
"Kau yakin bisa menyelesaikan nya sendiri?" tanya darren yang mencoba mengintip sedikit pekerjaan arin.
Arin yang mendengar pertanyaan itu hanya terdiam dan tak berniat sedikit saja untuk bertanya pada darren.
"Hei ayolah, kita ini satu tim. Bagaimana jika ranking ku turun lagi karena kau yang tidak bisa diajak kerja sama ini" tambah darren lagi.
"Belajar tak harus bersama mu, lebih baik diam. Aku tak bisa fokus" ujar arin akhirnya.
Arin memang tak memiliki niat untuk bekerja sama dengan darren dari awal meskipun mereka berada dalam satu tim. Tetapi tetap saja ini terasa sangat sulit baginya.
Soal-soal latihan matematika itu rasanya bagaikan lebih sulit 10 kali lipat dibanding soal pada materi sebelumnya. Saat bersama chan rasanya arin tak perlu khawatir karena chan selalu bisa menyelesaikan dan menjelaskan dengan cara yang sederhana.
Mengingat itu, di tengah kesulitannya arin jadi merindukan saat-saat semeja dengan chan. Karena pikirannya itu membuat arin melihat ke arah chan yang sekarang sudah semeja dengan cha.
"Ternyata ranking terakhir juga tak buruk" batin arin.
From : arin 🍓
Ayo belajar bersama sepulang sekolah nanti, aku kesulitan dengan materi yang baru ini.
Ting!
Ponsel chan berbunyi, dan ada perasaan senang dalam hatinya bahwa notif itu adalah dari arin. Tentu saja!
Tentu saja chan akan selalu siap kapan saja dengan permintaan tuan putri arin.
^^^You^^^
^^^Tentu saja, ayo.^^^
^^^Mau membeli odeng lagi? Kali ini aku membawa cash.^^^
Pesan dari chan itu sudah cukup membuat arin tersenyum senang, membuatnya tanpa sadar tersenyum-senyum yang menarik perhatian darren.
"Ada yang lucu di soal itu?" tanya darren yang langsung membuat senyuman di wajah arin lenyap seketika.
Arin hanya menatapnya sekilas lalu kembali ke kesibukannya. Bersama darren entah mengapa membuat energi nya terkuras dengan cepat, berbeda saat bersama cha. Kalau boleh jujur sebenarnya berbeda saat bersama chan. Hehe.
......................
Sudah 4 hari sejak tim belajar yang baru dibentuk, sejauh ini tak ada masalah dengan darren. Tetapi setiap makan siang ia malah nimbrung untuk makan bersama. Agak risih pada awalnya tetapi entah kenapa karena sudah kebiasaan rasanya jadi biasa saja.
Karena ini adalah hari terakhir sekolah di minggu ini, dan esok adalah akhir pekan. Sehingga arin mengajak chan untuk belajar bersama di rumahnya menjelang waktu les chan.
Sejak sebulan lalu arin sudah mengundurkan diri dari pekerjaan nya di the florist. Karena pada akhirnya ia tetap saja mendengar kan perkataan ibunya untuk berhenti bekerja saja dan fokus pada pelajaran. Melihat prestasi arin yang sedikit demi sedikit meningkat, ibu aring sangat bangga tentunya dengan pencapaian putri semata wayangnya itu.
....
Waktu pulang sekolah pun tiba, dengan cepat arin membereskan buku-buku nya dan langsung berlari ke meja chan dan cha berada. Meninggalkan darren seorang diri, oh iya entah sejak kapan tetapi belakangan ini darren seperti tak bergaul dengan naoki dan hana.
Apa itu sebabnya darren selalu makan siang dengan mereka berlima?
Tetapi itu tak terlalu penting sih.
Tetapi kali ini ada gadis lain yang senang dengan kehadiran arin, yaitu malivalaya. Malivalaya adalah gadis yang duduk bersama leo. Terlihat maliva yang memandangi arin kagum, apalagi kalau bukan kagum karena kecantikan arin.
