BE MY GIRLFRIEND PLEASE

BE MY GIRLFRIEND PLEASE
Konsultasi cinta (1)



Tak terasa sudah waktunya pulang sekarang, semua murid beranjak meninggalkan kelas. Meninggalkan sekolah untuk segera menjalani kesibukannya masing-masing, ada yang pergi ke tempat les, bermain, atau bahkan langsung pulang ke rumah masing-masing. Dan pulang ke rumah adalah tujuan leo.


Ia ingin segera memastikan dan bertanya lebih jelas tentang percintaannya saat ini pada kedua kakak laki-lakinya itu. Mungkin liam kakak keduanya itu pasti sedang berkuliah sekarang, tetapi luke, kakak pertamanya pasti ada di rumah mengingat pekerjaannya yang sekarang tidak terlalu sibuk dan bisa bekerja dari rumah. Yah tentu saja karena luke bekerja di perusahaan milik keluarga alonso.


Leo yang segera bergegas dengan cepat, tetapi tak bisa melepaskan pandangannya dari cha langsung saja berhenti saja chan berbicara padanya.


"Leo kenapa terburu-buru? Kau tidak ingin lari dari tugas kelompok sejarah kan?" tanya chan pada arin leo.


Yah memang mereka ber-enam berjanji untuk menyelesaikan tugas kelompok mata pelajaran sejarah itu hari ini. Karena saat weekend cha yang memiliki pekerjaan penuh waktu dan juga tasanee yang membawa pump untuk pergi ke dokter hewan. Kata asa pump terkontaminasi jamur yang amat parah.


Ngomong-ngomong soal pump, pump adalah anjing kesayangan tasanee. Oh iya bahkan alfin sempat bertemu pump juga saat mereka bertemu di taman, ternyata alfin baru tahu juga akhir-akhir ini bahwa rumah mereka berada dalam satu komplek. Setelah tau itu beberapa kali alfin sengaja berjalan-jalan ke luar untuk bermain dengan pump sekaligus berolahraga.


"Lain kali saja ya, bagaimana kalau besok? Aku ada urusan mendadak" ucap leo terburu-buru lalu meninggalkan chan dan teman-temannya di dalam kelas.


Ya sudahlah mau bagaimana lagi, toh masih ada hari selasa dan hari rabu untuk mengerjakan tugas sejarah ini.


....


Usai sampai di rumah, leo tanpa basa-basi langsung saja menuju kamar luke, kakak laki-laki pertamanya. Hal itu membuat luke marah besar.


Sial lagi-lagi leo melakukan kesalahan besar, berani sekali leo menginjakkan kaki dengan sepatu kotornya itu ke dalam kamar luke.


"Setidaknya ganti sepatu mu dengan sandal rumah dulu, anak manja!" ucap luke dan membuat leo sedikit kesal karena harus menunda konsultasinya lagi.


...


Setelah beberapa menit, leo usai mengganti sepatu nya dengan sandal rumah sekaligus mengganti seragam sekolahnya dengan pakaian rumah yang hangat dan nyaman. Masuk ke dalam kamar luke, dan kini menemui luke yang sedang membaca beberapa dokumen pekerjaannya.


Leo dengan santainya langsung saja meniduri ranjang ukuran besar itu sambil mengunyah dua buah wafer yang diculik nya dari lemari cemilan kakaknya barusan.


"Awas saja kalau tempat tidur ku kotor karena mu ya" ucap kakak laki-laki nya itu dengan nada datar dan sedikit mengancam. Tetapi tentu saja ancaman itu hanya gertakan semata dan tidak membuat leo takut sama sekali.


"Jadi luke berapa mantan mu?" tanya leo dengan santainya sambil menatap langit-langit ruangan kamar itu.


Luke keheranan, ada apa dengan anak mama ini kenapa tiba-tiba membahas hal seperti ini. Padahal terakhir kali mereka berbicara saat pertemuan keluarga besar, ia hanya berbicara mengenai hero fighter dan mage saja. Kenapa tiba-tiba tertarik.


