BE MY GIRLFRIEND PLEASE

BE MY GIRLFRIEND PLEASE
Rencana leo & liam



Liam sedikit kecewa padahal ia masih ingin menunjukkan gadis-gadis lain pada adik teladan nya itu.


"Kau sendiri apa sudah pernah berciuman? Di usia mu ini sudah banyak yang melakukan nya tahu" ucap liam yang kembali menyesap rokok yang barusan ditinggalkannya tadi untuk menunjukkan foto bella.


Duh lagi-lagi leo malah salah tingkah dan ingin segera menghilang dari pandangan liam. Sudah pasti liam akan menjahilinya jika tahu ternyata ia sudah sejauh itu dengan gadis yang disukainya.


Dari reaksi leo, liam langsung saja berhasil menebak.


"Wah sudah pernah ya, hebat juga kau. Siapa yang memulai?" tanya liam lagi.


"Dia" ucap leo yang membuat liam membelalakkan matanya.


Liam langsung saja bertindak kehebohan sendiri yang menghiasi ketenangan Leo.


"Wah gila! Gadis ajaib, kau jangan lepaskan dia ya!" ucap liam memberi petuah tak masuk akal pada leo.


Tetapi akhirnya leo menjadi lebih mengerti juga setelah berbincang sedikit dengan kakak keduanya itu dibanding dengan luke. Karena luke seperti tak memiliki banyak pengalaman tentang percintaan.


"Leo kalau begitu, jika sudah ditolak pun kau tetap harus mengejar nya ya ingat itu!" tambah liam lagi.


"Tapi kak, entah mengapa aku merasa dia hanya mempermainkan ku saja" ucap leo yang menunjukkan kesedihannya.


Leo pun akhirnya menjelaskan dengan detail tentang sikap cha yang berubah-ubah yang tak bisa dimengerti olehnya.


Mendengar itu, liam langsung saja memberi saran pada leo untuk membiarkan nya menilai langsung gadis seperti apa cha sebenarnya. Agar leo bisa mengambil keputusan untuk tetap mengejar cha atau merelakan cha saja. Karena liam sang ahli cinta bisa menilai seorang gadis dari tampilan luarnya saja.


Dengan kepercayaan diri liam, akhirnya leo mengiyakan hal tersebut dan memutuskan untuk membuat liam agar bisa melihat cha secara langsung.


"Ya sudah kau atur saja waktunya, aku akan segera datang saat kau memanggilku pada waktu yang pas" ucap liam dengan percaya diri.


......................


Sudah saatnya pulang sekolah hari ini adalah waktu mereka ber-6 melakukan kerja kelompok mata pelajaran sejarah. Chan, cha, alfin, leo, tasanee dan malivalaya. Oh ternyata di sana ada arin juga karena usai kerja kelompok arin dan chan memiliki janji untuk belajar bersama.


Sehingga di sinilah mereka ber-7 sekarang berkumpul di sebuah study cafe untuk mendiskusikan topik pelajaran sejarah. Sesuai janji liam kemarin, leo akhirnya akan menjalankan aksi itu. membiarkan liam untuk melihat cha atau sekedar menyapanya.


To : Liam


Datang sekarang apa kau bisa? Ada cha di sini


Share location


Usai memberikan pesan itu leo langsung saja pergi ke toilet, karena tak sanggup jika harus berakting seolah tak mengenal liam. Sudah pasti ia akan tertawa nantinya.


Kebetulan sekali liam tak berada jauh dari daerah tempat leo dan teman-temannya berada. Sehingga hanya butuh waktu 10 menit saja untuk liam menemukan cafe itu dan melihat cha.


Tanpa basa-basi akhirnya liam duduk di kursi kosong yang berada di meja yang sama dengan teman-teman leo. Chan memberi anggukan sedikit tanda menyapa liam yang baru saja tiba, karena memang chan sudah saling mengenal dengan keluarga leo, hingga sepupu-sepupu leo.