Selama ini maliva tak benar-benar memperhatikan arin karena memang arin yang juga tak senang diperhatikan. Tetapi setelah dilihat dari dekat, Arin benar-benar sangat cantik.
Pantas saja naoki dan hana sering berkata buruk tentang arin, ternyata bukan arin yang benar-benar buruk, tetapi merekalah yang tidak bisa menghilangkan penyakit hatinya. Apalagi sekarang darren sepertinya tak bergaul dengan hana dan naoki lagi.
Maliva yang tanpa sadar sampai termenung karena melihat arin, langsung tersadar saat tasanee ploy berbicara dengannya.
"ต้องการซื้อขนมก่อนไปศูนย์การเรียนหรือไม่?" ujar tasanee yang menyadarkan lamunan mali dan di iyakan oleh mali.
Malivalaya dan tasanee ploy adalah dua gadis yang sama-sama memiliki darah thailand dalam dirinya. Itu sebabnya mereka berdua cepat sekali akrab pada tim belajar yang baru ini. Meskipun berbeda tim tetapi tempat duduk mereka berdekatan.
Sebelumnya mali sendiri bergaul baik dengan hana dan naoki. Oh iya dan juga darren. Tetapi entah karena apa hana dan naoki mendadak menjauhi nya dan sekarang mereka berdua juga malah menjauhi darren. Tapi itu tak masalah sih bagi mali, karena sekarang ia justru dibimbing baik oleh leo untuk belajar bersama.
Tak seperti saat bersama hana dan naoki yang mengajaknya untuk bergosip buruk saja, tetapi saat pelajaran malah akan belajar sendiri.
Mendengar perkataan tasanee barusan dengan bahasa yang asing itu, membuat tiga serangkai dan juga arin, serta cha malah tertawa bersamaan.
Cha dengan perkataannya yang sering ceplas ceplos dan asal-asalan, langsung saja bertanya.
"Apa yang barusan dikatakan rekan mu itu alfin?"
"Asa bilang, kalau dia ingin membeli cemilan dulu sebelum ke tempat les" jelas mali akhirnya yang membuat mereka berlima mengerti.
"Memangnya kalian ingin makan apa? Ayo ikut bersama kami" ujar cha lagi.
"Eh aku tidak bisa karena ada urusan" ucap arin tiba-tiba memotong pertanyaan cha.
Arin segera keluar dari kelas usai mengucapkan selamat tinggal pada teman-temannya itu. Lalu chan melihat arin semakin jauh langsung saja mengikuti jejak arin.
"Aku juga, ada urusan setelah ini, jadi harus cepat pergi. Selamat tinggal semuanya" ucap chan yang langsung mengejar arin.
Cha tersadar, selama ini ia tak peka dengan hal ini, soal chan dan arin.
"Tunggu! Apa-apaan mereka itu?" ucap cha terlihat bingung dan menduga-duga pada isi kepalanya.
"Apa mereka sudah berkencan?" tanpa sadar isi kepala cha keluar dari mulutnya begitu saja.
"Aih tak mungkin, mustahil" ucap leo yang berusaha menyanggah fakta itu.
Tiba-tiba leo tersadar dan mencoba mengingat-ingat, dan ya benar saja tak ada yang mustahil. Itu berarti ia dan cha pun bukan tak mungkin untuk berkencan seperti chan dan arin.
Pikiran leo dibuyarkan seketika saat melihat cha yang mengejar arin dan chan, untuk memastikan fakta 'berkencan itu'.
"Hei tunggu aku" ucap cha yang berlari meninggalkan ransel nya di dalam kelas.
Tak lama hal itu juga disusul oleh leo, untuk memastikan dugaan itu juga.
Dan tertinggal lah alfin di sini seorang diri. Oh tidak ada dua gadis thailand itu juga, mali dan asa.
"Jadi, mau makan bersama?" tanya alfin kepada dua gadis thailand itu.