BE MY GIRLFRIEND PLEASE

BE MY GIRLFRIEND PLEASE
Mengingat kembali (5)



Hari ini adalah giliran arin menutup toko bunga, sehingga ia pulang lebih lama dibanding pegawai lainnya. Karena sudah terlalu malam, sehingga arin terpaksa memotong jalan dari gang gelap tempat ia pernah mendapati jake menguntitnya.


Sedikit terpaksa memang baginya jika harus melewati gang itu. Tetapi mau bagaimana lagi, ia harus mengerjakan pekerjaan rumah yang dikumpul besok pada jam pertama. Jika lewat jalan utama tentunya akan memakan waktu lebih lama.


Dan sekarang tibalah arin di depan gang gelap itu, ada keraguan dalam hatinya untuk melangkah maju. Tetapi sudah terlalu jauh untuk memutar arah lagi menuju jalan utama. Sehingga arin mempercepat langkahnya untuk segera melewati gang sempit yang gelap itu.


Dan benar saja lagi dan lagi ada jake di sana. Tetapi si berengsek itu tak berbicara sepatah kata pun padanya, dan itu membuat arin semakin ketakutan. Karena saat ini jake terlihat seperti orang kerasukan.


Tunggu! Ini bukan genre horor.


Arin yang juga tak berniat menyapa nya, langsung saja melewati jake seolah tak melihat jake di sana. Arin berjalan terus, dan merasakan kini jake itu sudah mengikuti nya. Tanpa pikir panjang lagi arin langsung berlari secepat mungkin. Mau berteriak pun tak akan ada yang menolongnya, karena gang sempit ini sangat gelap dan sepi.


Arin berlari dan jake pun juga berlari mengejarnya, jake seolah ingin menerkam arin, dan karena itulah arin menjadi semakin ketakutan.


Orang mana yang tak ketakutan setengah mati jika dikejar-kejar di gang gelap dan sepi seperti ini?


Semakin kencang arin berlari, karena tak kunjung melewati gang gelap yang cukup panjang itu, sementara seorang yang mengikuti nya itu semakin dekat dengannya, membuat arin putus asa. Dan ia langsung terduduk lemas serta menunduk ketakutan.


"Jake tolong, jangan begini" ujar arin memohon tanpa melihat orang yang kini berdiri di depannya itu, karena ia tak sanggup untuk melihat jake saat ini. Karena arin semakin gemetar, membayangkan apa yang akan dilakukan jake padanya di gang gelap ini.


"Bangunlah, sudah terlalu larut untuk seorang gadis sendirian" ucap sosok itu.


Suara nya terdengar sangat asing bagi arin, ini bukan suara jake. Lalu siapa orang itu?


Arin menjadi bertanya-tanya dan akhirnya ia memutuskan untuk memberanikan diri mengangkat pandangannya dan mendapati wajah asing yang kini berdiri di depannya. Arin bertanya-tanya, siapa orang ini? Padahal yang ia lihat dengan jelas tadi adalah jake.


Arin hanya mengangguk paham pada pemuda itu dan langsung berlari lagi meninggalkan gang gelap dan sepi itu. Oh iya arin lupa berterimakasih, karena sudah terlalu panik dengan keadaan.


Tetapi diingat-ingat kembali, pemuda itu memakai seragam yang sama dengannya, apakah ia juga bersekolah di sekolah yang sama?


Tetapi arin tak memikirkannya lagi dan segera kembali saja kerumah.


......................


Beberapa hari ini jake tak terlihat di sekolah. Bukannya arin mencarinya karena merindukan nya, tetapi hanya merasa ada yang tak biasa dengan semua ini.


Oh iya setelah diingat-ingat lagi belakangan ini sepertinya benar-benar tak ada lagi yang mengganggunya secara terang-terangan. Biasanya setidaknya satu atau dua orang, ada saja yang akan menggodanya. Tetapi kini tidak ada satu pun.


Apa benar yang seperti dikatakan ibunya, bahwa lambat lain orang akan lupa. Tetapi baguslah, arin jadi bisa makan siang dengan tenang sekarang.


......................


Bagaspati POV


Semakin kuat untuk melindungi mu... arin.


Aku yang juga tak tahan melihat para bedebah itu mendekati mu bahkan melecehkan mu secara terang-terangan. Membuat ku ingin segera melayangkan pukulan ku pada mereka. Tetapi saat itu aku tak cukup kuat.


Kini karena aku sudah cukup mampu untuk melawan mereka, jadi diam-diam aku menekan mereka dengan kekuatan, di belakang mu. Dan mengancam mereka untuk tidak lagi melakukan hal menjijikan itu padamu. Jika mereka melakukan itu lagi, tentu saja tinju ku akan melayang pada mereka.


Dan berhasil, mereka, lalat-lalat itu sudah tak mengganggu mu lagi kan?


Sekarang yang tersisa adalah si jake berengsek itu, kurasa akan sangat sulit jika menekannya sendirian. Tetapi demi membuatmu terlepas darinya, tentu saja akan ku hajar ia habis-habisan agar tak berani mendekati mu lagi.


Di gang itu, tanpa persiapan dan tanpa dugaan aku menghajarnya. Karena tak terbesit bagiku untuk menghajarnya secepat ini. Aku memang ingin segera menghabisinya, tetapi aku hanya merasa belum cukup kuat melawannya seperti melawan lalat-lalat lain di sekolah.


Sehingga malam itu, di gang yang gelap dan sunyi itu, kulihat kau berlari ketakutan karena jake. Tanpa kusadari, tekadku untuk melindungi mu muncul. Dan langsung saja aku menghajarnya, tanpa kuduga ternyata si jake itu tak sekuat yang awal, dan sangat mudah diruntuhkan.


Entah karena dia yang lemah atau karena aku yang semakin kuat karena terlalu banyak berlatih. Tetapi yang pasti aku senang bisa melindungi mu.


Usia menghajarnya hari itu, aku mengancam nya sedikit sih agar tak lagi mengacau di depan mu. Dan aku berniat tampil sebagai pahlawan di depan mu agar kau memuji ku. Tapi sepertinya kau sangat ketakutan setengah mati saat itu, jadi aku mengurungkan niat ku dan segera menyuruh mu meninggalkan tempat suram itu.


Tetapi pada hari-hari berikutnya aku tak memiliki kesempatan untuk berbicara dengan mu tentang malam itu. Padahal aku sudah beredar di sekitar mu, tetapi sepertinya kau bahkan tak menyadari keberadaan ku. Sehingga entah aku yang tak memiliki kesempatan atau bahkan tak memiliki keberanian untuk tampil di depan mu.


Tetapi syukurlah kini kau bisa menikmati hari mu dengan nyaman tanpa gangguan dari lalat-lalat itu.


Tak kuduga aku berhasil membuat jake menjauh dari mu, tetapi yang tak kusangka, ternyata jake menyerah semudah itu.


Padahal malam itu, aku hanya memutar bahu nya sedikit dan berjanji akan mematahkan nya jika ia tak segera membuat perjanjian dengan ku. Perjanjian untuk berhenti mendekati dan mengganggu mu.


Kukira setidaknya meskipun sekali, ia akan berulah kembali, dan saat itu tiba aku akan tampil sebagai pahlawan di depan mu. Karena berhasil menyelamatkan mu dari bedebah itu.


Tetapi justru jake malah menyerah secepat itu dan ini menjadi tidak seru.


Haha sudahlah, aku jadi besar kepala nih karena berhasil menekan jake.


Tetapi arin, tak bisakah kau memandang ku sekali saja?


Bagaspati POV (end)


Flashback Off