
Entah sejak kapan, sepertinya aku mulai menyukai leo teman semeja ku. Program teman semeja yang dilakukan miss deana sangat banyak membantu ku, dan ini juga yang mempertemukan ku dengan leo.
Leo sangat banyak membantu ku dalam belajar, sehingga aku pun merasa bahwa ranking ku akan meningkat nantinya, lihat saja!
Aku berusaha menepis perasaan ini, tetapi entah kenapa semakin aku menguburnya, perasaan ini malah semakin tumbuh dan semakin subur dengan kehangatan yang diberi leo setiap harinya. Meskipun aku tahu bahwa kehangatan itu hanyalah kepedulian sebatas antar teman saja.
Tetapi tetap saja, sampai saat ini aku malah semakin menyukai leo. Hingga ku dengar dia dan teman-temannya akan berlibur di villa chan. Yah sebenarnya aku sudah cukup dekat dengan alfin, tak kusangka si alfin ini memberi nama anjing lucunya dengan nama kami berdua sali.
Karena alfin berteman dekat dengan leo dan sebelumnya juga merupakan teman semeja leo. Ku pikir leo akan ikut untuk sekedar bermain bersama alfin di rumah alfin. Karena terbilang cukup sering aku dan asa bermain ke rumah alfin untuk sekedar melihat sali.
Aku membayangkan bahwa di sana ada leo juga sehingga kami bisa bermain bersama dan bercanda bersama tanpa kehadiran gadis itu, cha.
Suatu hari aku melihat leo yang tak kunjung pulang, sementara yang lain sudah pulang. Aku keluar dari kelas, untuk memastikan sekali lagi apakah ia sudah pulang atau belum.
Betapa terkejutnya aku saat hendak menyusuri lorong, ku lihat leo dan gadis selebriti itu, cha berciuman di lorong kelas. Padahal aku tak sesuka itu dengan leo, tetapi mengapa aku malah menangis saat itu.
Aku segera berlari keluar gedung dan meminta jemputan ku untuk segera datang, dan di sana aku malah bertemu dengan seorang pemuda yang agak kacau dan bertanya tentang cha padaku.
Yah kalian tahu? Pemuda itu menunjukkan foto cha dari ponselnya, bertanya apakah benar cha bersekolah di sini.
Aku yang sedang dalam mood yang tidak baik langsung saja meninggalkan pemuda itu tanpa sepatah kata dan segera masuk ke dalam mobil jemputan.
Di sana aku tak langsung pulang, dan malah menangis sejadi-jadinya.
Sambil berpikir, cinta pertama ku terlalu menyedihkan. Hari itu aku bolos les, tak pergi ke semua les yang ku ikuti dan malah pergi ke pet shop. Di sana aku malah bertemu dengan alfin, yang sedang membeli makanan untuk sali. Sepertinya alfin tak mengira aku barusan menangis sehingga kulanjutin akting ku seperti tak terjadi apa-apa.
Kami berbincang sejenak, saat ternyata alfin bilang ia menyukai cha dulunya. Di situ aku berpikir kenapa semua orang menyukai cha.
Apa karena ia adalah gadis yang ceria dan murah senyum, sehingga semua orang terpikat padanya?
Aku menjadi iri, bohong jika ku katakan tidak. Sehingga aku bertekad untuk mengubah diriku untuk menjadi seperti cha.
Keesokan harinya aku mencoba untuk bersikap ramah dan menjadi murah senyum untuk hal-hal yang kecil. Tetapi tanpa ku sadari bukan malah memikat leo, justru malah alfin yang semakin terpikat padaku.
Aku menyadari itu, tetapi aku tak ingin dan tak menyukai alfin. Dan hanya menganggap alfin sebagai teman yang baik saja dan tidak lebih. Lagi pula satu hal yang membuatku sadar adalah, leo dan alfin adalah lelaki yang pandai. Sangat jauh berbeda dengan ku yang berada di urutan bawah.
Tetapi omong-omong soal rangking, bahkan gadis ceria seperti cha pun adalah orang yang mempunyai ranking paling akhir di kelas ini. Tetapi mengapa leo begitu menyukai cha?
Ah sial memikirkannya aku jadi semakin iri.
...
Tak mau mengukur waktu lagi, sehingga aku akan menguatkan tekadku untuk memberitahu leo tentang yang kurasakan saat ini. Karena itu aku mengulur-ngulur cerita karena deg-degan untuk memulai pengakuanku.
Tetapi setelah ku lihat lagi, ternyata leo justru gugup karena pernyataan ku ini juga didengar oleh cha. Dan leo malah memilih untuk menjawab saat berbicara berdua saja. Aku senang sekali bisa berbicara dengan leo, hanya berdua. Sehingga saat ini pun akhirnya leo memberi penolakan dan malah mengatakan padaku bahwa ia menyukai cha.
.....
"Jadi begitu mali, terimakasih sudah menyukai ku ya" ucap leo setelah menjelaskan pada mali betapa dirinya menyukai cha, dan tak niat lain untuk menjalin hubungan dengan cha ataupun gadis lainnya.
"Baiklah aku mengerti, terimakasih sudah membuatku mengerti" ucap ku padanya yang kini sudah tak deg-degan lagi.
"Tidak masalah siapa yang kamu sukai saat ini, aku tidak meminta apapun dari mu dan hanya ingin kau tahu saja tentang perasaanku"
"Karena sangat tak nyaman memendamnya seorang diri" jelas mali yang diakhiri dengan senyumannya yang tulus.
"Tapi aku sangat berharap kau bisa menyukai di lain waktu nanti"
"Tetapi sepertinya kau jadi tak nyaman ya karena pengakuan sepihak ku?" tanyaku penasaran.
Leo menggeleng cepat menandakan ia tak keberatan dan bahkan tidak sampai tidak nyaman. Mungkin benar leo hanya memang terkejut saja karena pernyataan tiba-tiba dari ku ini.
"Baiklah kita masih bisa tetap berteman ya!" ucapku yang ingin menjabat tangan leo.
Leo langsung saja membalas jabatan tangan itu dan secara tak langsung membiarkan ku untuk tetap berteman baik dengannya. Setelah itu kamu berdua hanya tersenyum, dan leo segera meninggalkan ku.
Lalu aku kembali ke dalam dan segera mandi air hangat karena sungguh sangat dingin di luar sini. Tanpa ku sadari aku menangis tersedu-sedu melewati teman-teman ku yang berada di dalam.
Ku kira hati ku selapang itu untuk menerima fakta ini, namun justru aku lah yang meruntuhkan sendiri pertahanan yang sudah ku bangun itu.
Keesokan paginya, aku bangun sedikit lebih lama mungkin karena menangis cukup lama tadi malam. Dan sepertinya arin, cha dan asa yang tak ingin membiarkan diri ku untuk sendiri dulu, sehingga membiarkan ku tidur lebih lama.
Setelah mencuci wajah ku, ku lihat di cermin betapa sembabnya mataku ini. Ah aku jadi tak ingin segera keluar kamar. Tetapi tetap saja aku harus membantu untuk membuat sarapan dan cemilan hari ini, karena besok aku harus udah pulang bersama asa.
Kulihat cha dan leo begitu bahagia saat ini, menyiapkan adonan pancake dengan raut wajah senang yang sesekali diselingi tawa.
Saat itu aku tersadar...
Aku telah melepas seseorang yang sangat kusukai...
Dan setelah itu aku melihatnya menyukai orang lain.
Mali POV end