"Hanya 2 saja, kenapa tiba-tiba?" tanya luke lagi.


"Omong-omong kau tidak menyebutku dengan sebutan kakak? Kita berbeda 10 tahun ya anak kecil!" tambah kakaknya lagi yang kini beranjak dari meja kerjanya itu dan bergabung bersama leo di atas tempat tidur.


Tak lupa luke juga mengambil satu toples cemilan dan ikut menyemil nya bersama leo. Yah memang sudah lama mereka tak menghabiskan waktu bersama seperti ini. Dulu juga saat mereka masih satu kamar, mereka sering menghabiskan waktu begini usai pulang les.


Luke memang dikenal dengan sosok pembersih, berbeda dengan leo yang sedikit berantakan dan perlu perhatian lebih dalam hal kerapian. Karena itu ia tak akan membiarkan orang lain masuk ke kamarnya dengan alas kaku yang jorok dan makan dia atas tempat tidur seperti sekarang ini.


Tetapi karena sudah lama tak menghabiskan waktu bersama leo, akhirnya luke pun mencoba lagi kebiasaan lamanya dengan adik bungsu nya itu.


"Hah? Usia mu yang sudah segini tapi hanya memiliki dua mantan saja!" ucap leo keheranan.


Padahal wajah kakak pertamanya itu terbilang cukup tampan untuk bisa bergonta ganti kekasih, tetapi tidak sesuai perkiraan ternyata luke hanya pernah pacaran dengan dua orang saja.


"Yah mantan yang pertama aku yang memutuskan karena dia bau" ucap luke santai dan menimbulkan tawa pada leo.


"Kau jahat sekali luke, beri dia sabun aromatic milik ibu dong harusnya" ucap leo yang diselingi tawa menggelikan.


"Lalu yang kedua?" tanya leo lagi usai menyelesaikan tawanya.


Luke seperti tak memiliki keinginan untuk menjawabnya, sehingga leo benar-benar semakin penasaran dibuat luke.


"Itu cerita panjang, yang pasti kali ini aku yang diputuskan dan lagi ia sudah pergi ke italia hingga sekarang" jawab luke singkat berusaha menghindari pertanyaan intens lainnya dari leo.


Luke tak ingin membahas lagi tentang hubungannya dengan gadis yang sudah pergi ke italia itu.


Melihat luke yang tak bereaksi banyak akan hal itu, akhirnya leo mencari topik lain.


"kalau begitu bagaimana dengan kak claudine? Bukankah kakak itu wangi semerbak?" tanya leo sedikit menggoda luke.


Claudine adalah gadis yang dijodohkan dengan luke. Putri bungsu paman tertua dari ayah.


"Ya begitu, tetapi dia itu banyak bicara dan sialnya hanya membicarakan hal yang tidak berbobot saja"


"Suaranya juga sangat melengking dan menusuk telinga, sudah begitu ia suka sekali memegang-megang tubuhku sembarangan. Bagaimana bisa seorang gadis menyodorkan diri terlebih dahulu?" jelas luke bertubi-tubi.


Leo semakin tak menyangka bahwa ternyata luke agak kolot. Bukannya hal yang biasa ya jika seorang gadis yang memulai lebih dulu?


Leo jadi teringat dengan sikap cha yang selalu memulai duluan, dan tak sadar leo malah mengingat lagi ciuman tempo hari. Arghh leo jadi tersenyum sendiri dan hal itu diperhatikan oleh luke.


"Kau sedang mendekati seorang gadis ya?" tanya luke terang-terangngan.


Hal itu membuat leo semakin salah tingkah. Sebenarnya leo juga sudah berniat untuk memberitahukan hal ini pada kakaknya dan bertanya cara mendekati gadis dingin itu, tetapi saat ini leo benar-benar salah tingkah dan malah berguling-guling di atas tempat tidur.