Chan ingin menjelaskan bahwa lelaki yang baru saja tiba itu adalah liam, kakak kedua leo. Tetapi belum sempat ia menjelaskan, mali langsung dibuat terkejut karena sosok kehadiran liam yang berada tepat di sebelahnya.


"Astaga!" ucap mali, dan membuat mereka semua kecuali chan bertanya-tanya siapa wajah asing ini, mengapa bergabung dengan mereka tanpa beban sedikit pun.


Gawat cha sedang berada dalam mood yang tak baik saat ini sehingga sepertinya wajah asing liam akan menjadi lampiasan kekesalannya.


"Hei pria tua, apa-apaan kau?" ucap cha yang membuat liam tak terima dipanggil demikian.


Liam tua?


Memang dibandingkan usia mereka liam sudah lebih tua tetapi bukankah tampang nya saat ini tidak pantas untuk dikatakan pria tua?


Harusnya luke lah yang pantas menerima panggilan itu.


Sementara itu bukannya bermaksud untuk menjelaskan lagi, chan malah menahan tawa saat kakak laki-laki leo yang playboy itu disebut tua oleh cha. Sepertinya baru pertama kali ini chan melihat liam diperlakukan buruk oleh seorang gadis.


Liam menang terlihat lebih tua dari usianya karena garis wajahnya yang jelas, bibir tebal serta alis nya yang tebal itu memberikan kesan tegas pada wajahnya. Apalagi tubuhnya yang besar dengan tinggi 186cm itu. Membuat kesan dewasa semakin melekat pada dirinya. Sebenarnya ia tak terlihat setua itu, tetapi karena cha sedang tak dalam mood yang baik jadi ia hanya mengatakan asal saja.


Wajah liam memang meniru seluruhnya dari ayahnya, sedangkan luke meniru wajah ibunya yang terkesan lembut sama seperti sifatnya. Sementara leo, merupakan perpaduan dari kedua ayah dan ibunya, tetapi tetap saja genetik ayahnya lebih condong dalam dirinya, hanya saja sifatnya yang lembut lebih mirip seperti ibunya sama seperti luke.


...


Dari sini saja liam sudah bisa menilai bahwa gadis galak itu adalah cha, gadis yang dibicarakan leo kemarin. Yah leo memang sudah memberikan peringatan padanya untuk tidak terkejut dengan sikap cha yang berubah-ubah nantinya.


Dan sekarang benar saja sikap cha ini benar-benar menantang liam untuk menaklukkannya.


"Tempramen mu itu parah sekali" ucap liam menunjuk cha lalu mengedipkan matanya genit.


Chan yang yang melihat itu rasanya ingin segera tertawa saja, bagaimana bisa liam ingin menggoda gadis yang disukai oleh adiknya sendiri. Chan pun tak tahu tentang rencana leo dan liam, sehingga baginya saat ini kegiatan liam yang menggoda cha itu membuatnya merasa geli.


Melihat ekspresi chan itu akhirnya arin tersadar bahwa sepertinya chan saling mengenal dengan lelaki dewasa itu.


"Begini kak, ada kepentingan apa di sini? Maaf ya teman kami berbicara yang agak kasar" ucap arin untuk mewakili permintaan maaf dari perkataan kasar cha.


Tentu saja bagi liam itu tak masalah, dan liam malah salah fokus dengan kecantikan arin. Dan tak bisa memalingkan pandangannya dari arin. Hal itu membuat chan melihatnya dan beranggapan bahwa sepertinya liam terpesona dengan arin. Yah siapa sih yang tidak terpesona dengan kecantikan arin.


Apalagi akhir-akhir ini arin banyak tersenyum dan semakin menambah kecantikannya.


Setelah hampir setengah jam, akhirnya leo kembali ke mejanya dan menyapa liam.


...


"Dia kakak mu?" tanya cha dan arin serempak.