama amat, liat gue udah selesai." kata Sebastian seraya menyodorkan keranjang belanjaannya pada si cewek.


"Ya Tuhan banyak banget, lo ga mikir-mikir ya asal ambil aja." ujar Cherryl terkejut.


"Ya kalo bagus gue ambil. Lo tuh ngapain sih sampek pusing banget, beli aja dua-duanya. Bagus kok buat lo." jawab si cowok yang membuat cewek itu geleng kepala.


"Gue ini kalo belanja diitung dulu. Biar ga boros." ujar Cherryl.


"Ck, anak IPA."


"Udah diem ih, Erryl masih mau milih-milih."


Cherryl menaruh cat kuku berwarna krem ke dalam keranjang lalu beralih pada gelang yang tersusun rapi di depannya. "Bagusan yang ini apa ini?" tanyanya pada Sebastian seraya mengangkat dua buah gelang berawarna biru dan ungu.


"Yang biru bagus,"


Cherryl menggembungkan pipinya, "Tapi bagusan yang ungu,"


Sebastian menghela napas, "Yaudah yang ungu aja."


"Ih Seb, yang biru lebih bagus ga sih?" tanya Cherryl lagi.


Sebastian memandang si cewek datar, "Udah gue bilangin yang biru kan."


"Ih pusing. Yaudah yang item ini aja deh." ujar Cherryl seraya menaruh dua gelang tadi dan mengambil yang warna hitam lalu memasukkannya ke dalam keranjang.


"Ribet banget jadi cewek. Sabar gue." gumam Sebastian sekecil mungkin agar nggak terdengar Cherryl yang sudah berlalu menuju tempat jepit.


Beberapa saat kemudian Cherryl selesai dengan belanjanya dan ia mengajak Sebastian menuju kasir. Tetapi cowok itu menahan si cewek dan mengajaknya ke lantai atas setelah menitipkan barang belanjaan mereka.


"Mau ke mana sih." tanya Cherryl.


"Beli toples kue. Punya lo rusak kan?" tanya Sebastian balik.


"Ih Sebby, lo kok baik banget si. Kesambet apa?"


Sebastian memicingkan matanya pada si cewek, "Jadi selama ini gue jahat?"


Cherryl menyengir tak berdosa, "Ya engga gitu juga, hehe."


"Yaudah itu banyak toples yang bagus, pilih aja." kata Sebastian.


"Janji deh nanti kalo Erryl dah besar, Erryl bakal traktir Sebby. Oke?" ujar Cherryl sebelum beranjak untuk memilih toples yang memenuhi lorong tempat mereka berdiri.


Mendengar itu Sebastian tersenyum dan tertawa pelan, gemas sekali sama kelakuan si sahabatnya, "Gausah traktir balik, lo selalu bahagia aja udah balasan yang lebih dari cukup buat gue."


🍪Cookie Jar🍪


"Cherryl pulang!" seru Cherryl saat masuk ke dalam rumah yang langsung disambut oleh bunda Sena.


"Loh Adek kok sendirian? Ini abis dari mana?" tanya bunda Sena seraya beriringan jalan ke ruang keluarga sama Cherryl.


"Abang sama Karin belum pulang, Bun? Tadi Sebby ngajak Erryl jalan dulu hehe." tanya si cewek balik.


"Owalah, pantesan kok bawa belanjaan. Iya mereka belum pulang makannya Bunda tungguin." jawab bunda Sena sambil mendudukkan diri di sofa, diikuti Cherryl.


"Abang sama Karin masih rapat, Bun. Buat paskah." kata Cherryl seraya membuka satu persatu plastik belanjaannya.


"Oh iya ini dibelikan martabak manis sama Sebby juga."


Cherryl menyimpan kantung plastik berisi dua kotak martabak manis yang tadi Sebastian beli di perjalanan. Bunda Sena mengambil plastiknya, "Kok banyak banget ini."


"Gatau dia tiba-tiba-tiba baik banget tadi, Bun. Ini aja dia yang beliin." kata Cherryl menunjuk barang-barangnya.


"Lain kali jangan beli barang kebanyakan, kasian Sebastian kalau keluar uang banyak-banyak." kata bunda Sena.


"Serius deh, Bun. Erryl ambil dikit dianya yang nyuruh ambil lagi."


"Makannya jangan jahat-jahat sama Babas, dia tuh sayang banget sama kamu." ujar bunda Sena sambil mengunyah martabak keju dan mengganti channel tv.


"Iya Bun, iya. Cherryl mau ke kamar ya Bun. Malam, Bunda." kata Cherryl lalu mengecup pipi sang bunda dan beranjak pergi membawa belanjaannya.


Cewek itu masuk ke dalam kamar lalu menyimpan barang-barangnya ke atas karpet lalu segera mengganti baju, membersihkan diri sebelum tidur lalu memakai skincare miliknya sebelum duduk di karpet untuk membereskan semuanya.


Cherryl kembali berdiri untuk mengambil album foto yang ada di laci meja rias dan mengambil satu foto masa kecilnya bersama Sebastian. Cewek itu menyimpan albumnya dan mengambil figura yang tadi ia beli di Miniso dan memasang fotonya.


"Makasih ya, Seb." gumamnya pelan saat menempatkan foto itu di meja nakas sebelah tempat tidurnya seraya tersenyum.


Cherryl bergegas membereskan semua barangnya lalu naik keatas kasur. Ia membuka ponselnya dan mendapati sebuah notifikasi dari Lily yang bilang besok akan menginap di rumahnya. Tentu Cherryl tidak keberatan sama sekali. Setelah itu notifikasi chat dari Sebastian menarik atensi si cewek cherry.


Sebastian mengiriminya sebuah pesan suara dan cewek itu langsung membukanya.


'Gmana jalan-jalannya? Gue sengaja ngajak lo jalan sebagai permintaan maaf gue yang sebesar-besarnya karena udah bikin lo nangis waktu itu. Gausah khawatir, gue tau kok lo udah maafin gue. Tapi gue pengen ngajak lo jalan aja. Hehe. Okedeh, good night Cherryl!'


Tanpa membalas pesannya, Cherryl langsung mengunci ponsel lalu masuk ke dalam selimut dengan senyuman terpatri di wajahnya. Cewek itu memejamkan mata lalu menghembuskan napas lega, "Tuhan, terima kasih untuk semuanya."


TBC.